NovelToon NovelToon
QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Petualangan / Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nona manies

"aku harus mendapatkan pria dingin itu!" tekad seorang gadis sembari menyeringai.

Dia adalah Queensha Karren Bramantyo yang tergila gila dan terobsesi pada seorang pria bernama Darren Austin Keith yang memiliki paras tampan dan menawan tapi memiliki sifat dingin dan sulit untuk didekati.

Semakin dalam gadis itu menggali informasi tentang pria itu, dia semakin tahu karakter dan latar belakangnya yang menarik.

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? apakah Queen berhasil mendapatkan cinta pria pujaannya?

Ini adalah squeel novel DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

takdir

Darren tiba tiba menyeringai "ternyata dia berpura pura" bukannya marah, malah pria tampan itu tampak senang, apalagi melihat wajah Karren yang memerah, dia tatap wajah itu dengan begitu intens dan menatap netra coklat yang sangat cantik itu. "lucu sekali dia.."

Darren mendekatkan wajahnya kearah wajah cantik Queen.

Jonathan yang melihat hal itu terbelalak dengan mulut menganga, dia berbalik badan untuk menghindari pandangan yang membuat jiwa irinya nanti bakal meronta, dia memilih segera keluar dan mengurus administrasi saja.

Begitupun dengan Queen, dia terpaku sebentar lalu terbelalak dan secara spontan mendorong wajah Darren menjauh dari wajahnya, kemudian menampik tangan Darren yang bertengger diwajahnya "kau gila ya tuan Darren!!" pekik Queen marah, dia tidak sudi diperlakukan seperti itu meski dia sangat tergila gila pada pria itu.

Queen adalah gadis yang menjunjung tinggi harga diri dan sangat mencintai tubuhnya jadi kalau ada yang hendak kurang ajar padanya, dia akan melawan.

Darren menyeringai "aku kira tadi ada yang kehilangan ingatannya" ucapnya meremeh, tapi dia suka sikap Karren yang tak suka disentuh sembarangan.

Queen melototkan matanya lagi "sial.. dia menjebakku!" batinnya mengumpat kesal, gadis itu membuang muka kesamping.

"pergi.."

Darren menatap heran gadis yang ada di depannya dan belum mengerti apa yang dikatakan olehnya.

"ku bilang pergi" pekik Queen, dia menoleh kearah wajah Darren tapi sejurus kemudian dia tampak terkejut karena melihat wajah tampan Darren yang tampak kaget saat mendengar pekikan suaranya.

"kau mengusir seseorang yang telah menyalamatkanmu? sungguh gadis tak berperasaan"

Queen semakin merasa bersalah, apalagi melihat Darren yang hendak membalik tubuhnya.

grep

Queen menangkap tangan Darren, membuat pria itu tak jadi berbalik badan "maaf" ucapnya lirih sembari menunduk.

Darren memperhatikan wajah Karren, lalu dia melepaskan tangan gadis itu dari lengannya "kelihatannya kau memang sudah sembuh, dan tak mengalami cidera otak, lebih baik ayo kita pulang"

Queen mendongak lalu mengangguk, dia segera turun dari tempat tidur, tapi karena tak seimbang Queen hampir saja terjatuh.

"hati hati" ucap Darren yang dengan sigap menangkap pinggang ramping gadis itu.

Queen berdiri dengan tegap dibantu ileh Darren, lalu gadis itu mempehatikan seragam yang dia kenakan, sangat kotor dan lagi celana panjang yang dia kenakan sudah digunting oleh dokter tadi untuk memudahkan mengobati lutut gadis itu "isshh.. kenapa juga yang dipotong hanya satu?!"

Darren menoleh kearah pandang Karren, dia hampir saja tergelak saat gadis itu ternyata sedang mempermasalahkan celananya yang panjang sebelah .

Pria itu melingarkan tangannya dibahu Karren takut gadis itu kesakitan.

Queen tertegun lalu menatap bahunya, dia menoleh kearah pria yang sedang memapah tubuhnya "aku tak apa, lepaskan!" menggoyangkan tubuhnya agar tangan Darren terlepas, lalu dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Darren yang tadi sempat terkejut akan sikap gadis itu.

"dia kenapa? bukankah dia menyukaiku? tapi kenapa menolak aku peluk?" ada rasa tak terima yang dia rasakan, tapi kemudian dia menggeleng mengenyahkan pikiran tersebut, membuang nafas dengan panjang lalu mengikuti langkah kaki gadis itu.

"tuan mana motorku? aku mau pulang" tanya Queen, dia menoleh kebelakang.

"kau gadis bodoh ya? masih mau memakai motor itu?!" ucap Darren sedikit ketus "ayo kuantar"

Queen berhenti sejenak sembari berfikir "tapi nanti kalau dad atau mom tanya dimana motorku bagaimana?"

Darren berhenti juga disisi gadis itu "aku menaruh motormu dibengkel, jadi ayo kuantar pulang"

Queen mengangguk "baiklah.. lagipula aku jadi bisa berduaan denganmu" ucapnya kembali menggoda.

Darren menatap jengah gadis itu, lalu melangkah lebih dulu ketempat mobilnya terparkir, gadis itu hanya mencebikkan bibirnya lalu berdecih saat Darren kembali mengabaikan dirinya.

Queen masuk kedalam mobil, dan duduk disisi Darren yang sudah kembali ke mode datar.

"kak Jo, apakah kakak punya gunting?" ucap Queen saat melihat Jonathan yang ternyata sudah standbye di depan setir.

"ada, sebentar saya ambilkan" mencari didasbord dan segera menyerahkan pada gadis itu saat ketemu "gunting itu untuk apa nona?"

Queen tersenyum kearah Jonathan "lihat saja sendiri"

kres kres kres

Gadis itu menggunting celananya yang sebelah kanan "dokter itu menyebalkan sekali, menggunting celanaku begitu saja, dan yang paling menyebalkan cuma sebelah saja yang dia gunting, dan sekarang aku hanya meratakannya saja agar tak terlihat seperti orang gila"

Jonathan tertawa mendengar gerutuan Karren "mereka kan hanya mengobati anda nona"

"iya juga sih.. hehe aku malah menyalahkannya begini, bukankah aku tak tahu diri?"

"Joo!!"

Jonathan yang hendak menimpali ucapan Karren dia urungkan saat mendengar ucapan tuannya yang memperingatkan melalui sorot mata tajam "maaf tuan" dia kembali menghadap depan dan mengeluarkan mobil kejalan raya.

"dimana alamat anda nona?" tanya Jonathan.

Queen tampak berfikir sejenak "kalau aku memberikan alamat mansion nanti daddy marah, lebih baik aku mengarang saja nanti aku bisa naik taxi setelah itu"

"kenapa diam? lupa alamat rumah sendiri?" tanya Darren dengan suara rendahnya tapi terdengar seperti mengejek.

"aku kan memang sedang hilang ingatan" ucap Queen sembari tersenyum jail kearah Darren.

"gadis jelek!" ucap Darren sambil membuang muka kesamping.

"aku yang secantik ini kau bilang jelek? matamu mines ya?" tanya Queen dengan sedikit ketus, dia kesal agaknya.

"tidak"

"cobalah periksa kedokter spesialis mata tuan, jangan jangan kau mengidap penyakit mata tapi kau belum menyadarinya, aku punya kenalan dokter mata yang sangat hebat, mau aku kasih nomornya?"

"diam kau bocah!"

"bahkan tempramenmu sangat buruk, aku juga memiliki kenalan seorang psicolog, mau aku kenalkan?" tanya Queen lagi, dia semakin suka menggoda pria dingin ini.

Darren menghela nafasnya dengan kasar "kau mau aku kenalkan kesupir ambulance?"

Karren terdiam, tapi sejurus kemudian dia terbelalak saat mengetahui apa yang dimaksud oleh Darren, dimana dia mengancam akan membunuhnya, mungkin "bukan wajahmu saja yang menyeramkan, ternyata jiwamu juga psycopat"

Jonathan menahan tawa saat mendengar perdebatan dibelakang, meski Karren berbicara radom begitu tapi tuannya itu tetap melayani ucapan Karren meski menjawabnya dengan bentakan atau ketus tapi setidaknya Karren tak dicueki oleh Darren seperti gadis lain yang biasanya mencoba mendekati atau menggoda tuannya itu.

"kak Jo.. antar aku ke alamat XXXXX" ucap Queen.

Jonathan mengangguk "baik"

Queen yang malas berbicara lagi memilih menyandarkan tubuhnya disandaran kursi, dia menghadap kearah Darren yang sedari tadi diam dan mengabaikan dirinya "tuan"

"hmm"

"tuan"

"hmm"

"tuan"

"hmm"

"terus saja kalian begitu, sampai katak bisa terbang" gerutu Jonathan saat mendengar ucapan kedua orang dibelakang, dia memilih mengabaikan saja.

"kok tadi anda bisa menolongku?" tanya Queen pada akhirnya.

Darren melirik gadis itu sekilas "takdir"

Queen mendengus mendengar ucapan ambigu Darren barusan "terdengar menyebalkan, tapi aku suka sekali takdir yang telah digariskan untukku, entah kenapa setelah pertemuan kita dibandara tenpa kita sadari kebetulan-kebetulan seperti ini sering terjadi, dan kita jadi sering bertemu"

Darren diam saja, meski terlihat cuek pria itu mendengarkan dengan baik.

"bukankah itu memang takdir? takdir yang Tuhan gariskan untuk kita, dan aku menyukai itu" ucap Queen dengan suara rendah dan pelan.

"takdir?" batin Darren, dia memikirkan ucapan Karren tadi dan membayangkan pertemuan tidak sengaja yang sering kali terjadi padanya dan Karren.

**

Jangan lupa like komen dan Vote...

1
mayang
lanjut dong kak
Siti Setiawati
kok gak up up sih
liya nurliya
bagus
Yuni Yuningsih
thor kpn up ny
Siti Setiawati
kapan up nya kk
Siti Setiawati
menunggu mu thor
Atik Marwati
kak queen udah ada yang punya danzel
Atik Marwati
😅😅😅😅
Ayu Dia💖💖💖💖
sangat keren banget
Ari Mulyati
sabar dad arsen sabar ,,, skrg queen udah ada suami nya,,, hahahahaha
Danzel Danzel,,,, kamu salah ngomong di depan mereka yg jaillll hahahahahaha
Haryati
wkwkw...dad arsen masih gak rela queen nikah.....🤦😂
Siti Setiawati
samawa ya quen
Yunita Widiastuti
🌹💗🌹
Rini Setiyowati
😄😄😄
Ari Mulyati
sah sah sah,,,,,
otw malam pertama
Aulia
selamat buat Queen ma Darren,bahagia selalu hingga maut memisahkan🥰🥰
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
akhirnya sah
Haryati
ye.. akhirnya sah... selamat Queen...
Cantika
lanjut atuh
Ayu Dia💖💖💖💖
akhirnya up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!