NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: VirentaNita

Aila. Seorang gadis muda yatim piatu ... Yang harus menghadapi dilema dengan dua pilihan sulit dalam hidupnya.

Aila di hadapkan dengan sebuah perjodohan dengan CEO muda kaya raya, Fakhri ... Putra sahabat karib Almarhumah Ibunya. Namun sebuah rintangan besar ada di depan Aila, jika Ia memilih Fakhri, lantaran sudah ada sosok Naira yang telah menempati lebih dulu ruang di hati Fakhri.

Sementara di sisi lain ada Ardan, seorang sahabat yang diam-diam menaruh rasa pada Aila.

Siapa kiranya yang akan dipilih Aila sebagai jodohnya?

Siapa yang akan dijadikan Aila sebagai pelabuhan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VirentaNita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Keadaan

Aila memelankan laju mobilnya perlahan sebelum akhirnya menepikannya. Di pandangi sosok lelaki yang tengah berjalan kaki sembari menggendong seorang bayi.

Lelaki yang sudah lama tak pernah lagi dilihatnya.

Fakhri.

Aila hanya beberapa kali mendengar selentingan kabar mengenai Fakhri dari beberapa karyawan yang bergosip tentang nasib mantan bos mereka yang kini telah meninggalkan rumah itu. Juga mengenai kematian Naira akibat kecelakaan tabrak lari.

Dilema. Aila ragu hendak turun dari mobil untuk menyapa Fakhri. Namun hati kecilnya berontak melihat keadaan Fakhri yang kini terlihat sangat memprihatinkan.

Sebelum akhirnya hatinya mantap untuk turun. Menemui Fakhri yang berjalan semakin menjauh dari mobilnya.

"Mas Fakhri ...."

Fakhri yang mendengar namanya dipanggil refleks menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menoleh pada arah sumber suara.

"Aila?" gumam Fakhri pelan. Melihat sosok wanita muda yang berjalan semakin mendekat menghampirinya.

"Ini benar Mas Fakhri?"

Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Aila menatap Fakhri dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sulit diartikan.

Detik kemudian tatapan mata Aila hanya tertuju pada bayi di gendongan Fakhri.

"Dia Raka ... Putraku." ucap Fakhri. Mengikuti arah pandang Aila.

"Emmmbh ... I ... Iya ...."

Gugup. Aila takut jika rasa herannya pada kondisi Fakhri saat ini justru akan menimbulkan perasaan tak nyaman di hati lelaki itu.

"Mas Fakhri mau kemana?"

"Mengapa jalan kaki sambil membawa Raka di cuaca sepanas ini?"

Fakhri tersenyum simpul. Menanggapi pertanyaan Aila yang terlihat penasaran, kemudian menghela nafas perlahan sebelum akhirnya menceritakan kisah hidupnya yang penuh ironi pada wanita muda di hadapannya itu.

Sebuah masa sulit yang kini harus rela di jalaninya setelah dipecat secara sepihak dari perusahaan tempatnya bekerja.

Dan naasnya, kini tak ada satu perusahaan pun yang bersedia menerima jasa nya. Hingga Fakhri bahkan terpaksa menjual mobil butut satu-satunya untuk membiayai hidupnya juga Raka. Lantaran tak memiliki lagi uang tabungan.

Fakhri pun kini tak dapat lagi membayar biaya untuk penitipan bayi bagi Raka. Jadilah kini Ia harus terpaksa membawa Raka kemana pun Ia pergi.

"Mengapa Mas Fakhri tidak kembali ke rumah?"

Sebuah tanya akhirnya kembali meluncur dari bibir Aila setelah mendengarkan penjelasan Fakhri.

"Tidak mudah untuk itu Ai,"

"Meski kini Naira sudah tidak ada lagi ... Tapi Aku belum mampu melupakan keegoisan Mama pada Naira!"

"Terlebih lagi sikap Mama yang belum berubah, Ia menolak kehadiran Raka,"

Fakhri tertunduk sedih. Ditatapnya kemudian Raka yang masih tertidur pulas dalam gendongannya.

"Lalu ... Apa rencana Mas Fakhri selanjutnya,"

"Maaf, bukannya Aku ingin ikut campur ... Tapi bukankah sebaiknya Mas Fakhri kembali menitipkan Raka di panti asuhan,"

" ... Ini bukan berarti Mas Fakhri akan mengembalikan Raka kesana ... Tapi setidaknya sampai Mas Fakhri kembali mendapatkan pekerjaan lagi,"

Aila menggigit bibirnya perlahan. Takut jika sarannya justru akan melukai atau mungkin menyinggung perasaan Fakhri.

"Terima kasih untuk saranmu Ai ... Akan tetapi Aku tidak akan pernah melepaskan Raka, tidak peduli sesulit apa pun jalan yang akan ku hadapi,"

"Aku akan tetap mempertahankan Raka di sisiku."

Sesaat Aila terenyuh melihat ketulusan Fakhri. Seandainya dirinya yang berada di posisi Fakhri saat ini, sudah pasti tak mungkin Ia bisa sekuat dan setegar Fakhri.

Bahkan mungkin Aila sudah pasti akan menyerah oleh keadaan. Sama halnya dengan dirinya yang kehilangan Ardan.

Ardan yang hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya. Bahkan disaat proses pencarian telah usai, namun tak ada berita sedikitpun mengenai Ardan.

"Ikutlah denganku Mas,"

"Ayo ku antar ... Kebetulan hari ini Aku sedang mendapat jatah cuti,"

Tak tega melihat Raka yang mulai menggeliat tak nyaman dalam gendongan Fakhri karena kepanasan. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk menawarkan bantuan.

Begitu pun dengan Fakhri yang merasa tak enak hati dengan tawaran Aila. Namun akhirnya menerima tumpangan Aila karena Raka yang mulai rewel.

*-*-*

"Mas Fakhri tinggal di sini?"

Aila menatap sebuah rumah yang teramat sederhana di hadapannya begitu turun dari mobil. Kemudian beralih menatap Fakhri yang tengah fokus dengan Raka.

"Iya, ayo masuk Ai ...." ajak Fakhri.

"Tidak usah Mas,"

"Aku langsung pulang saja,"

"Mas Fakhri dan Raka sepertinya sudah sangat kelelahan, kalian istirahat saja."

Tolak Aila. Halus. Merasa tak enak jika harus masuk ke dalam rumah Fakhri lantaran tak ada siapa pun lagi yang tinggal di dalam sana.

Aila takut jika keberadaannya nanti justru akan menimbulkan fitnah mengingat status Fakhri yang seorang duda.

Sedangkan dari kejauhan. Sebuah senyum mengembang di bibir seseorang yang diam-diam tanpa sengaja melihat kebersamaan Fakhri dan Aila.

"Rupanya tak sia-sia Aku menyingkirkan menantu tak berguna itu!" desis Erna pelan. Kedua matanya masih awas menatap Fakhri juga Aila yang mulai masuk ke dalam mobilnya. Bersiap pergi.

Tak berapa lama kemudian Ia turun dari mobil setelah memastikan mobil yang dikemudikan Aila telah benar-benar menghilang dari pandangannya.

"Kamu harus kembali Fakhri ... Keluarga kita akan kehilangan pewaris jika kamu tidak kembali." gumam Erna. Pelan. Sebelum mengetuk pintu rumah Fakhri.

"Ada apa lagi Mama datang kemari?"

Erna mendengkus kesal. Mendengar pertanyaan dengan nada dingin dari Fakhri. Seolah keberadaannya di rumah putranya itu sungguh tak diinginkan.

"Aku wanita yang telah melahirkanmu ke dunia ini Fakhri,"

"Apa pantas pertanyaan macam itu kamu lontarkan pada Mama mu ini?"

Erna berbicara dengan tegas penuh penekanan. Detik kemudian ngeloyor masuk tak peduli dengan raut muka Fakhri yang terlihat tak menyenangkan.

Langkah kaki Erna terhenti tepat di depan sebuah kamar. Tatapan kedua matanya lurus menatap Raka yang kembali tertidur pulas.

"Ma ...."

"Mama akan menerima anak itu Fakhri!" potong Erna. Menyela ucapan Fakhri.

Fakhri mengernyitkan dahinya, heran melihat tingkah Erna yang ajaib. Perubahan mendadak Erna sungguh tak masuk akal baginya.

"Mama melakukan ini karena terpaksa Fakhri, bukan karena Mama menyayangi anak itu," imbuh Erna. Berdalih karena takut Fakhri yang terlihat curiga akan perubahannya.

"Mama tidak perlu melakukan hal itu ... Lagi pula Fakhri tak memiliki niat sedikitpun untuk kembali!" ucap Fakhri. Dingin.

"Jangan egois Fakhri!"

"Dulu mungkin Mama bersalah terhadapmu juga Naira, tapi pikirkan juga Papa mu yang saat ini tengah kewalahan mengelola perusahaan seorang diri semenjak kamu tinggal pergi,"

"Papa mu sudah tua Fakhri ... Sudah saatnya bagi Papa untuk istirahat,"

"Mama mohon Fakhri, kembalilah untuk Papa ...."

"Mama tidak keberatan jika kamu harus membawa anak ini, lagi pula bukankah anak ini nantinya juga akan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik jika kamu kembali,"

"Fakhri ... Mama mohon kembali demi Papa ya, Nak,"

"Mama tidak tega melihat Papa yang sering jatuh sakit karena kelelahan ...."

"Kembali lah ke rumah dan perusahaan demi Papa,"

"Mama mohon pikirkanlah ucapan Mama ini baik-baik."

Melihat reaksi Fakhri yang masih datar. Erna kembali kesal. Kemudian melenggang pergi meninggalkan Fakhri yang masih tak menggubrisnya.

Detik kemudian Fakhri termenung, memikirkan ucapan Erna. Mengenai Papa nya yang sudah pasti tengah membutuhkan bantuannya. Juga tentang masa depan Raka.

Mungkin Erna benar, jika Fakhri kembali dengan membawa Raka, pastilah kehidupan Raka akan menjadi lebih baik.

Raka tak harus menderita karena di ajak keliling mencari pekerjaan dengan terus kepanasan sepanjang hari.

Digenggamnya kemudian tangan mungil Raka yang masih tertidur pulas sembari terus menimbang keputusan apa yang harus di ambilnya.

1
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻
Nova Yuliati
😭😭😭😭😭😭
Nelli Susilawati
bahhh..lanjutannya mana thorr..gantung
Umy Daffa
saya kasih hadiah thor
Titah Novi
ceritanya gk seru,,,awalnya seru tentang poligami itu,,,eh terus diganti,,,bikin penasaran az,,,lg seru2nya malah diganti,,,
Irma Saja
masak ceritanya segitu aja.. gak seru..
seru pas diawal aja cerita dipologami, ini kan ganti cerita masak cuma dikit doank episodenya...
uda lama nggu akhirnya cm gini doank
Dina Purwasih
😲😲😲😲 end??????????????
Dina Purwasih
ah ada lanjutan ny tapi ak lupa alurnya cz udah lama banget mesti baca d bab awal
Lara Sartika: betul kk, udah lupa
awalnya bacanya enak, udak kelamaan ga up jadi gaenak deh🥴
total 1 replies
J. Marta
Sudah mendarat thor,,,,

Udh q boom like juga,

Jangan lupa mampir novelku yang lain

Love revenge, Obsesi

Tinggalin jejak juga 👍👍

Nuhun 🙏
Dina Purwasih
kapan lanjut lagi nya Thor
Berna Dheta
ini tamat ya koq lanjut
Tika Sartika
kpn up lg
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Halimatus Sadiah
lnjut
Bunny🥨: Izin promo y thor^^

Yuk mampir juga diceritaku
"Terpaksa menikahi dokter dingin."
Siapa tau bisa menjadi novel favmu, yuk mampir!
Terimakasih❤
total 1 replies
Sasa Sun
aq mampir baca ka
mampir juga donk ke crt aku..

WHEN KAMA MEET SUTRA

aq tgg ya ka 🤗
Attin Nurhuda
author kemana gerangan dirimu
cegilnya_minyoongi
kapan up lg thorr??
ngk sabar nungguin kelanjutann kisah fahri dan aila
Dina Purwasih
kapan up lagi thor??
Nona Gladdys
"PERNIKAHAN LUAR BIASA" Recomend juga kak
Siti Mulyanah Ami Yusuf
lama juga up nya thor
Ira Sain
lanjut min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!