NovelToon NovelToon
Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Jodoh Terbaik Pilihan Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:685.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: neng nur

menceritakan kisah seorang gadis cantik yang sholeha menjalani hidup dengan iklhas berharap menemukan pasangan yang tepat yang dipilihkan Allah untuk dirinya dan akhirnya dia menemukannya seorang pria tampan yang sangat mencintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Di kantor ARDANA GRUP

" Buk gimana kalau kita ketahuan,aku tidak mahu kalau sampai di pecat buk. " Tanya Jeny ketakutan.

" Asalkan kau tetap tutup mulut semua tidak akan terbongkar, aku sudah menutup mulut Manager Hotel, jadi tak ada yang tahu kau mengerti. " kata Lani.

Jeny mengangguk dan kembali bekerja.

 

 

Very masuk ke ruangan Rey.

" Rey aku udah mencari informasi ternyata Zahra tak bersalah, Zahra sudah memesan makanan Kontinental. " Ucap Very.

" Lalu mengapa bisa berubah. "

" Ini semua ulah Lani dan Jeny. "

" Lo jangan becanda Ver, mana mungkin Lani berbuat seperti itu, diakan sudah lama bekerja di sini. " Rey gak percaya dengan apa yang di katakan Very.

" Pesanan Zahra tetap di masak tetapi Lani dan Jeny menyuruh untuk menghidangkan makanan tradisional terlebih dahulu agar kita menyalahkan Zahra yang tidak becus mengatur Party, kamu ingatkan dalam waktu singkat Lani sudah mengganti makanan itu dengan makanan Kontinental. Dia juga sudah menyuap manager hotel untuk tutup mulut tetapi aku berhasil membuat manager itu mengakui semuanya. "

" Aku gak pecaya Lani bisa berbuat se rendah itu. " Rey geram mengepalkan tanggannya.

" Bukan hanya itu, kamu ingatkan pakaian yang di kenakan Zahra?. tadi aku bertanya pada Sasa, Sasa bilang sewaktu mereka akan berangkat seseorang memberikan pakaian kepada Zahra untuk di kenakan ke Party awalnya Zahra menolak memakainya tetapi karena yang mengantar mengatakan itu dari kamu Rey membuat Sasa memaksa Zahra mengganti pakaiannya karna ia gak ingin Zahra dapat masalah. "

" Keterlaluan, pantas Zahra bilang kalau bukan karena seseorang yang suka mengandalkan kekuasaannya dia tidak akan pernah mau memakai pakaian itu. ternyata dia mengira pakaian itu benar-benar dari ku."

" Aku rasa itu juga ulah Lani dan Jeny karna aku melihat dari cctv Hotel, Jeny keluar Hotel dan datang kembali setelah Zahra dan Sasa datang. Tapi orang yang mendorong Zahra ke kolam renang belum dapat ku temukan, orang kita masih mencari siapa sebenarnya orang itu dan siapa yang menyuruhnya. "

" Kalau begitu panggil mereka aku akan memberi pelajaran untuk ke duanya."

 

 

Zahra sudah sampai di kantor, ia berjalan menuju ruanggannya. Saat berjalan ia bertemu Lani dan Jeny.

" Hei nona Zahra yang kegenitan, ternyata kamu gak punya rasa malu ya, sudah mengacaukan acara tadi malam kini kamu masih berani datang ke kantor ha? " ucap Lani dengan tatapan sinis.

" Jika yang bersalah saja berani ke kantor maka yang tak bersalah harus tetap datang agar bisa membuka kebenarannya. " Jawab Zahra curiga kalau Lani lah biangkeroknya.

" Buk Lani dan buk Jeny di tunggu pak Rey di ruanganya. " kata seorang karyawan menghampiri mereka.

" Yuk Jen, dan kau Zahra, urusan kita belum selesai. " Lani berjalan meninggalkan Zahra masuk ke ruangan Rey yang di dalamnya sudah ada Very.

Rey membuka CCTV kantor ia melihat Zahra sudah datang, dan berada di ruang kerjanya. Rey memanggil Zahra dari telepon kantor.

Zahra masuk ke ruangan Rey, ia melihat Lani, Jeny dan juga pak Very.

" Ada yang harus saya kerjakan pak,?" tanya Zahra pada Rey.

" Ya Zahra, bukankah kamu bilang jika saya memberikan kepercayaan pada kamu, kamu akan membuktikan bahwa kamu tidak bersalah. " kata Rey tersenyum tipis.

" Tetapi saya belum punya bukti pak, berikan saya waktu untuk mencari buktinya. "

" Tidak perlu, karena Very sudah mendapatkan bukti bahwa kamu tidak bersalah, ada yang mengganti menu makanan yang kamu pesan. " Rey melihat Lani dan Jeny secara bergantian.

Jeny sangat ketakutan, wajahnya berubah pucat dan badannya gemetaran.

" Jeny ini surat pemecatanmu . " Rey melemparkan ampop kuning di atas meja nya.

" Tolong jangan pecat saya pak, saya mohon pak, kalau bapak pecat, saya mau kerja di mana lagi pak. " rengek Jeny.

" Itu bukan urusan saya, saya sudah bilang semua yang terlibat akan saya pecat.saya punya bukti kalau kamu juga terlibat membuat kekacauan tadi malam. "

" Pak saya mohon jangan pecat saya." jeny menangis.

" Mungkin saya masih bisa mempeertimbangkannya jika kamu mau mengakui kesalahan kamu. "

Jeny melihat Lani, ia belum berani mengaku karena takut dengan Lani.

" Ver, jika Jeny tidak mau mengambil langsung kamu bisa kasih surat pemecatan ke tangan Jeny!.

" Ja... jangan pak, saya mengaku saya salah, Zahra maafkan saya sebenarnya saya yang pesan dan menyuruh pihak Hotel untuk menghidangkan makanan itu, dan pakaian yang kamu kenakan itu bukan dari pak Rey tapi saya yang kirim. Maafkan saya Zahra, Pak Rey, saya cuma menjalankan perintah dari buk Lani, tapi kalau yang mendorong Zahra ke kolam renang itu saya tidak tahu, sumpah pak yang itu saya tidak terlibat." jelas Jeny ketekutan.

" Sial mengapa si Jeny malah ngakui. pasti Rey marah besar ke aku semua gara-gara gadis bodoh ini. " batin lani melihat Jeny.

Zahra terkejut dengan yang di katakan Jeny dia tidak menyangka bahwa mereka setega itu padanya.

" Buk sebenarnya apa salah saya pada ibuk kenapa ibuk sampai hati melakukan itu ke saya. " tanya Zahra ke Lani.

Lani hanya diam saja.

" Lani mulai hari ini kamu saya pecat. " ucap Rey.

" Lo mecat gua hanya karena gadis ini Rey? lo mau tahu kan kenapa gua lakuin ini pada lo Zahra?? semenjak ada lo pekerjaan yang seharusnya aku tangani malah di kasi ke lo, bertahun-tahun aku mengabdi di perusahaan ini hanya karena lo sekarang Rey memecat gua. aku gak terima Rey, kamu gak bisa pecat aku seperti ini." Lani menangis agar Rey kasian padanya dan tidak memecatnya.

" Ver berikan pesangon pada Lani. urus semua kelengkapannya. " Tambah Rey tanpa melihat Lani.

" Rey maafkan aku, aku khilaf, tolong beri aku satu kesempatan aku tidak akan mengulanginya, Zahra maafkan aku, " Ucap Lani memohon.

Zahra merasa kasian melihat Lani biar bagaimanapun dia sudah lama bekerja dan berjasa di kantor itu.

" Pak saya sudah memafkan mbak Jeny dan buk Lani, sebaiknya bapak memberikan kesempatan sekali lagi pada mereka. "

Rey dan Very sama sama tak menyangka dengan yang di katakan Zahra walau dia sudah di jahati tetapi dia bisa memaafkan dan masih berbaik hati pada mereka.

" Benar kata Zahra Rey sebaiknya kita kasih kesempatan buat Lani dan Jeny." tambah Very.

" Baiklah, kalian aku kasih kesempatan satu kali lagi, jika kalian mengulang kesalahan yang sama maka aku gak akan pernah berkompromi lagi. "

" Makasih ya Rey, makasih Zahra. ucap Lani senang.

" Kalian bisa kembali bekerja. "

Lani dan Jeny keluar dari ruangan dengan hati lega karena tidak jadi di pecat.

" Zahra senang melihat kamu kembali ke kantor ini, tadi aku sempat berpikir kalau kamu akan berhenti karena sudah jam sembilan belum juga datang. " kata Very.

" Maaf pak saya datang telat lagi. " Zahra menunduk.

" Tidak apa, ohya Rey ada perusahaan baru yang ingin menjalani kerjasama dengan kita, aku pelajari dulu ya berkas mereka. dan Zahra selamat bekerja semoga hari mu menyenangkan." Very pamit dan tersenyum pada Zahra, Zahra pun juga tersenyum.

 

 

Setelah kepergian Very, Rey menyuruh Zahra untuk duduk di kursi depan tempat ia duduk.

" Zahra ini kamu catat jadwal kegiatan saya selama 2 minggu. " Perintah Rey memberikan beberapa file ke Zahra, Zahra mengambilnya dan duduk tepat di depan Rey ia mulai mencatatnya. Selama mencatat Rey memperhatikan wajah cantik Zahra sampai Zahra selesai. Zahra membacakan kembali jadwal yang sudah di buatnya.

" Apa ada yang kurang dan perlu di tambahkan pak?." tanya Zahra setelah membacakan catatan yang di buatnya.

" Maaf. " Ucap Rey lirih.

Zahra sempat heran dengan yang di katakan Rey tetapi dia pun menuliskannya pada catatannya tadi.

" Saya minta maaf Zahra, karna tadi malam saya sudah berkata kasar ke kamu. "

Zahra menoleh ke Rey, ia terkejut tak menyangka bos galaknya itu bisa juga minta maaf.

" Gak papa pak saya sudah melupakannya kok. " Jawab Zahra tersenyum.

Rey pun ikut tersenyum.

" Ada lagi pak?." Tanya Zahra kembali.

Rey menggeleng masih dengan senyum tipisnya.

" Kalau begitu saya permisi pak. " Pamit Zahra berjalan keluar, ketika tepat di depan pintu Rey memanggil Zahra.

" Zahra!"

" Ya pak. " Zahra berbalik melihat Rey.

" Kamu sangat cantik hari ini. "

deg.........

Jantung Zahra tiba-tiba mau copot mendengar ucapan Rey, wajahnya pun memerah seperti pakai blush on.

" Terimakasih pak." ucap zahra tersenyum tipis dan berbalik keluar ruangan.

" Tu bos galak kesambet apa ya pagi ini mendadak jadi baik, tadi minta maaf ni malah dia muji aku. " Batin Zahra terus mengembangkan senyumnya karena merasa senang dan berjalan keruangannya.

" Ngomong apa aku barusan, kok bisa bisanya aku kayak gini?? " tanya Rey pada dirinya sendiri sambil memegang mulutnya tak percaya kata kata itu bisa keluar begitu saja.

" Apa yang akan di pikirkan gadis ceroboh itu ya?? ah sudahlah lagian akukan gak gombal dia emang beneran cantik." sambungnya lagi dengan menyunggingkan senyumnya.

Rey mengambil remot dan membuka gorden penutup kaca pembatas ruangan. Kaca pembatas itu terletak di samping meja kerja Rey. Rey melihat Zahra yang baru saja masuk ke ruangannya itu. Ia meletakkan file di mejanya dan bediri berkaca di depan cermin yang ada di samping meja kerjanya itu.

Cermin besar yang sebenarnya adalah pembatas antara ruanggannya dan ruangan Zahra. di mana dari sisi ruangan zahra adalah cermin dan sisi ruangan Rey kaca tembus pandang. Zahra tdk tahu kalau itu tembus dari ruangan Rey karena setiap ke ruang kerja Rey, kaca pembatas itu selalu tertutup oleh gorden.

Zahra berpose bak model majalah muslimah sesekali ia berpusing, senyumnya gayanya membuat Rey yang melihatnya senyum terpesona. Zahra sangan cantik dengat balutan gamis warna peach polos di padukan dengan jilbab pasmina bunga-bunga berwarna senada.

Zahra mengedipkan matanya. Rey melihat seolah Zahra main mata padanya karena posisi Rey tepat berdiri di depan Zahra berbatas oleh cermin yang dapat dilihat Rey dengan jelas.

Zahra juga memberikan ciuman terbangnya, membuat Rey tertawa kecil karena ulah Zahra yang sangat menggemaskan.

Tidak cukup sampai disitu kini Zahra mengganti gayanya seperti sedang bernyanyi satu tangannya di kepal seolah olah sedang memegang mic.

Rey mengambil sebuah file dan ia keluar menuju ruangan zahra.

cklek......

Rey membuka pintu membuat Zahra terkejut.

" Kamu sedang apa zahra? " tanya Rey pura pura tak tahu melihat Zahra yang tangannya masih seolah-olah memegangi mic.

" Eh, i.... ini pak saya lagi mengelap cermin, ta... tadi ada debu,, ya, de.. debu. " jawab Zahra gugup dengan senyum di paksakan sambil mengelap cermin.

" Kamu bisa panggil cleaning servise untuk membersihkannya. atau apa perlu saya panggilkan?? " tawar Rey sambil menahan tawanya.

" Ti... tidak pak, ini juga udah bersih kok. ba...bapak kemari ada apa? " tanya Zahra masih gugup. " Kenapa aku jadi gagu gini ya?" batin Zahra.

" Ini coba kamu revisi. " Rey memberikan file kepada Zahra lalu keluar ruangan dengan tersenyum, dia sudah tidak tahan ingin tertawa melihat ekspresi Zahra.

" Hu...... " Zahra menghembuskan napasnya dan duduk di kursi, ia merasa lega mengira Rey sudah pergi Ia tidak tahu sebelum keluar Rey melihatnya menggeleng tersenyum dengan tingkah Zahra hari itu.

1
Amjumijum
di tunggu kelanjutan nya kak😍
Sofhia Aina
Salam.....hai thor ape cerita nie da habis kok Upnya lama amat da berthn² nie nunggu LANJUTANnya.......
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
mampir ya thor
Dedlik Lik
lanjut donk
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor
Ria Astrid Hardiana
menarik
elyn mawarni
bagus banget, lanjut thor
Ika Ikha
bagus
Romadhoni Indra5758
bos sok2an pengen nonjok mukanya si rey
Yati Nurjati
Rey cepat tembak Zahranya biar Zahra ga sama Fery.
Yati Nurjati
Luar biasa
Al Rafiqi
kash donk kla jutany
Al Rafiqi
kk kelanjutan y mn
Mirza Yulia Hidayah
Lanjut kak
Metapurnama Sari06
karyanya bagus sekali senang dech bacanya
Wina Kusuma
lanjut dong Thor...lama bgt.
Wina Kusuma
ceritanya bgs banget
Rachmadinnar
staun pas ni thor ptus gtu z crtanya pdhl bgus alurnya crtany.
Kanza Nia
up dong tor cerita y lagi seru bgt
Beby Rhinoz
ayo dong,.
up lg,...
kog lm bgt sih,..
ada lanjutannya g sih,....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!