Mona adalah gadis yang menjalani hidup dengan suami yang tak pernah menganggapnya.
Semua telah Ia lakukan hanya untuk mengambil hati suaminya, sampai pada akhirnya Ia meminta bercerai.
"Ceraikan aku Mas! "Ucap Mona.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi ratna dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab30
Rangga kini tengah melihat acara sinetron dilayar Televisi, Mata nya tak sengaja melihat buku album Yang terletak dibawah kolong meja.
Tangannya bermain-main diatas foto-foto saat mereka berlibur,Melihat betapa bahagianya Mama dan Papanya serta melihat foto dirinya dan Mona. Nampak sangat Romantis walau mereka melakukan itu dengan terpaksa dan sandiwara.
"Maafkan aku, Mon. "gumamnya.Senyumnya berkembang saat melihat salah satu foto yang menurutnya paling Romantis, Tangan yang saling mengait dan wajah yang sangat berdekatan.
"Aku akan membawamu kembali, Mona. Aku pastikan itu! "Gumam Rangga Lagi.
Rangga bergegas menutup Album itu,mematikan televisi dan Memasuki Mobilnya. Menyusuri Jalanan, Sekitar yang mungkin kebetulan bertemu Mona.
💧💧💧
Mona dan Nella masih berada didalam Butik,Mereka sedang hanyut dalam Dunia maya dan pikiran mereka Masing-masing.
[Mon kau dimana?Aku jemput,Ya.]
Mata Mona melotot membaca pesan itu,Ada Rasa sedikit bahagia didalam Hati.
'Tidak Mon, Kau harus mengubur perasaan itu! 'Batin Mona.
Dengan Lincah Mona pun mengetikkan pesan balasan untuk Rangga, Dengan berat hati Ia harus melupakan perasaan yang hadir antara hubungan perjodohan itu.
"Mon, Ayo kita pulang! Dah sore banget, "Ajak Nella. Mona pun memasukan Ponsel dalam Tas dan membereskan semua barangnya, Lalu menyusul Nella yang telah berlalu terlebih dahulu.
💧💧💧
[Untuk apa kau mencariku lagi,Mas.Sudah ku katakan aku tak akan kembali jika kau masih berhubungan bersama Lita, oh iya satu lagi Aku lebih bahagia jika tak melihat dirimu!]
Rangga membaca pesan balasan Itu, Menarik nafas panjang dan membanting Stirnya. Ia mengusap kasar wajahnya, Raut wajah Terlihat begitu Resah.
[terserah Kau mau bilang apa dan terserah jika Kau mau pergi kemana saja namun jika Aku bertemu denganmu maka kau harus Ikut pulang bersamaku, ingat itu!]
💧💧💧
"Macet, Mon. "ujar Nella melihat arah depan yang telah panjang antrian Mobil.
"Ya tunggu aja, macet mah udah biasa. "Balas Mona.
"Ah sampai kapan kita akan terjebak disini? "Kesal Nella. Mona hanya menganggapi Nella dengan Diam,melirik sebentar dan kembali Asik pada ponselnya.
'Apa-apan ini?'Batin Mona membaca pesan Rangga.Menggelengkan kepala Tak habis pikir dengan Jalan pikiran Rangga, seharusnya Rangga senang Mona tak mengganggu hubungan dengan Lita.
Sedangkan Rangga langsung membuka ponselnya ketika Notif pesan berbunyi.
[Sudah lah Mas,Jangan menganggu ku lagi! dengan kepergian Ku,Kau dan Lita akan bebas. tenang saja,Aku akan Menjelaskan semua pada mama dan papa. Aku pastikan Tak sepeser pun harta mu berkurang,Toh Aku juga Sudah tak Mau melihatmu!]
Dengan Kasar Rangga mengembalikan ponsel dengan Kasar Ke sembarang Arah, Nafasnya sudah tak beraturan.
Mona melihat keseliling Sebab Dari tadi Mobil mereka tak bergerak sedikit pun dari tempat semula, Mona menurunkan kaca jendelanya.
"Didepan Ada apa sih? Dari tadi gak jalan-jalan! "Kesal Nella yang ikut menurunkan kaca jendela Mobil.
Mona mengedarkan pandanganya, Ia segera menaikan Kaca jendela ketika melihat Rangga.
"Kau kenapa Mon? "Mona menggeleng cepat sebagai jawaban tak apa-apa.
Mona kembali melirik Mobil Dibelakang nya, Wajah yang sangat Ia kenali berada disana. Ya, Itu Adalah Rangga. Perasaannya tak karuan Ia Harus menyembunyikan diri dari Rangga.
"Dek dek sini! "Teriak Nella memanggil seorang penjual kjacang. Mona langsung membekap Mulut Nea, Takut Rangga mengenali suara dan wajah Nella.
"Apa sih? "Kesal Nella melepaskan bekapan tangan Mona. belum sempat Mona menjelaskan, Ia sangat terkejut mendengar kaca jendela disisi Mona diketuk seseorang.
Tok
Tok
Tok
miskin boleh tpi goblok jangan ya lu pegi la dri kota itu
lo blok lah nmor dan pergi dri kota itu tolol
kau itu udh di bodohiii