NovelToon NovelToon
Amazing Boyfriend

Amazing Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Saae

Judul sebelumnya "Pacar Halu Aesthetic"

Alina dikirim oleh ibunya ke desa Eyangnya yang jauh dari kota karena sebuah kesalahan yang tak di sengaja. Banyak hal yang tak terduga terjadi disana.

Di sana dia bertemu dengan Jordan yang kebetulan sedang shooting sebuah Film di desa itu.

Yang lebih menariknya, Alina yang notabenenya seorang penulis novel menemukan sebuah komputer di ruang bawah tanah, Saat ia gunakan komputer itu untuk menulis novelnya hal aneh pun terjadi.

Dimana peran pria dalam novelnya yang bernama Luhan datang menemuinya setiap malam dalam wujud nyata. Dan Luhan akan menghilang saat pagi datang.

Tanpa sadar Alina jatuh cinta pada Luhan. Sementara itu disisi lain Jordan mulai menyukai Alina.

Bagaimana kisah mereka,? Ikuti terus kisah mereka. Jangan lupa beri dukungan kalian..




Dan tanpa sadar Alina jatuh cinta dengan karakter yang di buatnya sendiri.

Bagaimana kisah cinta mereka,? Yuk mulai baca...

Yuk dukung karya Author dengan memberi like, komentar, vote serta tambahkan ke daftar favorit kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 30

Luhan mengelus punggung Alina, meskipun dia tak tau apa alasan gadis itu menangis. Saat hatinya sedikit lebih tenang Alina melepaskan pelukannya.

" Maaf, " ujarnya pelan.

" Kenapa?" Apa yang membuatmu menangis?" Dan ini dimana?" Luhan mengedarkan pandangannya.

" Ini, di kamarku yang sebenarnya, sepertinya kau juga ikut terbawa ke sini,"

Luhan memperhatikan sekelilingnya. Kamar ini lebih luas dari tempat biasa dia muncul. Dan disini juga lebih bising. Tentu saja, di depan ruko itu jalan raya besar.

" Bagaimana kau kembali waktu itu,?" tanya Luhan mengingat kejadian kemarin saat ia membawa Alina masuk ke dalam dunianya.

" Aku tak tau, tiba - tiba saja aku sudah ada di kamarku di rumah Eyang,"

Luhan mengangguk mengerti, semua sama seperti dengan apa yang dialaminya.

" Jadi, apa yang membuatmu menangis?" tanya Luhan menatap lekat pada wajah Alina.

" Bukan apa - apa, aku hanya senang melihat kau datang," Alina mengulas senyum, lalu dia mendudukkan pantatnya disisi ranjang.

Luhan menarik kursi dan duduk tepat di depan Alina.

" Alina," panggilnya pelan.

" Hem,"

" Apa kau tau, aku begitu ketakutan saat kemarin tiba - tiba kau menghilang, aku mencarimu kemana - mana." Luhan diam sejenak, menatap dalam manik mata Alina. Tangannya meraih tangan Alina dan menggenggamnya erat.

" Aku takut aku tak bisa lagi mengunjungimu, aku takut kau melupakan aku, semua rasa takut itu menyadarkanku kalau aku menyukaimu," lanjutnya.

" Hah?"

" Ma..maksudmu,?" Alina terkejut mendengar pengakuan Luhan.

" Aku menyukaimu Alina, sejak awal aku melihatmu aku sudah menyukaimu,"

Jantung Alina rasanya mau lepas dari tempatnya. Bagaimana bisa Luhan menyukainya, padahal selama ini dia tak pernah menganggap Luhan itu benar - benar nyata.

" Aku..." Alina tak tau akan menjawab seperti apa. Luhan memang sangat tampan, Alina tak bisa pungkiri kalau dirinya juga tertarik dengan Luhan. Tapi, antara dirinya dan Luhan ada dinding pembatas. Mana mungkin mereka menjalin sebuah hubungan. Bisa - bisa orang akan menganggapnya gila.

" Aku juga menyukaimu, tapi..." Alina mengigit bibir bawahnya. Dia takut kata - katanya nanti akan menyakiti perasaan Luhan.

" Tapi apa?"

" Luhan, aku rasa kita hanya terbawa suasana karena kedekatan kita, kita tak mungkin menjalin hubungan seperti itu."

" Apa karena aku ini datang dari imajinasimu, lalu kau menganggap aku hanya sekedar halusinasimu meskipun kau sendiri sudah membuktikannya,?"

" Bukan begitu maksudku,"

Luhan melepaskan tangan Alina, dia tersenyum kecut lalu bangkit dari duduknya. Pria itu melebarkan langkahnya menuju jendela, berdiri disana membelakangi Alina.

Alina menatap punggung lebar Luhan dengan perasaan tak menentu. Alina menghirup nafas dalam - dalam menjernihkan pikirannya.

" Aku akan keluar, aku rasa kita butuh waktu untuk memikirkan ini lagi." Ujar Alina seraya beranjak pergi.

**

Sejak malam itu, Luhan tak pernah muncul. Setiap kali akan masuk ke kamarnya Alina berharap dia akan melihat Luhan lagi. Tapi sudah tiga malam Luhan tak mendatanginya.

" Apa dia marah padaku,?" Alina menatap malas layar komputer. Sejak tadi belum ada satupun yang ia ketik di sana. Alina hanya menekan - nekan keyboard tak jelas.

Suara ketukan pintu kamarnya menyentakkan lamunannya.

" Alina, aku masuk ya?" suara Alan terdengar dari luar.

" Ya," sahutnya malas.

Alan perlahan membuka pintu dan masuk. Dia melihat Alina sedang duduk di depan meja komputernya.

" Apa kau sibuk?" tanya Alan seraya mendekat.

Alina menggeleng, tatapannya tak lepas dari layar monitor. Alan sedikit melirik apa yang sedang Alina kerjakan. Tapi di layar dia hanya melihat sederet huruf A berbaris rapi memenuhi page.

" Apa yang kau ketik itu?" tanya Alan.

" Kau tak bisa lihat?" jawab Alina malas.

" Sudahlah, hentikan. " Alan menarik tangan Alina dari atas keyboard.

Alina mendengus, merasa kesenangannya terganggu.

" Ada apa kau kesini?" Apa di bawah sedang sepi?"

" Tidak juga, aku hanya mengingatkanmu tentang acara besok"

" Acara apa?" Alina mengernyitkan dahinya.

" Menemaniku ke acara reunian sekolah, jangan pura - pura lupa," kesal Alan.

Alina membulatkan bibirnya, dia benar - benar lupa dengan janjinya. Beberapa hari ini pikirannya hanya dipenuhi oleh Luhan.

" Oh itu, iya iya..." Alina menyenggir memamerkan sederet giginya yang rapi.

**

Keesokan harinya sesusai janjinya Alina akan pergi menemani Alan ke acara reunian sekolah itu.

Setelah membongkar seluruh isi lemarinya ,tak satu pun baju yang pantas untuk dipakai ke acara itu.

" Kenapa aku tak punya gaun sama sekali," Alina mengacak rambutnya. Semua bajunya tak luput dari kemeja dan kaos.

Saat bersamaan ibunya masuk ke dalam kamar.

" Kau pasti membutuhkan ini" ibu Alina menyodorkan sebuah paper bag padanya.

Alina mengambilnya dan mengintip isi dari paper bag itu. Lalu gadis itu menatap heran pada ibunya, bagaimana ibunya tau ia sedang butuh gaun.

" Alan bilang hari ini dia izin mau pergi ke reunian sekolahnya, katanya dia membawamu. Ibu tau kau pasti tak punya gaun, jadi ibu belikan saja baju untukmu" jelas ibu Alina paham maksud dari tatapan putrinya.

" Kenapa ibu mendadak baik padaku,?" tanya Alina heran. Karena belakangan ini sikap ibunya berbuah 180 derajat.

" Memang selama ini ibu tak baik padamu?"ujar wanita itu merasa tak senang dengan pertanyaan yang dilontarkan Alina.

" Apa karena uang itu?" tanya Alina penuh selidik.

" Apa yang kau katakan, sudahlah, cepat ganti bajumu,!" Alan sudah menunggu di bawah," setelah mengatakan itu ibu Alina langsung pergi.

Selesai mengganti bajunya dan sedikit berdandan Alina pun segera turun. Dan ternyata benar Alan sudah menunggunya. Pria itu sudah tampak rapi dengan setelan jasnya.

" Ayo pergi," seru Alina berjalan mendahului Alan keluar dari ruko.

Alan segera menyusul langkah Alina.

" Mobil siapa ini?" tanya Alina melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan ruko. Karena restorannya belum buka tak mungkin itu mobil pelanggan.

" Aku pinjam mobil temanku, nggak mungkin kan kita pergi naik mobil butut itu." tunjuk Alan pada mobil pick up.

Alina hanya menggidikan bahunya, mereka pun naik ke mobil.

" Ganti kacamatamu dengan ini" Alan menyodorkan paper bag kecil padanya.

" Apa ini?" Alina membuka isi paper bag itu.

" Aku nggak bisa pakai softlens" Alina mengembalikannya pada Alan.

" Nggak usah cari alasan, waktu acara pesta kerabatmu saja kau memakainya." paksa Alan.

Alina merunggut, jujur dia kurang nyaman memakai benda itu,rasa ada yang hilang dari wajahnya kalau dia tak pakai kacamata. Dengan terpaksa Alina memakai benda itu.

Alan tersenyum senang, kini Alina sudah tampak jauh lebih baik tanpa kacamata tebal membingkai wajahnya.

" Ok, lest's go" Alan segera menghidupkan mesin mobil.

20 menit kemudian mereka sampai di sebuah hotel bintang lima tempat acara itu digelar.

" Aku akan ke toilet dulu," ujar Alina ketika mereka hampir mencapai ballroom.

" Hem, cepatlah aku tunggu di disini,"

Dengan setengah berlari Alina menuju ke toilet. Gadis itu tak begitu memperhatikan jalan saking kebeletnya. Sehingga tanpa sengaja dia menyenggol seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

" Auh, maaf. Aku terburu - buru" ujar Alina membungkuk. Saat ia mengangkat wajahnya Alina terkejut melihat wajah orang yang barusan ditabraknya.

...----------------...

Like, komen ,favorit dan hadiahnya jangan lupa...

1
khumay
like kk
Jans🍒
siapp mluncur thorr
lee ga-eun 🐯
oh iya Alina masih inget ga ya sama Luhan
YouTrie
okay siip
putry
ok
Anastha Brianca
meluncurrrrr....
Blue Sky
wokeh
pat_pat
asiappp
Saae
😉😉😉
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Happy Ending
YouTrie
Lanjut kak author
YouTrie
Mantap keren
Amelia💕
fix,, Alina sama Jordan...
Blue Sky
next
Anastha Brianca
laanjuuut kakkk... ku kasih bunga nih... 💐💐
Jans🍒
jdi gimana sma Luhan thor? ini keknya bakal sma jordan si alina
Jans🍒
tenyata pemeran utamanya jordan
Blue Sky
lanjut kk thor..
Anastha Brianca
next thor..
YouTrie
Jangan hanya berpacaran langsung nikah saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!