Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
Happy Reading!
Jangan lupa like ya!
.
.
.
.
Claudia tengah berusaha untuk membuat Aidan dan keianna tenang karna entah mengapa mereka berdua menangis tak seperti biasanya.
Biasanya mereka berdua sangat anteng kecuali saat sedang sakit atau ketika sedang lapar.
Lalu Laurent menghampiri Claudia berniat untuk membantu Claudia menggendong si kembar padahal disana masih ada maid.
"biar aku bantu aku tahu jika kau lelah lady..." ucapnya yang hendak menggendong Aidan namun tanpa kita ketahui tangannya ditepis oleh Aidan dan malah menangis lebih keras.
Bola mata Claudia langsung tertuju pada wanita itu dan mengernyitkan dahinya.
"terimakasih atas kebaikannya tetapi sepertinya putraku tak ingin orang luar menyentuhnya" jawab Claudia yang menurunkan keianna pada box bayi dan menggendong Aidan.
Laurent mendekat kearah Claudia tersenyum sinis melihat Claudia yang sedang sibuk menggendong Aidan.
"kau tahu jika sebentar lagi semua milikmu akan kembali ketanganku termasuk Raphael?" ucapnya yang terus terang.
"ha......" Claudia menghela nafasnya lalu membalas senyuman sinisnya. "kau yakin? jika kau sudah yakin maka ambilah, aku tahu jika kau menginginkan ini semua jadi kau goda saja Raphael jika dia goyah maka ambilah"
"kau sedang tidak bercanda?" ucapnya sedikit bingung jika lawan mainnya menyerah diawal.
Claudia hanya menggelengkan kepalanya dan membalasnya dengan senyuman walau dalam hatinya ada sedikit api yang mulai membara.
Terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa kearah ruangan si kembar dan terbukalah pintu besar yang menghalangi ruangan tersebut.
Sebelum itu Laurent hendak akan mengambil langkahnya dengan bersamaan pintu terbuka Laurent terjatuh tepat dihadapan Claudia dengan posisi bersipuh.
Sepasang bola mata membulat melihat keadaan didalamnya dan membuat atmosfer ruangan tersebut sangat mencekam.
Sontak dengan sigap Raphael membantu Laurent untuk berdiri dan menatap kearah Claudia.
Claudia yang sedikit bingung dengan tatapan Raphael langsung mengerti apa artinya.
"aku tahu jika kau tak menyukainya tapi perbuatan mu ini salah" ucap Raphael sedikit ragu.
"kau menyalahkan ku?" ucap Claudia dengan sedikit tegas dan mentap kearah Laurent lalu tersenyum tipis.
"aku terjatuh sendiri, jadi ini bukan kesalahannya aku yang teledor daripada tegang aku akan kembali ke kamarku" ucapnya yang hendak pergi dari kamar si kembar lalu saat kakinya melangkah ia hendak terjatuh kembali namun Raphael menangkap nya.
"biar ku antar ke kamarmu" ucapnya lalu menggendong Laurent keluar dari ruangan tersebut.
Claudia yang sejak daritadi melihat aksi kedua insan tersebut mengepalkan tangannya dan mencoba mengontrol emosinya.
"tenang Claudia ini permintaan mu sendiri jadi kau tidak boleh sakit hati melihatnya" gumamnya lalu menidurkan kembali Aidan pada box bayi.
*****
Sore menjelang malam seperti biasa Claudia sedang duduk menikmati udara sore di taman pribadinya yang ia urus sejak awal menikah dengan Raphael.
Ditaman tersebut terbat berbagai jenis tanaman hias seperti berbagai macam jenis bunga dan pohon buah. selain tanaman hias disana juga terdapat tanaman herbal yang Claudia sendiri menanamnya.
Ia menggelar tikar bersama Larin maid pribadinya dan merebahkan tubuhnya diatas tikar tersebut dan menatap kearah langit yang sebelumnya berwarna biru mulai berganti warna menjadi warna kuning ke orange an.
"aku merasa jika diriku masih seorang nona yang belum menikah, setiap hari hanya menghabiskan waktuku bersantai" ucap Claudia yang mengangkat tangannya keatas seperti akan menggapai sesuatu.
"tapi milady memang awet muda walau sudah pernah melahirkan" sanggah Larin yang sedari tadi duduk disamping Claudia.
"haha kau bisa saja" ia terkekeh mendengar ucapan Larin lalu terdiam sejenak dan tenggelam dalam lamunannya. "jika aku bisa memutar balik waktu apa Aidan dan keianna masih ada? dan andai jika kejadian yang ku alami selama ini hanya mimpi bagaimana? oh iya.... buku itu pasti punya jawabannya bukan?" batinnya.
Claudia bangun dari tidurnya lalu menggelengkan kepalanya "tidak...!" gumamnya lirih yang masih bisa didengar oleh Larin.
"milady ada apa?" ucapnya khawatir.
"ah tidak apa-apa, ini waktunya aku berendam ayo masuk dan tolong siapkan keperluan mandiku" perintahnya.
Larin hanya menganggukkan kepala lalu keduanya masuk kedalam mansion.
Ruang makan.
Sudah waktunya masuk jadwal makan malam keluarga bersama biasanya hanya tiga orang yang ada didalam ruangan tersebut namun Sekarang bertambah satu anggota didalamnya.
Claudia yang duduk disamping kiri Raphael bersama Luca samping kanan terdapat Laurent yang sedang duduk menyantap makanan nya.
"ibu aku ingin supnya" ucap Luca pada Claudia.
"biar ibu yang ambilkan" sambar Laurent.
Terlihat jelas diwajah Luca jika dirinya belum bisa menerima keberadaan ibu kandungnya yang telah menelantarkan dirinya sejak kecil.
Luca menatap kearah Claudia memberi kode jika dirinya sebenarnya tak ingin menerima tawaran Laurent namun Claudia hanya membalasnya dengan senyuman lalu mengusap rambut Luca.
"dia juga ibu Luca karna dia juga istri ayahmu jadi kau harus menerimanya" ucap Claudia.
"baiklah jika itu yang ibu perintah Luca akan menurut pada ibu Claudia" ucapnya sembari menatap kearah Laurent.
Laurent hanya tersenyum tipis melihat keduanya dan sedikit meremas sendok yang ada digenggamnya.
"bahkan anakku saja memilihmu daripada aku ibu kandungnya" batinnya.
"ekhemm.." Raphael berdehem untuk memecahkan aura yang mulai mencekam akibat persaingan keduanya. "Duchess nanti datanglah ke tempat bacaku ada hal yang ku ingin bicarakan"
"aku? baiklah" tanya Claudia yang menunjuk diri sendiri lalu menggunakan kepalanya. "sekarang Luca makan yang banyak biar bisa melindungin adik"
"pasti ibu, sekarang Luca udah 9tahun dan akan terus menjadi penjaga Aiden dan keianna!" ucapnya antusias yang membuat darah Laurent semakin mendidih.
Bagaimana bisa Duke masa depan menjadi penjaga kedua bocah? tidak bisa! begitu yang ia pikirkan.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!