[Disarankan untuk membaca hingga chapter 7]
[BACA BAGIAN BLURB INI SAMPAI BAWAH BIAR GA BINGUNG SAMA CERITANYA!]
[Press Like,Vote,Comment]
[Hati-hati kesel sama ceritanya]
Genre : Action, Adventure, Dark fantasy, Drama, Mystery, Magic, Psychological, Supernatural
Sub-Genre : Romance, Comedy, Mature
Season 1 : Chapter 1-213(END)
Season 2 : Chapter 214-260(END)
Season 3 : Chapter 261 - 348 (END)
Dunia dimana ada ras selain manusia, seperti Elf, malaikat dan lain-lain. Ada sebuah legenda yang ditakuti oleh seluruh ras mengenai malapetaka yang akan dibawa oleh sebuah makhluk, yaitu Soul Reaper.
Legenda yang menghilang untuk menghilangkan keresahan seluruh ras di muka bumi, telah tergerak secara perlahan.
Note :
ini cerita pertamaku, kalau ada kesalahan seperti typo, sulit dimengerti langsung aja komentar aja ya.
Untuk kalian yang bingung, didalam cerita ini tidak akan hanya terbatas di tokoh utama saja. Tetapi saya akan menyorot beberapa tokoh lainnya juga karena mereka mempunyai peran penting(tentu saja seperti beberapa chapter yg MC nya tidak ada).
[Sangat disarankan untuk tidak berharap kepada MC di awal-awal cerita. Karena MC saya dibuat lemah layaknya seekor burung baru lahir dan belum bisa terbang]
Update 23:00 WIB
[/Chapter : 1300-2000 kata]
#WF
*Source Pict : Pinterest
Yang mau follow author boleh lewat :
IG : Irisia_loui
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShenJun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 : Mimpi atau Ingatan
- Di kastil bangsawan\, kamar Iris -
Didalam kamar, Iris sedang rebahan di ranjang hanya menggunakan baju yang terbuka. Baju atasan singlet tanpa dalaman dengan celana pendek. Sebagian besar orang jika sedang didalam kamar sendirian, maka tidak akan peduli ingin memakai baju apa.
Iris terlihat terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Besok akan ada pengangkatan komandan ksatria ya…. aku jadi penasaran” ucap Iris
“Hooaaaammm…… lebih baik aku tidur dulu deh” ucap Iris
Iris pun menarik selimutnya dan memulai tidur pulasnya.
- Di mimpi Iris -
Iris bermimpi seakan sedang kembali ke masa kecilnya. Kehidupan normal yang dia jalani saat sedang bersama ayah dan ibunya serta Kriss. Di dunia nyata, Iris sangat dekat dengan Kriss. Bahkan menganggapnya seperti kakaknya sendiri dan selalu bermain berdua.
Tetapi, didalam mimpi Iris saat itu. Dia melihat ada satu orang laki-laki lagi yang bermain bersamanya dan Kriss. Wajahnya tidak terlihat jelas sehingga Iris tidak bisa mengenalinya. Meskipun Iris tidak mengenalinya, dia tetap merasa akur dengannya.
“Aku akan menjadi ksatria kebajikan terkuat sepanjang sejarah!” ucap laki-laki itu sambil mengangkat tongkat kecil dengan tangannya
“Kau tidak mungkin lebih kuat dariku!” ucap Kriss
“Hah?! Kau saja tidak bisa mengalahkanku!” ucap laki-laki itu
“Huh?! Mau dicoba, otak udang?!” ucap Kriss
“Apa katamu reptil cengeng?!” ucap laki-laki itu
Keduanya menempelkan dahi mereka dan membunyikan jari-jari mereka seakan ingin bertarung. Di sisi Iris, dia terlihat terdiam membisu seperti sedang memikirkan hal lain. Tiba-tiba, laki-laki itu menyadari Iris yang sedang terdiam. Karena khawatir, dia pun bertanya padanya.
“Iris, apa kamu baik-baik saja?” tanya laki-laki itu
“Kita.…. Apa kita akan bisa terus seperti ini?” tanya Iris
“Apa maksudmu?” tanya Kriss
“Aku takut kita akan berpisah dan tidak bersama lagi. Aku tidak mau itu! Aku ingin bersama kalian!!” ucap Iris
“Iris…” ucap Kriss
Laki-laki itu mengulurkan salah satu tangannya dan mengelus kepala Iris secara perlahan. Bagi Iris saat itu, elusan yang diberikan sangatlah nyaman dan membuatnya tenang.
“Tenang saja Iris! Apa pun yang terjadi, Kakak pasti akan selalu bersamamu!” ucap laki-laki itu
“Kakak….” ucap Iris
Tiba-tiba, dunia mimpi itu menjadi hancur karena distorsi dan tiba-tiba berpindah lokasi. Dari
sebuah taman penuh bunga dan keindahan, berubah menjadi tempat pemakaman yang penuh tangisan.
Disana, terlihat ada laki-laki yang sama sedang bersujud didepan batu nisan. Dia menangis tanpa henti dan memukul tanah berkali-kali. Disebelah Iris, ada Kriss yang memegang tangannya dengan penuh air mata diwajahnya.
“IBU!!!!!!” teriak laki-laki itu
Disaat itu juga, Iris sedang menangis tanpa henti. Bukan karena sedih melihat laki-laki itu yang terlihat sangat putus asa. Tetapi, karena nama yang tertulis dibatu nisan itu adalah ibunya sendiri.
Tiba-tiba, dunia mimpi itu hancur karena distorsi dan langsung berpindah lokasi lagi. Kali ini, Iris sedang berdua disuatu kamar dengan laki-laki yang sama. Tetapi, kali ini laki-laki itu sudah terlihat lebih dewasa dan Iris juga sekitar umur 12 tahun.
“Maafkan aku, Iris…” ucap laki-laki itu
“A-apa yang ingin kakak lakukan?!” ucap Iris
“Lupakanlah kakakmu ini….” ucap laki-laki itu
“Apa yang kakak bicarakan?! Kenapa harus melupakan kakak?!” ucap Iris
“Ini yang terbaik. Kakak harap kamu bisa hidup bahagia” ucap laki-laki itu
“Jangan kak! Jangan tinggalkan aku sendirian!!!” teriak Iris
“Maafkan aku, iris” ucap laki-laki itu sambil mematuk dua jarinya ke dahi Iris
- Keesokan paginya -
Iris saat itu masih tertidur. Tetapi, dia mengalami mimpi itu yang membuatnya gelisah. Tiba-tiba, karena emosi yang bergejolak dalam tubuh Iris, membuatnya hingga terbangun.
“KAKAAAAKK!!!!” Teriak Iris
Iris terbangun dengan keadaan air mata yang membanjiri pipinya. Salah satu tangannya merenggang seakan ingin menggapai sesuatu tapi tidak bisa tercapai. Dia pun memegangi wajahnya yang penuh air mata.
“Huh? Kenapa….aku menangis…” ucap Iris sambil mengusap air matanya
“kenapa tiba-tiba aku bermimpi masa laluku?” ucap Iris
Mimpi yang Iris alami saat itu, merupakan salah satu dari masa lalunya. Itu terjadi sekitar 6-7 tahun yang lalu. Seluruh mimpi yang Iris alami saat itu dia tahu jelas kalau dari masa lalunya. Tetapi anehnya, dia tidak pernah mengigat ada seorang laki-laki yang dia panggil kakak selain Kriss.
“Dia itu siapa?” ucap Iris sambil mengingat sosok laki-laki yang dia lihat di mimpinya
“Kenapa aku memanggilnya kakak? Dan kenapa…..aku merasa sangat sedih saat mengingatnya” ucap Iris
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dari kamar Iris.
*TOK TOK*
Iris pun langsung menoleh kearah sumber suara tersebut. Dan tiba-tiba ada suara laki-laki yang memanggilnya.
“Iris. Kamu sudah bangun?” tanya laki-laki itu
Iris mengenali suara itu. suara yang bertanya padanya tadi adalah Julius.
“Ba-baru saja bangun. Ada apa?” tanya Iris
“Cepat bersiap-siap. Kita akan bertemu nona Luna diruangannya” ucap Julius
“Ah! Aku lupa! Maaf, aku akan segera bersiap-siap!” ucap Iris
Iris pun langsung bergegeas mengambil baju, handuk dan lain-lain. Dia langsung mandi secepat mungkin dan memakai pakaiannya. Iris pun menata rambutnya dengan rapih dan mengambil pedangnya.
Setelah selesai, dia pun berjalan kearah pintu dan keluar dari kamar. Saat dia membuka pintu, dia melihat kalau disamping pintu ada Julius yang sedang bersandar.
“Maaf membuatmu menunggu” ucap Iris
“Ah, tidak ap-“ ucap Julius
Ucapan Julius langsung terhenti saat melihat Iris. Meskipun dia sudah sering bersama Iris, tetap saja dia terkejut saat melihatnya. Aroma yang keluar dari tubuh Iris sangatlah wangi. Ditambah dengan rambut birunya yang panjang digerai dan parasnya yang cantik, membuat Julius sangat gugup.
“Ada apa?” tanya Iris sambil menarik rambut yang menutupi telinganya kebelakang
“Ti-tidak ada! A-ayo cepat! Nanti nona Luna akan marah!” ucap Julius sambil meninggalkan Iris dengan langkah kaki yang cepat
“Ah! Tunggu dulu!” ucap Iris
Mereka berdua pun menuju keruangan Luna. Sepanjang jalan, Iris selalu terdiam dan tidak berbicara. Dia masih terus memikirkan mimpi yang dialami tadi. Tiba-tiba mereka telah sampai di depan ruangan Luna dan mengetuk pintunya.
*TOK TOK TOK*
“Nona Luna, ini kami” ucap Iris sambil membuka pintu
“Eh?! Tunggu dulu, jangan-“ ucap Luna
Saat Iris membuka pintu, dia melihat Luna yang sedang memakai pakaian dalamannya.
“KYAA!!!” teriak Luna
“Ma-maaf nona Luna!” ucap Iris
Iris mengingat bahwa dia sedang bersama Julius. Dia pun menoleh kearah Julius dan melihat dia yang sedang mimisan.
“Keluar sana! Dasar mesum!!” ucap Iris sambil memukul Julius hingga terpental
*BUAAK*
Iris pun menutup pintu kamar Luna dan masuk didalam kamarnya.
“Ma-maafkan saya nona! Saya terlalu ceroboh” ucap Iris
“Ti-tidak apa kok. Lagipula itu memang kecelakaan” ucap Luna
Luna pun melanjutkan mengenakan pakaiannya. Disisi Iris, dia menyadari bahwa Luna adalah sosok wanita yang sangat cantik. Tubuhnya yang langsing, wajahnya yang kecil dan imut. Luna menyadari tatapan Iris saat itu dan bertanya padanya.
“Ada apa, Iris?” tanya Luna
“Ti-tidak… aku hanya sadar, kalau nona Luna memang sangat cantik” ucap Iris
“Terima kasih, Iris” ucap Luna sambil tersenyum
Luna pun membelakangi Iris. Dia menangis dalam hati saat membandingkan tubuh Iris dengan dirinya.
“(Astaga!!! Kenapa anak jaman sekarang tumbuhnya sangat cepat?!)”
Luna merasa sedih karena perbedaan ukuran dadanya dengan Iris. Iris mempunyai ukuran dada yang cukup besar dan menggoda diumurnya yang masih 17 tahun.
Sedangkan Luna lebih tua 4 tahun dari Iris, dan dia mempunyai ukuran dada yang lebih kecil dari Iris. Jika digolongkan dalam ukuran, bisa dibilang kalau Iris mempunyai ukuran F dan Luna ukuran B.
“(Aku sudah mencoba semua metode untuk membesarkan dadaku! Tetapi tidak ada yang bekerja!! Kenapa takdir tidak memihak padaku?!!)” batin Luna
* * * * *
Luna pun telah selesai mengenakan pakaiannya. Dan Julius diperbolehkan untuk masuk. Keduanya duduk disebuah kursi yang disediakan Luna.
“Nona Luna sebenarnya ada apa menyuruh kami datang sepagi ini?” tanya Iris
“Kalian tahu kalau hari ini akan ada pengangkatan komandan ksatria baru kan?” ucap Luna sambil duduk diranjangnya
“Tahu” ucap Iris dan Julius
“Kali ini, kalian ingin kuberi tugas untuk menjaga keamanan” ucap Luna
“Menjaga keamanan? Berpatroli maksudnya?” tanya Iris
“Iya. Akhir-akhir ini, Darius dapat laporan kalau banyak orang yang hilang. Dari yang tua hingga muda” ucap Luna
“Uwaa…. Apa-apaan itu?” ucap Iris
“Sebenarnya, Darius sudah merencanakan hal ini. Mumpung bertepatan, dia ingin sekalian menangkap pelaku itu” ucap Luna
“Jadi istilahnya acara ini juga sebuah perangkap bagi mereka ya” ucap Julius
“Kurang lebih begitulah” ucap Luna
“Apa raja akan ada?” tanya Iris
“Sayangnya tidak. Raja saat ini sedang dalam kondisi kurang baik. Jadi saat ini, yang akan menggantikannya sang putri” ucap Luna
“Waahh!! Putri?! Benarkah?! Aku jadi ingin melihatnya!!” ucap Iris
“Kamu harus berpatroli!” ucap Luna
“Yaah….” Ucap Iris dengan murung
“Memangnya ksatria lain tidak ada yang berpatroli?” tanya Julius
“Ada sih, tetapi ini untuk jaga-jaga saja. Makanya aku meminta kalian berdua. Apa kalian berdua mau?” tanya Luna
“Apa yang nona katakan? Tentu saja kami mau! Benar kan Iris?” tanya Julius
“Baiklah, kalau nona minta seperti itu” ucap Iris
“Terima kasih, kalian berdua. Kalian berdua berjaga untuk nanti malam, untuk saat ini kalian bebas ingin melakukan apa saja” ucap Luna
“Baiklah! Kalau begitu, aku ingin latihan!” ucap Iris
“Aku juga ikut!” ucap Julius
Setelah mendengar ucapan penuh semangat mereka, Luna pun langsung menepuk dahinya.
“Astaga, kalian berdua. Setidaknya coba untuk bersenang-senang” ucap Luna
“Maksud nona bagaimana?” tanya Iris
“Haaahh….” keluh Luna
Luna pun mengajak Iris dan Julius keluar dari kastil bangsawan. Mereka berjalan-jalan disekitar ibukota. Saat itu, ibukota sedang ramai dan banyak orang-orang yang datang untuk melihat komandan baru.
“Wah! Sekarang malah jadi tambah ramai ya” ucap Iris
“Tentu saja. Bahkan orang-orang dari kerajaan Tusk juga datang kesini untuk melihat loh” ucap Luna
“Benarkah?!” ucap Iris dan Julius
“Makanya sudah kubilang. Kalian lebih baik lupakan latihan sementara dan bersenang-senang” ucap Luna
Tiba-tiba, Luna mendengar teriakan banyak perempuan dari jauh. Mereka meneriakan nama seseorang seperti sedang tergila-gila. Luna pun mendekat kearah sumber suara. Dia melihat segerombolan perempuan yang sedang mengelilingi seorang laki-laki.
“Hei itu! Apa dia benar-benar….” Ucap perempuan A
“Pasti itu dia!!!” ucap perempuan B
“Kya!!!!” teriak perempuan C
Luna berusaha melihat apa yang sebenarnya terjadi. Melihat perempuan ini membuat keributan, sangat membuatnya penasaran. Julius dan Iris masih mengikuti Luna tetapi mereka bingung dengan situasinya.
“Maafkan aku, Nona-nona cantik. Aku sangat ingin menemani kalian, tapi aku harus pergi kesuatu tempat” ucap laki-laki itu sambil mengibas rambut putihnya yang panjang
“Kyaaa!!! Ganteng banget!!” teriak semua perempuan
Mereka bertiga mencoba untuk melihat apa yang terjadi. Tiba-tiba, kesempatan datang dan mereka dapat melihat siapa laki-laki itu. Mereka melihat sosok laki-laki tampan bagaikan pangeran, bahkan seperti malaikat. Dengan rambut putih panjang nan halus yang digerai dan dan wajah yang menawan sangat menarik perhatian mereka.
“Wah! Dia tampan sekali!” ucap Iris
“Benar! Pasti dari keluarga bangsawan! Tapi….” ucap Julius
Julius dan Iris melihat perilaku laki-laki itu yang begitu narsis. Dia bergaya-gaya dengan pedenya dan menggoda para perempuan karena tampangnya.
“Narsis banget!” ucap Iris
Julius menanggungkan kepalanya seakan setuju dengan Iris.
“Ah, ternyata dia ya” ucap Luna
Tiba-tiba, laki-laki itu melihat Luna dan langsung menghampirinya.
“Nona Luna!” ucap laki-laki itu
Julius dan Iris langsung terkejut saat melihat laki-laki itu membungkuk pada Luna. Melihat Luna yang tetap tenang seakan sudah terbiasa akan hal ini juga tak kalah membuat mereka terkejut.
“(Nona hebat sekali bisa tetap tenang dalam keadaan mengejutkan seperti itu! Apa dia mengenalnya?)” batin Iris
“Ah Logan. Sedang apa kamu disini?” tanya Luna
“Aku hanya sedang berjalan-jalan saja. Menikmati hari dan melihat banyak orang yang bekerja keras untuk acara nanti” ucap Logan
Logan pun menengok kebelakang Luna dan melihat dua orang. Orang yang dilihat dia adalah Iris dan Julius. Luna sadar kalau Logan sedang penasaran terhadap dua orang dibelakangnya.
“Ah mereka ini dua muridku. Kalian berdua, perkenalkan diri kalian” ucap Luna
“Julius Gregory, senang bertemu dengan anda. Tuan Logan” ucap Julius
“Iris. Senang bertemu dengan anda, Tuan Logan” ucap Iris
“Senang bertemu dengan kalian juga. Namaku Logan Ainsley” ucap Julius
“EH?! Ainsley?!” ucap Iris dan Julius
“Logan adalah adik sepupuku” ucap Luna
“adik sepupu?” sahut Iris dan Julius
“Kakek dari ayahku, mempunyai dua anak, yaitu itu ayahku dan adik perempuannya. Logan adalah anak dari adik ayahku. Jadi kami masih terhitung keluarga dan sepupu-an” ucap Luna
“Keluarga bangsawan memang ribet yah….” ucap Iris
“Iya…” ucap Julius
“La-lalu kenapa Tuan Logan memanggil Nona Luna dengan sebutan Nona?” tanya Iris
“Itu karena kita sedang diluar saja” ucap Luna
“Begitu ya…” ucap Iris
Iris dan Julius melihat kearah Logan. Kesan pertama mereka adalah kalau Logan memang sangat tampan. Tetapi, dia juga narsis dan meninggalkan kesan yang tidak enak pada keduanya.
“Ngomong-ngomong, dia salah satu dari calon komandan ksatria loh” ucap Luna
“EEEHHH?!!!” teriak Iris dan Julius