Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DALAM LUKA (Bab 31)
“ Apa?” tuan besar Setyawan kaget saat mendapatkan informasi dari sekretarisnya.
“ Iya pak, perusahaan keluarga tuan Jack membatalkan semua kerja sama mereka dengan perusahaan kita” jelas sekretaris tuan besar Setyawan.
“ Ini semua pasti ada hubungannya dengan Velicia dan Arnold “ gumam tuan besar Setyawan di dalam hati.
“ Ya sudah, terima kasih atas informasinya” ujar tuan besar Setyawan pada sekretarisnya, lalu dia meminta sang sekretaris untuk keluar dari ruangannya.
Tuan besar Setyawan mengusap kasar wajahnya, dia tampak bingung menghadapi masalah ini. Kerja sama dengan perusahaan keluarga Jack selama ini sangat membantu perusahaan keluarga Setyawan, dan bisa di pastikan dengan pembatalan semua kontrak dengan perusahaan milik Jackakan mengakibatkan perusahaan keluarga Setyawan mengalami krisis ekonomi, bahkan bisa mengakibatkan kebangkrutan.
Dalam kegelisahannya, tuan besar Setyawan mencoba menghubungi Velicia, dia berniat akan meminta bantuan dari Velicia untuk membujuk Jack. Setelah berulang kali dia mencoba menghubungi Velicia namun ponsel Velicia tidak aktif sama sekali.
Akhirnya tuan besar Setyawan menghubungi Arnold, agar Arnold bisa berbicara dengan Velicia tentang masalah yang kini tengah di hadapi oleh perusahaan keluarga Setyawan, lagi pula Arnold telah satu minggu tidak masuk kantor, dia harus mengetahui masalah ini.
Tuan besar Setyawan mencari nomor kontak Arnold di ponselnya lalu dia pun men-dial nomor kontak Arnold.
Sementara itu, Arnold masih sibuk mencari Velicia, saat dia mengunjungi Merry sahabat Velicia, Merry tak mau memberikan informasi sedikit pun tentang keberadaan Velicia. Sehingga saat ini dia masih mencari keberadaan Velicia, walaupun dia sendiri tak tahu harus mencari Velicia kemana lagi.
Di saat Arnold duduk beristirahat sejenak di sebuah bangku taman melepaskan rasa lelah seharian mencari keberadaan Velicia.
Drrrtt...drrrttt...drrrrt...
Ponsel Arnold berdering, dia pikir itu panggilan dari Viona, dengan berat hati dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Arnold melihat di sana tertera nama papanya. Arnold menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.
“ Halo” ujar Arnold saat panggilan telah tersambung.
“ Arnold, dimana kau saat ini?” tanya tuan besar Setyawan dengan nada panik.
“ Aku sedang di luar pa ... ada apa pa?” jawab Arnold datar.
“ Arnold, perusahaan sedang menghadapi masalah. Asisten pribadi Jack baru saja menghubugi sekretaris papa, dia meminta semua kontrak kerja sama dengan perusahaan keluarga Jack di batalkan. “ jelas tuan besar Setyawan pada Arnold.
“ Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Arnold mulai ikut panik.
“ Kamu harus mencari Velicia, mintalah bantuan nona muda Arista untuk membujuk Jack agar mengurungkan niat mereka membatalkan semua kontrak yang telah terjadi” ujar tuan besar Setyawan.
“ Tapi pa, masalahnya aku belum bisa menemukan Velicia, satu hari ini aku sudah mencarinya kemana-mana” keluh Arnold pada papanya.
“ Ya sudah, kalau begitu pulanglah terlebih dahulu kita akan membahas permasalahan ini di rumah” ujar tuan besar Setyawan.
“ Iya pa” ujar Arnold lalu dia pun memutuskan panggilan itu.
Arnold menyimpan kembali ponselnya di dalam saku celananya, lalu dia melangkah menuju parkiran mobil. Arnold melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tiga puluh menit perjalanan Arnold telah sampai di depan Villa keluarga Setyawan. Dia memarkirkan mobilnya di pekaranga Villa.
Arnold keluar dari mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam Villa, dia langsung mencari tuan besar Setyawan namun seorang pelayan memberitahukan dirinya bahwa tuan besar Setyawan belum sampai di rumah.
Akhirnya Arnold memilih untuk melangkah menuju kamarnya terlebih dahulu, dia ingin membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket akibat seharian berada di luar ruangan.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Arnold langsung melangkah turun memasikan tuan besar Setyawan telah pulang atau belum. Dia menapaki tangga satu per satu, di anak tangga terakhir dia berpapasan dengan seorang pelayan.
“ Bi, apakah papa sudah pulang?” tanya Arnold pada sang pelayan.
“ Belum tuan” jawab sang pelayan yang memang belum melihat mobil sang tuan besar terparkir di depan Villa.
“ Oh, terima kasih bi” ujar Arnold. Dia heran kenapa tuan besar Setyawan belum juga sampai di rumah.
Arnold pun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga untuk sekedar beistirahat sejenak sambil menonton berita.
Tak berapa lama, terdengar suara mobil masuk dari pekarangan. Arnold bangun dari duduknya lalu melangkah menuju pintu utama melihat siapa yang datang.
“ Arnold, kamu sudah di sini?” tanya tuan besar Setyawan saat mendapati putranya menyambut dirinya.
“ Iya pa, kenapa lama?” tanya Arnold heran atas keterlambatan sang papa.
“ Macet” jawab tuan besar Setyawan.
“ Nanti kita bahsa semuanya setelah makan malam Ar ..., “ ujar tuan besar Setyawan berlalu hendak masuk ke dalam kamarnya.
Dia merasa tubuhnya begitu lelah menghadapi masalah yang tengah di hadapi oleh perusahaan keluarga Setyawan, dia ingin berendam air panas sejenak untuk sekedar menyegarkan pikirannya.Arnold kembali duduk di ruang keluarga menunggu jam makan malam tiba.
Pada malam hari jam 20.00 tuan besar Setyawan dan Arnold telah duduk di kursi meja makan, di hadapan mereka telah tersaji menu makan malam yang di sediakan oleh pelayan. Tak menunggu lama Arnold dan tuan besar Setyawan pun menyantap hidangan yang ada di atas meja, mereka harus makan yang banyak agar dapat berfikir denga jernh dalam menyelesaikan masalh yang tengah mereka hadapi.
Setelah makan malam, mereka melangkah menuju gazebo taman beakang, agar dapat lebih rileks dalam berdiskusi.
“ Perusahaan keluarga Jack merupakan investor kedua terbesar setelah perusahaan keluarga Arista, jika mereka menarik saham mereka, perusahaan keluarga Setyawan akan berada di ambang kebangkrutan ...,” ujar tuan besar Setyawan memulai diskusinya dengan Arnold.
“ Lalu apayang akan kita lakukan pa?” tanya Arnold yang dia sendiri bingung harus bagaimana. Di tambah saat ini dia juga bingung di karenakan kehilangan Velicia.
“ Cara satu-satunya kita harus meminta bantuan Velicia, agar mau membujuk Jack membatalkan niatnya memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan kita” ujar tuan besar Setyawan.
“ Tapi pa, saat ini Velicia tidak bisa di hubungi ... aku sudah mencarinya ke Villa keluarga Arista tapi semua sia-sia ... Velicia tidak pulang sejak kemarin” ujar Arnold membantah usulan dari sang papa.
“ Kalau begitukita harus mencari beberapa investor lain yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita” ujar tua muda Setyawan kembali memberi ide.
Arnod masih diam terpaku, berusaha berfikir dengan jernih. Dia mencoba memikirkan cara untuk menyelamatkan perusahaan keluarga Setyawan.
“ Ya udah pa, aku akan coba menghubungi beberapa teman kuliahku yang bergerak di dunia bisnis mana tahu mereka ada yang bisa membantu kita” ujar arnold.
Keesokkan harinya, Arnold mencoba menghubungi beberapa teman lamanya, dia menawarkan kerja sama pada beberapa temannya, dari sekian banyak temannya hanya satu orang yang mau menerima kerja sama dengannya. Arnold membuat janji untuk bertemu di sebuah cafe dengan temannya itu.
Arnold tengah duduk di sebuah cafe menunggu temannya, di saat itu dia melihat Viona masuk ke dalam cafe bersama seorang pria. Tampak Viona bergelayut manja di lengan sang pria. Dia merasa cemburu lalu menghampiri Viona.
“ Viona” teriak Arnold dengan nada yang keras.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏.
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐