PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
"Khadijah Pasrah, BI"
"Kenapa?"
Khadijah semakin menunduk, sungguh bibir nya tak mampu mengatakan nya.
"Khadijah tidak mau mengenal siapapun lagi, Khadijah menghindari jatuh cinta sebelum halal. Bahkan jika nanti ada yang melamar Khadijah, Khadijah tidak mau ketemu sama calon suami Khadijah kecuali setelah akad"
"Tapi, dalam proses Ta'aruf. Di sarankan untuk saling melihat wajah nya dahulu"
"Khadijah sudah menulis semua bio berserta foto dijah lengkap. In Syaa Allah itu sudah jelas"
"Nanti dijah nyesel?"
"Kalau abi setuju, abi Hamish juga setuju. Khadijah pasti akan menerima nya, ya intinya Abi Hamish yang menilai nya. Jika menurut abi Hamish baik, maka Khadijah akan menerima nya"
"Baiklah, jadi dijah juga mau baca biodata nya juga?"
"Tidak, abi Hamish dan Abi Usman saja yang baca. Inti nya Khadijah ngikut semua keputusan nya"
Tiga laki-laki yang juga ada di sana hanya diam, cukup kaget sebenarnya. Tapi satu huruf pun tak keluar dari bibir nya, tentu mereka tidak mungkin seberani itu.
Di rumah Usman, Usman baru saja sampai dan duduk di teras. Hanum sendiri saat ini sedang menyiapkan Teh untuk suami nya itu.
"Maaf, pak Kyai. Ini ada bakso, katanya pesanan Ning Khadijah"
"Oh, taruh saja di sini" Usman menepuk meja yang ada di depan nya.
"Dijah sayang, ini bakso nya"
Hanum yang baru saja keluar sambil membawa nampan pun menjawab "Khadijah pergi ke rumah utama"
"Ini pesan bakso, tapi malah di tinggal"
Namun tak lama, Khadijah datang juga. Panjang umur, baru saja di bicarakan.
"Itu bakso nya," Seru usman.
Khadijah yang melihat sebungkus bakso di meja pun langsung mengambil nya. Lumayan lah, memang saat ini ia sedang sangat lapar.
Dengan segera Khadijah pun mengambil plastik tersebut dan membawa nya masuk.
"Umi mau pengajian, kamu gak mau ikut?"
Dengan cepat Khadijah menggeleng, ia masih sibuk menuang bakso ke dalam mangkok.
"Kenapa Abi juga gak di belikan, dijah. Kamu malah beli sendiri"
Deg
"Maksud, umi?"
"Maksud, umi. Kenapa abi juga gak kamu belikan bakso, abi kan juga suka bakso"
"Ini siapa yang beli, umi? Bukan kah tadi abi yang beliin Dijah?"
"Kamu ini bagaimana sih" Hanum pun berjalan menghampiri Khadijah ya g sedang duduk di atas dipan makan, "bukan nya tadi kamu yang pesan, tadi salah seorang santri mengirimkan ke sini"
Mendengar hal tersebut, Khadijah langsung berdiri. Ia ingin memuntahkan semua makanan nya.
"Mas Usman, mas. Lihat dijah, mas"
"Dijah, kamu kenapa sayang?"
"Bakso itu bukan Khadijah yang beli, abi. Mungkin bakso itu dari orang yang sering chat Dijah"
"Siapa sih yang kirim teror ini!" Kesal Usman.
***
"Kenapa kamu harus buat konfrensi pers, bagus!" Seorang wanita cantik nan sexy berjalan di belakang Bagus.
"Aku harus jelaskan pada dunia, bahwa kita tidak pacaran!"
"Ayolah, Bagus. Biarkan aku melakukan semua ini, sedikit saja. Aku mau naikin popularitas ku"
"Tidak!" bagus berjalan meninggalkan Rose
"Aku mohon jangan sekarang, Biar nanti aku akan mengatakan nya. jangan sekarang"
Bagus tetap saja berjalan, ia turun ke lantai dasar. Jam konferensi pers yang sudah ia buat, sebentar lagi akan di mulai. Berbagai wartawan sudah ada di sana, mereka sudah sangat siap dengan kamera, tak lupa mereka sudah menyiapkan semua pertanyaan untuk Bagus.
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...