NovelToon NovelToon
Putri Tanpa Cahaya

Putri Tanpa Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dyana

Sakura adalah anak dari selir yang sejak lahir dianggap tidak memiliki kekuatan. Karena itu ia sering dibully dan diremehkan oleh keluarga bangsawan tempatnya tinggal.
Hidupnya semakin tragis ketika ia terus-menerus diracuni secara perlahan, membuat tubuhnya lemah dan sakit. Di tengah penderitaannya, satu-satunya orang yang melindunginya adalah ibunya. Namun sang ibu akhirnya dibunuh oleh pihak yang berkuasa di dalam keluarga itu.
Setelah kehilangan segalanya, Sakura yang tersisa dalam keputusasaan tanpa sadar mulai membangkitkan kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya. Kekuatan itu selama ini tersembunyi, dan kini perlahan mulai bangkit, mengubahnya dari gadis yang dianggap lemah menjadi sosok yang berpotensi mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Perintah Tanpa Suara

Istana Averion tetap berjalan seperti biasa.

Tidak ada perubahan yang terlihat.

Para pelayan bekerja seperti biasa. Makanan disiapkan tepat waktu. Tidak ada yang tampak berbeda.

Namun tidak semua hal di istana bisa dilihat dengan jelas.

Di dapur utama, beberapa pelayan sibuk menyiapkan hidangan.

Di antara mereka, seorang pelayan berdiri sedikit lebih lama dari yang lain.

Tangannya memegang botol kecil.

Ia membuka tutupnya perlahan.

Cairan bening di dalamnya hampir tidak terlihat.

Ia menoleh ke sekeliling.

Sepi.

Dengan cepat, ia meneteskan beberapa tetes ke dalam salah satu porsi makanan.

Tidak ada perubahan.

Tidak ada bau.

Ia menutup botol itu kembali.

Langkahnya kembali normal.

“Bawa itu ke bagian selir,” terdengar suara dari belakang.

Pelayan itu mengangguk.

“Baik.”

Ia mengambil nampan dan pergi.

Di ruangan kecil di sisi istana, Mireya sedang menata meja.

Pintu diketuk.

Seorang pelayan masuk dan meletakkan makanan.

“Untuk kalian,” katanya singkat.

Mireya mengangguk pelan.

“Terima kasih.”

Pelayan itu langsung pergi.

Sakura duduk diam di kursinya.

Ia menatap makanan di depannya beberapa saat sebelum mulai makan.

Tidak ada yang aneh.

Rasanya sama.

Hari itu berlalu seperti biasa.

Beberapa hari kemudian, perubahan mulai terasa.

Sakura lebih sering diam.

Langkahnya lebih lambat.

Tubuhnya lebih mudah lelah.

Suatu sore, ia mencoba berdiri.

Namun kakinya tidak cukup kuat.

Ia kembali duduk.

Mireya yang melihat langsung mendekat.

“Sakura?” panggilnya cemas.

Ia memegang tangan anaknya.

Dingin.

“Kau pusing?”

Sakura menggeleng pelan.

“Tidak tahu…”

Suaranya lemah.

Mireya mengerutkan kening.

Ada yang tidak beres.

Namun ia tidak tahu apa.

Di dapur, pelayan yang sama kembali berdiri di tempatnya.

Botol kecil itu kembali dibuka.

Tetes demi tetes.

Dilakukan tanpa ragu.

Seolah itu hanya bagian dari pekerjaan.

Namun kali ini, langkah kaki terdengar di belakangnya.

Pelayan itu langsung berhenti.

“Lanjutkan,” terdengar suara dingin.

Ia menegang.

Ratu Evelyne berdiri tidak jauh darinya.

Tatapannya tenang.

Pelayan itu menunduk cepat.

“Baik, Yang Mulia.”

Tangannya kembali bergerak.

Lebih cepat.

Lebih hati-hati.

Di ruangan lain, Isamu berdiri tidak jauh dari Ratu Evelyne.

“Sudah beberapa hari,” katanya pelan.

Ratu tidak menjawab.

“Efeknya mulai terlihat,” lanjut Isamu.

Ratu mengangguk tipis.

“Bagus.”

Isamu menatapnya.

“Jika terus seperti ini… tubuhnya tidak akan bertahan lama.”

Ratu tetap tenang.

“Itu memang tujuannya.”

Jawaban itu singkat.

Namun cukup jelas.

Isamu terdiam.

“Tidak dibunuh langsung?” tanyanya.

Ratu menoleh sedikit.

“Tidak perlu.”

Ia berjalan beberapa langkah.

“Hal seperti itu hanya akan menimbulkan pertanyaan.”

Ia berhenti.

“Lebih baik… dibiarkan menghilang dengan sendirinya, jika benar kau melihat Cahaya berbeda ditubuhnya, Maka dia harus disingkirkan, aku tidak mau Claudia ada saingan" Ujar Ratu

Ternyata saat Isamu melihat Sakura saat lahir, Dia melihat badan Sakura memancarkan warna yang berbeda-beda dan hanya Isamu yang bisa melihatnya karena memiliki mata batin yang bisa melihat kekuatan orang.

Isamu masih ragu dengan apa yang dilihatnya namun tetap memberitahu Ratu dan Ratu takut jika apa yang dilihat Isamu benar. Maka dua menyuruh Isamu memberi racun kepada Sakura.

Malam itu, Sakura terbangun.

Napasnya terasa berat.

Ia memegang dadanya pelan.

Ada rasa aneh.

Seperti sesuatu yang bergerak di dalamnya.

Untuk sesaat, rasa itu terasa kuat.

Namun kemudian…

melemah.

Seolah ditekan.

Sakura menatap tangannya.

Kosong.

Ia tidak mengerti.

Namun tubuhnya terasa sangat lelah.

Ia kembali berbaring.

Tanpa sadar, sesuatu di dalam dirinya sedang melawan.

Pelan.

Namun terus bertahan.

---------

Hai semua

mimin mau bilang maaf dulu nih jika cerita kurang menarik atau ceritanya hampir sama dengan novel mimin sebelumnya yang masih tentang balas dendam.

Jangan terlalu berharap ya

Mimin baru mencoba membuat Novel kembali setelah beberapa lama off.

Terima kasih🥰🥰🥰

1
Yarim Yovan
menarik
Kali a Mimir
padahal ceritanya bagus kok sepi
Kali a Mimir: siap🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!