Sky ingin balas dendam pada (Felix) Ayahnya dan mengambil alih seluruh kekuasaan sang Ayah. Dia telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun dan siap untuk melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.
Akankah semua berjalan sesuai dengan rencana ketika Sky harus berurusan dengan Shy yang Arogan.
**
Ayo ramaikan Guys, keluarga Zionathan kembali lagi 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Incy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 SQM
Makan malam telah tiba, anggota keluarga yang biasanya hanya terdiri dari tiga orang saja, kini bertambah dengan kehadiran Sky.
Ruang makan terasa hening, tidak ada percakapan ataupun candaan seperti biasanya, mereka fokus pada makanan masing-masing.
Felix telah menyelesaikan makan malamnya, tetapi dia tidak segera beranjak, pandangannya mengarah pada Sky.
“Sky, besok ikutlah bersama Victor ke perusahaan, kamu bisa bekerja bersamanya" Ucap Felix, melirik sekilas kearah Victor yang mengangguk.
Sky tidak langsung menjawab, dia menelan terlebih dulu makanannya. setelah itu dia melihat kearah Ayah dan Victor secara bergantian.
“Kenapa buru-buru memintaku bekerja, apa uangmu tidak cukup untuk membiayaiku?" Tanya Sky dengan sangat santai.
Felix menahan diri untuk tidak emosi, seperti yang Arsen katakan, menghadapi Sky tidak harus dengan emosi, gadis itu hanya kurang kasih sayang dan perhatian saja, jika dia bisa memberikan itu semua, Sky akan menerimanya sebagai Ayah dan melupakan dendam tentang kematian Flora.
“Bukan begitu, Daddy khawatir kamu merasa jenuh dan.. "
“Aku tidak akan jenuh, baik di rumah maupun di luar sana, ada mainan yang bisa aku mainkan kapan saja." Menyela sembari melihat kearah Kesya
Kesya melebarkan matanya, dia tahu maksud dari ucapan dari Sky, dirinyalah target untuk menghilangkan kejenuhan Sky.
“Sky, jangan melewati batasanmu dan jangan mengganggu Keysa!" Kesabaran Felix hanya setebal tisu, pria itu tidak rela jika sampai Keysa kembali terluka.
Sky meletakan sendoknya di atas piring, dia meraih gelas berisi air putih dan meminumnya sampai tandas, setelah itu mengelap bekas bibirnya menggunakan tisu yang sudah tersedia di atas meja makan.
“Tidak, karena memang ini tujuanku, menghancurkan mu dan membuatnya menderita." Menyeringai dengan lirikan tajam kearah Keysa.
“Sky!!" Felix menggeram, tatapan matanya begitu tajam, namun sama sekali tidak membuat putrinya takut.
Sedangkan Victor, selama dia tidak ikut campur ataupun mengusik Sky, dia tidak akan mendapatkan masalah apapun, sebab pemuda itu hanya di manfaatkan untuk menjaga keselamatan Keysa oleh Felix.
***
Semenjak adanya Sky, tidak ada kehidupan tenang untuk Felix dan Keysa, masalah datang silih berganti. gadis itu menunjukkan kekuasaannya di mansion tersebut, jika dirinyalah Nona yang sesungguhnya.
Semua peraturan yang di buat Felix, dirubah total dan bagi maid yang tidak menyukainya ataupun membangkang peraturan yang dia buat, hanya memiliki dua pilihan, mati sendiri atau di gantung untuk makanan buaya.
Siapa yang berani melawannya, Sky tidak hanya bicara tetapi juga membuktikan dengan tindakan. tidak ingin mati sia-sia, mereka lebih memilih patuh.
Hari ini, Nafla sengaja mengundangnya datang, sudah lama mereka tidak bertemu dan ada kerinduan yang mendalam.
“Kau benar-benar sudah dewasa, Sky." Ucap Nafla mengusap lembut punggung tangan gadis tersebut.
Sky tidak memiliki dendam apapun pada Nafla, tentunya sikap yang dia tunjukkan juga berbeda, manja layaknya Sky kecil dulu.
“Betina yang satu ini, sungguh seperti hewan yang suka berganti kulit, bersamaku dia sangat galak, kenapa dengan Mommy seperti anak kucing yang kelaparan." Ucap Shy pelan, namun masih bisa di dengar oleh yang lainnya, termasuk George.
“Calon istri keduaku tahu mana manusia sungguhan dan mana iblis." Sahut Jegran, dia duduk di sebelah Ayahnya.
Semua menoleh kearahnya. “Siapa calon istri keduamu?" George.
“Astaga, Orang-orang di rumah ini kenapa sih? setiap bulan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan laporannya tidak ada masalah, tetapi kenapa melihat calon keduaku saja masih harus di perjelas."
Bugh
Jegran mengusap lengannya yang terasa sakit, dia menoleh pada sang pelaku, yaitu Shy, tatapan matanya yang tajam membuatnya menyengir. “Aku hanya bercanda Shy, jangan menatapku seperti itu, kau membuatku takut." Mereka yang melihat hanya cekikikan.
Sementara itu di luar mansion yang megah, seorang gadis cantik berjalan dengan terburu-buru, dia ingin segera menemui pujaan hatinya, Shy Zionathan.
Langkah yang terburu-buru, karena dia khawatir, Shy beberapa hari tidak ada kabar ataupun menemuinya, bahkan pesannya sama sekali tidak dibalas.
“Mommy Nafla...!!" Dia menggantung kalimatnya dan menghentikan langkahnya. semua orang menoleh termasuk seseorang yang berada di sebelah Nafla.
Dia mengubah ekspresinya. “Sky, kenapa kamu ada di sini!" Tanya Keysa.
Kedua tatapan keduanya bertemu, Sky menarik sudut bibirnya, akhirnya Keysa datang juga, dia sengaja menunggu moment ini.
Masih di posisi yang sama, dengan wajah yang penuh tanya dan juga kemarahan. Keysa langsung membawa langkahnya kearah Sky, suara heels runcing itu terdengar ngilu di telinga Sky.
“Sky, jawab aku, apa yang kamu lakukan di sini?" Memberikan tatapan nyalang.
Sky masih diam, dia menikmati wajah kesal Keysa, tidak berselang lama, dari pintu utama kembali masuk dua orang pria.
“Dad, lihat Sky juga ada disini, pasti dia sudah membujuk Mom Nafla agar tidak menyukaiku!" Adu Keysa.
Felix menghela nafas panjang, kedatangannya untuk membahas acara pertunangan, tetapi siapa sangka malah kedua putrinya juga berada di mansion George.
“Aku datang karena Aunty Nafla yang meminta." Jawab Sky lembut dan wajah penuh ketakutan.
Nafla reflek mengangguk. “Benar, karena aku mendengar dia kembali, tetapi tidak juga mengunjungiku, jadi aku meminta Shy untuk membawanya kemari." Timpalnya. “Keysa, jangan salah paham, Nak." Lanjutannya.
Felix mengangguk, lalu dia membawa langkahnya untuk bergabung dengan keluarga kakaknya, dia duduk di sebelah Jegran, sementara Victor, dia berdiri tepat di belakang Ayahnya.
“Aku datang untuk membicarakan persiapan acara pertunangan Keysa dan Shy. Semua sudah mencapai 90%" Ucap Felix.
George melirik putranya, pandangan Shy sama sekali tidak teralih dari Sky. “Shy, bagaimana menurutmu?"
“Cantik " Jawab Shy, entah dia mendengar atau tidak, tetapi yang dia lihat Sky memang sangat cantik.
Keysa mengepalkan kedua tangganya, dia tahu kemana pandangan sang pujaan hati, memuji gadis lain di hadapannya sungguh tega.
Saking kesalnya, dia reflek mengambil pas bunga yang terletak di atas meja dan hendak menghantamkan kearah Sky, namun gerakan cepat Shy menggalakkan aksinya dan punggungnya menjadi sasaran. Detik kemudian
Prang!!!
“Akhhh!!"
Mereka semua berdiri terkejut, Keysa tersungkur ke lantai akibat dorongan dari Jegran dan telapak tangannya mengenai pecahan pas bunga tersebut.
Shy tidak perduli dengan wanita yang akan menjadi tunangannya, dia memegang kedua bahu Sky. “Bodoh, kenapa kamu tidak menghindar."
“Sengaja, biar kamu melindungiku, bagaimana sakit tidak punggungmu?" Shy tercengang mendengar jawaban Sky, kurang ajar sekali mulut gadis itu, sengaja ingin mengujinya.
“Daddy!" rengek Keysa, matanya berkaca-kaca. Felix menghela nafas panjang, dia memberi isyarat pada Victor untuk membantu putrinya berdiri.
“Shy, kenapa kamu melindunginya, aku tunanganmu bukan dia." Menghentakkan kakinya kesal.
“Karena kedua bukitnya lebih besar dari punyamu."