NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Siang hari, saat jam istirahat tiba, Aldo masih berada di kelas karena hukuman yang diterimanya. Dia diberi pelajaran tambahan, sehingga dia tidak bisa menikmati jam istirahat seperti murid lainnya.

Setelah sekolah usai, Aldo baru selesai. Dia memasukkan semua peralatan belajarnya ke dalam ransel. Suasana kelas sudah sepi karena semua murid telah pulang lebih awal. Aldo melangkahkan kaki keluar kelas. Tiba-tiba di luar, Lexy dan keempat temannya sudah menunggunya.

"Hei, cunguk! Sudah keluar, nih. Gass, kita bawa dia ke lapangan," ucap Lexy sambil tersenyum sinis.

"Mau ngapain?" tanya Aldo.

"Diam saja lo, ikut atau gue paksa?" ucap Lexy.

Dalam hati, Aldo sebenarnya tidak ingin mencari masalah. Dia hanya ingin pulang, rebahan, dan menikmati harinya tanpa masalah. Namun, saat dia terdiam, Lexy langsung menariknya.

"Ayo, ikut!" ucap Lexy.

"Ngapain sih main tarik-tarik saja?" tanya Aldo.

"Makanya dengerin. Ya sudah, ikut gue," ucap Lexy.

"Iya, iya," ucap Aldo terpaksa.

Mereka berlima berjalan bersama. Aldo hanya mengikuti Lexy dan teman-temannya. Dalam benaknya, dia merasa akan ada masalah. Mereka berjalan cukup jauh hingga keluar dari area sekolah. Aldo merasakan hal aneh karena diajak oleh Lexy.

Hingga mereka sampai di sebuah lapangan setelah memasuki sebuah gang, terlihat Alex dan teman-temannya sudah berdiri menunggu kedatangan Lexy. Aldo merasa heran apa yang akan terjadi. Lexy mendekati Alex yang sudah menunggunya, sambil tersenyum dia berbicara.

"Al, kita sudah bawa dia," ucap Lexy.

Aldo terdiam mendengar ucapan Lexy. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi padanya, dan benar saja, Alex langsung memanggilnya untuk berhadapan dengannya.

"Sini, Aldo," panggil Alex.

Aldo melangkahkan kakinya, memberanikan diri untuk berhadapan dengan Alex. Namun, saat Aldo sudah berada di depan Alex, tanpa ucapan atau pertanyaan apa pun, Alex langsung memukulnya tepat di wajah.

Plakk!

Aldo menunduk sambil memegang hidungnya. Rasa sakitnya begitu terasa karena pukulan Alex sangat keras. Alex tertawa sambil menatap Aldo yang menahan sakit, lalu dia berbicara.

"Lemah juga ternyata, haha," ucap Alex.

"Apa-apaan, sih?" ucap Aldo lalu menegakkan tubuhnya.

"Gue mau nawarin lo. Lo mau gabung sama gue atau lo duel sama gue sekarang?" tanya Alex.

Pertanyaan dari Alex membuat Aldo bingung karena dia tidak berminat sama sekali untuk bergabung dengan Alex ataupun Lexy.

"Dengar enggak, lo?" tanya Alex.

"Gue ambil tantangan lo untuk duel. Gue enggak mau bergabung sama kalian cuma untuk bikin onar di sekolah. Enggak ada manfaatnya," ucap Aldo.

Plakk!

"Apa? Ulangi sekali lagi," ucap Alex setelah kembali memukulnya.

"Enggak ada manfaatnya!" ucap Aldo.

Setelah berbicara, Aldo menatap lekat ke arah Alex. Alex kembali memukulnya hingga Aldo terjatuh ke tanah. Sambil melihat ke arah Aldo, Alex menyuruh semua temannya mundur karena dia ingin menyelesaikannya berdua saja.

"Bangun, lo, bang**!" ucap Alex sambil menatap Aldo.

Aldo pun berdiri, meskipun dia merasakan sakit dari pukulan Alex. Saat Aldo berdiri dan menatap Alex, suasana menjadi sunyi, dan semua orang terdiam. Aldo menatap lekat Alex, meskipun dia merasakan sakit yang parah. Aldo langsung berlari mendekat ke arah Alex sambil mengayunkan tangannya untuk memukul.

Namun, sebelum tangannya mengenai Alex, Alex memukulnya terlebih dahulu hingga dia terjatuh lagi. Alex dan teman-temannya tertawa melihat Aldo yang begitu lemah. Napas kasar terus keluar dari mulut Aldo. Dia kembali berdiri dan menatap Alex. Pakaian dan tubuh Aldo mulai kotor, dan darah menetes dari hidungnya. Meskipun begitu, Aldo tetap berdiri dan menatap Alex yang terus meledeknya. Aldo merasa kesal mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Alex.

Alex mencoba memukul ke arah Aldo, tetapi Aldo langsung menghindar. Rasa lelah dan sakit dia rasakan, meskipun dia sudah beberapa kali menerima pukulan Alex. Duel pun berlanjut. Aldo mulai memahami cara memukul dan menghindar. Lexy menatap heran karena Aldo tiba-tiba menjadi pandai menghindar.

Di sisi lain, Hana sedang duduk di ranjang, memikirkan kejadian semalam. Dia merasa begitu takut dan khawatir dengan apa yang diucapkan oleh Vino. Bahkan, ucapan-ucapan dari Vino terus terngiang di kepalanya.

Saat ini, Hana sedang duduk sendirian di taman, memandangi sebuah perlombaan. Pikirannya tidak fokus pada perlombaan, melainkan sedang berperang melawan kenyataan. Rasa takut terus menghantuinya. Hingga hari menjelang sore, Hana berdiri dari kursinya dan melangkah pulang.

Di lapangan, Aldo masih berdiri, bertarung melawan Alex. Dia menatap lekat, meskipun tubuhnya sudah dipenuhi luka pukulan. Tidak ada satu pun teman Alex yang turun membantu, sesuai dengan perkataan Alex bahwa dia akan berduel tanpa dibantu siapa pun. Aldo mulai melangkahkan kaki mendekat kembali menuju Alex dengan napas yang terengah-engah.

Pertarungan terus berlanjut. Teman-teman Alex terdiam menyaksikan. Pukulan demi pukulan terus dilayangkan oleh Aldo dan Alex. Tidak ada seorang warga pun yang menghentikan pertarungan mereka karena suasana begitu sepi. Aldo tidak ingin kalah. Dia memukul dengan keras. Meskipun pukulannya berkali-kali dihindari, akhirnya pukulan Aldo mengenai wajah Alex. Alex langsung terjatuh ke tanah karena dia sudah sangat lelah bertarung.

Saat Alex terjatuh, Aldo menatapnya lekat. Meskipun sebelumnya dia tidak bisa bertarung, dia kini menjadi pemenang. Lexy merasakan benci. Dia membisikkan sesuatu kepada teman-temannya untuk mengeroyok Aldo. Akhirnya, semua teman Alex dan Lexy mendekat dan mengelilingi Aldo.

Aldo dikeroyok tanpa ampun hingga sama-sama terjatuh ke tanah. Beberapa saat setelah mengeroyok dan menendang Aldo, Lexy berbicara kepada semuanya.

"Sudah! Kita tinggalkan dia," ucap Lexy.

Lexy mendekat ke arah Alex yang terjatuh, lalu menariknya hingga berdiri kembali. Sementara di pikiran Alex, dia menatap ke arah Aldo dengan rasa kasihan. Meskipun dia menang, Aldo tetap tumbang karena dikeroyok oleh Lexy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!