NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

004

Sudah seminggu, Mary menghabiskan waktunya di rumah orang tuanya. Rumah bergaya panggung yang masih begitu tradisional.

Tinggal di sebuah perkampungan dengan pemandangan perkebunan pisang yang membentang luas ketika Mary membuka jendela kamarnya.

Sejujurnya Mary sudah merasa bosan tinggal di kampungnya ini.

Kehidupan slow living seperti ini jelas sangat berbeda ketika ia menjalani hidup di kota besar dengan segala hingar bingarnya.

Kehidupan di kampung ini sungguh lambat, selambat jaringan internet yang membuat gawai cerdas milik Mary menjadi gawai bodoh.

Mary merasa tak betah hidup di tempat seperti ini.

Ia ingin kembali kabur ke kota besar guna menghindar dari perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya.

Jijah bilang, akan ada banyak pria yang datang untuk melamar Mary. Namun dalam seminggu ini, hanya ada Jono yang setiap malam datang ke rumah Mary.

Apa sungguh tidak ada pilihan lain selain Jono?

Jika harus membandingkan Jono dengan mantan kekasih Mary, seakan sedang membandingkan langit dan bumi.

Mengencani Jono membuat Mary harus turun level.

Semua pria tampan yang pernah ditolak Mary pasti akan menertawakan Mary habis-habisan karena Mary justru mengencani seekor babi.

Tidak! Aku tidak mau menikahi Jono! Pernikahanku dengan Jono tidak boleh terjadi! Batin Mary.

Apa yang harus kulakukan agar pernikahan ini tidak terjadi?

“Hei, Mary! Ayo siap-siap, katanya mau pergi ke pasar!”

Jijah berseru dari atas sepeda motornya, memanggil Mary yang termenung di depan jendela kamarnya.

“Oh, ya,” sahut Mary.

***

Mary memutuskan untuk pergi ke pasar bersama Jijah untuk membeli perlengkapan pribadi, termasuk baju dan sepatu baru. 

Mary tidak mungkin terus-terusan memakai pakaian milik Bu Marni zaman masih gadis yang jelas sudah tidak relevan bagi Mary.

Namanya tinggal di kampung, pasar yang dikunjungi Mary dan Jijah hanya buka di hari Minggu.

Para pedagang menggelar lapak dagangan di jalan dan para pembeli bisa langsung melihat-lihat.

Mary terhenti di lapak pedagang perlengkapan mandi untuk mencari perlengkapan mandi. Mulai dari sabun mandi hingga sikat gigi, tidak ada merk yang biasa digunakan Mary.

“Permisi, apa tidak ada sabun merk A?” Tanya Mary.

“Non, jangan cari yang tidak ada,” jawab pedagang itu dengan iringan tawa.

Mary langsung menatap Jijah dengan tatapan skeptis.

“Apa tidak ada tempat lain yang menjual perlengkapan mandi yang lengkap?” Tanya Mary.

“Ada,” jawab Jijah. “Tapi, butuh waktu delapan jam untuk sampai ke kota terdekat,” lanjutnya.

Mulut Mary seketika membulat, ia benar-benar tak habis pikir, mengapa ia harus kembali ke kampung yang bahkan tidak menjual merk sabun mandi kesukaannya.

“Aduh, benar-benar deh! Inilah sebabnya aku tidak mau tinggal di kampung,” keluh Mary.

“Yah, namanya juga tinggal di kampung,” sahut Jijah.

“Jah, apa kita tidak bisa ke kota terdekat?” Tanya Mary.

“Huh, kau itu ya, apa kau pikir ayah dan ibumu akan memberimu izin pergi ke luar kota lagi? Bagaimana kalau ujung-ujungnya kau tidak kembali?”

Mary menyeringai kecut, Jijah memang sudah mendapat titah oleh ayah dan ibu Mary untuk menjaga dan mengawasi Mary. Jangan sampai Mary berpikir untuk kabur lagi.

“Lantas, bagaimana caraku bisa mendapatkan barang-barang dari kota? Di sini mau belanja daring saja, jaringan internet tidak bisa, mau pergi ke kota dilarang. Terus aku harus bagaimana?” Tanya Mary.

“Aku tidak mungkin selamanya mandi tanpa sabun, dan sikat gigi tanpa pasta gigi yang biasa kupakai,” keluh Mary.

“Ih waw, jadi selama ini kau sungguh mandi tanpa sabun?” Jijah terperangah.

“Ya, untunglah aku masih punya parfum,” jawab Mary penuh percaya diri.

“Dan kau sikat gigi tanpa pasta gigi?” Jijah bertanya lagi.

Mary menyeringai memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih berkat veneer gigi.

“Astaga! Cantik-cantik jorok sekali kau ini!” Cibir Jijah.

“Habisnya, aku tidak mungkin bisa pakai merk sabun yang ada di kamar mandi rumahku! Bisa gatal-gatal badanku!” Keluh Mary.

“Hmm, sebenarnya bisa saja kau mendapatkan barang-barang dari kota,” kata Jijah.

“Bagaimana bisa? Sedangkan kota terdekat saja harus ditempuh delapan jam,” cibir Mary.

“Bisa kok, kau titip saja ke Tuti, biasanya dia yang sering ke kota,” sahut Jijah.

“Tuti?!” Mary terperangah. “Tuti buka jasa titip?” 

“Ya, biasanya banyak orang di sini yang minta tolong titip barang, dicarikan barang, sampai antar barang ke kota yang dia tuju,” jelas Jijah.

“Astaga Jah, kenapa kau tidak bilang dari tadi! Rugi kita pergi ke pasar begini dan buang-buang waktu,” keluh Mary.

“Ya elah, ini orang, siapa coba yang dari kemarin mengajak ke pasar?!” Cibir Jijah.

“Jijah, memangnya siapa yang hidup di kampung ini lebih lama? Kau atau aku?” Mary balas mencibir Jijah.

“Haha, ya sudah, kalau begitu ayo ke rumah Tuti,” kata Jijah.

“Kenapa harus ke rumahnya? Memangnya tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi?” Tanya Mary.

“Kalau aku punya nomor teleponnya, untuk apa aku mengajakmu ke rumahnya?!” Sahut Jijah.

***

Mary sudah lama tidak berjalan-jalan keliling kampungnya.

Tentu saja kehadirannya langsung menjadi pusat perhatian warga setempat.

Mary yang duduk di belakang Jijah hanya bisa melambaikan tangan sambil tersenyum saat Jijah menyapa orang-orang yang mereka lewati.

Jijah memarkirkan sepeda motornya di sebuah tanah lapang yang landai.

“Lho, Jah, kok berhenti di sini? Memangnya kita sudah sampai?” Tanya Mary.

“Belum, kita masih harus mendaki bukit itu,” jawab Jijah.

Mata Mary terbelalak, ia harus mendaki jalan dengan medan yang berlumpur dan terjal.

“Jah, memangnya sepeda motormu tidak bisa naik sampai di bukit itu?” Tanya Mary.

“Aku tidak mungkin jalan kaki dengan memakai sepatuku ini!” Keluh Mary.

“Ya elah, kau juga aneh, kenapa tadi tidak pakai sandal jepit saja,” cibir Jijah.

“Oh, tidak bisa! Aku tidak mau kakiku harus terkena kotoran-kotoran bandel, terlebih di sini tidak ada salon meni pedi,” sahut Mary.

“Yah, terserah kau lah,” sahut Jijah.

Akhirnya dengan terpaksa Mary dan Jijah mulai mendaki bukit terjal yang jelas hanya bisa dilalui kendaraan off road.

“Jijah, apa sungguh rumah Tuti ada di sini? Di sini seperti tidak ada tanda-tanda pemukiman,” kata Mary.

“Kata orang-orang rumah Tuti memang ada di sekitar sini,” kata Jijah.

“Kata orang-orang?! Jadi maksudnya, kau pun juga belum pernah ke rumah Tuti?!” Tanya Mary.

Jijah menyeringai kuda yang membuat Mary rasanya ingin mencubit gundukan lemak di perut Jijah yang menggelambir.

“Yah, siapa juga yang mau berkunjung ke rumah Tuti kalau tidak ada perlu?!” Sahut Jijah.

“Astaga Jijah! Lebih baik kita pulang saja daripada nanti tersesat!” Ajak Mary.

“Mary! Kau sungguh tidak mau memakai sabun khususmu itu? Kau sungguh tidak mau menggosok gigi pakai pasta gigi lagi?!” Seloroh Jijah.

Mary mendengus keras, sungguh butuh perjuangan yang begitu besar hanya untuk sabun mandi dan pasta giginya.

Aku mau kembali ke kota!!!

1
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
Tinsley Carmichael
Salah bgt km gendis strateginya
Tinsley Carmichael
Awalnya simpati ma gendis klo jd ibu tunggal ternyata ad lakinya 🤣
Tinsley Carmichael
Berasa dracin wkwkkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!