Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
“Pamaannnnn.” Teriak maira ketika melihat kedatangan paman yang sangat ia sayangi. Reino lansung merentangkan tangan nya, Memeluk keponakan nya dengan sayang. Mengelus pucuk rambutnya, Perlakuan yang tak pernah ia lakukan pada arrabella, anak kandung nya sendiri.
“Paman, besok aku ulang tahun. Paman kado aku sepeda ya, aku pengen banget sepeda. Kaya punya gendis.” Oceh gadis kecil itu, Raisa hanya tersenyum melihat anaknya begitu antusias meminta kado pada paman nya
“Emang nya maira bisa naik sepeda?” Tanya reino.
“Bisa dong, kemarin aku udah minta ajarin sama gendis. Yah paman, belikan aku sepeda besok pokoknya.” Rengeknya
“Maira emang pengen banget sepeda kaya punya gendis rei, kadang mbak ngerasa kasian lihat maira waktu main sama gendis. Dia cuman bisa ngeliatin gendis naik sepeda.” timpal raisa membubuhi ucapan anaknya.
Reino yang memang tak pernah menolak permintaan keponakan nya itu akhirnya menganggukkan kepalanya, tanda ia setuju atas permintaan maira “Iya sayang, besok paman belikan maira sepeda ya. Pokok nya maira harus rajin belajar supaya jadi anak pintar.” Ucap reino dengan lembut
“Yeayyy asikkk sepeda baru.”
Maira tak henti hentinya berteriak kegirangan, Ia lansung beranjak dari pelukan paman nya. Lalu berlari ke arah teman teman nya yang sedang bermain, untuk pamer karna besok ia akan di belikan sepeda sama seperti mereka.
“Yaudah yuk masuk rei, kamu pasti laper kan. Mbak tadi udah masak..” Ajak raisa. Reino hanya bisa mengangguk, sementara ia akan tinggal di rumah kakak nya, ia juga sudah membawa beberapa baju kerja nya.
Ia ingin menguji rayya, sampai kapan wanita itu akan bertahan. Reino sangat yakin gak sampai 2 hari wanita itu pasti akan menjemput reino, untuk meminta nya kembali. Karna dia membutuhkan uang reino.
***
Sedangkan wanita yang sedang ia rendahkan harga dirinya, saat ini sedang bersenang senang bersama putrinya. Rayya mengajak arra ke playground. Membebaskan nya bermain disana, karna memang arra tak pernah menjejakkan kaki nya ke permainan anak seperti ini.
“Wah ma, ternyata seru ya main disini. Arra seneng deh, selama ini arra cuman bisa dengerin kalau maira cerita dia main di playground sama tante raisa sama papa. Kenapa ya ma, papa gak pernah ngajakin arra main kesini, tapi kalau maira. Papa sering ajakin main kaya gini.” oceh arra
Mendengar itu, tangan rayya terkepal kuat. Ibu dan anak itu sama saja, selalu merebut kebahagiaan dirinya dan anaknya. Bahkan keponakan kesayangan suami nya itu sengaja memamerkan hal seperti itu pada anaknya.
“Sayang, sekarang arra bisa kapan aja ngajak mama main kesini. Jangan pikirkan yang lain ya nak, Ayo kita main lagi. Tuh kayak nya trampolin itu seru deh, ayok kesana.” Ajak rayya , mencoba mengalihkan obrolan mereka tentang papa nya yang tak memberlakukan arra secara adil. Padahal arra adalah anak kandung nya.
Setelah dua jam , arra sudah puas bermain. Kini rayya mengajak anaknya itu makan di restorant, Karna memang mereka belum sempat makan tadi sebelum berangkat. Jadilah mereka saat ini disini.
Restorant makanan saji, yang menjual ayam goreng krispi favorit arrabella. “Ma, ini boleh dimakan semua?” Tanya arrabella
Rayya terkekeh “memang nya arra bisa ngabisin semuanya? Kalau bisa, gak masalah sih. Takutnya arra nanti kekenyangan , gak bisa deh beli boneka sama baju.” Ujar rayya membuat arra cemberut.
“Nanti mama bungkusin ya, buat makan dirumah lagi.”
“Yeayyy asikk,” teriak arra kegirangan. Gadis kecil itu lansung saja menyantap makanan yang tersaji di meja makan, sangat lahap. Rayya hanya tersenyum melihat anaknya makan. Dirumah rayya memang jarang sekali masak ayam krispi seperti ini, karna ia harus sangat berhemat. Mencukupkan uang nafkah dari suaminya.
***
“Bu rayya.” Panggil seseorang membuat rayya menoleh ke samping.
“Lo pak nattan, disini juga?” Sapa nya. Nattan adalah pemimpin perusahaan yang Di pilih rayya untuk menghandle perusahaan Miliknya.
Pak nattan ini sudah lama mengabdi bekerja di perusahaan Milik nya, dari jaman orang tuanya yang memimpin. Pak nattan adalah orang kepercayaan keluarga kusuma, mangkanya rayya sangat mempercayai pak nattan untuk menghandle perusahaan nya selama ini.
“Iya bu rayya, Kebetulan sekali kita ketemu disini. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada ibu. Apakah kita bisa mengobrol sebentar? Ini tentang perusahaan.” Ucap pak nattan.
Rayya menganggukkan kepalanya, ia mempersilahkan pak nattan duduk di depan nya. Bersebelahan dengan arra - anaknya.
“Hay cantik, om boleh kan duduk disini?” Tanya pak nattan pada arra. Arra bella yang masih menikmati kentang itu menganggukkan kepalanya.
Pak nattan mendaratkan bokong nya di kursi sebelah arra, lalu ia mengeluarkan tablet dari tas nya.
“Bu rayya, maaf kalau saya lancang membicarakan hal ini. Tapi saya harus membicarakan nya, karna kalau tidak. Perusahaan kita akan semakin rugi besar.” Ucap pak nattan
Rayya mengangguk “Silahkan pak, ada apa?”
“Ini bu, ini data keuangan proyek yang sangat berbeda dengan anggaran yang kita keluarkan. Data data disini sangat lengkap, Proyek yang ada di pinggir gunung itu. Saat ini terhenti, karna kendala dana. Padahal dana yang sudah di alirkan sudah sekian banyak, Tapi data yang saya terima sangat berbeda jauh dengan data yang di alirkan. Saya merasa ada sesuatu hal yang janggal.”
”Manager keuangan masih suami saya kan?” Tanya rayya
Pak nattan mengangguk “Betul bu, Justru itu. Saya merasa ini adalah permainan pak reino, Maaf bu. Bukan nya saya menuduh suami ibu, tapi semua data nya merujuk pak reino mengkorupsi dana proyek.” Ucap pak nattan.
Gila!
Berani sekali benalu itu mengkorupsi uang perusahaan nya, Lihat saja. Rayya tak akan tinggal diam, ia akan membuat reino mengganti uang perusahaan. “Tolong selidiki, cari bukti sebanyak banyaknya. Buat reino mengganti keseluruhan uang yang sudah ia korupsi, saya yakin. Bukan hanya 1 proyek yang dana nya di korupsi, jadi tugas kamu. Ungkap kebusukan nya, kalau dia tidak mau mengganti jebloskan dia kepenjara.”
“Tapi bu, dia kan-“
“Tidak usah memikirkan saya, itu perusahaan milik orang tua saya. Siapapun yang berani bermain main dengan uang perusahaan , saya tak segan segan melaporkan nya kepolisi.” Ucap rayya
Pak nattan hanya menganggukkan kepalanya, setelah beberapa saat ia pun pamit pergi. Rayya mempersilahkan, tangan nya mengepal kuat mendengar jika sang suami sudah berani korupsi. Kemana uang yang selama ini ia korupsi? Apakah ia korupsi untuk menyenangkan hati kakak nya? Atau ada hal lain yang rayya tak tau?