NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mantan Suamiku

Mengandung Benih Mantan Suamiku

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:103.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia_Ava02

Delia Aurelie Gionardo hanya ingin mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Devano Alessandro Henderson. Setelah satu tahun penuh sandiwara, ia datang membawa surat cerai untuk memutus semua ikatan.

Namun malam yang seharusnya menjadi perpisahan berubah jadi titik balik. Devano yang biasanya dingin mendadak kehilangan kendali, membuat Delia terjebak dalam situasi yang tak pernah ia bayangkan.

Sejak malam itu, hidup Delia berubah arah—antara rasa ingin bebas dan kenyataan bahwa Devano tak pernah benar-benar rela melepaskannya. Cinta, luka, dan rahasia yang terkuak perlahan justru menyeret Delia kembali ke sisi pria yang seharusnya ia tinggalkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia_Ava02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBMS - Bab 4 Klarifikasi

Begitu Devano pergi, Delia langsung berhambur ke arah Alvan.

"Van, kamu tidak apa-apa?" tanyanya penuh rasa bersalah.

Alvan menggeleng pelan sambil mengukir senyum tipis. "Tidak."

"Biar aku bantu berdiri," Delia meraih lengan Alvan dan membantunya bangkit.

"Kita pulang sekarang?" tanya Delia lagi.

Alvan mengangguk setuju. Keduanya pun meninggalkan kafe tersebut.

"Van, aku minta maaf…" ucap Delia. Ia merasa perlu bicara seperti itu karena luka Alvan akibat ulah Devano yang sudah sangat keterlaluan dan terlebih pria itu melakukannya untuk membelanya.

"Untuk?" tanya Alvan.

"Devano dan… semuanya," ujar Delia lirih.

Alvan tersenyum, lalu mengusap kepala Delia. "Itu bukan salahmu."

Delia menghela napas berat. "Tapi aku tetap merasa bersalah. Dev sudah membuatmu terluka. Dia memang sudah keterlaluan! dasar pria menyebalkan! Egois!" gumamnya sepanjang jalan.

Alvan hanya bisa tersenyum melihatnya. "Tapi kamu suka," selanya ringan.

Delia sontak menatap tajam. "Siapa? Aku? Hih!"

Alvan menghentikan langkah, menatap wajah Delia dalam-dalam. "Dari cara kamu memandang dia, dari cara kamu bicara tentangnya… itu berbeda, Del. Meskipun kamu tak mau mengakuinya, aku bisa melihatnya."

"Van… aku tidak pernah suka padanya. Dia jahat, kasar. Aku benci!" ujar Delia ketus, meski pipinya terasa panas oleh ucapan Alvan.

Lagipula, kalaupun cinta, apa gunanya? Devano tak pernah melihat ketulusannya, hatinya hanya untuk Giselle. Pikiran itu terus Delia tanamkan seperti mantra.

"Terserah kamu mau bicara apa, tapi aku harap keputusanmu berpisah memang yang terbaik," lanjut Alvan.

Delia terdiam, lalu tersenyum samar. "Sudahlah, jangan dibahas lagi. Ayo kita pulang."

"Aku antar kamu ke mobil," ucap Alvan.

Setelah memastikan Delia masuk ke mobilnya, Alvan pun kembali ke rumah sakit.

***

Langkah Delia terasa berat saat tiba di kantor. Baru menjejakkan kaki di lobby, puluhan pasang mata langsung tertuju padanya. Bisik-bisik karyawan terdengar lirih tapi cukup jelas membuat telinganya panas.

'Ini semua pasti gara-gara ulah Devano,' batinnya.

Video pertengkaran di kafe rupanya sudah menyebar di grup internal kantor. Delia menarik napas panjang, menegakkan bahu, dan memilih acuh. Sepatu haknya beradu dengan lantai marmer, berusaha menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.

Begitu pintu ruangannya tertutup, napasnya terlepas berat. Ia meletakkan tas di atas meja agak keras, menumpahkan seluruh kekesalan dan rasa malu yang menyesakkan. Ulah Devano di kafe tadi benar-benar berhasil membuatnya jadi sorotan.

Tok… tok…

Pintu diketuk pelan. Jessy masuk sambil membawa beberapa berkas. Wajahnya tampak khawatir.

"Nona, Anda tidak apa-apa? Barusan…" tanya Jessy hati-hati, tak berani menyebut langsung video yang sedang ramai itu.

Delia menghela napas, mencoba tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja, Jessy. Tolong selesaikan agenda sore ini seperti biasa, ya," ujarnya dengan suara bergetar meski berusaha tenang.

Cklek!

Belum sempat Jessy menutup pintu, daun pintu kembali terbuka. Devano muncul dengan wajah gelap dan tatapan tajam menusuk. Suasana ruangan seketika berubah dingin.

"Keluar," ucap Devano pada Jessy, dingin tanpa memalingkan pandangan dari wajah Delia.

Jessy refleks menunduk, melirik Delia yang tampak terkejut, lalu bergegas keluar. Kini hanya ada Devano dan Delia, dengan ketegangan menebal di udara.

"Mau apa? Kalau cuma mau ribut, aku sedang tidak ada waktu," ucap Delia dingin, enggan menatapnya.

Brak! Tangan Devano menekan ujung meja Delia.

"Tidak seharusnya kamu bertemu dia," tekan Devano.

"Apa masalahmu? Kita sudah tidak ada hubungan, Dev! Berhentilah mengatur hidupku!"

"Ini bukan soal kita, tapi soal keluargaku! Mereka belum mengetahuinya. Jadi aku harap kamu bisa menjaga sikapmu di luar."

"Lalu bagaimana dengan Giselle? Apa itu bukan masalah? Kamu pria egois, Dev!"

"Terserah! Tapi jangan pikir aku peduli padamu. Karena sedikitpun kamu tidak pernah berarti apa-apa bagiku," tekan Devano, lalu berbalik keluar.

Delia hanya bisa mematung, dada sesak oleh campuran marah dan sakit hati yang tak pernah padam. Meskipun Dev sering berkata-kata kasar padanya, tetap saja itu membuat Delia ingin sekali menangis saat ini.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Satu Bulan kemudian..

Sejak hari itu, baik Delia maupun Dev sama-sama menjaga jarak. Rumor perceraian mereka pun sudah tersebar luas di kantor. Tak ada yang berani membicarakan terang-terangan, seakan semua sudah tahu risikonya.

Delia lebih sering mengurung diri di ruangannya, bahkan beberapa meeting ia serahkan pada Jessy. Ia benar-benar tak ingin bertemu Dev, pria itu sudah terlalu menyakitinya. Hubungannya dengan Alvan pun ia batasi, bukan karena Dev, melainkan karena ia butuh waktu untuk menata diri.

Pagi ini, seperti biasa Delia menyibukkan diri dengan tumpukan map di mejanya. Tapi entah kenapa perutnya terasa tak enak. Gelombang mual datang tiba-tiba.

"Huweeekk!"

Delia menahan meja agar tidak jatuh. "Astaga… apa aku masuk angin?" gumamnya.

"Huweeekk!"

Tok!

Tok!

Tok!

"Nona Delia, Tuan Dev meminta Anda ke ruangannya sekarang," jelas Jessy dari balik pintu.

Delia menggeleng, wajahnya pucat.

"Astaga, Nona, Anda tidak apa-apa?" tanya Jessy saat masuk.

Delia menggeleng lemah. "Tidak… mungkin hanya masuk angin…"

"Huweeekk!" Delia langsung beranjak dari kursi dan berlari ke kamar mandi.

"Huweeekk!"

Jessy berdiri terpaku, cemas. "Kasihan sekali Nona Delia… tapi… apa dia hamil ya?" gumamnya. Lalu cepat-cepat ia menepuk kening sendiri. "Ah, jangan berpikir macam-macam, Jessy!"

Didalam kamar mandi, Delia mencuci wajahnya dan menatap pantulan dirinya di cermin.

"Kenapa aku jadi merasa pusing sekali?" gumamnya.

Lima menit kemudian Delia keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya dan keningnya. Jessy dengan sigap langsung menghampiri, menggandeng lengannya.

"Nona, lebih baik kita ke rumah sakit saja?" tanya Jessy cemas.

"Tidak, Jess… aku akan pulang. Tolong bicara pada Tuan Dev, aku tidak bisa menemuinya sekarang,"

"Baik, tapi… apa tidak sebaiknya Tuan Dev yang mengantar?" ujar Jessy.

Delia tersenyum tipis sambil menggeleng. "Tidak, dia pasti sedang sibuk, aku tidak ingin mengganggunya. Lagipula aku bisa sendiri."

"Baiklah kalau begitu,"

"Hmm… pergilah,"

Jessy pun dengan berat hati meninggalkan ruangan Delia, gadis itu masuk ke lift menuju ruang Presdir.

"Selamat siang, Pak."

"Masuk," titah Devano lalu menutup map didepannya.

"Kenapa kamu yang datang?"

"Maaf, Pak, Nona Delia tidak bisa menemui Anda hari ini, beliau sedang sakit." jelas Jessy.

Dev mengerutkan alisnya. "Sakit?"

"Iya, Pak. Wajahnya sangat pucat, Nona Delia juga muntah-muntah. Nona Delia bilang dia masuk angin jadi izin untuk pulang hari ini." terang Jessy.

Deg!

1
Ayu Galih
lanjuut kak
ayu cantik
suka
Keysha Aurelie
Ending nya memuaskan sekali , suka aku bacanya
Terimakasih untuk cerita nya
Dev❤️Del
Keysha Aurelie
Giselle belum ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih baik, cinta tak harus memiliki , mengikhlaskan membuat hati lega dari perasaan kecewa dan kegelisahan
Keysha Aurelie
bacanya udah sampai sini aja aku , aku ikut baper dengan cinta mereka , Dev kamu bersyukur masih diberi kesempatan bersama wanita dan anakmu
Keysha Aurelie: iya kak sama sama
terimakasih kembali
total 2 replies
Keysha Aurelie
baru baca kak
menarik ceritanya
Ririn Nursisminingsih
mkanya klau didekatmu jg disia2in, disakiti sekarang mnyesal kan... jg mudah luluh delia biar tau rass devan
Ririn Nursisminingsih
cewwknya kok. lemah banget.
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Shifa Burhan
novel2 kayak gini hanya menunjukan betapa munafik nya cara berfikir kalian
*pelakor kalian laknat tapi pebinor kalian puja, ini jelas2 pemikiran wanita murahan
*interaksi suami dengan wanita lain kalian laknat tapi interaksi istri dengan pria lain kalian benarkan, ini jelas2 pemikiran munafik wanita
*istri jalan berduaan dengan pria lain, istri memberi harapan pada pria lain, istri berhubungan dengan pria lain, istri membela pria lain, istri mempermalukan suami didepan pria lain, istri pergi dan bahkan lebih percaya dan butuh pria lain dibanding suaminya, begitu banyak kesalahan menjijikan Delia yang kalian benarkan, ini jelas pemikiran wanita tidak bermoral
kesalahan devano kalian perjelas itu salah, tapi semua kelakukan menjijikan Delia kalian benarkan

apa2, kalian mau membela diri, INI HANYA NOVEL, JANGAN BAPER, INI HANYA HALU, KALAU TIDAK SUKA SKIP AJA

apapun alasan kalian tapi fakta ny novel ini sudah memperjelas karakter munafik kalian
Raou_Lee💕
yang sudah mampir, mohon untuk meninggalkan jejak ya...🥰🥰 komentar dari kalian adalah yang paling author tunggu..../Kiss//Kiss//Kiss/
Clarissa🌷
thor lanjut,😍
Niar Zahniar
semangat berkarya
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka....🤗🤗🤗
total 1 replies
ArchaBeryl
Lanjut kak🤭🤭🤭
ArchaBeryl: makasih kak🤗🤗
total 2 replies
Muchamad Ridho
ko gk ada cerita penyesalan ayahnya Giselle kak..
Dwi ratna
karyanya bagus kak
Raou_Lee💕: terimakasih banyak-banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..../Kiss//Kiss/
total 1 replies
Ani Basiati
mksb thor
Raou_Lee💕: sama-sama Kaka..🥰🥰
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss/
Raou_Lee💕: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya Kaka..😘😘
total 1 replies
ArchaBeryl
Karya yg sangat bagus dan gak ngebosenin,
banyak pelajaran yg bisa kita ambil dari cerita ini
terutama harus menghargai pasangan hidup kita
Raou_Lee💕: terimakasih banyak Kaka .. lope-lope youuuu sekandang kebon...🤣🤣🤣
total 1 replies
ArchaBeryl
Selamat hidup bahagia keluarga kecil Dev🤗🤗
terimakasih kak ceritanya bagus banget
akhir yg bahagia tentunya 🤭🤭🤭
Raou_Lee💕: siap kakak... di akun baru : Zhao_Xena yaaa.. terimakasih banyak 🤗🤗
total 8 replies
Raou_Lee💕
Bab selanjutnya adalah bab akhir ya teman-teman.. jadi mohon yang sudah selesai membaca ceritanya untuk memberikan bintang lima berserta ulasan terbaik kalian.. terimakasih 🙏🏻🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!