NovelToon NovelToon
Ajian Pelet Jaran Goyang

Ajian Pelet Jaran Goyang

Status: tamat
Genre:Spiritual / Selingkuh / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:60k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Rumah tangga Adrian terancam hancur saat kedatangan Bella sekretaris barunya. Bella yang sangat terobsesi ingin memiliki Rian. Bella selalu mencoba untuk mendekatinya namun selalu gagal karena cinta Rian kepada Alia istrinya sangat besar.

Bella pun pergi ke banyuwangi untuk menemui seorang dukun yang terkenal akan kehebatannya, sampai akhirnya Bella bertemu dengan Ki Kusno.

Ki Kusno pun membantu Bella dengan memberikan sebuah Ajian yang bernama Jaran Goyang, ilmu pelet yang terkenal sangat sakti ketika mengenai targetnya, untuk mendapatkan Ajina Jaran Goyang itu Bella harus melakukan ritual khusus yang di berika oleh Ki Kusno.

Setelah Bella berhasil mendapatkan ilmu pelet Ajian Jaran Goyang ia pun menggunakannya untuk bisa mendapatkan Rian.

Apakah Alia dapat menyadarkan Rian dan mempertahankan rumah tanggannya?
atau sebaliknya kata perpisahan yang harus ia dengar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan dari Nattan

Seminggu telah berlalu Bella pun kini telah terbiasa dengan pekerjaannya, karena kinerja Bella cukup bagus dan selalu tepat waktu terkadang Rian memujinya.

Di siang itu Nattan masuk ke ruangan Rian.

Nattan merupakan teman kuliah Rian yang sama-sama bekerja di bidang pengiriman.

“Hai pak Rian sepertinya sedang sibuk sekali,” ucap Nattan yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu seraya melihat Rian tengah sibuk di layar laptopnya.

“Tumben sekali kamu ke sini ada apa?” tanya Rian yang masih saja menatap layar laptopnya.

“Ini sudah jam makan siang, kamu masih saja sibuk dengan pekerjaanmu, aku ingin mengajakmu makan siang,” ajak Nattan.

“Oh iya bagaimana dengan Bella?” tanya Nattan sembari mendekati Rian.

“Bella anaknya pintar dia cepat tanggap dan bekerja juga cepat waktu.”

“Bukan itu maksudku, dia cantik dan juga Seksi bukan?” kata Nattan sembari menyengir kuda ke arah Rian.

“Terus kenapa?”

“Apa kamu tidak tertarik dengan Bella? Aku meragukanmu apa kamu masih normal? Semua laki-laki di sini tertarik melihat Bella kenapa kamu tidak ini aneh.” 

“Hey, aku sudah punya istri untuk apa aku melirik wanita lain. Lagi pula yang ada di hatiku itu hanya Alia,” ucap Rian dengan tegas.

 “Yah aku akui kamu memang setia terhadap Alia, tapi hati-hati jangan sampai menjilat ludahmu sendiri,” ucap Natan.

“Ya sudah tidak ada gunanya kita membahas ini, mending kita makan siang sekarang. Aku punya rekomendasi tempat makan yang pasti kamu suka,” ucap Rian.

“Ya udah ayo aku juga sudah lapar,” sahut Natan.

Mereka berdua pun pergi dengan menaiki mobil Rian.

Sesampainya di tempat yang mereka tuju di sebuah rumah makan.

Rian berserta Natta masuk ke dalam rumah makan itu sembari mencari tempat duduk untuk mereka berdua.

Tidak lama pelayan rumah makan itu pun menghampiri mereka berdua Rian pun memesankan makanan untuk dirinya berserta Nattan.

Sembari menunggu pesanan tiba mereka berdua pun mengobrol santai.

Tidak lama dari kejauhan Nattan melihat Bella yang berjalan masuk ke rumah makan bersama dengan salah satu karyawati perusahaan.  

“Bella! Sini,” seru Nattan memanggil Bella

Mendengar ada yang memanggil dirinya Bella pun menoleh dan melihat Nattan bersama Rian sedan duduk di kursi paling ujung.

Bella beserta Siska pun mendatangi Nattan dan juga Rian.

 “Kebetulan sekali, kita ketemu di sini, ayo duduk sekalian makan siang bareng biar aku yang nanti membayarnya,” Nattan yang mengajak Bella untuk makan siang bersama mereka.

Bella pun duduk di samping Rian sementara Siska di samping Nattan.

Nattan pun kembali memanggil pelayan dan memesankan makanan untuk mereka berdua.

Setelah selesai memesankan makanan untuk Bella dan juga Siska temannya, Nattan pun mengajak mereka mengobrol.

“Bagaimana Bella apa kamu betah bekerja dengan pak Rian ini?” 

“Iya pak Nattan, betah banget” ujar Bella yang menatap Rian disampinginya.   

Nattan tersenyum mendengar ucapan Bella sementara itu Rian tidak terlalu fokus mendengar ucapan Bella, Rian malah sibuk menatap layar ponselnya dan berkirim pesan bersama istrinya.

Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang, Nattan, Bella, Rian dan Siska menyantap makan siangnya sembari berbincang santai.

“Oh iya lusa acara ulang tahunku, aku ingin mengundang kalian,” ucap Natan.

“Umur segini masih  ngadain acara ulang tahun, udah kaya anak kecil aja,” celetuk Rian.

“Ya beda lah ini kita party Rian.”

“Di mana acaranya?” tanya Bella.

“Di rumahku. Kita bakalan party sampai pagi,” ucap Natan.

“Wah saya pasti akan datang,” ucap Bella.

“Oh iya, Sekalian kamu bisa ajak Alia ke acaraku,” pinta Natan.

“Iya, iya aku akan datang bersama Alia nanti,” sahut Rian. 

“Ajak teman di sampingmu Bella,” ucap Nattan yang memperhatikan Siska.

“Baik Pak kami berdua pasti akan datang,” sahut Bella.

Setelah selesai makan siang mereka berjalan keluar kecuali Nattan yang sedang menuju kasir.

“Biar aku saja yang membayarnya,” ucap Nattan kepada Rian.

“Berapa mas?” ucap Nattan.

Nattan pun di berikan nota pembayaran oleh petugas Kasir ia pun mengambil dompetnya dan membayar semua makan yang telah di pesan.

Setelah selesai membayar, Nattan berserta Rian kembali masuk ke mobil Rian dan menuju kantor kembali.

Sesampainya di depan kantor Natta pun langsung pergi ke kantornya.

“Thanks ya tumpangannya, dan jangan lupa lusa kamu harus datang ke acara ulang tahunku,” ucap Natan.

“Iya aku akan hadir,” sahut Rian.

Nattan pun pergi meninggalkan Rian menuju mobilnya sementara Rian kembali masuk ke kantornya menuju ruangan kerja untuk melanjutkan pekerjaannya.

Waktu terus berlalu hingga hari mulai menjelang malam Rian pun telah selesai mengerjakan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah terlihat Alia yang sedang menunggunya di ruang tamu.

Rian pun menghampiri sang istri yang sedang duduk di sofa duduk di samping istrinya.

“Baru pulang Mas,” tanya Alia yang membatu Rian melepaskan Jasnya.

“Iya sayang, kamu tidak harus menunggu di ruang tamu terus Alia, kamu sedang hamil harusnya banyak istirahat, lagi pula untuk beberapa hari ini seperti aku akan pulang malam banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,” ujar Rian menasihati istrinya sembari mencium kening istrinya.

“Tidak apa-apa mas, lagi pula aku tidak bisa tidur,” sahut Alia seraya tersenyum ke arah Rian.

“Oh iya Nattan mengundangku ke acara ulang tahunnya, dia juga mengundangmu,” Rian yang memberitahukan kepada Alia.

“Masih saja dia seperti dulu,” sahut Alia.

“Kamu sudah makan sayang,” tanya Rian.

“Sudah Mas.”

“Di mana Sasa?”

“Dia sudah tidur Mas.”

Setelah berbincang-bincang santai di ruang tamu Rian pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sementara Alia kembali masuk ke kamarnya.

Setelah selesai mandi Rian pun menghampiri sang istri yang sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Rian yang berada di samping istrinya memeluk mesra serta mengelus-elus perut Alia dengan lembut. 

“Bagaimana kamu hari ini?” tanya Rian.

“Hari ini aku merasa sangat lelah sekali Mas, dan enggan untuk melakukan apa-apa.”

“Mungkin itu bawaan orang sedang hamil sayang,” ujar Rian yang tersenyum menatap sang istri.

“Mungkin saja berbeda sekali di kala hamil Sasa. Mas,” sahut Alia 

Setelah berbincang-bincang cukup lama, hingga Alia merasakan matanya mulai berat beberapa kali Alia terlihat menguap hingga matanya merah. Rian yang paham dengan kondisi istrinya itu pun langsung menyuruh istrinya tidur.

1
Irmha febyollah
kawan nya kek bab*
Ulun Jhava
marahx org yg lemah mmg menakutkam
Ulun Jhava
Aila pembunuh jena dan nathan..fix
Feb Febry
dari sinipun kita bisa belajar, bahwa apapun itu bisa berubah bahkan sifatnya pun/Smile/
Feb Febry
ngapa si, si rian engga peka bngttt padal kan natan uda bilang begitu, yahhh si rian selalu positif thingking memang, tidak seperti ku yang selalu negatif thingking ini/Frown/
Mary Bella
ada udang di sebalik Batu Nathan ini.sengaja
estycatwoman
not too bad
MasWan
ceritanya bagus banget, aku suka
MasWan
tak disangka, air yg tenang itu benar² mrnghanyutkan
MasWan
apa tomi tau jika alia dibalik pembunuhan itu???
Lintang Buana
Wah ternyata memang Natan masih bucin sama Alia,
padahal Alia udah jadi istri sahabatnya.
apa ini devinisi cinta dalam diam sesungguhnya 🤔
MasWan
kasihan
Heri Wibowo
akhir yang tragis
MasWan
Bener kan, natan musuh dlm selimut, dia yg mau menghancurkan keluarga rian dan merebut alia
MasWan
ih ngeri kali,, penampakan nya gak kenal waktu
MasWan
wah duitnya kebuang sia² dong... 3gepok lagi
MasWan
Alia deh yg susah disantet karena fikiran nya positif, beneran nih sibela mau nyantet orang²
MasWan
kyknya mau kedukun santet kali ya
Heri Wibowo
musuh dalam selimut
YuWie
gak percaya gaib..serius
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!