NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tak Diinginkan

Pengantin Yang Tak Diinginkan

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:257.1k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Ayra yang cerdas, pemberani dan sekaligus pembangkang, ingin sekali menentang wasiat ayahnya yang bertujuan menjodohkannya dengan putra sahabat baiknya, tapi berhubung orang yang meminta nya adalah sang ayah yang sudah sekarat, Arya tidak bisa menolak.

Sial, di hari pernikahannya, calon mempelai pria justru kabur meninggalkannya, hingga terpaksa digantikan oleh calon adik iparnya, yang bengis, dingin dan tidak punya hati.

Seolah belum cukup menderita, Ayra harus tinggal satu atap dengan mertuanya yang jahat jelmaan monster, yang terus menyiksa dirinya, membuatnya menderita, tapi di depan orang lain akan bersikap lembut pada Ayra agar tetap dianggap mertua baik. Hingga suatu hari, sang mertua yang memang tidak menyukai keberadaan Ayra, mengingat kalau gadis itu adalah putri dari mantan suaminya, meminta putranya untuk menikah dengan wanita lain yang tidak lain adalah mantan kekasih putranya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama jadi Mantu

"Selamat pagi semuanya," sapa Ayra menyambut anggota keluarga yang sudah muncul di ruang makan. Senyum cantiknya melengkung indah di wajah.

Pagi ini, Ayra bangun pagi. Selain karena tidak bisa tidur, disebabkan badannya yang sakit tidur di sofa sempit, Ayra juga memang sudah terbiasa bangun cepat.

Ayra, gadis cantik dan hobby masak. Dia akan mendapatkan ketenangan jika sudah berada di dapur, mulai meracik masakan atau membuat adonan untuk membuat kue. Dalam hal membuat kue akhirnya jagonya.

Impian gadis itu tidak muluk-muluk, karena dia sadar bahwa ayahnya tidak mampu memuliakannya, Ayra bermimpi memiliki toko roti sendiri yang di dalamnya dia bisa mendesain ruangan yang nyaman dan indah, serta menjadi baker sendiri.

"Selamat pagi, Sayang. Kamu cepat sekali bangun," jawab Dito membalas sapaan menantunya dengan senyum ceria. Melihat Ayra pria itu bisa memuaskan rasa rindunya pada orang tua gadis itu, sekaligus menebus rasa bersalahnya yang sudah terlambat mencari Heri.

"Aku selalu bangun pagi, Om," sahut Ayra kembali tersenyum.

Maya yang juga bersama Dito yang memandang sini ke arah Ayra, lalu menarik kursi di sebelah kanan Dito.

"Suamimu mana?" lanjut Dito membalikkan piringnya.

Ayra hampir kebingungan menjawab pertanyaan Dito, dia lupa kalau dirinya sudah bersuami.

"Maksud Om, Dewa?"

"Siapa lagi? Iya, Dewa, suami kamu," jawab Dito tertawa renyah.

"Hehehe, lupa Om. Masih tidur di kam-"

"Ijah... Ijah!" teriak Maya yang memotong kalimat Ayra. Dia merasa tersisihkan karena mereka berdua saja yang menguasai pembicaraan di meja makan itu tanpa menganggapnya, walaupun sebenarnya dia sendiri tidak sudi untuk ikut dalam pembicaraan mereka.

"Iya, Bu?" Ijah datang tergopoh-gopoh dari arah dapur. Ayra menebak, dari gelagat Maya sejak tadi, seperti wanita itu pasti akan mempertanyakan mengenai hidangan yang tersaji di atas meja. Dan dugaan yang tepat.

"Ini makanan apa? Mana roti? Kenapa banyak makanan berat? Tumben kamu buat nasi goreng, ini banyak banget lauk sama sayur," celoteh Maya, dan niatnya untuk menghentikan basa-basi suaminya dengan mantu yang tidak akan dia akui itu akhirnya berhasil dihentikannya.

"Enak... kamu kenapa baru ini buat nasi goreng seenak ini, Jah," sambar Dito yang ternyata sudah mulai mencicipi makanan itu.

"Iya, benar, Pa. Enak banget ternyata," sambung Maya. Kini dia sudah bisa mengambil perhatian suaminya.

"Benarkah, Pak, Bu? Syukurlah kalau Bapak dan Ibu suka. Neng Ayra yang buat. Pagi-pagi tadi sudah bangun, bantuin bibi masak di dapur," jawab Ijah menunduk memberi hormat ke arah Ayra, karena sudah membantunya pagi ini.

Ijah sama sekali tidak menyangka kalau majikan barunya itu ternyata ringan tangan. Baru satu hari menjadi mantu di keluarga ini, sudah mau turun ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk keluarga. Setidaknya pekerjaan Ijah semakin ringan karena keberadaan Ayra di rumah ini.

"Peh! Asin... masakan apa ini. Kamu itu ya Jah, kamu tahu kalau setiap pagi saya itu sarapan roti. Kenapa masakan kampung ini bisa ada di atas meja!" umpat Maya melepeh nasi goreng yang sudah masuk ke dalam mulutnya. Untuk sendokan kedua kali malah.

Ijah terkejut, begitu pun dengan Dito. Jelas-jelas tadi istrinya itu bilang kalau makanan itu enak.

Ayra justru ingin tertawa terbahak-bahak, tapi ditahannya. Dia membuang muka ke samping, menyembunyikan tawanya dengan menutup mulutnya dengan menempelkan ke lengannya. Maya mendelik ke arahnya, tahu kalau dirinya lah yang ditertawakan oleh sang mantu.

"Dewa, kamu mau sarapan, Nak? Ijah, cepat siapkan roti bakar untuk Dewa," Maya bergegas mengambilkan piring untuk Dewa.

"Gak usah, Ma. Aku makan nasi goreng ini aja," jawab Dewa sudah menyendok ke piring bahkan ke mulut sebelum sempat mendengar Maya melarangnya.

"Enak, Bi," ucap Dewa mengangkat jempolnya ke arah Ijah. Namun, dengan cepat pelayan itu menunjuk ke arah Ayra yang sedang asyik mengunyah sarapannya.

Wajah Dewa jadi memerah. Dia kalah malu karena mengakui enak masakan musuhnya. Sedikitpun dia tidak berani melihat ke depan, takut berlaga pandang dengan Ayra. Kan bisa bahaya!

Dito dan Dewa akhirnya pamit untuk pergi ke kantor. Walau mereka bekerja di gedung yang berbeda tapi tetap saja satu induk perusahaan.

Usaha Dito yang berkembang pesat dan kini sangat maju memiliki anak perusahaan lebih dari lima. Salah satunya yang dipimpin oleh Dewa.

Sebelum menawarkan pada Dewa, tentu saja Dito sudah lebih dulu memberikannya kepada Egi, tapi putra sulungnya itu menolak dengan tegas. Dengan alasan ingin mengembangkan bakatnya dalam industri film, akhirnya Dito mengalah.

Egi adalah sutradara dari banyak judul film terkenal, yang sudah banyak dinikmati masyarakat tapi tidak satupun yang mengenal bagaimana sosok Egi, karena pria itu tidak pernah mau tampil di depan umum. Bahkan saat menerima penghargaan, Egi tidak pernah datang dan selalu diwakilkan oleh asistennya.

"Sudah cukup kau melambai seperti orang gila!" hardik Maya yang menatap jijik pada Ayra, bisa-bisanya tanpa tahu malu, gadis itu ikut mengantar Dewa dan Dito berangkat kerja hingga masuk ke dalam mobil. Bahkan sampai kedua mobil mewah itu menghilang, Ayra dengan tampang polosnya terus melambai.

"Sekarang, pergi temui pak Tejo, segera bersihkan pekarangan rumah. Terpenting tugas kamu hari ini membersihkan semua tanaman saya yang ada di rumah kaca yang ada di belakang rumah ini!" perintah Maya mulai menunjukkan taringnya.

"Memangnya, kita gak punya tulang kebun, Bu?"

"Jangan banyak tanya. Mulai hari ini, kamu yang akan mengurus kebun dan pekarangan. Aku sudah memberhentikannya!"

1
Opung Nava
nanti menyesal sesudah sdr jdbucin
Opung Nava
kurangi egomu ibu maya
Novie Achadini
hadeh
Novie Achadini
talak aja gy perempuan sombong nggak ngerti kewajiban istr
Novie Achadini
mamous lo ayra. pembalssan lebih sakit kan. egy udh senang ounya bayi dan istri yg baik
Novie Achadini
sukurin lo ayra punya suami tajir dianggurin
Novie Achadini
nikahin lah gy cape ngadrpin ayra
Novie Achadini
telat lo ayra egy udh belah duren duluan
Novie Achadini
ayra mau ya punya ibu mertu psyco
naomi
anjaiiii......ini gimana konsepnya asliii kecewa aku bacanya.......keluar jalur tol cukkkk
Katherina Ajawaila
outhour, ini maksud nya apa salah kamar atau apa ya judulnya ngk. tau. jadi ngk. jelas
Katherina Ajawaila
sakit kan Ay, salah sendiri jual mahal, sama suami 4 bln suami suruh main solo, skrng udh kejadian laki cari. pelampiasan di luar, nangis blng di hianantin ya udh kan ada Dewa bikin ade2 an aja jadi impas, kan kesayangan kamu udh dtng. sm mertua aja tetap panggil Om. belagu jadi istri, biar cerai lagi aja. enak kan bulak balik nikah😜
Katherina Ajawaila
suami kita satu Ay bukan bertemen, trima situ sombong mu SMP skrng kamu msh ori kan, biar jadi jendes kembang lagi 🤭
Katherina Ajawaila
sombong sih
h Ay, udh basi baru ngongsongin diri🤫
Katherina Ajawaila
Dasar lelaki dlm keadaan kejepit aja bisa spekulasi. Ay itu madunu, enak ngk kamu aja ngk hamil2 mng yg busuk biar bagaimana pasti kecium juga. tapi aku ngk suka liat sifat Ayra, sombong ngk injak bumi sok moralis, penempatan diri ngk bisa sm mertua aja ngk ngurus. 🤑
Katherina Ajawaila
enak kan, terus aja hidup dlm cinta pertama mu, sok jadi pahlawan kesiangan. ngk mutu kamu Arya 🤓
Katherina Ajawaila
enak. kan Arya, sombong aja terus, gaya loh SMP skrng aja PP mertua di panggil om. pantes apa
Novie Achadini: kesel ya sama ayra.pantes lah ditunggal kawin lg
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Arya juga udh ngk punya kel, tapi sombobg ngk injak bumi pd hal selalu tolong dia Egi. beda jauh sm Vina
Katherina Ajawaila
biar Dewa aja jadi pedamping Mey, sama2 pernah tersakiti sm cinta pertama, biar saling berbagi pasti bisa ya thour🤫
Katherina Ajawaila
itu sebab akibat kamu juga sih Ay, nmnya laki2 di luar sana bikin dia terjerumus, hbs itu yg terserah outhour yg bertindak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!