Summer Rindu Mahawira adalah bungsu dari empat bersaudara. Meninggalkan Indonesia menjadi pemberontak di keluarga Mahawira. Melepaskan impian Adyuta Mahawira, papanya dan menjalani hidup sebagai seniman.
Sementara ada Jason Cyrus Udayana sahabat kakak ketiganya Sean Alexi Mahawira yang tidak lelah mengejar Summer.
Kemudian di New York Summer bertetangga dengan pria berwajah mirip dengan Nicholas Saputra.
Selalu ada drama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wise King of Mersia
Summer menghela napas lega walau kepalanya sedikit berat. Sejak mendarat di Mersia ia tidak pernah beristirahat, pesta kecil anggota kerajaan
menyambutnya, media internal pun harus dihadapi Summer. Tadi ia telah bertemu dengan Riley dan Nadine yang tidak bisa menyembunyikan haru bahagia, mereka berpelukan dan menangis lama.
Raja sebelumnya Edward beserta Margaret pun kembali dari liburannya demi Summer dan cucu pertama mereka. Kembalinya Summer dan Hiver
sangat dieluk-elukkan oleh semua orang. Si permaisuri beserta putri kecil yang sangat cantik. Hiver yang sangat supel, cepat beradaptasi dengan keluarga kerajaan. Anak sulung Summer menjadi rebutan yang memilih menghabiskan malam bersama kakek dan neneknya.
Finlay masuk ke dalam kamar tidur diikuti oleh 3 pelayan kerajaan yang membawa serta nampan emas di tangan , seorang dari mereka adalah kepala pelayan, yang kemudian mengintruksikan untuk menaruh isi nampan di atas meja. Setelah itu mereka keluar tanpa bersuara, menyisakan Finlay dan Summer.
“Darling, minumlah teh. Kue-kue favoritmu sengaja aku pesankan kepada chef kerajaan.” Finlay meraih tangan Summer untuk berdiri dari duduknya di loveseat sofa berukir emas pada bagian rangka dan sangat empuk.
Istrinya mengikuti dengan patuh Finlay, ia sangat tahu jika Summer masih canggung dengan kehidupan barunya. Aturan kerajaan kembali menjadi hal utama, dan itu harus diterima ketika mengiyakan ajakan kembali ke Mersia.
“Apa kau menyukainya, My Lady ?” tanya Finlay melihat Summer menyesap teh tanpa bersuara, sesaat mata wanita dicintainya tampak memejam,
menikmati cairan berwarna merah pucat. Teh Mersia yang hanya diperuntukkan keluarga kerajaan, tidak dijual umum.
“Ini sangat menenangkan, Yang Mulia.” Sahut Summer menaruh cangkir berwarna putih dengan pegangan ornamen emas. Kembali ia harus membiasakan diri dengan kehidupan pria hebat di depannya. Bukan sebagai pewaris tahta sebelum ia menghilang melainkan puncak tertinggi kerajaan Mersia. Kamar tidur mereka pun yang dahulu, mengambil sisi bagian utara dari palace peraduan sang raja.
Finlay menggelengkan kepala “Istriku, tolonglah berhenti memanggilku seperti itu. Panggil aku seperti sebelumnya. Memanggilku dengan sebutan Yang Mulia membuat jarak di antara kita, aku mengajakmu hidup bersamaku menjadi
pendampingku bukan untuk berada di bawah derajat suamimu sendiri, kita duduk sama tinggi My lady, begitu pun berdiri dan berjalan.”
“Aku belum terbiasa dengan semua ini, aku butuh waktu.”
Finlay berdiri dan mendekatkan kursinya di sebelah Summer.
"Panggil aku."
"Finnie"
Finlay tersenyum lebar.
“Aku tahu itu, Summer. Tapi hal pertama yang perlu kau biasakan adalah panggilan untuk suamimu. Tidak masalah ketika kita berada
diluar, tapi saat bersama panggil aku seperti biasanya. Agar Hiver juga memanggilku papa, bukan Yang Mulia. Anakku, sekarang aku merindukannya.” Finlay meraih jemari istrinya dan menggenggamnya, sorotnya sendu mengingat kepada sosok Hiver yang pastinya sudah tidur bersama Edward dan Margareth.
Summer menghela napas panjang dengan seutas senyuman simpul di bibir ketika puncak tangannya dikecup Finlay.
“Anak kita sangat lucu, wajar kau tidak bisa lepas
dengannya. Papa dan mama begitu bahagia ketika melihat Hiver, mereka tersedu.”
“Itu pertama kali aku melihat papa menangis, kalau mama berkali-kali. Terakhir ketika Philip lahir. Saat itu mama berpikir Philip adalah cucu pertama di keluarga kita, My Lady. Ternyata aku sudah memiliki Hiver.” Potong Finlay mengecup ringan pipi istrinya. Wanita mengenakan blus
pasangan dengan rok berwarna light pink itu tersipu malu.
Sesungguhnya mereka belum sempat bermesraan, ada Hiver di pesawat dan Finlay pun mencurahkan seluruh perhatian kepada gadis kecilnya.
“Dia anak yang sangat pintar, mandiri dan sangat sopan.” Lanjut Finlay memuji Hiver.
“Darah Mersia mengalir kuat di tubuh anak kita.”
“My Lady, aku sangat berterima kasih kau telah mengandung Hiver. Melahirkan dengan selamat, mendidiknya hingga seperti sekarang. Ketika
Hiver menyebut namanya, Marjorie Hiver jantungku seolah jatuh. Dadaku meletup bahagia. kau memberikan nama mendiang mama kepadanya. Bagaimana bisa aku tidak mengenal anakku. Dia mewarisi mataku, hijau yang sama. Bahkan Riley tidak mendapatkan warna manik kakek.”
“Hiver bukan anak yang merepotkan, dia jarang menangis bahkan ketika masih bayi.”
Finlay menatap dengan membulatkan manik hijaunya, sangat antusias ingin mendengarkan cerita Hivernya.
“Iya, bahkan ketika lahir Hiver tidak banyak menangis. Saat aku melahirkan Mersia sedang memasuki musim dingin, jadilah aku berikan nama Hiver. Anak kita tenang sekaligus cantik. Keindahan kerajaan ini tertanam pada Hiver.”
Finlay tak hentinya melebarkan senyumannya, menatap penuh cinta kepada sang istri yang telah kembali.
“Tuhan, terima kasih memberikan keteguhan hati untuk terus menunggu dirimu, Darling. Aku sangat mencintaimu, menunggu selama itu tidak
pernah menyurutkan perasaanku. Berkali-kali dewan kerajaan berusaha menjodohkan dengan putri dari kerajaan lain tapi hatiku tetap memilih wanita ini. Kekasihku yang kutemukan terluka, kini menjelma jadi seorang ibu dari putri yang sangat
cantik.”
Wajah Summer menjadi tegang, sekarang justru dialah yang memegang erat jemari kokoh besar Finlay.
“Finnie, alasanku tidak kembali ke Mersia adalah perasaan benci kepada Jason berubah menjadi rasa suka. Aku menyayanginya.” Ungkap Summer dengan jujur tanpa penyesalan.
Finlay tersenyum tipis meraih wajah Summer yang tertunduk “Lihat aku My Lady. Dengarkan aku." ucapnya meminta perhatian Summer.
"Jika muncul perasaan seperti di hatimu itu semua di luar kuasamu, apalagi kuasaku. Ketika kau memaafkan Jason berarti kau telah berdamai dengan masa lalu. Secara personal dia sempurna, tampilannya kemudian pria itu berpengaruh di negaramu. Cara pendekatannya saja yang salah. Menculikmu ketika kita sedang berbulan madu menandakan dia sangat mencintaimu. Hanya orang yang dikendalikan perasaan hingga logikanya tidak terpakai sepenuhnya. Walau aku
mengakui jika dia sangat cerdik menyembunyikanmu selama 3 bulan sampai tak terdeteksi oleh orang kerajaan.”
Finlay menarik napasnya panjang dengan mengulum senyuman “Selama kalian bersama tentu saja dia menunjukkan yang terbaik, seperti perhatian dan apa yang bisa ia lakukan untuk menaklukkan hatimu. Istriku adalah wanita yang punya hati yang sangat lembut, gampang tersentuh. Begitu pun ketika disakiti, kau akan sangat membenci. Berada seatap bersama selama berbulan, wanita mana yang tidak jatuh
hati. Aku tidak meragukan cintamu kepadaku, Darling. Tapi benci dan cinta hanya dipisahkan seutas benang yang sangat tipis.”
“Aku..” Summer menggagu akan segala perkataan dan pengertian Finlay. Pria sangat pantas menduduki kursi tahta tertinggi kerajaan Mersia.
“Tidak baik kita banyak menengok ke belakang. Mengajakmu kembali ke Mersia sudah cukup untukku, aku tidak akan mempermasalahkan apapun, My Lady.”
Summer termenung dengan wajah yang ditangkup kedua tangan kokoh Finlay.
“My Lady, apakah kau mencintaiku ?”
Menatap manik hijau yang sangat menenangkan bak danau itu, menghadirkan memory pada masa lalu. Kenangan ketika Summer pertama kali jatuh cinta kepada pewaris tahta Mersia.
“Aku mencintaimu sepenuhnya Robert Finlay of Mersia.”
Finlay menggeram pelan lalu menyatukan bibir, kembali menyalakan api gairah yang bertahun padam. Sorot mata kedua saling mendamba.
“Aku sangat percaya jika kau memiliki perasaan kepada Jason, Darling. Tapi itu sebatas perasaan kasih sayang, gairahmu hanya milikku. Tiga tahun
lebih kau memilih hidup menyendiri tak pulang ke Mersia, pun menolak untuk hidup bersama pria itu karena kau merasa tidak pantas, bukan? Seperti perkataanmu kemarin saat pertama kali bertemu.”
Summer mengangguk pelan “Karena banyak wanita lebih pantas bersanding denganmu, Finnie. Terlebih ketika perasaan terlarang muncul
kepada pria selain suamiku. Aku mendua, tidak sepantasnya aku kembali dengan perasaan seperti itu.”
“Hei bagaimana aku bisa menikah lagi jika sudah ada dirimu ?”
“Menikah bukan berarti sesuai standar permaisuri, Finnie. Aku bukan dari orang terpandang apalagi putri dari sebuah kerajaan.”
“Jadi kau ingin menjadi selir ? Bukan seorang permaisuri ?”
Sontak Summer menggelengkan kepala dengan kuat “Aku lebih baik tidak menjadi apa-apa daripada dijadikan nomer dua, atau yang pertama tapi memiliki wanita-wanita lain yang membagi perhatian suamiku.”
Finlay terbahak tawa keras, ia menarik Summer dalam pelukan dengan tubuh terguncang hebat.
“Kau cemburu, Darling. Kau sangat mencintaiku. Bukankah sejak awal aku katakan jika hanya kaulah satu-satunya. Kita sudah berjanji di depan
Tuhan, hanya maut yang memisahkan. Kemudian
tiga tahun sudah cukup menguji kesetiaan cintaku kepadamu, jadi tidak usah meragukan perasaanku. Tiga generasi tahta terakhir menjalani rumah tangga monogami, My Lady. Sebelum itu raja Mersia memiliki permaisuri dan selir, tak terhitung jumlah wanita simpanan. Hanya Papa yang memiliki dua istri, karena mama meninggal ketika melahirkanku bukan ?”
Summer mengangguk mengiyakan, pelukan teruai tapi jemari tangan keduanya tetap terjalin dengan erat.
“Apalagi yang ingin kau ceritakan malam ini, Summer Rindu of Mersia ? Katakan semua isi di hatimu, apa yang membebani perasaanmu selama kita tidak bersama. Jika masih ada hal perlu kuketahui mungkin tentang pria perebut perhatian istriku, bicarakan malam ini. Setelah itu kita akan berjalan bersama, bergerak seiring. Semua masa lalu kita harus tinggalkan, jadikan
pembelajaran bukan pedoman penentu masa depan.”
Summer menjatuhkan air mata, pandangan tertunduk pada jemari Finlay yang masih setia mengenakan cincin pernikahannya. Pun ia tidak pernah melepaskan cincin pertunangan dan pernikahannya.
“Aku merasa bersalah, Finnie. Menghadirkan perasaan yang tidak semestinya sementara suamiku terluka karena kejadian di Italy. Aku penuh dosa.”
“Tidak sayang, kau tidak berdosa. Kau adalah wanita sempurna di mataku. Melahirkan Hiver, membesarkannya sendirian. Tidak, tolong
berhentilah My Lady. Aku tidak akan menghakimimu, orang-orang juga tidak akan
melakukan itu. Aku akan mengusir mereka dari Mersia jika ada yang berani bercerita sumbang tentang permaisuri.”
“Finnie, kaulah yang sangat sempurna. Tidak bertemu denganmu selama 3 tahun malah mendapatkan pria yang kukenal semakin bijaksana.”
Finlay kembali mengecup puncak jemari Summer, terus-terusan ia dihujani kasih sayang. Finlay tidak tahu jika dada Summer bergemuruh setiap menerima sentuhan yang didapatkannya. Ia merasakan cinta yang terus dipendamnya sejak
tinggal di Pulau Porquerolles.
“Sudah seharusnya seorang pemimpin bersikap seperti ini, Darling. Jutaan rakyat berada dalam kuasaku, dirimu adalah hal kecil tapi terpenting dalam hidupku. Permasalahan tentang pria itu aku anggap sudah selesai. Mulai detik ini aku meminta, pertama berhentilah berkecil hati tentang dirimu. Kita sudah menikah di depan Tuhan, hanya kuasa-Nya yang akan memisahkan kita. Sekarang kita sudah dipertemukan kembali berarti berdua masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan hubungan. Kedua, dampingi aku menjalankan kerajaan ini. Hanya kau kekuatanku. Tegur aku jika salah melangkah, karena suamimu ini sungguh keras kepala dalam mengambil sebuah keputusan. Aku takut jika ada yang terluka ketika sebuah keputusan penting aku ambil, jadilah pemikir lain, poros tengah yang bisa
aku jadikan bahan pertimbangan, karena aku raja yang tidak banyak mendengar perkataan dewan kerajaan. Ketiga dan yang terakhir, kita membesarkan Marjorie Hiver bersama-sama. Aku akan mendidiknya sebagai keturunan Mersia, tapi sebagai ibunya kau harus mengajarkan adat istiadat negaramu, My Lady.”
Summer kehilangan kata-kata, matanya memancarkan sorot memuja kepada raja muda Mersia. Pria yang sangat sempurna dan surgalah
memilihnya untuk bersanding seorang Robert Finlay.
“Apakah Hiver akan menjadi ratu kerajaan ini, Finnie ?”
Finlay melebarkan senyuman “Jika Hiver tidak memiliki seorang adik laki-laki maka otomatis anak kita yang akan memimpin Mersia. Tapi kita
akan berusaha mendapatkan anak laki-laki, bukan ?”
Summer tertunduk, perkataan suaminya menggetarkan kalbu, memercik gairah.
“Tidak melupakan rasanya ?”gurau Finlay menarik tubuh Summer untuk berdiri. Istrinya merona, jantungnya semakin berdetak tidak karuan.
Summer bertingkah layaknya pengantin baru yang hendak melakukan hubungan percintaan pertama. Patuh mengikuti langkah Finlay yang berjalan menuju tempat tidur yang dihiasi ornamen warna coklat dan emas.
“Semoga Tuhan masih memberikan kepercayaan dengan menghadirkan adik-adik Hiver di rumah tangga kita dan kerajaan Mersia. Jika itu terjadi jangan menghilang lagi, Darling. Karena aku akan menebus segala perhatian yang seharusnya aku curahkan kepada istriku ketika hamil, aku ingin
menemanimu melahirkan, aku ingin mendengar kata pertama yang anak-anak kita, mengajarkan mereka berjalan dan segalanya. Aku haus akan semua itu.”
Dengan air mata jatuh di pipi Summer, ia merapatkan tubuh, menjinjitkan kaki memberikan ciuman pada kekasihnya. Pria yang tidak pernah
menyerah akan perasaan cintanya.
“Terima kasih dan aku mencintaimu, Finnie. Selama-lamanya.”
“Hanya kau dan Hiver, cinta dalam hidupku. Oh yah, juga anak-anak kita kelak.” Ucap Finlay melanjutkan apa yang tertunda, apa yang
diinginkannya dan diredamnya selama bertahun-tahun. Hanya wanita di tangkupan tangan adalah penuntas segalanya.
“Aku memiliki kerajaan, My Lady. Tapi kau adalah rumahku, tempatku untuk kembali.”
###
alo kesayangan 💕,
ini bukan novel saru 😂 jadi jangan mengharapkan sesuatu yang membangkitkan gairah..
wkwkwkkwk.
oh yah, weekend aku akan libur dulu,
kata kk rivalku, i need do it something different in my life..
sebenarnya aku seperti King Finnie, haus sesuatu..
yeah aku haus liburan..
dah itu saja,
kebanyakan curhat tar kalian bosan 😏
see y'all on Monday.
Love,
D 😘
Tamat baca utk yg kedua kalinya ...
Dan tetap rinci baca dari tiap episode ....
Abis ini baca lagi Jace, Axel, Kai ...
Semangat author .... 🌹
who are you..?
D...
D...
D...
mm...
mm...
.....
mr. HB is back..!!
...
hiks..hiks..hiks...
huuuwaaa.....aaa...