Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 29 - Key dan Sakitnya Wobin
"Hey" ucap seorang pria dari belakangku, aku langsung membalikkan badanku ternyata pria berambut biru tadi
"Aku?" tanyaku
"Siapa lagi" jawabnya, ternyata pria berambut biru bisa berbicara bahasa inggris
"Ada yang bisa saya bantu" ucapku sambil menawarkan bantuan
"Tolong bersihkan makeupku" ucapnya
"Maaf aku tidak bisa lebih baik menyuruh yang lain" ucapku sambil menundukkan kepala
"Sepertinya kau wanita yang sombong pantas saja taylor dan wobin membencimu" ucapnya sambil masuk ke ruang wardrobe
Aku mengikutinya ke ruang wardrobe
"Mana aku bantu" ucapku sambil mengambil kapas
"Tidak usah" ucapnya sambil membersihkan riasannya sendiri, sebenarnya aku membatasi diriku agar tidak terlalu dekat dengan pria, tapi pria rambut biru ini menganggapku sombong, aku jadi serba salah sekarang
"Sebenarnya kau bekerja sebagai apa disini" tanya pria rambut biru
"Bantu bantu" jawabku
"Yang kau bantu hanya taylor dan suho?" tanya pria rambut biru
"Semua aku bantu" jawabku
"Tapi aku hanya melihatmu merias taylor dan suho, kau siapa?" tanya pria rambut biru wajahnya seperti ingin tau aku siapa mungkin karna aku mengenal wobin, suho dan taylor
"Aku hannah, kamu siapa?" tanyaku agar aku bisa memanggil namanya saja kalau pria ini tiba tiba ingin aku bantu lagi
"Key" jawabnya singkat sambil pergi meninggalkanku dan membuang kapas bekasnya
Aku melihat key dari belakang aku merasa tidak enak karna tidak mau menolongnya
"Ketika dibutuhkan orang orang tidak ada yang mau aku suruh sebenarnya aku siapa disini" gerutu key, aku hanya senyum mendengarnya, tadi suho bilang kalau aku bisa saja ke kantin, aku langsung pergi ke kantin karna perutku mulai lapar
Aku pergi ke kantin yang ada di lantai 5 disana aku hanya pesan telur rebus 2 dan segelas air minum setelah makan aku melihat sisa uang yang pernah aku pinjam waktu itu ke suho sisanya hanya 1000 won sepertinya aku harus mulai membawa bekal karna uang dari suho hampir habis, waktu aku ingin pergi tiba tiba aku melihat key di tv dia sedang di wawancarai tapi aku tidak tau key berbicara apa karna menggunakan bahasa korea
"Aku cariin" ucap suho yang mulai duduk di sampingku
"Tadi kemana?" tanyaku
"Wobin tiba tiba pingsan" ucap suho sambil memesan makanan
"Pingsan karna apa?" tanyaku
"Anemia" ucap suho sambil melihat key ditv
Aku baru tau kalau wobin terkena anemia setahuku anemia memang bisa membuat penderitanya tiba tiba pingsan
"Uda kamu bawa ke rs?" tanyaku lagi
"Wobin selalu menolak dia hanya mengonsumsi obat obatan dari dokter" ucap suho
"Klo boleh tau wobin uda lama sakit anemia?" tanyaku, jujur aku sangat ingin tau keadaan wobin
"Uda, mungkin sejak 10 tahun yang lalu saat ayahnya meninggal karna kecelakaan" ucap suho
"Sama wobin?" tanyaku lagi untuk memperjelas cerita suho
"Iya, dulu wobin dan ayahnya pernah pergi ke taman hiburan berdua tapi sebelum sampai kesana kejadian nahas terjadi, mobil mereka menambrak pohon tumbang, kejadiannya malam hari ketika turun hujan dan angin cukup kencang, wobin kehilangan banyak darah sedangkan ayahnya meninggal dengan memeluk wobin kecil" ucap suho
Jujur aku mendengar cerita wobin dari suho membuatku sedih ceritanya hampir sama dengan ayahku, ayahku meninggal dalam kecelakaan motor waktu aku kecil, ayahku ditabrak pengendara mobil dan orang yang menabrak ayah pergi begitu saja, aku yakin ayahku dan ayah wobin tenang di Surga In Sya ALLAH
"Han" tegur suho
"Iya" jawabku
"Kenapa diem?" tanya suho
"Aku jadi inget ayahku dia juga meninggal karna kecelakaan waktu aku umur 5 tahun" ucapku
"Ayahmu hidup lagi dialam yang berbeda aku yakin ayahmu sedang melihatmu" ucap suho
"Iya" jawabku aku berusaha menahan air mataku agar tidak menangis karna ingat ayahku
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan