WARNING!!
Banyak bawang bertebaran disini, sebelum baca, siapkan tisu dan hati kalian.
Sekian dan terima gaji 🙏🏻🤗🤗
Kartini Rahayu seorang gadis manis dan cantik yang hidupnya penuh dengan ujian.
Setelah tersakiti oleh sang kekasih, ia juga harus merelakan sang kekasih pergi untuk selama lamanya, tidak hanya sampai disitu, ujian terus datang menghampirinya, bayang bayang masa lalu tidak mudah ia lupakan begitu saja...
Sanggupkah Arti membuka hati nya kembali, dan Sanggupkah Arti memulai membuat lembaran baru?
Cerita ini udah hampir Tamat di akun pertama Mommy ya tapi mommy pindah kesini dan mommy Revisi dari awal, bakalan sampai End disini...
semoga sukaaa ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.30
🌸🌸🌸🌸🌸
Devano, Aldo, Dery dan Rara kini sedang menikmati suasana malam pergantian tahun di sebuah Rooftop di salah satu Hotel kota Solo.
Selain karena ada pekerjaan di kota ini Devano juga ingin mengajak Derry ketempat Alm. Istrinya.
Yah Alm. istri Dave di makamkan di kota kelahiran istri nya alasanya dulu karena ingin dekat dengan makam orang tua nya. Dan besok setelah Pekerjaan nya selesai Dave akan mengunjungi Alm. istri nya juga Alm. mertua nya.
"Papa mana kumbang api na?" tanya Derry.
"Heh mana ada Kumbang api, adanya Kembang api Der," jawab Rara menggoda Derry.
"Iihh cebel cama Unty Lala gak puka!" ucap Derry sambil cemberut.
"kamu ini Ra, Ra hobi banget ngeledekin Dery," kata Dave menggelengkan kepalanya.
"Abis mau ngeledekin es Batu gak puka puka kak," jawab Rara menirukan bahasa Derry sambil melirik ke arah Aldo yang sedang duduk manis memangku Laptop.
"Unty lala mo es batu?" tanya Dery." Nati Deli pinta in ke mbak layan yah?"
"Iihh Dery gak puka nih sama Unty ahhh," ucap Rara pura pura sebel menirukan gaya bicara Derry.
Dave hanya menggeleng geleng kan kepalanya melihat Anak dan sepupu dia berinteraksi begitu.
"Ucle Al, Ucle Al kelja tulus, kacian tau Unty lala na." ucap Dery sukses membuat Aldo menghentikan aktifitas nya.
"Uncle sibuk gara gara papa kamu Der." Ujar Aldo kemudian melanjutkan perkerjaanya lagi.
"Papa jangan suluh suluh Uncle tulus tulusan anti tapek Uncle na pa."
"Iya sayang sebentar lagi juga selesai kok percaya deh, biar besok kita bisa jalan jalan, mau gak." Kata Dave.
"Mau mau mau, Deli mo jalan jalan"
----
di Rumah Sekar
Arti, Sekar, Bella, Nadia dan beberapa teman lainya sedang menikmati Aroma bakaran Jagung dan ikan di halaman rumah Sekar.
Para perempuan cantik itu sedang duduk di sebuah karpet yang di gelar di bawah Pohon rambutan milik Sekar, sedangkan Para cowok, (Rangga, Dika, Rendy) sedang membakar jagung dan Ikan. Terbalik memang tapi itu menyenangkan. Hahahaha
"Sayaaaanggg, kamu gak mau bantuin aku disini?" Teriak Rendy kepada Bella.
"Aku disini aja yank, gak mau ganggu kamu sama Dika dan Rangga," jawab Bella sambil tertawa.
"Huuhhh," Rendy hanya mendengus mendengar jawaban dari kekasih nya.
Setelah selesai membakar Rendy, Dika dan Rangga pun ikut bergabung dan makan sama sama.
"Ar, Nyanyi dongg biar rame sambil nunggu pergantian tahun nih." Kata Sekar.
"Nah cucok tuh," kata Dika.
"Dihh kenapa selalu gue sih." gerutu Arti."Mas Rendy aja tuh ah suruh nyanyi."
"Ar kalau gue yang nyanyi nanti kalian semua pada pulang." jawab Rendy sadar diri dan membuat semua tertawa terbahak bahak.
"Ya udah gue ambil alat musik di dalam kalian tunggu disini ya, Ayo Nad temenin mbak Sekar." ajak Sekar pada Nadia.
"Ayo mbak."
Beberapa menit kemudian Sekar datang dengan membawa bermacam macam barang.
"Astaga, koe ki arep demo masak opo arep ngobra perabotane mak mu Kar?" Ujar Arti sambil geleng geleng kepala.
Bagaimana tidak jika Sekar datang tak hanya dengan membawa Gitar tapi juga Galon kosong, Panci beserta tutup nya dan juga beberapa ember.
(Astaga, kamu ini mau demo masak atau mau ngobral perabotan mama kamu Kar?)
"Hahahaa ben seru Ar." jawab Sekar enteng.
(Hahaha biar seru Ar)
"koe kui muleh kampung bukane nyenengke mak mu malah gae darah tinggi mak mu we engko!"
(Kamu ini pulang kampung bukanya bikin seneng mama kamu malah bikin darah tinggi)
"halah mak ku paling yo seneng nak entok panci anyar engko," ujar Sekar santai."Wes lah Come on, para cowok ambil personil masing masing." perintah Sekar.
(Halah, mama ku paling juga seneng kalau dapet panci baru nanti, dah lah come on para cowok ambil personil masing masing)
"Band apaan yang mau pentas bawaannya ember sama panci Kar?" ucap Dika.
"Yang penting happy, ya gak bang?" kata Sekar sambil melihat Abang nya masih bengong.
"Hah, terserah lah, urusan mama Belakangan." Kata Rendy pasrah.
"Ok Guys aku kasih lagu satu nih yah buat Some one yang disana." Ucap Arti sambil tersenyum." Jangan di recokin dulu, Ok."
"Ok," ucap Sekar dan yang lain nya.
Arti pun mulai memetik gitar nya.
- Lintang sing ono ing wengi
- Gawe kangen ati
- Ati sing tansah Nandang kasmaran iki
- Endahe esemu gae bungahe atiku
- Mong sliramu pepujaning atiku ....
- Ning awan Katon netramu
- Ing saben wengiku
- Keroso ing sumilire angin ndalu
- Sliramu duh kang mas
- Sing dadi memani e kalbu
- Mong sliramu sing ono ing atiku
- Aku kangen sliramu
Arti begitu menghayati setiap bait yang dia nyanyikan, Memasuki Reff nya Arti menarik nafas panjang, matanya menerawang jauh kedepan kemudian menutup matanya dan meneruskan bernyanyi.
- Ning angin tak titipke
- Roso kangen marang sliramu
- Nadyan batin pengen ketemu
- Amung biso nyawang fotomu
- Abote mendem kangen
- Kangen sing neng jero dodoku
- Gedene tresno iki among tak simpen
- Neng jero ati
Jreng jreng jreng
Arti kembali menyanyikan lagu dari awal dan di ikuti Suara Galon yang di tabuh Sekar juga Panci panci dan ember yang di pegang Bella, Nadia, Rendy, Dika dan Rangga.
Akhirnya mereka Dangdutan lagu Lintang ati dari Nella kharisma. 😂
"Ho'a Ho'e" Teriak Sekar.
"Tarik mang," Teriak Dika.
"Hahahaha," mereka semua tertawa sambil bernyanyi menghilangkan rasa yang mengganjal di hati.
'Aku tau pasti masih berat buat mu Ar, tapi aku juga tau kamu pasti akan segera mendapatkan kebahagiaan mu lagi, Cepat atau lambat.' Batin Sekar.
'Semangat terus ya Mbak, Nadia yakin pasti mbak bisa melupakan mas Daffa, dan Allah pasti akan memberikan jodoh terbaik buat mbak Arti'.' batin Nadia.
'Meskipun lo sama ngeselinya kaya Sekar, tapi gue juga udah anggep lo adek gue Ar, Gue dan Satya sayang sama lo.' Batin Rendy
'Arti, gue tau lu lagi nutupi kesedihan lo tapi gue yakin sebentar lagi bahagia lo pasti akan datang, Kami semua ada sama lo Ar.' Batin Bella.
'Bee, aku merindukan mu, Apakah kamu masih mengawasi ku dari sana? Semoga kamu bahagia disana ya bee, doakan aku juga agar bisa bahagia dan kuat menjalani hari hari tanpamu.' batin Arti sambil menatap langit lepas.
"Eh eh, jam 12 kurang 15 nih siapin kembang apinya." Teriak Sekar Heboh.
Akhirnya mereka semua kocar kacir karena lupa menaruh dimana kembang api yang tadi sudah di beli nya.
23:58 Mereka baru menemukan Kembang api nya dan saat mau menyalakanya mereka kembali sibuk mencari korek api.
"Aaaahhh Kacau kacau kenapa jadi begini sih, buru ah mana koreekk." Teriak Sekar.
"Lah tau siapa yang bawa korek, buruan" Teriak Bella.
"Eh bang Ren korek lu mana buruan elah."
kata Sekar.
"Gue mana ada korek, ngerokok aja kagak," kata Rendy.
"Dika, Rangga Korek mana?" tanya Sekar.
"Ini juga lagi nyari tadi buat nyalahin api unggun sama pemanggang lupa naroh." kata Rangga.
Kehebohan mereka mengalahi kehebohan kembang api di luar sana.
Akhirnya mereka berhasil menyalakan kembang api di menit ke 3 tahun 2024.
Duaaarrrr
Duaaarrr
ctaaaakk Duaaarrr
Suara kembang api begitu meramaikan seluruh kota malam ini, namun entah mengapa Hati Arti masih sepi di tengah tengah keramaian yang ada.
"Happy New Year , Welcome 2024" Teriak Sekar, Bella, Arti dan Nadia. mereka tak peduli dengan para tetangga toh para tetangga juga pada ngeramein malam pergantian tahun kok. 😂
---Bersambung--