Penulis : Black Fanter
Genre. : Web novel , romance , Rebirt , Transmigration , Drama , Genius Girl , Harem , School .
Status. : Ongoing
Seorang Mahasiswi pasca sarjana dilahirkan kembali menjadi tokoh figuran dunia Otome Game , siapa sangka di saat nafas terakhir nya dia mengingat kembali ingatan masa lalu nya . Keinginan dulu belajar dan menjadi kaya , karena sekarang dia kaya dia hanya perlu belajar .
Dia selalu mencoba menjauh dari FL maupun ML bahkan Bos penjahat , akan tetapi mengapa mereka begitu lengket pada nya . Tokoh antagonis mengarah kan kebencian nya pada nya bukan pada FL , para bos penjahat tidak membiarkan hidup nya berdamai . Mereka menggali rahasia yang tersembunyi pada nya , mengorek satu demi satu rahasia yang tersembunyi dari nya . Di tengah-tengah misteri kelahiran , bos penjahat itu berubah menjadi anjing penjaga nya. Mereka tidak membiarkan nya hilang sedetik dari pengawasan mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BLACK FANTER, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
...Volume 1...
...Bab 1...
...Suara Hati...
Keempat orang itu menatap Kepergian Risa dengan hampa .
" Em ayo kembali Rika ! " Pinta Kaila
Rika mengangguk dan pergi bersama Kaila , kini hanya tersisa dua orang di sana .
" Hiss gadis itu selalu terluka di saat dia pergi "
Louis menatap Keith tenang dan tidak ada Fluktasi di wajah nya , kali ini ia sangat paranoid dan gegabah .
" Itu bukan urusan kita " Nada Louis malas
Di bibir Keith terdapat senyum tipis , dia terus memandangi ke arah jalan dimana pergi nya Risa .
" Hasil tes itu akan keluar hari ini , apakah kamu mau ikut Louis ? " Tanya Keith
Louis menggeleng " Tidak ! "
Keith cemberut " Mengapa ? , Kamu akan pergi kemana memang nya ? "
Louis diam dan mengabaikan perkataan Keith , dia memilih untuk pergi dari pada meladeni anak nyenyel ini .
" Li kamu mau pergi kemana sih ? , Tunggu aku Louis . Brengsek tunggu aku ! " Ucap Keith kasar
Ruangan Kepala Sekolah
Di saat Risa masuk ke ruangan itu , dia melihat berbagai furniture dari negara timur atau pun barat . Barang-barang itu tersusun rapi di dalam lemari kaca , kali ini ruangan itu bergaya istana lampau dengan cat emas dan gelap . Perpaduan warna itu menyatu padu dengan perlengkapan di dalam ruangan .
Risa menatap kursi yang kosong .
" Kemana pergi nya Pak tua itu ? "
Risa memilih mengambil tempat duduk lada kursi kepala sekolah ,Risa duduk dan melipat kedua kaki nya lalu mengambil ponsel nya . Dia membuka kotak telepon dan mengklik nomor ' Pak Tua ' .
Bip ... Bip .. BIP ...
Namun tahu nya tidak ada jawaban nya , bibir Risa mengerut . Dia menatap ke arah laci dan berdiri , mencoba mebacari set minum teh . Setiap dua bertenu dengan pak tua itu dia akan selalu meminum teh , Risa membuka laci pertama dan kedua namun tidak menemukan nya , setelah laci ketiga dia baru menemukan nya .
Risa menuju je arah dapur kecil , di ruangan kepala sekolah tersedia tempat tidur beserta dapur kecil , bahkan kamar mandi pun ada di sana .
Risa tengah memasukkan air ke dalam pemanas air , dia menunggu sebentar sambil memainkan ponsel nya .
Air itu mendidih , Risa mematikan alat itu lalu membawa nya pergi ke luar . Risa mengambil beberapa teh bubuk beserta alat saring , setelah Risa menuang-kan bubuk teh ke penyaring kini ia menuangkan air panas , Risa mengaduk-aduk nya dengan sendok perak kecil , Risa juga menambahkan gula batu .
Risa kembali duduk di kursi kepala sekolah dan dengan santai menyeruput teh milik nya .
" Slurp "
Risa memejamkan mata nya dan meletakkan teh di tangan nya pada meja .
" Tuk "
Risa membalik kursi itu dan menghadao ke jendela , dia menatap pemandangan luar dari lantai dua . Karena bulan ini ialah musim semi , banyak sekali bunga yang bermekaran dan bau harum bunga dapat dengan tercium .
Knok knok
Namun ketenangan Risa terganggu akibat suara ketukan pintu , Risa pikir itu ialah pak tua yang kembali jadi dia dengan malas berkata .
" Pak tua kami kembali , sangat lama kamu membuang waktu ku saja . Cepat apa yang ingin kamu tanya kan ! " Risa berbicara cukuo panjang dan langsung ke point inti nya
Namun karena orang itu diam dan tidak menjawab perkataan-nya , Dia ragu dan membalikkan kursi nya . Mata nya ter-belangak ternyata orang yang masuk bukan lah pak tua itu , melainkan seorang laki-laki dengan Surai keemasan .
Mata keemasan itu menatap nya dengan penuh tanda tanya , setiap tatapan nya menyapu diri nya dari kepala hingga kaki .
" Maaf junior buat apa anda di ruang kepala sekolah ? " Tanya nya dengan senyuman tipis
Risa menatap laki-laki itu dengan acuh , wajah nya kembali datar dan acuh . Risa dengan tenang menyeruput teh nya , dia meletakkan nya kembali lalu menatap ke arah laki-laki dengan Surai keemasan .
" Sedangkan anda untuk apa datang kemari ? "
Risa bukan nya menjawab pertanyaan laki-laki Surai emas itu , ia malah balik bertanya .
Laki-laki bersuarai emas tidak marah , dia malah tersenyum semakin lebar .
" Saya di sini mencari kepala sekolah karena ada beberapa urusan , saya harus meminta persetujuan untuk festival mendatang " Dia tersenyum dan menjelaskan alasannya kedatangan nya .
Risa berdiri dan bibir nya menarik senyum simpul .
" Silahkan duduk ! Sebagai tuan rumah tidak enak membiarkan tamu kita terlalu lama berdiri "
Laki-laki itu juga duduk di sofa dan berhadapan dengan Risa , Risa sibuk menyiapkan teh untuk laki-laki bersurai emas itu .
" Silahkan ! "
Laki-laki bersurai emas itu mengangguk dan meminum teh .
" Teh nya enak dan Seperti-nya kamu mencampur-kan mint di dalam nya , rasa mint tidak sekuat teh nya tapi rasa yang segar dari mint tidak hilang , saya pikir rasa nya akan pahit atau aneh tapi ini enak " Dia tersenyum senang
Risa hanya mengangguk sebagai tanggapan , namun pikiran nya sedang menelusik ke lain hal . Ternyata pak tua itu memanggil nya kemari pasti untuk ini .
" Apakah junior tahu kemana pergi nya kepala sekolah ? " Tanya laki-laki bersurai emas
Risa menggeleng " Entahlah ! , Pak tuan itu entah pergi kemana "
Laki-laki bersurai emas itu menatap Risa dengan minat yang aneh , ia merasa sangat familiar dengan gadis di depan nya . Tapi dimana ia melihat nya ya , dia merasa ada suasana akrab di sini . Dia mengingat Risa di saat melihat gadis di depan nya ini , namun sifat nya sangat berbeda . Risa itu dingin dan berbicara sedikit dan singkat , tapi gadis ini acuh dan berbicara sedikit menjengkelkan tapi dia masih menjawab bila di tanya , Dan dari tampilan sudah jauh berbeda seperti nya dia merindukan gadis bertopeng itu bagaimana kabar nya ya .
" Apakah urusan anda sudah selesai ? , Bila sudaj silahkan pergi ! " Ujar Risa tanpa rasa bersalah
Laki-laki itu tersenyum kaku , apakah dia di usir sekarang ini . Dia belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya , laki-laki itu menatap Risa dengan tatapan aneh .
Sebelum dia pergi , dia mencium aroma manis di udara . Laki-laki bersurai emas itu menatap Risa lagi , kali ini dia menatap ke arah leher Risa yang di balut . Tapi gara-gara gesekan luka di leher Risa seperti nya terbuka , laki-laki Surai emas itu entah mengapa merasa lapar . Dan di hati nya terus berkata .
" Mendekat dan gigit leher gadis itu lalu hisap lah "
Suara di hati nya terus bergema dan dia tidak tahan lagi , namun dia di bangun kan dengan suara kesal gadis itu .
" Mengapa diam cepat pergi ! " Pinta Risa
Risa berdiri dan menuju kursi kepala sekolah , laku dia duduk kembali . Risa membalikkan kursi itu lagi dan membelakangi laki-laki dengan Surai emas itu , ia acuh dan tidak peduli apapun tanggapan laki-laki itu pada nya .
Sedang laki-laki itu juga telah sadar , dua langsung pergi keluar dari ruangan itu karena tidak ingin berlama-lama takut suara di hati nya membuat nya goyah .
Klik
Pintu tertutup , Risa berbalik dan menatap ke arah pintu dia tersenyum menyeringai .
" Hmp kejadian yang sama lagi terulang , sebenarnya apa kamu itu ya ? . Hiss aku harus berhati-hati agar tidak mengalami luka berdarah , jika tidak ini .... Sangat bermasalah "
Sementara laki-laki dengan surai emas itu berlari dengan liar di koridor yang sepi , koridor itu sangat panjang . Dada laki-laki bersurai emas itu berdetak dengan cepat , dia berlari kencangkan hingga dia samai di ruangan milik nya .