"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke kantor Devan
Kembali pada Siska dan Alex, mereka telah selesai sarapan pagi ,lalu mereka berangkat kembali ke kantor mereka.
"Siska tolong siapkan semua dokumen untuk kerjasama bersama perusahaan xxxx" Alex memberi tahu Siska , Siska sedikit terkejut mendengarnya itu adalah nama perusahaan Devan, apakah mungkin dia akan kembali ke sana ?
Dirinya takut jika membuat Devan marah apalagi jika seandainya Devan tidak menyetujui kerjasama dengan perusahaan Alex karena dirinya? Dia merasa sudah banyak membuat orang lain menderita ia takut akan kembali membuat Alex terlibat masalah.
"Bisakah kau menyuruh yang lain Alex?" Siska mencoba bertanya kepada Alex masalah kerja sama ini.
"Memangnya kenapa?"
"Tenanglah jangan takut apa yang sedang kau pikirkan?" Alex memandang Siska dia tau kalau itu perusahaan Devan , tapi ini juga bagian dari rencana nya, membuat Devan menolak kerja sama dengan perusahaan nya membuat Siska merasa berhutang Budi ke padanya, membuat Siska tak berani beranjak pergi darinya karena rasa bersalah nya.
Alex terus terusan mencoba merusak hubungan Devan dengan Siska apapun itu, bahkan dia tidak hanya bisa mengandalkan Ladya saja dirinya juga harus berusaha sendiri.
Siska menggelengkan kepalanya,dia tidak ingin menceritakan apapun pada Alex
"Kalau begitu apakah kita bisa berangkat sekarang?" Tanya Alex yang melihat Siska menggelengkan kepalanya.
"Hah? Sekarang? Apa tidak terlalu cepat?" Siska sama sekali belum siap bertemu lagi dengan Devan apalagi kejadian yang dia alami pagi hari ini, sikap Devan yang sangat dingin kepadanya yang membuatnya enggan bertemu dengan Devan lagi akan tetapi entah kenapa Siska juga tidak ingin pergi jauh dari Devan.
Dirinya lebih memilih menderita di dekat Devan dari pada pergi jauh dan merasakan kebahagiaan surga tanpa Devan, meski kadang dia merasa lelah dengan sikap Devan tapi dia masih berharap Devan bisa kembali lagi seperti dulu.
"Ini sudah waktunya Siska, ayo berangkat" Alex menggandeng tangan Siska, baranjak pergi menuju perusahaan Devan.
Sesampainya di kantor Devan. Alex dan Siska langsung menemui resepsionis dan segera bertemu dengan Devan, Reyhan yang melihat Alex dan Siska datang memikirkan sebuah ide, dia lalu menghampiri mereka berdua.
"Hay Lex " sapa Reyhan
"Hay Rey, kenapa kau ada disini?" Tanya Alex yang tidak tau kalau Reyhan sudah menjadi sekertaris Devan
"Kau belum tau? Aku ini sekertaris CEO" kata Reyhan bangga, Siska yang mendengar nya merasa lega, karena Devan tidak mencari wanita untuk menggantikan posisi nya.
"Oh iya....kau ingin bertemu Devan? Dia sedang tidak ada di kantor kau bisa membicarakan hal ini dengan ku" Reyhan berbohong pada Siska dan Alex dia tau kalau emosi Devan juga masih belum stabil bagaimana kalau Devan melihat Siska datang dengan Alex , bisa-bisa semua karyawan di pecat olehnya.
"Baiklah ayo...kita mulai" Alex merasa kecewa, rencananya membuat Devan cemburu gagal
Siska bingung dan berpikir di mana Devan sekarang? Tidak biasanya jam kantor dia pergi.
"Baiklah....kita bicarakan berdua saja"
"Suruhlah asisten mu menunggu di ruangan ku, sudah ada beberapa dokumen yang harus di perhatikan sekertaris mu di sana" suruh Reyhan pada Alex.
"Kalau begitu saya permisi tuan" kata Siska karena mungkin saja Reyhan memang sudah menyiapkan dokumen di sana.
"Apa kau sudah tau ?" Tanya Reyhan basa-basi, Siska tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Alex dan Reyhan.
Setelah itu Reyhan pergi bersama Alex menuju ruang miting, namun sebelum itu Reyhan sempat mengirimkan Devan pesan.
"Dev, datang keruangan ku segera, ada hal menarik" tulis Reyhan.