Rendy Jonathan Dirgantara seorang pengusaha muda yang sangat sukses, memiliki seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi yang bernama Adinda Sherra Dirgantara.
Adinda adalah seorang mahasiswi cantik jurusan kedokteran semester 1, di usia dia yang masih muda, dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari Dokter terbaik di Asia.
Suami Adinda juga mengajar sebagai Dosen di kampus Adinda, dan dia juga di kenal sebagai pewaris satu satunya kampus tempat Adinda kuliah.
Kehidupan rumah tangga yang harus di sembunyikan dari halayak publik, karena suami adinda adalah Dosen dan Dokter yang sangat populer dan memiliki banyak sekali fans fanatik. di tambah usia adinda yang masih sangat muda untuk menikah, jadi kesepakatan mereka adalah menutupi status mereka sebagai suami istri saat berada di kampus, dan bersikap selayaknya dosen dan mahasiswa nya.
Sebelum membaca novel ini, di anjurkan untuk membaca novel ku dulu yang berjudul IBU UNTUK PUTRAKU, karena ini adalah kelanjutan dari novel tersebut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Arjuna dan ariel, menjadi mahasiswa paling populer difakultasnya, banyak sekali mahasiswi baik yang senior ataupun seangkatan ingin dekat dengan mereka. Karena di lihat dari penampilan mereka, mereka selalu menunjukan kekayaan yang mereka miliki mulai dari barang barang bermerek sampai mobil mewah yang di fasilitasi sama orang tua mereka.
Walaupun banyak sekali perempuan yang ingin menjadi pacar mereka, tapi aarjuna dan ariel selalu menutup diri dan tidak ingin dekat dengan mereka, karena mereka tahu kalau para perempuan itu hanya ingin dengan harta yang mereka miliki, dan rata rata tidak ada yang tulus.
“jun... ikut gue ke toko buku dong.... loe sendiri belum beli juga kan, mending bareng deh....” ucap ariel yang mencoba mengajak arjuna, karena arjuna jika tidak di paksa maka dia sangat susah untuk di suruh beli
buku sendiri
“nanti aja loh riel.... gue mager banget ini.... atau bagaimana kalau kita pinjam sama kakak tingkat aja, pasti mereka dengan senang hati mau ngasih kita pinjam buku nya” jawab arjuna yang tidak mau ambil ribet
“kebiasaan banget sih loe jun, kalau loe gak mau pergi , gue tinggal ini yah... dan gue tidak akan pinjamin loe buku, dan nanti kalau loe di hukum gue juga tidak mau ikut campur
“wahhhh gitu banget... kita kan selalu bersama riel.... kenapa loe jahat banget sama gue” jawab arjuna
“yah habisnya loe yang males, suruh beli buku aja males apa lagi di suruh membaca jun. Yah udah ini loe ikut atau tidak, kalau tidak sih terserah loe aja” ucap ariel sambil mengambil kunci mobil mewah nya
“oke ...oke.... gue ikut, gitu aja ngambek loe..... lama lama kayak ibu asrama loe nanti, suka ngambek gak jelas...” jawab arjuna sambil merapikan dirinya di depan kaca
“sialan loe... ayo buruan... jangan pakek lama...” ucap ariel sambil narik tangan arjuna
Mereka berjalan keluar asrama menuju parkiran mobil mereka, kali ini mereka menggunakan mobil ariel, saat mereka berjalan banyak sekali mata yang memandang mereka dengan kagum dan terpesona, mereka juga
terkadang memanfaatkan hal itu dengan tebar pesona, sehingga seakan akan tidak ada lagi laki laki tampan selain mereka.
“lihat deh... semua mata tertuju pada kita semua, padahal menurut gue banyak loh senior yang lebih tampan di banding kita” ucap ariel
“iya sih.... banyak yang lebih tampan, tapi di mata mereka kita lah yang sangat tampan, dan apalagi di tambah dengan mobil mewah milik kita, dan barang barang mahal yang kita pakai... siapa sih yang gak mau jadi pacar kita” jawab arjuna dengan bangga
“yahh sana loe aja, buruan cari pacar, kalau gue pingin fokus dulu sama kuliah, gue belum tertarik untuk pacaran hemmm”ucap ariel dan dia langsung masuk kedalam mobil mewahnya
Mereka langsung berangkat untuk ke mall buat membeli buku, karena mereka ingin sekalian nongkrong, setelah beli buku.
******
Adinda sampai di kampus dan dia langsung masuk ke dalam asrama, dia sengaja tidak ngasih tahu teman temannya kalau dia akan pulang ke asrama.
“Assalamualaikum.....” ucap adinda saat membuka pintu
“Waalaikum Salam... Ahhhh Adindaaaaa...” teriak teman teman adinda di dalam kamar Mereka semua langsung berpelukan, antara satu dengan yang lainnya... sambil terus bilang kangen, kangen dan kangen.
“din... jahat banget... kenapa baru sekarang sih main ke sini nya, katanya dulu bakalan sering main ke sini tapi ini sudah satu minggu lebih tidak pernah ada kabar” ucap jihan
“iya han... maaf yah... nanti bakalan aku ceritakan sama kalian semua, yah sudah kita langsung masuk ke dalam kelas yah... nanti kita telat bagaimana, dan setelah kelas pertama aku bakalan traktir kalian di kantin trus kita cerita cerita bareng” jawab adinda dan teman temannya setuju semua.
“yah sudah ayo kita pergi sekarang...” ucap icha
Mereka semua berangkat bersama ke kampus, kini mereka berjalan bersama sambil senyum senyum karena memang ini pertama kalinya mereka full team, biasanya mereka berjalan tanpa adinda, karena memang semenjak
menikah adinda sudah pindah ke rumah reno, dan dia tidak pernah main ke asrama lagi.
Setelah mengikuti kelas pertama, kini mereka berangkat ke kantin untuk makan dan ngobrol tentang banyak hal. Ada beberapa hal yang ingin adinda bicarakan dengan teman temannya, dan adinda juga ingin mengenalkan teman temannya itu pada keluarga besarnya.
“kalian mau makan apa terserah... aku akan traktir kalian semua sampai kalian kenyang, atau kalau kalian mau bungkus juga tidak apa apa, asal di makan” ucap adinda pada ke tiga sahabatnya
“yakin ni... beneran kita boleh ambil apa aja, nanti kamu jangan kabur yah din... awas kamu kalau sampaikabur,” ucap icha yang memastikan
“iya tenang aja kali cha, gak mungkin aku bohong sama kalian... buruan sana ambil makanannya... sebelum aku berubah fikiran yah..” jawab adinda
“oke oke.... kalem dong din.... kita juga tidak akan melewatkan kesempatan ini, jadi kita mau pesan dulu makanannya yah” ucap jihan
“oke... sekalian aku pesenin yang sama kayak kalian yah, atau menurut kalian enak yah tidk apa apa kalau tidak makanan yang biasanya aja deh” jawab adinda
Mereka pergi memesan makanan, dan meninggalkan adinda sendirian. Tiba tiba ada angel yang datang menemui adinda, dan dia ingin ngomong sesuatu yang penting pada adinda.
“dinda...” panggil angel sambil bercak pinggang di depan adinda
“kak angel... apa kabar, lama kita tidak bertemu” jawab adinda dengan santai
“gue ingin ngomong sesuatu yang penting sama loe, ikut gue sekarang”ucap angel sambil narik tangan adinda
“ehhh tunggu tunggu ... emang mau kemana kita, kalau mau ngomong yah di sini saja, ngapain harus pergi sih... kalau kakak ngomong nya tidak teriak, aku yakin tidak akan ada yang mendengar pembicaraan kita, jadi tidak perlu kemana mana” jawab adinda, yang sudah tidak mau cari masalah lagi
“kenapa.... takut loe, pengecut banget sih loe....” ledek angel pada adinda
“ehhmmm terserah kamu mau ngomong apa, kalau kamu butuh aku yah berarti terserah aku dong mau ngomong di mana, kalau kamau tidak mau yah itu juga terserah kamu, kan bukan aku yang rugi” ucap adinda sambil duduk kembali di bangkunya
“lihat aja loe... tunggu pembalasan gue. Gue bukan orang yang mudah menyerah begitu saja, dan gue akan melakukan apa saja yang bisa membuat gue meraih kemenangan mutlak.” Ucap angel yang langsung pergi meninggalkan adinda
Adinda yang mendapatkan ancaman seperti itu dia hanya bersikap santai dan merasa tidak pernh terjadi apa apa, karena angel bukanlah lawan yang sebanding untuk adinda.
(aku masih sabar sama kamu yah kak angel, kalau aku kerahkan semua kekuatan ku... aku yakin kamu akan kaget dan minta ampun sama aku) suara hati adinda.
gpp.. pelan2 aja. blh author review kmbli ceritanya Dr awal shg bs ketemu selah bt nerusinnya. apalg klo ide-idenya kemudian bermunculan satu per satu.
sehat dan sukses selalu ya thor