Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.
Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.
Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?
Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Masakan Sang Ibu
Sibuk sekali hari ini, kalian tahu apa penyebabnya? hah Shella kan datang? wah pasti seneng ya.. tapi itu hanya mimpi.
Semalam sibungsu memberi kabar lewat akun sosial mediaku bahwa hari ini dia akan berkunjung bersama suaminya, sekalian nemuin Hana juga kangen katanya. Dia ini berbeda dengan kakak-kakaknya, kalau mau kesini pasti ngabarin dulu jadi aku bisa menyiapkan suguhan untuk kedatangannya.
Kusiapkan hidangan terbaikku hari ini, makanan kesukaannya yaitu ayam bakar kecap pedas. Dari dulu dia sangat suka makanan yang satu ini. Andai Shella juga mau datang pasti formasi akan lengkap tapi dia masih menghilang...
"truk truk truk" ku mulai ulek bumbu pelengkapnya
Pagi-pagi sekali, karena aku harus membagi waktu untuk melayani pelanggan toko juga, Dimas kadang kewalahan kalau cuma sendirian maklum toko mulai rame kembali karena sebentar lagi masuk bulan puasa dan lebaran.
"Mahh... ember ukuran sedang berapa ya?" teriak Dimas dari arah toko
"22.000 yah..." jawabku berteriak dari dapur
Duh pagi-pagi udah ada yang beli kelontongan aja, Dimas memang kurang hafal tentang harga barang karena aku yang biasa belanja dan memberikan harga.
Membuka toko yang serba ada, pelayan hanya berdua dan kami sepakat untuk tidak mengangkat pegawai karena alasan tertentu jadi terkadang pekerjaan rumah terabaikan, sekalinya ada tamu langsung beres-beres biar gak berantakan. Yah begitulah resiko orang dagang.
Aku masuk kerumah Sendi ..
"Ckrekkkk" kubukakan pintu ternyata mereka sedang santai menikmati secangkir kopi dan teh hangat
"Ci bantu mama masak yuk.. Selvi mau kesini nanti kita makan bareng" ajak ku pada Cici
"Oh ayo mah, kirain gak bakalan ada tamu jadi Cici ngeteh santai aja pagi-pagi mumpung Hana masih bobo" jawabnya
"Gak apa-apa Selvi juga siangan kok kesininya"
...***...
Untung Hana sedang tidur jadi ibunya bisa membantuku yang sibuk sendirian didapur.
Tak lama kemudian suara motor terparkir didepan rumah, pasti itu Selvi dan ku lihat dari balik jendela ternyata benar itu dia.
"Assalamualaikum, sehat mah?" Selvi turun dari motor dan mecium tanganku begitupun dengan suaminya
"Waalaikumsalam, sehat sayang! kamu gimana disana betah?" tanyaku yang senang melihatnya datang
"Alhamdulillah betah mah, lingkungannya juga enak jadi gak ada masalah walaupun sering ditinggal kerja sendirian " ujarnya sambil membuka helm dan sepatu
"Yuk masuk kedalam, masa ngobrol disini" aku mengarahkan mereka keruang tamu
Cici dan Sendi menyapa mereka dan menemaninya ngobrol. Kulihat mereka begitu asyik tertawa entah apa yang mereka bahas sampai sesenang itu. Dimas ikut bergabung dan berbaur ditengah keseruan mereka dan aku datang membawakan beberapa cemilan.
"Wah... mama kaya ketamu aja pake disuguhi segala" ujar Selvi basa basi
"Ah biasanya juga seneng dikasih cemilan sama mama" kata Sendi menggodanya
"Ihh... aa, jangan gitu dong kan lagi jaim nih ada suami" jawabnya sambil tersenyum malu
Mereka saling mengejek dan aku hanya tersenyum melihatnya. Selalu terbesit dalam benakku jika saja Shella ikut bergabung dan akrab dengan mereka aku pastikan dia tidak akan kesepian bahkan tidak akan menjauh dariku seperti sekarang. Aku hanya terus berandai-andai yang faktanya semua itu tak berpihak kepadaku.
"Mama udah selesai masak, yukk makan bareng pasti udah pada lapar juga kan!"
"Mama tahu aja apa yang ada difikiran Selvi" Sendi menggodanya lagi
"Ihhh apaan sih kak, kelamaan gak ketemu ya jadi ceritanya kangen gitu udah lama gak usil" balas Selvi menjulurkan lidah seperti anak kecil
Mereka menuju ruang makan..
"Wah kayaknya enak nih!" kata Selvi yang melihat hidangan makan siang yang ku sajikan dimeja makan
"Pasti enak dong masakan mama gak usah diragukan lagi" kata Sendi memuji
Kurespon mereka dengan senyuman kembali.
Cici tidak ikut makan karena harus gantian dengan Sendi memegangi Hana, sementara kami yang tengah asyik dimeja makan dengan berbagai cerita membuat suasana rumah semakin hangat.
Aku bersyukur memiliki mereka yang selalu memprioritaskan keluarga dan menyayangiku.
BERSAMBUNG....
Terimakasih kepada para reader yang telah bersedia membaca tulisan ini!
semoga banyak hikmah yang dapat diambil dan jangan lupa sertakan like, komen yang mendukung untuk author ya... terimakasih 💕💕😊
Salam kenal 😉💐
mampir juga di karyaku
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅