Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 29
*Dikampus nyenangin dirumah nyebelin, Nana seolah jadi pribadi yang berbeda dan Marcel tau apa itu alasannya.
Rena.. Mengingat nama itu, Marcel jadi pusing, belum lagi soal pekerjaan yang menumpuk membuat Marcel tambah sakit kepala*.
•••
Harus bagaimana yang ia lakukan.. Supaya Rena berhenti mengganggunya dan Nana kembali seperti semula, menjengkelkan tapi setidaknya tidak semenjengkelkan saat ini.
Langkahnya terhenti tak kala melihat Nana dilantai dua gedung D, sedang berjalan menuju tangga tapi kemudian berhenti untuk melihat hape ditangannya, Nana terlihat akan menelepon seseorang.
Marcel pun menghapirinya tapi kemudian terhenti oleh bunyi Hapenya. Ternyata diseberang sana mencoba menelponnya.
Marcel pun menjawab telponnya sambil melihat kearah Nana yang sepertinya tidak menyadari keberadaannya yang tidak jauh dari tempat Nana berada.
"Ada apa Naya." Sapa Marcel tanpa basa basi.
"Kebiasaan Mas, tiap di telpon gak ada basa basinya. Dikasih salam kek biar ada manis-manisnya." Keluh Nana terhadap jawaban Marcel ditelpon. Dan hanya dijawab singkat oleh Marcel.
"Tuhkan hm.. Mulu." Protes Nana.
"Iya Naya Kirana Tania istri Mas yang paling bawel." Jawab Marcel dengan cerewet.
"Bawel tapi cantik dan manis kan Mas." Ucap Nana dengan pede.
Marcel melihat ekspresi Nana saat mengucapkannya, lantas ia pun tersenyum, "Iya iya." Jawab Marcel.
"Naya izin pulang telat ya Mas, mau ngerjain tugas dirumah teman."
"Loh kok dirumah teman biasanya keruangan Mas?" Tanya Marcel agak kecewa lalu menghembuskan nafasnya agak kasar, pupus deh harapannya mau bersama Nana terus.
"Mmm.. Tugasnya kelompok Bossque." Jelas Nana lembut dan hal itu membuat Marcel bingung pasalnya Nana berubah jadi manis.
"Baiklah tapi benaran ngerjain tugas ya, Jangan neko-neko." Peringat Marcel.
"Iya Bossque, sayangku, suamiku, udah dulu ya bye.." Ucap Nana menutup telpon lalu melangkah turun dari tangga tapi masih dalam pengawasan Marcel dan Nana belum menyadari keberadaannya.
Marcel yang menderngar ucapan Nana terakhir Nana ditelpon membuat hatinya berdesir serta jantungnya berdebar hingga sekilas senyumannya ia perlihatkan dibibirnya.
Perasaan seperti ini kerap kali Marcel rasakan setiap kali Nana menggombal receh atau bermaajaan seraya merengek kepadanya.
Tepat di anak tangga terakhir Marcel akan melangkah, tapi ekor matanya melihat sesuatu yang menyita perhatiannya.
Marcel melihat Dion mahasiswa bimbingannya menghapiri lalu menyapa Nana.
Terlihat dari tempat Marcel berada keduanya terlibat perpincangan serius lalu kemudian Nana memeluk Dion dengan gembira.
Hal itu membuat Marcel Mengeram serta menggertakkan giginya, ia marah dan kecewa merasa dirinya barusan dibohongi oleh Nana.
Kalau saja ini bukan kampus sudah ia pukul kepala Dion yang berani memeluk istrinya dan Nana sudah diseretnya pergi dari sana.
Tapi kemudian Marcel memilih pergi menunggu Nana pulang ke rumah dan meminta penjelasan tentang apa yang dia dilihatnya.
Marcel akan menanyai lagi Nana saat sudah di rumah. Tentang alasan Nana memeluk Dion tapi Nana hanya acuh dan mengabaikannya bahkan kembali mengucap kebohongan.
"Kerumah teman ngerjain tugas" Hal itu sontak saja membuat Marcel kecewa, jelas ia melihat Nana pergi bersama Dion dan bukan mengerjakan pergi mengerjakan tugas.
Lalu Marcel bertanya dengan siapa?, tapi Nana masih berbohong juga, ia bilang dengan Deva tapi nyatanya Marcel lihat sendiri dengan mata kepalanya apa kebenarannya.
Pernikahan mereka memanglah Marcel yang merancangnya, terlihat seperti perjodohan tapi nyatanya dialah yang meminta pada orang tua Nana untuk segera mengizinkannya untuk menikahi Nana. Dan itu karna ia cemburu hingga takut Nana di ambil orang.
Dan sekarang Marcel juga cemburu.. Entahlah! Ia tidak suka adegan itu, sangat tidak suka.
Hal itu membuat Marcel marah terlebih lagi besoknya menguatkan dugaannya tentang hubungan Nana dan Dion sepertinya bukan hanya teman.
Nana beserta beberapa mahasiswanya tidak siap tugas, Marcel ingat bukankah kemarin Nana sendiri pamit kepadanya hendak mengerjakan tugas, tapi nyatanya sebaliknya. Kalau Nana mengerjakan tugas lantas mengapa tidak siap..
Hal itu membuat amarah Marcel tidak terkontrol lagi.
Marcel marah mengamuk mengusir semua mahasiswa yang tidak siap tugasnya keluar kelas terkecuali Nana tapi Nananya malah kabur keluar kelas dan tentu saja itu membuatnya sangat kecewa. Kemarin Nana membohonginya sekarang tidak menuruti ucapannya.
Flashback off. . .
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..