BACAAN 18+ Harap tidak dibaca oleh yang di bawah umur tersebut.
Pernikahan Saras yang indah berubah mengerikan karena suaminya Aidan ternyata seorang monster galak. Lebih parah lagi Aidan dan Papanya menyimpan rahasia kelam terhadap Mama Aidan. Tapi kenapa Saras yang hidup tersiksa akhirnya bisa meraih bahagia? Yuk, baca biar gak penasaran....
PERINGATAN: Beberapa tokoh di novel ini tidak biasa. Jangan baper dengan tingkah Aidan dan Papanya yang raja tega. Masih ada tokoh Nerissa, Jhon dan Emaknya Jhon yang rada gila tapi lucu. Baca sampai habis biar tau serunya Emak si Jhon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30. Pertunjukan Spektakuler Opera Aida
Aidan lantas menelpon papanya dari luar butik. Saras pun masuk ke dalam butik terkenal itu.
Wow. Saras terperangah dengan keindahan gaun dan aneka aksosoris di dalam butik Versace. Semua baju terlihat glamour dan indah. Khas gaya Versace yang keren. Tapi Saras bingung. seperti apa baju yang cocok buat dipakai nonton opera? Karena ia sama sekali belum pernah nonton opera seumur hidupnya.
“Saya mencari baju yang cocok buat nonton opera.” Kata Saras kepada pelayan butik.
Pelayan butik itu seorang gadis berambut lurus hitam pendek yang cantik. Saras sempat mengiranya adalah seorang peragawati saking cantiknya. Gadis berpenampilan modis itu segera membantu Saras memilih pakaian.
“Gaun malam yang cocok untuk menonton opera,” Katanya. Ia lantas memilihkan sebuah gaun mengkilat berwarna peach. “Istri mantan presiden Amerika pernah memakai pakaian ini dalam pestanya.” Ia menyebut Michelle Obama.
Memang indah sekali gaun itu. Tapi Saras terbelalak melihat harganya yang fantastis. Harga gaun itu 12.000 US Dollar. Kalau dikurs ke mata uang Indonesia nilainya adalah 169 juta rupiah.
“Saya rasa, saya mencari gaun malam yang tidak terlalu mewah.” Saras gak enak hati membayangkan membeli gaun seharga ratusan juta. Meski Aidan mungkin akan mengizinkan membelinya tapi Saras tak rela membeli gaun semahal itu.
“Oh, kami punya beberapa pilihan juga.” Si pelayan menunjukkan pilihan gaun malam yang lain.
Saras tertarik dengan sebuah gaun berwarna biru gelap. Ia sudah mencoba dan mematutnya di kaca. Saras suka baju itu. Harganya pun masih cukup fantastis, kalau dikurs sekitar 56 juta rupiah.
Aidan masuk ke dalam butik.
“Ini keren kan?” Saras memamerkan gaun birunya ke Aidan.
“Bagus sih. Tapi yang itu lebih bagus.” Aidan menunjuk sebuah gaun berwarna hitam dengan aksen silver kemilau.
“Ya. Ini pilihan gaun yang sangat cantik.” Gadis pelayan segera mengambil baju yang ditunjuk Aidan. Ia lantas membantu Saras mengenakan gaun indah itu.
Saras terpukau di kaca. Harus diakui gaun ini lebih mempesona dari gaun biru yang dipilihnya. Tapi ia melirik harganya dan merinding. Kalau dikurs pakaian ini harganya 110 juta rupiah.
Aidan sangat suka pakaian itu dikenakan Saras. “Kereennn…. Saya beli baju ini.” Aidan mengangguk ke gadis pelayan.
“Tapi sayang… Baju ini harganya di atas 100 juta.” Saras kini sengaja berbahasa Indonesia agar pelayan tak paham kalau ia protes ke Aidan.
“Sudah, ambil aja. Lagian aku yang beli.” Aidan santai menatap Saras. “Entar kamu pajang foto kita waktu nonton opera Aida di media sosial kamu. Biar teman-teman kamu lihat. Kamu istri Aidan Argajaya yang kaya raya. Dan kamu memang pantas pake baju Versace seharga seratus sepuluh juta!”
*
Baru kali ini Saras masuk gedung opera. Dan ia terpukau.
La Scala opera house di Milan, Italy adalah gedung pertunjukan tua yang besar dan megah luar biasa. Pengunjung yang datang menonton opera kesini biasanya hanya orang kaya dan banyak duitnya karena harga tiketnya super mahal.
Tak terlihat penonton opera yang datang santai pakai celana jins dan T shirt. Para penonton opera ternyata berpakaian rapi seperti layaknya orang hendak datang ke pesta atau pertemuan resmi. Dan Saras terbelalak melihat perancang Donatella Versace malam itu menonton opera Aida bersama beberapa model terkenal di Milan. Belum lagi para orang kaya dan terhormat yang hadir dengan baju mewah dan perhiasan mahal.
Aidan mengenakan jas hitam rapi. Ia memegang tangan saras yang mengenakan gaun versace hitam dengan anggun.
KLIK! KLIK! KLIK!
Aidan meminta tolong seorang gadis muda untuk memotret dirinya dan Saras di berbagai sudut gedung pertunjukan itu.
Pantas memang untuk berfoto di gedung pertunjukan terkenal ini. Bagian dalam gedung La Scala Opera House indah bak istana. didominasi oleh warna merah dan warna keemasan membuat gedung ini terlihat seperti seorang ratu yang anggun dan terhormat.
Harus diakui foto-foto di gedung opera itu terlihat mewah dan berkelas. Saras suka melihat dirinya dan Aidan mengenakan baju mewah di gedung yang sangat indah.
“Pajang di Instagram dan Face Bookmu. Pasti teman-temanmu kagum lihatnya.” Aidan berkata yakin.
Saras mengangguk.
“Eh, postingnya sekarang sebelum operanya mulai.” Perintah Aidan. “Aku pengen tau komen teman atau saudaramu melihat foto kita.”
"Oke." Saras mengikuti perintah Aidan. Ia mulai terbiasa jika Aidan berkata, maka ucapannya itu adalah sebuah perintah yang tak perlu dibantah.
Mereka lantas masuk ke dalam area pertunjukan karena opera baru dimulai setelah para pengunjung duduk rapi di kursinya.
Saras tak mengira bahwa Opera Aida, ciptaan Giseppe Verdi adalah sebuah pertunjukan spektakuler. Ia merinding menonton pertunjukan kolosal dan megah itu.
Sebagai drama yang dimainkan dengan nyanyian, Saras terpesona menonton kisah Aida yang kolosal. Semua pemeran opera ini tampil memukau. Dan pemainnya banyak sekali. Ada ratusan! Ramainya pemeran membuat panggung yang ditata megah dengan aneka set kerajaan mewah jaman dulu menjadi semakin hebat ditonton.
Para pemain opera bernyanyi dengan merdu dan lantang mendramatisasikan kisah Aida, putri kerajaan Ethiophia yang ditawan dan bekerja di istana Firaun.
Opera Aida berkisah tentang Aida yang menjalin cinta dengan Radames, ketua pengawal istana Raja Firaun. Tapi putri Firaun, Amneris yang suka pada Radames melaporkan kejadian itu pada ayahnya.
Kisah opera Aida berakhir sangat sedih. Ayah Aida mati ketika melarikan diri. Para pejabat dihukum mati
oleh Radames untuk dikuburkan di penjara bawah tanah. Amneris hanya dapat meratapi cintanya dan menyalahkan para penguasa yang kejam segala-galanya.
Dan akhir kisah Aida lah yang paling menyedihkan. Aida diam-diam menyelinap masuk ke dalam kubur dan menunggu di sana selama tiga hari hanya untuk menemui kematian dengan kekasihnya Radames….
Saras bertepuk tangan panjang kala pertunjukan empat babak yang berlangsung selama 2 jam lebih itu berakhir.
*
“Keren banget. Itu siapa?” Seorang karyawati kantoran bertubuh gembuk bertanya ke Arabella di jam istirahat kantor.
“Ini Saras, sepupu gua.” Sahut Arabella.
Saat itu jam istirahat di sebuah kantor distributor obat-obatan di kawasan Kuningan, jakarta Selatan. Kedua gadis ini tidak makan siang keluar karena sudah membawa bekal nasi dari rumah. Arabella sengaja membawa bekal sendiri karena harus mengirit gajinya. Sementara temannya bawa bekal sendiri karena ia sudah kegendutan dan kini tengah diet.
Arabella tengah membuka hand phonenya dan melihat-lihat Instagram Saraswati, sepupunya. Lalu temannya ikutan melihat.
“Gilaa beneer. Tajir melintir ya sepupu lo?” Si gadis gemuk kagum dan semangat melihat foto-foto instagram Saras. “Ini fotonya lagi shoping di Milan, jalan-jalan ke paris, Swiss. Busyet dah. Jiwa miss queen ku bergetar, jealous diriku melihat kebahagiaannya.”
“Suaminya yang tajir melintir. Sepupu gua sih orang biasa. Tadinya dia kerja kantoran kayak kita.”
“Wuiih, Coba gua yang jadi dia. Dapat suami ganteng, tajir, jalan-jalan ke Eropa. Hidupku akan jadi sempurna…”
Arabella tertawa kecil. “Gua sudah pernah ketemu suaminya. Dan gua gak jadi kagum.”
“Kenapa, Bel? Suaminya ganteng banget gini masa lo gak kagum?”
“Emang sih dia ganteng banget. Tapi gak tau kenapa, waktu gua lihat sorot matanya kok feeling gua orang ini jahat. Matanya dingin gitu lho. Kalau dia senyum sorot matanya tetap aja kelihatan dingin. Kayak kejam gitu.”
“Itu cool namanya, Neng Bella. Bukan kejam.” Si cewek gendut kepedean bicara. “Lo kadang kalo ngomong berdasar feeling penulis lo yang lebay. Masa orang ganteng begini dibilang kejam?”
Arabella tersenyum. Di sela-sela waktu luangnya kerja kantoran, ia memang hobi menulis cerpen dan novel untuk menambah penghasilan. “Iya juga kali ya. Gua terbawa insting sebagai penulis amatiran.”
Tiba-tiba hand phone Arabella bergetar. Ada telpon masuk.
Gadis itu berhenti membuka instagram di hand phonenya dan menerima telpon yang masuk. Nama penelpon tertera di layar hand phone itu. Bu Sukri.
“Ya Bu Sukri? Ini Bella.. Ada apa, Bu?” Arabella berkata ke penelpon yang rupanya tetangganya.
“Bella. Kamu harus cepat pulang. Ibu kamu jatuh dari kursi roda di halaman rumah. Kepalanya berdarah. Ini ibu kamu masih pingsan ditolongin tetangga…”
BERSAMBUNG…….
kui si emak ganggu wae.
sak.e cah cah.. lgi panas panass.e diganggu.. gek Rasane wiiih Ra karuan.. sabaaar yaa narissa.🤭🤭
sambil nunggu Boss Barton Up lagi 🤗🤗🤗
emang dl gak pernah gituan gitu??