Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.
Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 : Bayangan Yakuza yang Kembali
Kedamaian yang telah mereka nikmati selama bertahun-tahun ternyata hanya bersifat sementara. Di balik kejayaan dan keamanan yang tampak sempurna, benih kebencian dan dendam telah tumbuh diam-diam di negeri seberang.
Itu semua bermula dari seorang pria bernama Kenjiro Sato.
Dulu, saat Arkan masih memimpin organisasi kriminal yang keras dan kejam, Kenjiro adalah salah satu tangan kanannya yang paling ditakuti.
Ia adalah kepala cabang Asia Timur, seorang pejuang yang tangguh, cerdik, dan tanpa rasa belas kasihan.
Namun ketika Arkan memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya, meninggalkan dunia kegelapan dan membangun Arkan Group sebagai perusahaan yang sah dan adil, Kenjiro menolak untuk ikut berubah.
Ia memilih tetap hidup dengan cara lama: kekerasan, penindasan, dan kekuasaan yang didapat dari ketakutan orang lain.
Sejak saat itu, Kenjiro memisahkan diri dan membangun kekuatannya sendiri menjadi organisasi Yakuza terbesar dan paling berbahaya di Jepang dan seluruh Asia Timur.
Selama bertahun-tahun, ia menunggu waktu, menahan rasa sakit hati dan dendam karena dianggap tidak layak ikut dalam kehidupan baru Arkan.
Ia tidak hanya iri, tapi juga benci. Ia percaya bahwa Arkan telah mengkhianati mereka yang pernah berjuang bersama, dan sekarang waktunya untuk membalaskan dendam itu.
Hari itu, Arkan sedang melakukan perjalanan dinas sendirian menuju sebuah proyek baru di Jepang.
Ia tidak membawa banyak pengawal, hanya Damar yang berada di mobil di belakangnya, karena ia berpikir bahwa semuanya sudah aman dan tidak ada yang berani menyentuhnya lagi. Ia salah besar.
Saat mobil Arkan melintas di jalan pegunungan yang sepi, tiba-tiba dari segala arah muncul mobil-mobil gelap yang menghadang jalan.
Ratusan pria berseragam jas hitam dengan tanda Burung Gagak Hitam di lengan mereka turun dengan cepat, mengelilingi mobil Arkan seolah-olah mereka adalah pasukan bayangan yang muncul dari bumi.
Sebelum Damar sempat mengeluarkan senjatanya, jendela mobil Arkan sudah hancur oleh ledakan gas air mata yang membuatnya tidak bisa melihat atau bernapas.
"Tangkap dia!" teriak suara berat yang sangat dikenali oleh Arkan.
"Bawa dia pergi! Bawa Arkan ke saya, hidup-hidup!"
Itu adalah suara Kenjiro.
Sebelum Damar atau siapa pun bisa melakukan apa pun, Arkan sudah ditarik keluar dari mobil, disandung, dan dibawa pergi dengan cepat ke dalam helikopter yang sudah menunggu di atas bukit.
Mereka menghilang seketika, meninggalkan Damar yang terikat dan terluka, yang hanya bisa menyaksikan pemimpinnya diculik pergi tanpa berdaya sejenak.
. * * *
Saat berita penculikan itu sampai ke telinga Liora, suasana di markas utama menjadi tegang dan dingin seperti es.
Liora sedang duduk di ruang kerjanya saat seorang staf masuk dengan wajah pucat dan gemetar.
"Nyonya Liora... Tuan Arkan... Tuan Arkan telah diculik oleh kelompok Yakuza.
"Kami baru mendapat laporan dari kontak kami di sana. Dalangnya adalah Kenjiro Sato, mantan anggota organisasi Tuan Arkan dulu."
Liora tidak berteriak, tidak menangis, tidak menunjukkan rasa panik sedikit pun. Wajahnya yang biasanya lembut tiba-tiba menjadi kaku,
matanya yang indah berubah menjadi tajam seperti pedang yang terhunus. Aura lembutnya hilang sepenuhnya, digantikan oleh aura pemimpin tertinggi dari Unit Falcon yang paling ditakuti di dunia.
"Kenjiro..." ucap Liora dengan suara rendah namun berat, nama itu terucap seperti kutukan yang pasti akan terwujud.
"Aku sudah mendengar namanya, dan aku sudah memperingatkan Arkan berkali-kali. Dia tidak pernah menganggap serius ancaman dari masa lalu.
Dia pikir kebaikan dan hukum bisa mengubah hati orang yang sudah terbiasa hidup dengan kejahatan."
Ia berdiri tegak, lalu berteriak dengan suara yang bergema sekuat tenaga.
"Jack! Jordan! Damar! Segera berkumpul di ruang komando sekarang juga! Semua pasukan Unit Falcon bersiaga penuh! Waktu kita tidak banyak!"
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, seluruh pimpinan Unit Falcon sudah berkumpul.
Damar sudah kembali dan sudah mengenakan seragam lengkap, lencana Sayap Elang bersinar di dadanya,
wajahnya tampak lebih tegar dan siap bertarung dari sebelumnya. Jack dan Jordan berdiri di sisi Liora, siap menerima perintah.
"Komandan," kata Jack dengan suara tegas.
"Kami sudah menerima laporan lengkap.
"Kenjiro membawa hampir seluruh kekuatan Yakuza-nya. Dia menahan Tuan Arkan di benteng tua di pulau terpencil di laut Jepang.
"Dia menuntut agar Tuan Arkan menyerahkan seluruh kekayaannya dan kembali memimpin organisasi lama bersamanya, sebagai syarat keselamatan nyawa Tuan Arkan."
Liora berjalan mendekati peta besar yang menampilkan lokasi benteng itu.
Tangannya mengepal erat, kuku menancap kuat ke telapak tangan, namun suaranya tetap tenang dan dingin.
"Kenjiro membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya," ucap Liora perlahan.
"Dia berpikir bahwa dengan menculik Arkan, dia bisa memaksa kita tunduk.
"Dia tidak tahu siapa yang sebenarnya ada di belakang Arkan. Dia tidak tahu bahwa dia baru saja memicu amukan Sayap Elang."
Ia menoleh ke arah ketiga orang di depannya: Damar, Jack, dan Jordan.
"Dengar baik-baik," perintah Liora dengan otoritas yang tak tertandingi.
"Arkan adalah segalanya bagiku. Dia adalah suamiku, teman hidupku, dan satu-satunya orang yang kucintai di dunia ini."
"Tidak ada harga yang terlalu mahal, tidak ada risiko yang terlalu besar, untuk menyelamatkannya."
"Misi kita: Masuk ke benteng itu, hancurkan semua pertahanan mereka, dan ambil Arkan kembali."
"Tapi ingat aturannya: Jangan membunuh semua orang. Hancurkan kekuatan mereka, tangkap Kenjiro hidup-hidup, dan tunjukkan pada mereka bahwa siapa yang mereka law."
"Kami mengerti, Komandan!" jawab mereka berempat serentak, semangat mereka membara tak terhingga.
"Jack, kamu pimpin Unit 1, kamu tangani sistem pertahanan dan komunikasi mereka.
Jordan, kamu pimpin Unit 2, kamu pecahkan barisan mereka dari darat dan laut.
Damar..." Liora menatap Damar dengan tatapan bangga dan percaya diri.
"Hari ini adalah hari pembuktianmu. Kamu akan memimpin pasukan cadangan, masuk langsung ke pusat benteng, dan menyelamatkan Arkan."
"Tunjukkan padaku dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu sudah menjadi anggota sejati dari Unit Falcon."
Damar menunduk hormat, matanya bersinar penuh semangat.
"Siap, Komandan! Saya akan mengembalikan Tuan Arkan dengan selamat, atau saya tidak akan kembali sama sekali!"
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍