NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Siang hari di belakang gedung sekolah tempat biasa siswa - siswi memarkirkan sepeda motor mereka, aku bertemu Elma karena panggilannya. Dia sengaja memanggilku ke sana hanya untuk meminta maaf karena sebelumnya ketika di kelas sedang ada pembentukan kelompok untuk study tour, Elma tidak dapat melakukan apa pun untukku masuk ke dalam kelompoknya. Aku bisa memahami itu, jadi menurutku itu bukan masalah yang besar terlebih bagi seorang serigala penyendiri sepertiku.

Namun yang menjadi masalah dan menggangguku saat ini adalah kenyataan kalau Elma terlalu mengkhawatirkanku dan terkesan mengasihaniku secara berlebihan, aku tidak bisa menyangkal kalau aku merasa kesepian ketika study tour karena tidak ada yang mau berbicara padaku, tapi itu bukan masalah besar bagiku karena ini menjadi kali kedua aku mengalaminya. Jangan pernah lupakan aku adalah orang yang terpaksa mengalami kehidupan kedua dengan semua ingatan dan kemampuan, semua gara – gara Maya...

“Ngomong – ngomong, aku tanya Maya, kata dia kelasnya juga menuju Bali sama seperti kita” celetuk Elma setelah sebelumnya dia tertawa kecil menanggapi perkataanku

“Iya sih katanya” timpalku

“Kalau kamu kesepian, kenapa gak ajak Maya jalan bareng aja pas di Bali?” tanya Elma terdengar tanpa beban apa pun saat mengatakannya, aku pun terkejut dan merasa dia sedang mengatakan hal aneh yang harus aku dengar.

“Bentar, kenapa juga aku harus lakukan itu?” tanyaku menekan Elma, raut wajahnya pun berubah menjadi heran namun dengan senyum yang dia paksakan.

“Itu anak selalu menghinaku kapan pun ada kesempatan, aku sudah bisa menebak dia bakal bilang aku bodoh dan lain sebagainya buat menghinaku karena aku ditelantarkan kelompok saat study tour” jelasku karena Elma terlihat bingung dengan ekspresi anehnya itu, apa dia benar - benar tidak sadar sudah mengatakan hal aneh?

“Ee~ iya tah?” tanyanya terkesan tidak mempercayai penjelasanku, dia belum tahu saja bagaimana kasarnya Maya kalau berhadapan denganku.

“Apa raut wajah ini menunjukkan aku sedang bercanda?” tanyaku mencoba meyakinkannya dengan raut wajah serius, Elma pun tertawa kecil.

“Tapi kalian berdua keliatan akrab banget” jawabnya

“Udahlah gak usah bahas lagi! Lagian Maya juga pasti bareng kelompok dan teman – temannya, sekalipun nanti kita ketemu juga pasti dia mengabaikanku” timpalku kesal

Meskipun kami partner penjelajah waktu, Maya dan aku tetap berada di lingkaran yang berbeda. Walau merasa ini bukan sesuatu yang adil, tapi aku tidak bisa protes karena kami memiliki perbedaan pandangan tentang betapa pentingnya membangun suatu hubungan dengan teman sekolah kami dan tentu saja itu berbanding lurus sama seberapa keras kami berusaha untuk membangun suatu hubungan pertemanan.

“Iya ya... Maya juga pasti bareng temannya dan ideku bukan hal yang mudah buat dilakukan... aku baru sadar gak bakal sesimpel itu...” terdengar sedih Elma ketika mengatakannya, aku pun menghela nafas untuk meredakan rasa kesalku karena lagi dan lagi Elma menjadi sedih karena mengasihaniku.

“Hei, kamu gak usah ikut mikirin hal seperti ini. Aku sudah katakan kalau aku bakal baik – baik aja selama study tour meski harus sendiri, aku ini serigala penyendiri sejak awal” timpalku dengan nada kesal.

Sebenarnya aku ingin meyakinkannya dengan mengatakan bahwa aku sudah pernah melalui hal buruk ini di kehidupan sebelumnya dan semua berjalan baik – baik saja karena aku masih hidup setelah study tour di kehidupan pertamaku, namun tentu saja itu ide buruk, kan? Jadi aku tidak bisa bilang kalau di kehidupan sebelumnya aku sudah memiliki pengalaman ini, aku hanya seperti sedang mempertahankan statusku saja.

Lagi pula menurutku tidak baik mengasihani orang hanya karena dia senang menjadi seorang penyendiri, banyak orang penyendiri yang malah menjadi tidak enak hati ketika mendapatkan tatapan kasihan dari orang lain dan rasanya tidak nyaman. Ingin aku mengatakan pada mereka seperti ‘Tolong jangan tatap aku seperti itu, itu mengganggu’ tapi tentu saja hal seperti itu malah semakin membuat aku tampak menyedihkan dimata mereka.

Pokoknya aku harus menegaskan kepada Elma kalau aku akan baik – baik saja dan dia hanya akan jadi orang bodoh kalau sampai mengkhawatirkanku, aku memasang ekspresi wajah meyakinkan dengan penuh binar mata kepercayaan diri sambil mengatakan...

“Aku akan baik – baik saja dan aku juga berharap kamu bisa menikmati study tour ini dengan baik karena hal semacam ini jarang – jarang terjadi, apa kamu mengerti?” dengan meyakinkan aku mengucapkannya, Elma pun terdiam sesaat lalu dia tertawa kecil.

“Disuruh menikmati study tour sama kamu sama sekali gak meyakinkan, tapi kamu ada benarnya. Ya udah deh, sampai jumpa besok~” timpalnya.

Lalu Elma melambaikan tangannya dan aku pun membalasnya, yah sesaat aku memikirkan kembali kata – kataku. Meski bilang dia harus menikmati study tour karena jarang – jarang hal seperti ini terjadi, seorang penyendiri sepertiku tidak memiliki motivasi sama sekali untuk menjalaninya. Tapi mengingat Luna sampai repot – repot membantuku agar aku bisa mendapatkan kelompok study tour, aku jadi merasa tidak enak hati kalau sampai melewatkannya.

Seandainya... dulu aku tidak mendengarkan Maya untuk mengajak Luna berbicara, mungkin aku tidak perlu sampai merasa bersalah saat memilih untuk mengabaikan study tour seperti saat ini. Yah... namanya juga lebih banyak hubungan maka sudah pasti akan menambah banyak masalah juga, aku tidak bisa menyangkal itu. Menjadi penyendiri membantuku untuk menciptakan pemikiran yang lebih stabil dan juga jernih.

Oh iya, mengingat sekarang hari Senin maka aku harus bertemu Maya di kafe biasa... aku sudah mulai lelah dengan pertemuan rutin seperti ini, kenapa sih Maya sering berlebihan mengatur hidupku setelah kami terlempar kembali ke masa lalu? Heran...

Setelah beberapa saat berlalu, aku sudah berada di kafe yang sama dengan aktivitas yang juga sama seperti yang sudah – sudah. Maya dan aku duduk berhadapan di meja yang sama, membeli menu all you can eat yang sama, mengambil beberapa minuman dan makanan yang sama, dan mengobrolkan hal yang sama yaitu tentang perkembanganku menemukan ikatan dengan teman – teman sekelas.

“Hmm, sepertinya kamu sudah dapat kelompok ya?” tanya Maya terdengar senang, aku rasa dia senang karena tahu aku tidak kesulitan untuk mendapatkan kelompok study tour.

“Begitulah” jawabku datar dan tidak memberikan reaksi apa pun, aku ingin dia paham kalau hal seperti ini sudah biasa aku alami dan tidak perlu dia khawatirkan aku.

“Pasti Elma atau Luna yang membantumu mendapatkan kelompok, tapi karena di kelas kamu dianggap sebagai penguntit Elma, berarti kali ini Luna yang menolongmu. Benar, kan?” terdengar mengejek saat Maya menyampaikan analisanya tentang apa yang terjadi tadi ketika ada pembentukan kelompok di kelas, kenapa dia bisa sejeli itu? Apa dia menguntitku?!!

“Dia orangnya emang suka ikut campur sama urusan orang lain” keluhku, Maya pun tertawa kecil mendengar keluhan itu.

“Ahaha, emang seperti itu orangnya... tapi kesampingkan membicarakan Luna, sadar gak sih ini semua gara – gara kamu gak bisa menemukan kelompok? Dia ikut campur karena ulahmu, kan?” ucap Maya, yah tidak bisa aku bantah sih...

Aku pun diam saja mendengar kalimat Maya yang mengandung rasa kesalnya kepadaku itu, lalu mengambil gelasku untuk meminum cola di dalam gelas. Aku juga tidak memberi reaksi apa pun dan datar saja seperti yang sudah – sudah, aku tidak ingin kembali di kasihani setelah sebelumnya Elma sudah melakukannya terlebih dahulu.

“Kamu mau satu kelompok sama Elma?” tanya Maya terdengar sedih, aku pun terkejut sampai hampir tersedak rasanya.

“Haah?” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku setelah mendengar pertanyaan dari Maya, dari mana pemikiran anehnya itu yang terasa begitu tiba – tiba?

“Ke.. kenapa bawa – bawa dia?” tanyaku heran karena Maya hanya diam saja melihatku yang kaget, lalu Maya pun terdengar menghela nafasnya.

“Habisnya, Elma itu kan cantik juga imut, kamu juga sepertinya tertarik sama Elma” jawabnya tanpa beban sama sekali, dia mengatakan hal memalukan itu dengan tanpa beban padahal itu hal yang memalukan, kan?

“Tu.. tunggu..” belum selesai aku bicara, Maya memotongnya.

“Kamu juga sampai memakai baju baru saat bertemu dengannya kemarin” timpal Maya.

“Eeeh! Ketahuan ya?!” tanyaku dengan panik, aku rasa Maya sudah salah paham denganku.

“Soalnya kamu kelihatan gak nyaman sama baju yang kamu pakai kemarin, jadi aku berpikir kalau itu baju yang baru pertama kali kamu pakai” jawab Maya, aku semakin kagum sama pengamatan Maya tapi... serius? Ini benar – benar memalukan!!

“Intinya, Elma itu perempuan baik – baik, kan?” tanya Maya menekanku.

“I..iya sih meski kesan awalku itu membuatku takut sama dia” jawabku.

“Dia juga sampai bela – belain kasih kamu masukan buat novel ciptaanmu dengan lembut” ucap Maya.

“I.. iya juga sih meski dia melakukannya dengan gagal” timpalku.

“Karena itu, aku pikir kamu bakal lebih senang kalau bisa satu kelompok sama Elma” Maya menyampaikan inti dari semua penilaiannya, kini aku mengerti dari mana pemikiran memalukan itu bisa dia dapatkan.

“Tidak bisa sesimpel itu juga, cuma bakal jadi masalah besar kalau aku sampai bergabung dengan kelompoknya. Aku gak sekejam itu juga sampai membuat Elma harus membayar hutang budi karena aku pernah menyelamatkannya, situasinya bakal merugikan dia” timpalku menyanggah pemikiran Maya.

Memang yang jadi masalah itu bukan hanya pemikiranku, suatu hubungan seperti pertemanan hanya bisa menjadi sah kalau kedua belah pihak bisa merasa mendapatkan keuntungan. Tapi sebagai seorang penyendiri, selama dia merasa mendapatkan keuntungan dengan kesendiriannya maka itu sudah lebih dari cukup, ini sebabnya kami tidak perlu mempertimbangkan perasaan orang lain. Dalam hal ini, seorang penyendiri itu bisa lebih bebas berekspresi tanpa peduli orang sekitar.

“Iyaa~ aku paham apa yang kamu bilang” celetuk Maya memecah keheningan sesaat antara aku dengan dia, aku pun menatapnya tajam dengan penuh kecurigaan sampai Maya terlihat heran.

“Jangan – jangan kamu mengira aku punya rasa suka padanya?” tanyaku menekan, dan tanpa beban apa pun dia mengatakan...

“Loh emang, memangnya engga ya?” tanya balik Maya padaku dengan heran.

“Mana adaaaa?!!” timpalku dengan bentakan, entah kenapa dia bisa – bisanya memikirkan hal konyol seperti itu!! Memalukan!!

“Masa sih?” masih keheranan Maya ketika mengatakannya, aku pun menggebrak meja lalu menunjuknya untuk mempertegas perkataanku.

“Dengar ya, meski aku cowok, tapi aku gak bakal jatuh cinta semudah itu meski sama cewek cantik sekalipun, oke?! Menganggap seorang cewek itu cantik bukan berarti aku jadi jatuh cinta padanya, itu dua hal yang berbeda!” bantahku, namun Maya tidak beraksi apa pun malah menyeruput minumannya lewat sedotan begitu santai

“Oh begitu ya, jadi kamu gak punya rasa apa pun sama Elma. Hmm...” celetuknya datar setelah puas menyedot minumannya, dia tidak beraksi apa pun bahkan setelah aku menjelaskannya begitu sederhana.

“Yaah lagian aku gak bisa berkelompok, di tengah perjalanan nanti pasti aku keliaran sendiri” timpalku.

“Haaah?!” terkejut Maya setelah mendengar perkataanku.

Dia kaget dengan apa yang baru saja aku katakan tapi yang lebih bikin aku heran daripada kagetnya Maya adalah ekspresi wajahnya yang terlihat sedih, khawatir, dan apa pun itu ketika mengatakan ‘Haah?’ dalam hati aku berkata ‘Apa – apaan ekspresinya itu?’ apa ada yang salah dengan perkataanku? Aku rasa tidak karena aku hanya mengatakan apa yang sudah pernah aku lalui di kehidupan pertamaku.

1
Chizuru
cekatan sama pesimis beda tipis gak sih 🤣🤣🤣🤣🤣
SS Star
tuh kan Raka!!! /Sob//Sob/ hasil dari suicide mission lo buat nyelametin orang malah bikin lo berakhir jadi public enemy dibenci satu sekolah, iih kzl!! /Sob//Sob//Sob/ elma juga napa diem bae, gak sadar apa ya kalau dia baru aja bikin raka dapet villain role sewilayah sekolah? gw sekarang literally jadi paham banget gimana perasaan maya, instinct buat nampol raka tuh emang sekuat itu rasanya /Sob//Sob//Brokenheart/
SS Star
iih lowkey kzl bet sama raka!!! /Sob//Sob/ kek gak ada cara buat save elma yang lebih gentle apa ya? /Sob//Sob/ meskipun gw kagum sih dia masih care dan mau bantu elma biar kejadian drop out itu gak keulang, tapi ya mikir dikit kek. minimal cari cara yang lebih cool dan berestetika gito loh/Sob//Sob/ rakaaa!!!
Cece
tragis bgt 🤣.. udahlah reinkarnasi Krn Maya...masih di bully habis2an SMA mayaaa....🤣🤣
You Know me So well
sadizz coeg 🤣🤣
i'm your
ampun dah, kesian bet sama raka/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Fatieh
tutup MBG, biarkan Maya dan Elma yang memasak 🔥🔥🔥
Raudhatul
elma gak enakan orangnya🤣🤣🤣
Chizuru
mayaa badash🤭🤭🤣
BiNtAnG kEjOrA
lanjutkan Maya...jangan berhenti😄😄😄😄
H5 (halima) :v
Maya sadiiiissss 🤣🤣🤣
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!