NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:246
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.

aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.

dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari perpisahan

Waktu terus berjalan, hari hari berganti.

saat malam tiba, kala itu aku sedang bersama teman teman ku di tempat biasa aku nongkrong, aku menerima telpon dari elina, aku pun mengangkat nya, tiba tiba saja elina berbicara bahwa dirinya ingin bertemu dengan ku saat itu juga, ada yg harus di bicarakan ujarnya, aku bertanya mengapa namun elina tidak memberi tau nya, intinya elina ingin bertemu dengan ku saat itu juga.

kemudian aku pamit pergi kepada teman teman ku untuk menjumpai elina.

Aku pun bertemu di tempat yg telah kami janjikan. sesampainya di sana aku melihat elina sedang duduk menunggu ku sendirian, malam itu sangat dingin dan sunyi, aku menghampirinya dan menyapanya, namun tiba tiba sajah tanpa banyak kata  elina langsung berdiri memeluk ku dengan  begitu erat, tiba tiba saja ia menangis, aku merasa heran, aku bertanya kepada elina, mengapa menangis, dan ada apa yg terjadi dengan elina .

Elina berkata dan bercerita kepada ku sambil menangis, elina berkata bahwa dirinya esok akan pergi meninggalkan ku, elina pergi ke jakarta atas kehendak orang tuanya untuk melanjutkan pendidikanya di sana, lalu aku membelai rambut elina, aku menghapus air mata elina.

"   jangan nangis lin, meskipun  kita jauh nanti, tapi hati kita akan selalu bersama,  aku tau  ini berat, kita akan menahan rasa rindu yg hebat, tapi percayalah kita pasti mampu menghadapi dan melewatinya, sampai nanti kita jumpa dan bersama lagi.." ucap ku sambil menatap wajah elina, lalu aku menggengam tangan elina

" Lin, kamu jangan lepas gelang ini ya, mungkin gelang ini tidak seberapa nilainya, tapi biarlah gelang ini menjadi tanda cinta kita berdua, bahwa kau miliku dan aku milik mu, biarlah gelang ini menjadi saksi bisu cinta kita, aku janji,  aku akan selalu menjaga hati ini untuk kamu, aku akan selalu mencintai mu selamanya," Ucap ku dan janji ku.

" Iya kang, aku juga janji, Aku akan slalu memakai gelang ini kang, aku berjanji aku akan menjaga hati ini untuk kamu kang, aku akan selalu mencintamu selamanya, aku ingin hidup dan menua bersamamu. " Ucap elina dengan sedih, ia berjanji kepadaku.

Setelah mengucapkan janjinya elina memeluk ku dengan erat, lalu aku menatap mata elina, begitu juga elina menatap ku.

" Jika nanti kamu merindukan ku, tataplah langit dan bintang yg paling terang di langit, di sanah akan terlukis diriku tersenyum kepada mu, begitu juga aku akan menatap langit merindukan mu, di sana juga akan terlukis wajah dan senyumanmu.." Ucap ku.

Elina tersnyum menatap langit, kemudian ia menatap kembali mata ku, kami tersenyum saling bertatap tatapan, perlahan aku mendekati wajah elina semakin dekat, perlahan elina memejamkan mata nya, lalu aku mencium bibir elina dengan lembut, kami berciuman dan berpelukan melakukan adegan dewasa sebelum perpisahan tiba, Malam itu menjadi saksi cinta dan janji kami berdua.

Malam semakin larut.

Setelah itu kami duduk berdua, elina membenarkan bajunya karena kancing bajunya terlepas kerena ku, aku tersenyum melihatnya, begitu juga dengan elina.

Malam semakin larut, Karena sudah larut malam kami pun pulang, aku mengantarkan elina pulang dengan mengendarai motor Vespa ku.

Dan sementara papahnya elina di dalam rumah, papahnya memanggil elina dan mengetuk pintu kamar elina, namun tidak ada jawaban, lalu ia membuka kamar elina untuk mengecek apakah elina ada dan sudah tidur atau belum, ia melihat di kamarnya elina seperti elina sudah tidur di tutupi seluruh tubuhnya oleh selimut, lalu dengan penasaran ia mendekatinya, ia membuka selimut itu untuk memastikan apa itu Elina, saat ia membuka selimut itu ternyata hanya sebuah bantal guling, ia kaget dan bertanya tanya dalam hatinya kemana elina.

Lalu ia memanggil elina dan mencari elina ke setiap sudut ruangan rumah namun tidak ada.

Dengan geram papahnya berpikir pasti elina pergi dengan ku.

Dan sementara elina dan aku, saat itu kami baru saja sampai di depan rumah elina, elina turun dari motor ku.

Elina tersenyum mengucapkan terimakasih kepada ku, aku pun mengucapkan sama sama dan tersenyum.

Tanpa kami sadari papahnya elina melihat kami berdua dari jendela dalam rumahnya, dengan cepat dan kesal papahnya langsung menghampiri kami berdua.

Aku dan elina kaget saat tau dan melihat papahnya elina berjalan menghampiri kami berdua, dengan rasa malu dan takut, aku menyapa papahnya elina.

" Bagus bagus..." Ucap papahnya elina sembari tepuk tangan.

" Habis dari mana kalian jam segini baru pulang...?" Papahnya elina dengan kesal.

Kami panik, kami hanya diam tidak bisa berkata apa apa saat papahnya elina berkata seperti itu.

" Sudah saya ingatkan sama kamu, jangan berani dekati anak saya, jangan bawa bawa anak saya pergi.." ucap papahnya elina dengan nada tinggi memarahi ku, Aku hanya bisa diam menundukan kepala dan meminta maaf.

" Maafin saya om.." ucap maaf ku dengan panik.

" Maaf kamu bilang, harus berapa kali saya bilang sama kamu hah..jangan pernah dekati anak saya.." ucap papahnya dengan nada tinggi, kemudian ia mengangkat tangannya akan menampar ku, namun elina menahanya.

" Pah udah pah, dia gak bawa elina, elina yg nyamperin dia pah, ini salah elina pah, udah cukup pah, papah kelewatan tau gak.." ucap elina.

" Diamm kamu elina, sekarang masuk ke dalam, masukkk.." papahnya dengan nada tinggi menyuruh elina masuk ke dalam rumah.

Elina menatap papahnya dan tiba tiba ia menangis.

" Papah keterlaluan tau gak.." ucap elina sambil menangis, lalu elina menatap ku, dan meminta maaf kepada ku.

" Maafin aku kang, maafin papah aku ya." elina.

" Masukkkk..." Suruh papahnya dengan marah kepada elina, Lalu elina menatap ku sambil menangis, kemudian ia berjalan masuk rumah dan menutup pintu rumah dengan keras karena kesal.

" Dengarkan saya baik baik, jangan dekati anak saya lagi, saya tidak Sudi anak saya dekat dengan orang berandalan seperti kamu, sekarang kamu pergi, bawa jauh jauh motor rongsokan kamu ini dari hadapan rumah saya, pergiiiii..." Ucap papah elina dengan nada tinggi marah mengusir ku.

" Baik om, maafin saya om.." ucap ku dengan kepala tertunduk, lalu aku menghidupkan motor ku dan pergi.

Sementara elina memperhatikan ku dari dalam jendela rumahnya sambil menangis.

Aku pun pergi, di tengah perjalan sambil mengendarai Vespa ku, lagi lagi dengan tatapan kosong teringat dengan kata kata papahnya elina tadi yg membuat ku sakit hati.

Ke esokan harinya.

Saat itu orang tuanya elina sedang bersiap siap membereskan barang barang untuk mengantar elina ke jakarta melanjutkan pendidikannya elina di sana. Setelah selesai membereskan barang barang dan memasukannya ke dalam mobil, mamahnya memanggil elina.

" Elina ayo buruan..." Teriakan Mamahnya.

" Iya mah bentar.." jawab elina dari dalam rumah.

Elina memandang foto saat hari kelulusan sekolahnya itu, lalu ia memasukan foto itu ke dalam cover nya dan membawanya, ia juga membawa boneka pemberian dari ku itu.

Setelah itu ia berjalan keluar sambil membawa cover dan bonekanya itu, lalu ia memasukan barang barangnya ke dalam mobil, setelah semuanya selesai, mereka masuk ke dalam mobil dan pergi berangkat.

Pembantunya membukakan gerbang rumah, mereka berpamitan kepada pembantunya itu, dan menitip rumahnya kepada pembantunya itu. Pembantunya mengucapkan hati hati di jalan, dan setelah mobil keluar ia menutup kembali gerbang.

Elina engan raut wajah sedih karena berpisah dengan ku, ia mengirim pesan kepada ku berpamitan pergi kepada ku, namun aku tidak membalasnya karena saat itu sedang di motor dalam perjalanan bersama dony sahabatku.

Elina mengira mungkin aku marah kepadanya, ia mencoba menelpon ku namun tidak di angkat oleh ku.

Dengan gelisah ia pun mematikan handphondnya, tiba tiba saja ia mendengar suara ku memanggilnya dari belakang.

Lalu ia melihat ke belakang kaca mobil, benar itu adalah aku, ia melihat aku berboncengan dengan Dony di motor Vespa ku, aku di bonceng oleh dony mengejar mobil elina.

Aku mengejarnya dan berteriak memanggil manggil elina, lalu aku berdiri dan menunjukan sebuah kertas, aku membuka kertas itu dan menunjukannya kepada elina.

Dalam kertas itu tertulis jelas.

.I LOVE YOU ELINA.

Elina tersenyum melihat apa yg ku lakukan itu, aku pun tersenyum. Sementara mamahnya pun menengok ke belakang dan melihat ku, mamahnya pun tersenyum melihat apa yg ku lakukan itu.

Lalu aku membalikan kertas itu, di balik kertas itu tertulis jelas.

....TUNGGU AKU DI JAKARTAMU...

elina tersenyum terharu melihat apa yg aku lakukan di tengah ramainya jalanan, elina tersenyum melambaikan tangannya kepada ku, dan tiba tiba sajah ia meneteskan air mata.

" Ada ada sajah.." mamahnya dengan tersenyum.

" Apa apaan dia, dasar orang gila..?" Papahnya dengan cuek.

" Hemm dasar anak muda..!!" mamahnya dengan tersenyum.

Setelah itu aku melambaikan tangan dan mengucapkan hati hati di jalan kepada elina, dan kemudian Dony menghentikan laju motornya di pinggir jalan, aku menatap elina hingga elina tidak terlihat lagi dari pandangan ku, begitu juga dengan elina yg terus menatap ku.

Waktu terus berjalan dan hari dan bulan pun berganti, sudah beberapa bulan elina berada di kota asalnya di jakarta, ia melanjutkan pendidikanya di sana, di salah satu universitas di jakarta.

Saat itu orang tuanya masih berada di kota ku tinggal, orang tuanya merindukan elina, dan selang beberapa bulan, setelah papahnya elina selesai menjalan kan tugas pekerjaanya di kota ku, mereka pun kembali pergi ke kota asalnya di jakarta, dan tinggal bersama lagi dengan elina di sana, di rumah asalnya di jakarta.

1
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!