NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

Pagi-pagi sekali Fahri sudah rapi dan wangi, dia mengenakan kaos lengan pendek berwarna biru muda yang memperlihatkan otot lengannya, berpadu dengan jeans hitam di bagian bawah tubuhnya. Hari ini dia tidak ke kantor, semua pekerjaan sudah dia serahkan pada Reza.

Sebelum meninggalkan rumah, Fahri menyantap sarapan yang sudah dihidangkan untuknya, kemudian meminta Yanti menyiapkan dua porsi makanan yang akan dia bawa.

Ya, pagi ini raut wajah Fahri nampak begitu bersemangat, wajahnya terlihat maskulin, tidak seperti tadi malam yang terlihat sangat kacau dan kusut.

Usai mengisi perut, Fahri meninggalkan rumah dengan membawa sebuah rantang, mengemudi sendiri menyisir jalan raya.

Tidak berselang lama, Fahri menepi, memarkirkan mobilnya di halaman sebuah rumah kecil yang nampak sederhana. Dia bergegas turun menenteng rantang yang tadi dia bawa.

Di teras rumah, Fahri celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, keningnya mengernyit mendapati rumah yang sepertinya tidak dihuni, pintu dan jendela tertutup rapat, terlihat tirai yang masih tertutup dari balik kaca. Apa dia salah alamat?

Fahri kemudian merogoh saku celananya, mengeluarkan telepon genggam dan memeriksa kembali pesan masuk yang masih tersimpan lalu menyesuaikannya dengan stiker yang menempel di dinding.

Tidak salah, alamat yang tertera di dalam pesan tersebut memang sudah tepat. Tidak menunggu lama, Fahri pun mengetuk pintu pelan.

Tok...Tok...Tok...

Sepersekian detik setelah mengetuk pintu, nampak tirai jendela sedikit bergerak kemudian pintu pun terbuka. Sari muncul dibalik pintu yang hanya dibuka sedikit. "Nak Fahri, ayo masuk!"

Fahri membuka sandal dan bergegas masuk, Sari pun menutup pintu dan menguncinya. Dia masih was-was, takut ada yang mengintai seperti tadi malam.

"Duduk dulu, Nak!" ucap Sari.

Sebelum duduk, Fahri menyodorkan rantang yang sengaja dia bawa tadi, Sari mengambilnya dan masuk ke dapur.

Selang beberapa menit, Sari kembali membawakan secangkir teh kemudian duduk di hadapan Fahri. Keduanya mengobrol, Sari menceritakan semuanya dengan sangat jelas dan detail.

Semalam Sari tidak bisa tidur, dia takut tiba-tiba rumahnya dibobol, sebab itulah dia menghubungi Reza karena keduanya sudah saling berkomunikasi sebelumnya. Sari jugalah yang memberi informasi tentang Bella kepada Reza kemarin.

Menurut Sari, Fahri adalah pria yang baik, dia sudah mendengar cerita tentang Fahri dari Reza. Masalah perceraian, mungkin hanya sekedar miss komunikasi.

Sari merasa Bella akan lebih aman jika tinggal bersama Fahri, rumah orang kaya pasti dijaga oleh satpam, selain itu tidak gampang dibobol. Berbeda dengan rumahnya yang jika ditendang sekali saja, pintunya pasti rontok.

"Lalu Bella..."

Baru saja Fahri hendak bertanya dimana Bella, mantan istrinya itu tiba-tiba muncul dari dapur, dia baru selesai mandi. Bella pun terkesiap melihat Fahri yang tengah duduk bersama Sari.

"Fahri, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Bella ketus, keningnya mengernyit membentuk lapisan tipis.

"Jangan begitu, Bella! Bibi lah yang meminta Nak Fahri datang ke sini," terang Sari, semalam saat menghubungi Reza, Bella sudah tertidur.

Lalu Sari meminta Bella duduk di sampingnya.

Dengan berat hati, Sari menyuruh Bella ikut pulang ke rumah Fahri, disana lebih aman, Fahri pasti bisa menjaga dan melindungi Bella.

Tanpa pikir panjang, Bella menolak. Kenapa dia harus kembali ke rumah itu? Mereka sudah bercerai, tidak baik bagi keduanya tinggal di bawah satu atap yang sama, apa kata orang nanti.

Lagipula Bella malu berhadapan dengan Fahri, apalagi harus bertemu setiap hari, dia merasa kotor.

Setelah menolak permintaan Sari, Bella bangkit dan berjalan memasuki kamar. Sari ikut bangkit, dia hendak menyusul tapi ditahan oleh Fahri. "Biar aku saja, Bik."

Di kamar, Fahri menghampiri Bella yang tengah duduk di tepi ranjang, dia menekuk lutut dan bersimpuh di kaki Bella.

"A-apa yang kamu lakukan?" Bella gelagapan, hendak berdiri namun kakinya berhasil ditahan oleh Fahri.

Dengan tatapan lirih, Fahri meraih kedua tangan Bella, menggenggamnya erat dengan mata berkaca-kaca.

"Maaf..." satu kata pertama yang terucap dari mulut Fahri itu membuat Bella tertegun.

"Maafkan aku, Bella. Aku salah," imbuh Fahri, dia tidak kuat lagi, dadanya sesak, tenggorokan tercekat, air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya jatuh membasahi pipi.

"Kenapa kamu menangis?" tanya Bella terenyuh, matanya mendadak perih.

"A-a-aku..." Fahri terisak, dia tidak bisa menahan perasaan yang kini tengah berkecamuk, membuat dadanya berdenyut ngilu.

Dia kemudian menjatuhkan kepalanya di lutut Bella, punggungnya berguncang meratapi kesalahan yang sudah dia lakukan.

Melihat Fahri seperti ini, Bella membuang muka, menggigit bibir agar air matanya tidak jatuh. Akan tetapi usaha Bella berakhir sia-sia, dia tidak bisa menyembunyikan air matanya yang tiba-tiba menetes tanpa dia sadari.

Sebenarnya Fahri tidak salah, Fahri hanya melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sesuai isi kontrak yang sudah mereka sepakati. Kenapa dia harus meminta maaf?

Setelah cukup lama tertunduk, Fahri kembali mengangkat kepalanya. "Kita rujuk ya," pintanya dengan tatapan melas.

Hah...

Bella tercengang mendengar permintaan Fahri, rasanya seperti mimpi, tidak pernah terlintas di benaknya bahwa Fahri ingin rujuk dengannya.

"Ikut aku pulang ya," pinta Fahri lagi, dia melepaskan genggamannya kemudian menangkup tangan di pipi Bella dan menyeka sisa air mata yang tertinggal.

Melihat Fahri yang benar-benar tulus, Bella ingin sekali mengangguk, akan tetapi dia tiba-tiba teringat dengan kejadian malam itu, malam dimana tubuhnya direngkuh dan dijamah pria lain. Bella tersadar dan menepis tangan Fahri.

"A-aku tidak bisa," gagap Bella sambil membuang muka, dia merasa kotor, tidak pantas untuk Fahri yang terlalu baik dan sempurna di matanya.

Mendengar jawaban Bella, tubuh Fahri terhenyak di lantai, dia tampak kecewa.

"Kenapa tidak bisa? Apa aku seburuk itu?" gumam Fahri yang tampak begitu frustasi, dia meremas rambutnya, air matanya kembali jatuh tanpa bisa dia tahan.

"Cukup, Fahri!" Bella pun berjongkok dan menarik tangan Fahri dari kepalanya, dia ikut menangis melihat Fahri hilang kendali seperti ini.

"Kamu terlalu baik, kamu berhak bahagia bersama wanita yang tepat." lirih Bella mencoba meyakinkan Fahri.

Tanpa pikir panjang, Fahri merengkuh tubuh Bella dan mendekapnya erat. Keduanya menangis tersedu-sedu.

"Kamulah yang terbaik, aku hanya ingin kamu bukan orang lain." jawab Fahri dengan penuh keyakinan.

"Tapi aku sudah kotor, Fahri. Aku tidak layak..."

Fahri terperanjat mendengar kata-kata Bella barusan, dia melepaskan pelukannya dan menatap sendu wajah Bella yang saat ini tertunduk, Bella tidak berani melihat mata Fahri.

"Jika kamu tidak kotor, apa kamu mau kembali padaku?" tanya Fahri penasaran dengan suara lembut, membuat hati Bella mencelos, namun dia tidak menjawab dan memilih bungkam.

Fahri mengangkat dagu Bella yang saat ini tengah diam seribu bahasa. "Lihat aku!" Bella pun memberanikan diri menatap mata Fahri.

"Jika kamu tidak kotor, apa kamu mau?" Fahri bertanya lagi, jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban Bella.

Lagi-lagi Bella tidak menjawab namun memilih mengangguk dengan pelan, membuat Fahri bahagia bukan kepalang. Dengan dada berdebar-debar dikuasai perasaan yang entah, Fahri kembali memeluk Bella.

"Terima kasih, terima kasih..." ucap Fahri berulang-ulang, sedangkan Bella hanya pasrah dan nampak kebingungan.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!