NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:184.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Biar mata yang berbicara

Jalanan beraspal itu terlihat basah, bahkan hujan sesiang sampai pukul 4 sore tadi menyisakan batang pohon-pohon berbau kayu basah dengan sisi lembabnya yang ditumbuhi lumut.

Sisa tetesan air hujan di dedaunan sesekali jatuh membasahi hiruk pikuknya aktivitas para pengguna jalan yang masih saja sibuk di bawah kungkungannya.

Hawa sejuk itu mendukung siapapun untuk lebih merapat dan mendekat demi mencari kehangatan, tak terkecuali Shanum yang menyarangkan kedua tangannya di saku samping jaket Naka.

Pemuda itu mengantarkan Shanum sampai di rumahnya dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun, untuk kemudian pulang ke apartemen.

"Ngga mau mampir lebih lama lagi, Ka?" ajak bunda, begitupun Sheyna yang heboh.

"Naka langsung pulang ya, tante, Shey..." pamit Naka.

Dan gelagat Naka yang menjauh dan melajukan kembali motornya itu masih diawasi Shanum yang berdadah ria padanya.

"Cieee nempel banget tuh, padahal dulu ada yang mewek gara-gara dijodohin sama bang Naka!" oceh Sheyna mengganggu lamunan Shanum yang menghadiahi ucapan adiknya itu dengan bibir yang julid, nye--nye--nye.

"Hati-hati, berduaan terus yang ketiganya setan." Cibir Sheyna lagi seolah tak tenang melihat Shanum tentram begini. Lihat saja, bahkan raut wajah dan rona bahagia kakaknya itu bisa terlihat dari jarak 10 meter.

"Tenang aja, setannya takut sama Naka kok..." jawab Shanum sambil berlalu untuk bersih-bersih.

"Dih, aku bilangin ya sama bang Naka!" Sheyna cengengesan sendiri.

Shanum memeletkan lidahnya pada sang adik, "bilangin aja." Lantas ia terkikik lagi, bayangan kejadian tadi terlalu membekas di pikirannya, tentang Naka, tentang celana, dan tentang petak umpet.

Karpet ruang OSIS telah disapu bersih, bahkan ruangannya telah disemprot obat nyamuk sebelumnya oleh pengurus yang piket hari ini.

Bel pulang sudah berbunyi. Satu persatu dari mereka mulai memenuhi ruang OSIS. Diantara kesibukan para siswa ada mereka yang lebih sibuk setiap harinya, ya.. pengurus OSIS.

Bendahara, sekertaris sudah siap dengan buku notes dan laptopnya. Lembaran buku bersih bahkan sudah siap dicorat-coret. Spidol sudah diisi penuh dengan penghapus yang ada di tempatnya. Agar nanti tak ada drama macet atau tinta habis di tengah-tengah rapat.

Siang ini, OSIS dan MPK mengadakan rapat gabungan demi acara dan program yang akan mereka selenggarakan di bulan Oktober ini dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari sumpah pemuda.

Setiap tahunnya mereka memang biasa menggelar acara dan siapapun akan antusias dengan acara tahunan OSIS ini. Terlebih, rumor undangan sekolah lain yang justru membuat kehebohan penuh rasa excited diantara siswa-siswi Budi Pekerti X, bahkan MAK BUTI beberapa kali mengulas rumor ini di mading sekolah, entah siapa yang membocorkan rencana OSIS kali ini.

Naka meraih jas kebesaran OSIS lalu memakainya, begitupun mereka para pengurusnya.

Daftar hadir sudah terisi tanda tangan para pengurus yang hadir, termasuk anggota kepengurusan MPK yang mulai berdatangan.

Naka melirik anggota MPK yang telah datang, ia hitung baru 3 orang itu pun Canza salah satunya, dimana hari ini pertama kalinya dalam sejarah, ia dan Jemima duduk bersisian dan berbicara tanpa ada adu urat yang mewarnai meski bogeman, cubitan atau hardikan kasar tetap ada.

"Num--num belum kesini, Ma?" tanya Pandu menghentikan tepisan tak berarti Mima pada Canza, ada alis terangkat dari Pandu dengan sorot mata yang---*lagi pada ngapain lagi ini berdua, elahhh! Habis Shanum---Naka terbitlah Mima---Canza*, bikin kepalanya pening.

"ya elah Ndu, Num--num datang sama lakinya lah kalo lagi mode MPK begini!" jelas Jemima berkelakar yang praktis saja membuat Naka menajamkan sorot matanya, dan berdehem tak nyaman.

"Hahaha!" Chika tertawa, "lakinya yang mana, Juna? Lakinya Num--num ada banyak."

Ghibran hanya terkekeh mendengar nama temannya di bawa-bawa, memang kenyataannya seperti itu, Arjuna pernah mengakui jika dirinya menyukai Shanum. Dan tentu saja, ia bukan tidak tau kegelisahan sang kawan tentang rumor yang mulai beredar jika Mainaka pun kini mulai melirik Shanum.

Frizka ikut bersuara, "Num--num said---"

"Apaan sih..." kompak Chika, Pandu, Frizka dan Jemima bersamaan menirukan gaya bicara Shanum dengan menyunggingkan bibirnya ilfeel sambil bergidik.

Kini Adit yang sudah bersila di dekat Frizka bicara, "lah lakinya Shanum bukannya Bruno Mars ya?"

Pandu kini menggeleng, "lakinya Num--num Wang Yibo."

Hahaha, Chika kembali tertawa bersama Jemima, "Dylan Wang." Ucap mereka bersamaan.

*Ppffttt*!

"Saravvv." Chika mengumpat.

"Ini pasti Shanum lagi kepanasan telinganya digibahin lo semua." Ujar Canza.

*Ekhem*!

*Pluk*! Naka menaruh pulpen dengan kasar nan sembarang. Ia bahkan menendang sampah plastik yang entah terbawa oleh siapa dari luar sehingga mampir di karpet.

Savero mendengus geli, "kesurupan deh tuh."

Jemima tak begitu mengindahkan hal itu sebab tak cukup paham selain daripada ia tau jika---Naka memang doyan kesurupan, Naka juga menyukai Shanum yang entah itu benar atau tidak.

Kini langkah beberapa orang mulai menyasar ke arah ruang OSIS, orang-orang yang ditunggu sebagai peserta rapat.

Tentu saja mereka yang memakai handband di lengannya, ada Arjuna, Altair, Shanum, dan Jihan. Disusul Bayu Aji, Navvaro sebab sempat ijin sebentar pada ketua ekskul yang mereka ikuti.

Seperti biasa, tatapan yang terkesan tak ramah antara Mainaka dan Arjuna tak pernah berubah, selalu begitu, meski keduanya saling mengangguk sopan saat ini. Namun siapapun bisa melihat bahwa persaingan dan permusuhan itu begitu mencolok.

Dan Shanum melirik-lirik canggung ke arah Naka berakhir dengan sapaan hangat teman-temannya, "Num! Sini..." pinta Jemima dan Frizka yang kemudian, Arjuna justru menjegal langkah Shanum.

"Num, kalo bisa duduk deket gue...biar gue gampang kalo butuh apa-apa..." ucapannya itu, bahkan Naka masih bisa mendengarnya, ia merotasi bola matanya malas. Ingin sekali ia mendorong Arjuna ke jurang atau langsung ke tengah jalan biar ketabrak mobil.

Shanum dibuat nyengir dengan rasa getir, ia melirik sejenak Naka yang enggan membalas lirikannya, *sorry*...

"Bisa kita mulai aja?" suara Naka mulai mengambil kondisi. Begitu ciri khas suaranya yang bisa membuat orang-orang menghentikan obrolannya dalam sekejap, memperhatikannya sebagai fokus atensi.

Shanum duduk melipat kaki di samping Juna, ada Jemima dan Frizka, posisinya juga duduk di dekat Chika.

"Rapat OSIS dan MPK hari ini kita mulai, ya..."

Benar, aura yang dimiliki Naka memang mampu menggiring orang pada situasi yang serius, kritis dan analitis.

"Terimakasih untuk anggota MPK dan para pengurus OSIS yang sudah hadir hari ini..." ucapnya melirik langsung ke arah mata para peserta rapat ini satu persatu.

Lalu setelah kondisi ia kuasai, bahkan suasana riuh di luar ruangan tak mampu mengganggu kondisi khusyuk di dalam, barulah Naka meminta Pandu sebagai ketua divisi organisasi dan kaderisasi menjabarkan rancangan program mereka untuk acara sumpah pemuda tahun ini.

Selesai dengan itu, angin yang berhembus dari kipas angin di atas mereka turut membuat para peserta rapat adem meski kemudian Chika memaparkan list pendanaan acara dan darimana saja sumber yang akan mereka dapatkan termasuk percetakan milik Naka yang menjadi salah satu sponsor mereka nanti.

Arjuna melirik Shanum dan Jemima beberapa kali demi men-sinkronkan pertanyaan dan poin yang perlu didiskusikan secara serius terutama masalah undangan.

30 menit berlalu dengan semua penjabaran proposal yang telah secara resmi ditanda tangani oleh pembina OSIS dan pembina MPK, begitupun ijin yang di dapat dari kesiswaan dan kepala sekolah.

Sejak tadi, mata Naka menangkap pemandangan yang memuakan meski dirinya berusaha untuk tak begitu mengindahkan itu. *Apa-apa Shanum....apa-apa Shanum*...

"Untuk ketua Majelis, Perwakilan Kelas," jedanya dengan aura yang---tentu saja semua orang notice jika itu bukan hanya nada bertanya melainkan seperti menegur--mengajaknya adu jotos.

"Ada yang ingin disampaikan?" pungkas Naka.

Matanya sempat menatap Shanum seolah ingin menerkam tunangannya itu, membuat Shanum membuang muka so sibuk sendiri dengan mengajak Jemima bicara.

Arjuna meraih buku notes yang Shanum berikan.

"Terimakasih untuk ketua OSIS, dan seluruh jajarannya, atas program yang telah dibuat dan dipikirkan...baik, ada beberapa poin yang menjadi perhatian kami. Yang pertama..." Arjuna kini angkat bicara menatap langsung ke arah Naka, Savero, Pandu dan jajarannya. Namun ketika pandangannya kembali mendarat pada Naka, seolah matanya itu berbicara----*ngga usah so kecakepan lo. I see...dari tadi Lo liatin Shanum*.

.

.

.

1
Bulan-⁶
pengen sekolah dengan tenang adem gak mau diribetin sama hal2 diluar urusan sekolah, kamu denger Genk ceriwis yang selalu heboh bahas naka bikin kamu makin gak pengen publish ya tapi nasib kamu yang punya tunangan seorang mainaka jadi mau gak mau kamu harus siap buat jadi sorotan satu sekolah sha seandainya ketahuan
biby
yaelaaah dit... dit.. lu cuma liat mreka boncengan udah melongo.... gue loh liat mreka maen kolop kokopan , pangku pangkuan, suap suapan udah biasa loh
Nurs_tars
pikiran sederhana shanum jd bikin ribet sendiri
Nur Wakidah
untung bukan Pandu si Emak Tiri yg mergokin , , ,
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
ya ampun AQ klu lihat ini Naka_Shanum keinget almarhum Vidi Aldiano sama Sheila Adara, introvert sama extrovert
isni afif
next teh....
isni afif
maklumin aja num....num....pacarmu kan bagaikan....selebritis...🥰😍🤩😘😻
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
ya Ampun MBK e,repot bgt dah... udahlah go publik aja biar GK repot kamunya
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
para cowok-cowok mah keren ada bahasa kalbu yg GK di ngertiin cewek🤣
deeRa
uhukkk🤭
3@$2.
mulia sekali cita²mu Num Num 🤣🤣🤣 tenang aja calon suami mu itu sudah kaya raya dari orok😂😂 gak akan habis hartanya untuk tuju keturunan
deeRa
Adit jangan warwerwor dulu ya, nanti di laporin ke bang Sopo Jarwo😌😄
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
cita-cita yang okeh banget num-numnya Naka🤣

buat apa uang Naka banyak kalau GK buat dihabisin🤣
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
Pandu emak tiri geng Ceriwis,jadi keinget Arshaka yg jadi pawangnya ciwi-ciwi KKN 21
PuputMega Shelviana SuJanii
AQ msih nungguin lg kak🤭
🔵Ney Maniez
duhhh calon suami datang 😂😂
🔵Ney Maniez
dr hp shanum kalii😂
Salim S
perasaan pendek banget atau aku bacanya kecepatan ya...hhfff ikut menghela nafas...emang susah ya num num jadi pacar dan tunangan seorang mainaka yg termasuk dalam the most populer di sekolah apalagi seorang ketos yg fanbase nya kebanyakan cewek...kalau anak-anak geng maju mundur kena sih udah pada tau naka naksir nya sama shanum cuma belum tahu kalau sudah tunangan saat naka ngaku udah tunangan sama shanum malah ngga ada yg percaya 🤭🤭🤭🤭
🔵Ney Maniez
Bogor ajj y,,biar aku bisa milih 😂
🔵Ney Maniez
duhh ketauan dehh😂😂
yokkk go public 🫵
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!