"Mas, kamu harus tau. Mantan suamiku dulu, dia sempat menyesal karena mengambil keputusan terlalu cepat dan dalam keadaan emosi."
Menghirup nafas lebih dalam, Rey menyadari kesalahannya. "Dan itu sama dengan yang Mas lakukan ke kamu?"
"Iya,"
Rey menyesali ucapan talaknya yang diucapkan satu kali. Lantas apa yang membuat Fitri hampir dicerai lagi oleh suami keduanya?
Kesalahan apa yang dilakukannya dimasa lalu yang menyebabkan hidupnya di penuhi sejuta luka?
(adult romance)
Jangan lupa siapin tisu sebelum membaca dari bab awal 😢
@ana_miauw
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih dibali
Perlahan mataku mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina. Kurasakan tubuhku terasa tak senyaman biasanya di bagian seluruh tubuh, tak terkecuali bagian inti yang saat ini kurasakan sedikit perih.
Salah satu penyebabnya, mungkin karena aku telah lama tidak melakukannya. Bisa jadi, juga karena diriku yang tidak relax dan malah memikirkan hal negatif yang akan terjadi.
Sekelebat masalalu buruk terus terbayang di ingatanku, membuatku trauma dan takut jika Mas Rey meninggalkanku setelah hubungan badan ini berakhir. Tapi justru yang terjadi malah sebaliknya, bersyukur karena yang kutakuti ternyata tidak terjadi. Dia masih berada disampingku. Yang kulihat kini, Mas Rey tertidur dengan pulasnya meringkuk seperti bayi.
Bibirku mengembang membentuk sebuah senyuman, bayangan percintaan kami tadi kembali berputar di benakku. Teringat betapa Mas Rey begitu lembut saat melakukannya. Meleburkan segenap rasa yang dia miliki, hingga aku terbuai manisnya percintaan yang ia lakukan dan ku juga turut ikut membalasnya.
Kuperhatikan lamat-lamat wajahnya, dan ku kecup bibirnya sekilas. Tidak kukira bahwa sekarang aku telah dinikahi Mas Rey. Mengingat uniknya cara kami dipertemukan, dan kini aku telah dimiliki jiwa raganya, menjadi istri Mas Rey seutuhnya. Stay with me Mas Rey... aku mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Kuraih ponselku yang berada dinakas dan kulihat kini waktu yang tertera pada layar menunjukkan pukul satu siang. Itu artinya, kami telah tertidur dua jam lamanya. Belum mandi besar dan melakukan kewajiban yang lain.
Baru saja kakiku menapaki lantai, aku tersentak kala ranjang yang kududuki sedikit bergerak. Segera kulilitkan selimut yang ada untuk membalut tubuh polosku.
"Mau kemana sayang?" Niat Ku akan berdiri baru saja ku gagalkan saat panggilan sayang itu terdengar begitu mesranya.
"Aku mau mandi Mas," ucapku menatap wajah tampan itu. Aneh kenapa laki-laki justru terlihat lebih segar setelah itu? nyatanya.. berbanding terbalik dengan perempuan yang saat ini kurasakan benar-benar kuyu. Atau mungkin karena durasinya yang terlalu lama? Entahlah aku tidak tahu.
Kulihat Mas Rey bergeser mengambil celana boxernya dan memakainya cepat. "Tunggu sebentar, kita mandi bersama."
Apa pendengaranku bermasalah? "Hah! Yang benar saja, enggak Mas Rey."
"Kenapa?" Malu?" Dalam diamku, mengangguk ucapannya. "Mandi bersama juga termasuk sunnah Rasul!" tambahnya lagi.
Belum aku menjawab pertanyaannya, sekarang tubuhku sudah terasa melayang diudara. Apa laki-laki selalu seperti ini jika telah dicukupi kebutuhan biologisnya? Apa hanya Mas Rey yang begitu baik memperlakukanku. Ini kali pertama aku diperlakukan seistimewa ini oleh laki-laki, rasanya menyenangkan.
Bagaimana mungkin aku tak cepat menyukai orang sebaik dirinya? Apalagi dengan wajah tampan dan postur tubuh idealnya, entah darimana dia mendapatkan tubuh sebagus itu. Ditambah lagi dengan karirnya yang mapan. Aku rasa, tipe laki-laki seperti Mas Reyhan adalah yang paling banyak dicari oleh perempuan dimanapun didunia ini.
Dan akhirnya, aku tertipu mulut manis dan alasan si pelaku tembak. Inikah yang dimaksud sunnah ala-ala Mas Reyhan?
Yang kupikir mandi bersama akan lebih cepat ternyata, pemikiran itu terpatahkan. Justru waktu yang kami gunakan untuk mandi bersama, malah terasa lebih lama dan tak kunjung selesai. Jika saja tidak mengingat ibadah belum kami dilakukan, mungkin Mas Rey akan terus mengulanginya sampai aku benar-benar tertidur didalam sana.
***
Baru saja mataku kembali terlelap kini guncangan di bahuku mengagetkanku. "Apa Mas, aku masih lemas."
Dalam hatiku terus menggerutu kesal karena Mas Rey bisa saja memaksaku kembali menyerahkan diri. Sudah dua hari ini dia membuatku mandi berkali-kali. Benar-benar mengesalkan, nggak lucu gan kalau seandainya jalanku tidak senormal biasanya.
"Makan dulu ya, Mas suapin." Ucapnya sembari membangunkanku paksa.
"Tapi nanti setelah ini aku tidur sebentar yah, please!" Ucapku terus memohon.
"Iya? tapi makan dulu." Suaranya terdengar berat dan yang pasti, Mas Rey tidak menerima penolakan. Hingga akhirnya kegiatan suap menyuap itu selesai dan aku kembali terlelap dengan perasaan was-was.
....
To be continued.
Like sebelum next bab selanjutnya.
Follow IG otor untuk melihat visual dan info update terbaru. @ana_miauw
pemeran utama pria selalu salah, dia dibohongi ujung2 dia juga yang salah, dia pergi kerja lama dia juga salah, dua ujuga yang dibuat menyesal, mengemis2 maaf, pemeran utama pria di novel selalu dibuat karakter bodoh yang Terima saja diperlakukan apapun dan pada lahir dia dibuat mengemis2 pada istrinya
pemeran utama wanita selalu akan dibenarkan, dia membohongi suami dengan kebohongan yang sangat menyakitkan tapi ujung2 pemeran utama pria juga yang salah dan mengemus maaf, pemeran utama wanita pergi dari rumah dan buat suami kayak pengemis dan menderita novel anggap biasa saja bukan kesalahan yang perlu dibesar2kan dan tidak perlu minta maaf tapi pemeran utama pria pergi karena kerja yang sangat penting udah dibuat jadi kesalahan fatal dan dapat hukuman dan diremehkan pria lain
vano lelaki lain yang suka pada pemeran utama pria terlalu diistimewakan dan tidak pernah dianggap salah dan bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita dan bebas memprovokasi pemeran utama pria, kesalahan sangat banyak, meleceh wanita, memaki jalang pada peran utama wanita, menghancurkan rumah tangga adiknya tapi karena tidak dianggap salah dana tidak perlu dapat balasan