Marni seorang gadis kampung yang tingal di kota bersama sahabat kecilnya.
seiring nya berjalan waktu gadis yang mempunyai sikap konyol dan ajaib itu berubah setelah iya menikah dengan seorang pria yang mempunyai kekurangan fisik.
" Aku mencintaimu tanpa melihat kekurangan mu.. dan aku akan selalu menunggu Cinta mu "
" Aku tidak tau kenapa tuhan mengirimkan gadis yang selalu membuat ku kesal..tapi seiring nya waktu gadis yang selalu membuatku marah seketika membuatku jatuh Cinta padanya "
" Terimakasih sudah mau menerima kekurangan ku.. aku menyayangimu "
Sebelum kalian membaca cerita ini alangkah baik nya kalian membaca Cerita sebelum nya dulu karna cerita ini adalah cerita terusan dari MDAM ya😊
Jangan lupa like coment and Vote !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari H
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
" Kakak.. " Rengek seorang gadis yang masih engan bangkit dari ranjang milik kakaknya.
Andrian menghembuskan nafasnya kasar lalu melirik sang adik yang sedang ingin bermanja dengan nya itu. " Baiklah.. cuman sekali, dan ini yang terakhir.. ok, " Ucap Andrian yang langsung di angguki sang adik.
Asila langsung memeluk tubuh kekar yang duduk di kursi roda itu dia terus memeluk Amdrian dengan erat seolah tak ingin melepaskan pelukan nya membuat Andrian tertegun merasa heran dengan adiknya yang tiba2 manja seperti ini.
" Sudah lah Asila kakak sudah mengikuti keinginan mu untuk menikahinya apa itu belum cukup untukmu, " Andrian membalas pelukan sang adik.
" Belum, belum cukup kak.. kakak harus berjanji untuk menyayanginya dan memberikan banyak keponakan untuk ku, " Ucap Asila tegas dan sepertinya tak ingin di bantah membuat Andrian terkekeh keponakan? anak? bahkan belum iya bayangkan sebelum nya.
" Ya sudah nanti kakak kasih kamu keponakan yang banyak biar adik kakak yang manja ini senang, " Ucap Andrian sambil mencubit gemas hidung minimalis adiknya.
" His.. kakak mah gitu.. idung aku kok do cubit sih, kalo nanti aku pesek gimana coba, " Dengus Asila sambil mengelus hidung minimalis nya.
" Ck.. adik ku sayang bahkan sebelum hidung kamu kakak cubit hidung yang kamu banggakan itu sudah pesek dari sana nya, " goda Andrian pada sang adik dan itu berhasil membuat Asila kesal lalu menghentak2 an kaki nya keliar dari kamar sang kakak.
" Awas ya aku aduin ke bunda, " ancam Asila sebelum tubuhnya benar2 hilang dari ambang pintu itu.
Andrian memutar bola matanya malas " Terserah anda saja tuan putri pesek, " Ucap Andrian sambil tertawa.
" Bunda... aaa.. Kakak jahat, " Teriak gadis itu cempreng membuat telinga Andrian sedikit kesakitan lalu menutup pintu dengan remote cangih nya.
" Huhhh.. dasar manja, " Ucap Andrian sambil tersenyum.
sedangkan Asila yang masih diambang pintu langsung berjalan ke kamar nya.
sesampainya di kamar Asila langsung mengambil beberapa amplop yang sudah iya tulis jauh2 hari iya berniat akan memberikan semua amplop2 itu suati hari nanti.
" Kenapa aku jadi cengeng kaya gini ya, astaga.. Asila kamu kuat, " Asila menguatkan dorinya sendiri dengan pipi yang basah karna air bening yang turun dari sudut mata indahnya.
🌹🌹🌹🌹
Waktu pun berlalu hari bahagia yang di tunggu2 semua orang lebih tepatnya Marni dan keluarga nya itu pun tiba. ya hari ini adalah hari pernikahan Marni.
Di gedung hotel VIP tempat acara itu berlangsung terlihat pak Dadang yang sedang mundar mandir lebih tepatnya tegang karna ini adalah yang pertama dan terakhir pria paruh baya itu akan menikahkan sang putri kesayangan nya.
Di sebuah kamar hotel VIP terlihat seorang Gadis yang sedang melamun di depan cermin wajah cantiknya di rias dengan senatural mungkin gaun tanpa lengan nya yang indah sudah iya kenakan tapi gadis itu nampak resah keringat dingin badan nya bergetar seolah ingin menunjukan keresahan yang iya rasakan entah mengapa hatinya merasa tidak enak bahkan iya tadi malam tidurnya tak nyenyak karna mimpi buruk yang menganggu tidurnya.
Sakira yang melihat teman kecilnya yang sepertinya sedang resah hanya tersenyum lalu menepuk pundak nya pelan.
" Tenang Mar.. jangan tegang, dulu aku juga gitu ko, " Ucap Sakira yang menyangka bahwa Marni merasakan apa yang iya rasakan dulu.
" Ko aku jadi resah ya Sak.. mata aku juga rasanya pengen nangis banget." Ucap Marni sambil menatap pantulan wajah nya dari cermin.
" Aku yakin hari ini pasti berjalan dengan lancar, " Ucap Sakira penuh keyakinan.
membuat Marni tersenyum.
Sedangkan Disisi lain seorang pria tengah duduk di kursi roda dengan pakaian yang sudah rapih Jas hitam dan kemeja putih wajahnya nampak seperti biasanya tampan namun dingin.
" Senyum napa kak, heran deh padahal kan mau nikah tapi wajah nya di tekuk mulu, " Ucap Asila yang sebal melihat ekspresi sang kakak.
" His.. berisik bocah, sana gih.. " Usir Andrian jujur saja sekarang dia merasakan grogi tegang semuanya campur aduk iya rasakan.
" Astaga.. kenapa aku jadi gugup seperti ini, " Batin Andrian sambil menghembuskan napasnya pelan.
🌹🌹🌹🌹
Dikit aja Up nya.
sayang soalnya dkkit yang baca😅
woi Mar kpan lo buka semua surat" sila biar tau misi apa yg di berikan padamu
kok jd warna putih
kayak nya gritanya bagus..😊😊😊