Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Mark yang melihat Ken sedang merapikan mejanya langsung menarik nafas. Lalu melangkah mendekati tuan mudanya itu.
" Ada apa?" tanya Ken
" Tidak ada apa apa tuan, apa nanti kita menjemput nona pulang," kata Mark
" Ya saat kita pulang, apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanya Ken
" Sudah tuan, apa tuan muda mau kopi ?" tawar Mark
" Tidak usah, satu jam lagi kita akan pulang. Biar aku selesai kan dulu berkas yang tersisa," kata Ken. Sembari menyiapkan tasnya.
" Baik tuan, saya akan bersiap," kata Mark langsung berbalik badan kearah pintu keluar.
" Tunggu Mark !! " kata Ken. Sehingga Mark berhenti melangkah.
" Ya tuan," kata Mark berbalik badan.
" Apa tadi kak Sam mengajak mu pergi. Tadi aku menyuruhnya untuk minta kau menemaninya ke club'malam ini" kata Ken
" Tidak tuan, mungkin tuan Sam mau pergi bersama mba Mira," kata Mark
" Oke biar kan saja jika begitu" kata Ken menarik nafas. " Ya sudah bersiaplah !!" kata Ken lagi. Hingga Mark mengangguk dan kembali melangkah keluar dari ruangan Ken
*************
Sorenya Syara yang sudah bersiap siap hendak pulang merapikan tas juga pakaiannya. Karna Ken akan menjemputnya.
" Sudah mau pulang Sya ?" kata Naura yang baru masuk ke ruangan ganti.
" Ya kak, Syara duluan ya," Syara pun merapikan rambutnya di depan cermin
" Ya hati hati, apa kau naik taxi ?" tanya Naura
" Seperti ngak kak, sudah ada yang jemput hari ini. Dah ....." kata Syara tersenyum
" Dih ...dasar Syara ...makin gokil aja tuh anak setelah magang disini," geleng Naura yang tahu Syara memang anak yang sangat rajin dan pintar. Ketika Syara hilang di balik pintu.
Syara yang berjalan di lorong rumah sakit pun sesekali mengecek ponselnya. Menunggu Ken menelponnya. Dan benar saja, suaminya itu langsung menghubunginya. Setelah Syara mengirim pesan.
" ........."
" Ok kak , Syara tunggu di parkiran," kata Syara sembari melangkah ke arah parkiran rumah sakit.
" Hai ....mau kemana," sama Nea menjejeri langkah Syara
" Pulanglah kenapa?" Kata Syara cuek
" Kamu mengadu kepada senior mu ya, wah anak magang sekarang pintar cari muka," kata Nea menyindir.
" Hah.....O...jadi kak Gee sudah mendampratmu tadi, kenapa memangnya jika aku laporan. Karna kamu sendiri kan yang bilang, jika kamu calon tunangannya," kata Syara
" Baru mau jadi calon dokter aja sombong, apalagi sudah jadi dokter. Apa kau mau mendekati Gee?" kata Nea
" Tidak, aku tidak tertarik. Tadi aku hanya meluruskan perkataan mu. Kau bilang kau tunangannya. Jadi aku sampaikan saja sesuai perkataan mu, ternyata baru mau....masih mending aku mau jadi dokter tapi ngak pake ngaku ngaku. Ketimbang dirimu yang mengaku calon tunangan ternyata bo...hong," Syara balas menyindir
" Heh. ..kau ini anak baru, berani sekali sama senior," kata Nea yang langsung mendahului Syara dan menghadang jalan Syara. Hingga Syara berhenti seketika.
" Aish kau ini, kenapa sih di masalah nya perpanjang. Aku mau pulang. Minggir !! " kata Syara melewati samping Nea.
" Heh....dasar dokter gadungan, apa karna Gee membelamu. Kau sudah merasa hebat dan besar kepala," kata Nea yang membuat Syara berhenti melangkah. Lalu menatap Nea.
" Tadi kau duluan yang mulai di kantin kan, lalu kenapa marah. Aku tidak tahu urusan mu dengan kak Gee. Tapi satu hal yang harus kau tahu. Aku magang disini bukan karna Kak Gee tapi usaha ku sendiri. Dan aku juga ngak punya hubungan dengannya. Lalu kenapa kau menuduh ku merayunya. Kami hanya sebatas junior dan senior titik !! " Jelas Syara lalu kembali melangkah meninggal Nea
" Dasar orang aneh " kata Nea kesal. Yang terdengar jelas oleh Syara
" Dia itu yang aneh" sahut Syara pelan tanpa menoleh. "Datang datang main nuduh orang," omel Syara sembari berjalan cepat ke arah parkiran. Dan ketika ia melihat mobil Ken di kejauhan. Syara pun berlari kecil mendekati mobil berwarna hitam itu.
" Hati hati nona, kami tidak akan meninggalkanmu" kata Mark membuka kan pintu mobil untuk Syara
" Hmm ..terimakasih kak Mark," kata Syara yang masuk dan langsung duduk di sebelah Ken. Mark pun langsung menutup pintu mobil. Lalu berjalan memutar untuk masuk dari pintu sebelah kanan
" Kita langsung pulang ya Mark," kata Ken
" Ya tuan ,"jawab Mark memasang sabuk pengaman
" Pulan,g kerumah kan kak" kata Syara
" Ya rumah bunda dan ayah ," kata Ken tersenyum.
" Hah....bunda dan ayah ?" Syara pun menoleh kearah Ken. Karna itu sebutan untuk kedua mertuanya
" Ya....bunda menunggu kita dirumah, Sasa ngak perlu khawatir untuk masalah baju ganti. bunda dan bibi sudah menyiapkan semuanya dikamar kita," kata Ken.
" Tapi kak...." kata Syara yang tiba tiba merasa tidak nyaman. Karna saat menikah ia sudah meninggalkan Ken dan keluarganya. Dan pastinya itu juga berdampak kepada keluarga Kusuma
" Kenapa?" tanya Ken yang mengusap kepala Syara lembut.
" Ah ....ngak kak," kata Syara.Yang tidak jadi protes. Sebab mau tidak mau ia harus menurut, saat teringat pesan maminya.
" Kalo masalah tugas, nanti akan Kak Ken bantu," kata Ken melirik Syara
" Ya kak, tinggal sedikit kok. Syara sudah memperbaiki sebagian bab nya," kata Syara yang masih rutin mengerjakan tugas. Walau ia sibuk, tapi Syara tetap konsisten dengan tugas dan proposal yang di berikan dosen padanya.
" Baguslah," kata Ken yang tahu Syara gadis yang cukup bertanggung jawab. Walau pun syara sibuk magang. Syara masih tetap berusaha menyelesaikan tugas proposalnya.
Sedangkan Mark hanya mendengarkan obrolan pasangan suami istri itu. Tak lama mobil sudah memasuki mansion mewah dengan halaman luas. Bersamaan mobil Ken berhenti tepat di teras depan
" Turunlah !!" kata Ken
" Ya kak," kata Syara yang turun dan melihat rumah bergaya Spanyol yang tak lain rumah mertuanya sendiri.
" Ayo masuk," kata Ken yang melihat Syara terpaku menatap rumah di depannya.
"Iya....kak," kata Syara yang langsung mendekati Ken, ikut melangkah bersama untuk masuk ke dalam rumah. Dan ketika masuk rumah besar itu, Syara pun takjub, karna rumah itu 3 x lebih luas dari rumah milik orang tuanya. Apalagi semua barang yang terpajang terlihat mahal. Ada juga beberapa kristal mewah menjadi vas bunga yang tertata rapi di atas bufet
" Assalamualaikum yah," kata Ken menyapa seorang pria paruh baya. Ketika mereka berada di ruang tengah
" Hai Ken baru pulang, itu ..." kata pria itu pun tersenyum pada Syara
" Itu ayah ," kata Ken. Sehingga Syara langsung mendekati pria paruh baya itu dan menyalami nya dengan takzim
" Ini Syara yah," kata Syara gugup. Saat ia tahu ia berhadapan dengan ayah mertuanya.
" Ya nak, selamat datang di rumah kami. Rupanya kau lebih cantik dari yang kami kira," kata tuan Kusuma menelisik wajah Syara
Sebab menantunya itu lebih cantik dari Farah
" Terimakasih yah" kata Syara menunduk
" Syara...... Itu kau nak!! " kata bunda yang datang sembari membawa nampan. Dan cepat meletakkannya dimeja. Lalu membuka kedua tangannya sambil tersenyum.
" Ee......" kata Syara bingung, sembari menatap Ken. Sedangkan memberi isyarat, jika itu bundanya
" Bunda ..." kata Syara yang langsung cepat menghampiri bunda dan juga menyalaminya. Sehingga tuan Kusuma tersenyum melihat tingkah menantunya itu
" Ya ampun sayang, rupanya kau lebih cantik dari fotomu. Pantas saja Ken memilih mu nak," kata bunda langsung mengusap kepala Syara dan menangkup pipi imut Syara
" Ken bawa Syara kekamar dulu, sana sayang bersih bersih dulu. Nanti kita ngobrol setelah Syara ganti baju ya," kata bunda yang tahu Syara baru pulang dari rumah sakit
" Sa. ..ayo ...," kata Ken
" Ya kak. yah, bun, e...Syara masuk dulu,"kata Syara pamit dengan sopan.
" Ya pergilah " bunda melirik Ken sembari tersenyum. Lalu Ken pun membawa Syara menuju ke kamarnya.
" Huh...." Syara pun menarik nafas lega. Setelah meninggalkan kedua mertuanya. Karna tadi ia sempat gugup bertemu kedua mertuanya itu.
" Untung saja mereka tidak membahas aib ku, mau ditaruh dimana mukaku. Jika mereka mengungkitnya," batin Syara sangat malu pada dirinya sendiri. Sembari duduk di sisi tempat tidur kamar suaminya.
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?