kisah cinta yang rumit
Alio Ibrahim adalah kakak dari Antoni Ibrahim mereka adalah kembar namun tidak identik.
Alio yang tak pernah di harapkan kehadiranya oleh sang ayah harus menelan kepahitan, di saat ia mencoba menyerah, sosok seorang wanita mampu membuatnya semangat kembali dalam menjalani hidup.
namun ia harus merelakan cintanya saat ia mengetahui sang Adik juga menaruh hati pada gadis itu. walaupun sesungguhnya adiknya tau sang wanita telah mencintai Alio.
konflikpun memanas saat sang wanita dengan lantang menginginkan Alio di hadapan Antoni.
mampukah mereka mempertahankan hubungan persaudaraan, atau hubungan itu akan hancur hanya karena seorang wanita??
jangan lupa tinggalkan jejak,like komen dan masukkan ke daftar vavorit!
bantu Author dengan vote ya..
ELEPIYU 😘 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#30. SUARA YANG MENGUSIK !
Vivie kesal, dirinya tak habis pikir dengan kegilaan yang dilakukan adiknya dan mantan suaminya itu.
Rasa kecewanya terhadap sang adik semakin menjadi, bukan perihal ia tak rela atau masih cinta, tapi bagi Vivie adiknya itu benar-benar melebihi batasan.
"Sangat menyebalkan, bisa-bisanya mengangkat telepon di saat sedang melakukan zina !" gerutu Vivie dengan melempar ponselnya ke sembarang arah.
Lalu dirinya tiba-tiba teringat Antoni, ia belum meminta penjelasan perihal kejadian pagi tadi.
Lalu dirinya mengambil kembali ponselnya dan mencoba menghubungi putranya itu, namun sudah beberapa kali ia mencoba tidak ada satupun yang terjawab.
"Sudahlah mungkin nanti sore aku akan mencobanya lagi !" gumam Vivie lagi seraya menjatuhkan diri ke ranjang miliknya.
Sementara Vivie mencoba meredam rasa kesalnya di lain tempat Alio masih menenangkan gadis yang kini masih terisak dalam pelukannya.
Rasanya sangat tidak tega ia melihat Marissa menangis seperti ini, sudah berulang kali ia mengelus punggung wanita itu, namun tak mengurangi isakan Marissa.
"Sudahlah, kau tak perlu menangis, semoga apa yang aku duga tidak benar adanya !" ucap Alio menenangkan Marissa.
Gadis itu mengangguk, lalu Alio mengusap air mata Marissa menggunakan ibu jarinya.
"Apa kau mau jalan-jalan untuk menyegarkan pikiranmu ?" tanya Alio dengan tatapan lembut seraya tersenyum.
Lalu tiba-tiba ponselnya berdering, Alio mengalihkan pandangannya dan segera mengambil ponsel di saku celananya.
"Hallo, iya bagaimana sudah beres ?"
"Biarkan disana saya segera datang !"
"Ok tunggulah mas !"
Alio segera mengakhiri panggilannya, lalu Marissa bertanya dengan suara seraknya.
"Kau mau pergi, siapa yang menelfonmu ?"
"Orang bengkel, mobilku sudah selesai di perbaiki !" Jawab Alio dengan beranjak dari duduknya.
"Kau mau ikut ?" tanya Alio memastikan
Wanita itu mengangguk, lalu ia pamit untuk mengganti bajunya, Alio mengangguk dan duduk kembali untuk menunggu Marissa.
Tak selang berapa lama, kini Marissa sudah siap untuk pergi dengan Alio, lelaki itu beranjak dari duduknya, lalu berjalan kearah pintu.
Namun langkahnya terhenti, sejenak ia menoleh ke belakang dan bertanya kepada Marissa.
"Eh…kita naik taxi saja ya, soalnya nanti kan kita mau ambil mobilku !"
Wanita itu mengangguk, lalu setelah itu ia memesan taxi online dan menunggunya di depan rumah.
*****
Antoni masih di toilet, setelah sesaat tadi ia mengabaikan Nindy karena rasa mual membuat ia ingin memuntahkan apa yang di santapnya tadi dirinya mengutuki kebodohannya padahal ia tau bahwa perutnya tak mampu menerima masakan yang berbau seafood.
Karena ia tak enak hati menolak ajakan wanita kesayangannya itu untuk makan makanan tadi, jadi ia menurut saja saat wanita itu memesan makanan tadi.
Setelah ia memuntahkan isi diperutnya, kini ia mencuci mukanya dan segera memperbaiki penampilannya.
Lalu ia melangkah keluar dari toilet, namun dirinya terkejut mendapati Nindy berada di hadapannya.
"Hlo he, mengapa kau menyusul kemari ?" tanya Antoni dengan menyipitkan matanya.
"Mengapa kau berbohong ?" Jawab wanita itu.
Antoni menyerngitkan dahinya, ia masih mencerna maksut perkataan Nindy.
Seakan tau perubahan raut muka Antoni, gadis itu segera mengatakan maksut dari pertanyaannya.
"Mengapa kau berbohong, saat kutanya kau terbiasa tidak makan seafood, kau malah mengangguk ?"
"Seharusnya kau jujur saya ton, lalu bagaimana dengan perutmu ? tanya Nindy khawatir.
"Kau tak perlu cemas, aku baik-baik saja !" jawab Antoni dengan mencubit hidung wanita itu.
Nindy tersenyum, lalu ia mengajak Antoni untuk kembali bergabung dengan Tama.
Nindy berjalan mendahului pria itu, setelah sampai di tempat yang mereka tuju Antoni mengedarkan pandangannya, mencari sosok Tama.
"Kemana Tama Nin ?" tanya Antoni dengan masih mengedarkan pandangannya.
"Entah ton, akupun juga tak melihatnya !"
Namun dari pintu masuk, tiba-tiba mereka melihat Tama yang sedang berjalan menghampiri mereka, lalu Tama terkekeh melihat mereka yang sedang celingukkan mencarinya.
"Kalian mencariku ?" tanya Tama setelah berhasil berada dihadapan mereka berdua.
Nindy mengangguk, namun Antoni terlihat acuh, malah kini dirinya sedang memainkan ponselnya, namun Tama melihat raut muka Antoni yang mulai berubah, Tama langsung paham apa yang membuat sahabat sekaligus bosnya itu terlihat muram.
"Kita sudah terlalu lama disini, apa sebaiknya kita tidak pulang ?" tanya Nindy kepada kedua lelaki yang berada di hadapannya.
Tama mengangguk, namun pria yang sedang sibuk memainkan ponselnya itu tidak menggubris pertanyaan Nindy.
"Antoni !" Panggil Nindy dengan menepuk pundak sahabatnya itu.
"Aku ikut saja " Jawabnya dengan gugup karena kaget dengan panggilan Nindy.
"Kau kenapa apa terjadi sesuatu ?" tanya wanita itu lagi dengan memasang wajah serius.
Antoni hanya menggeleng dan tersenyum, Tama yang melihat ekspresi Antoni segera paham bahwa bosnya itu sedang ada masalah, tak pikir panjang Tama mengajak mereka berdua untuk segera meninggalkan tempat itu.
Mereka bertiga keluar, dan kini terlihat Antoni yang duduk bersandar dengan dengan memejamkan matanya, bahkan lelaki itu tak mengucapkan apapun, yang terlihat hanya wajah muramnya, terlihat dari beberapa kali Antoni menghela nafasnya.
Nindy yang duduk di samping lelaki itu terheran, mengapa Antoni terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit macet, kini mereka bertiga sudah sampai di halaman rumah Nindy.
Antoni segera turun dan mengantarkan wanita itu sampai kedepan pintu rumahnya.
Setelah memastikan wanita pujaannya masuk kerumah, Antoni segera berjalan untuk melanjutkan tujuannya pulang kerumah.
"Ada masalah ?" tanya Tama saat bosnya sudah berhasil masuk kedalam mobilnya.
Antoni diam dan masih sibuk memakai sabuk pengaman, lalu setelah itu ia menyuruh sahabatnya agar segera melajukan mobilnya menuju rumah.
Tama yang sudah paham watak Antoni segera menurut, karena percuma bertanya jika Antoni sudah memasang muka malas seperti itu.
Mobil yang di tumpangi kedua lelaki tampan itu sudah berhasil masuk kejalan raya, jalanan terlihat padat di karenakan ini hari Minggu, cuaca hari ini sangat terik membuat siapapun enggan untuk berlama-lama berada di perjalanan.
Mobil Honda jazz berwarna merah itu sudah berhasil masuk kehalaman rumah Aldaluts, lalu setelah itu Antoni turun dan diikuti oleh Tama.
Namun langkah Tama terhenti, karena bosnya itu sedang berdiri memperhatikan mobil berwarna putih yang sedang terparkir di halaman rumah sahabatnya itu.
" Ngapain Tante Ratih kesini Tam ?" tanya Antoni dengan masih memandang heran mobil itu.
Antoni tak menunggu jawaban sahabatnya itu, lalu ia bergegas masuk, karena dirinya penasaran akan kehadiran tantenya yang sama sekali tidak pernah mengunjungi rumahnya.
Setelah berhasil masuk dan di ikuti Tama dibelakangnya, Antoni mengedarkan pandangannya mencari sosok tantenya itu.
Namun pandangannya sudah menyapu setiap ruangan dan tak mendapati sosok yang di cari.
"Kau kekamarku dulu Tam aku akan menemui Daddy di kamarnya !" Perintah Antoni kepada sahabatnya itu dengan masih mencari sosok tantenya.
Tama menurut, lalu ia berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kekamar bosnya itu.
Setelah itu Antoni segera menuju kekamar Daddynya, setelah berhasil berada di depan pintu kamar sang papa, dirinya ingin mengetuk pintu, namun niatannya terhenti karena mendengar sebuah suara yang mengusik dirinya.
"Ahh.. eemm…mengapa kau melakukannya lagi sayang !"
Suara itu sangat mengusik Antoni, lalu ia berniat menggedor pintu kamar papanya namun ia urungkan karena tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikirannya.
Antoni tersenyum miring, lalu dirinya segera berlalu dan menuju kekamarnya untuk menjalankan rencana.
Bersambung…
Hola hai.. wah makin panas ya ceritanya wkwk
Terus dukung aku ya dengan cara like komen rate dan tinggalkan komentar.
Hargai karyaku degan cara like like dan komen rate ya
Salangheo..
Oh ya btw Abang Antoni dengar suara wanita lagi ngapain ya wkwkkwkw.
Trus apa rencana bang Antoni selanjutnya ?
Tulis jawaban kalian dikolom komentar !
BENCI SKALI DGN TOKOH ANTONI & NINDY...
TPI YG PLING KU BENCI DI SINI TOKOH NINDY NYA...
JDI GK JELAS KISAH CINTA SELANJUTNYA...
ASLI AKU IKUT SESAK LIAT SI ALIO...
GARA2 ANTONI & NINDY...😡😡😡😡😡
CINTA SEGI TIGA YG MEMBAGONGKAN... DGN ENDING GK JELAS SKALIGUS MNECEWAKN, OTHOR GK ADIL DGN TOLOH ALIO...
bagus
semangat
trus knpa yg ditampilkan keegoisan seorang adik n kemunafikan seorang kakak ny
Seharusny antoni tdk menghancurkan cinta kk nya sehingga membuat alio hrus mengalah demi kluarga nya
Ga masuk akal cerita mu thor
aku shunting saja.