Gadis cantik dan giat berasal dari keluarga sederhana terpaksa menyetujui persyaratan majikannya, nikah kontrak karena gadis itu membutuhkan biaya untuk rumah sakit Ayah ya, dan di saat masalah seperti itu gadis itu juga beruntung karena mendapat mertua yang perhatian dan baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Dia sangat bingung dengan perkataan Richo.
"Atau jangan-jangan," ucap Nia sambil menutup mulutnya dengan wajah panik.
dia sangat gelisah dan tidak bisa tidur.
"Apa malam ini aku akan tidur bersama dia di sini satu ranjang, aaa tidak mungkin," ucap Nia sambil berteriak sedikit keras namu tidak keras sekali.
Richo keluar dari kamar mandi menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada.
Nia langsung menutup mata ya.
"Bapak ngapain kok gak pakai baju, emang tidak malu pak?" tanya Nia terus saja menutup mata ya.
"Hmm, ngapain kamu tutup mata seperti itu, saya kan sudah pernah bilang kalau saya tidak bisa tidur kalau pakai baju," ucap Richo sambil duduk di atas ranjang di samping Nia yang sedang bersembunyi di balik selimut.
Richo menarik selimut yang di gunakan untuk menutup wajah ya,
seketika Nia terkejut karena Richo sudah di atas kasur, Nia hampir terjatuh karena sudah dekat dengan tepi kasur.
dan segera Richo menangkap tubuh Nia.
Saat Richo memegang pinggang dan tangan Nia, rasanya seperti ada yang beda, dan jantung ya sangat berdetak kencang.
Nia langsung sadar dan melepaskan tangan Richo.
"Apakah Bapak akan tidur di sini?" tanya Nia.
"Iyah, tentu saya akan tidur disini karena ini kasur saya," ucap Richo sombong sambil menidurkan badan ya di kasur.
"Terus saya tidur dimana pak?" tanya Nia sambil menunduk Kepala ya karena tidak mau menatap Richo yang bertelanjang dada itu.
"Hey.. kamu bertanya sama siapa? sama kasur!" ucap Richo.
"Saya akan tidur di kamar yang saya pakai kamarin saja pak," ucap Nia sambil turun dari kasur dengan hati-hati.
Richo hanya diam saja sambil melihat Nia yang turun dari kasur.
"Hmmm.. ngapain harus pakai drama sih, kamu mau saya kena marah mamah, karena saya tidak peduli sama kamu, lebih baik kamu tidur disini," ucap Richo sambil menarik, membaringkan badan Nia di kasur.
"Saya tidak akan ngapa-ngapain kamu, saya tidak selera dengan tubuh mu itu," ucap Richo sambil membelakangi Nia dan mulai memejamkan mataya.
"Huff menyebalkan, nasib apa yang aku terima nih ya Allah harus punya suami kaya gini amat, nih kaki kenapa harus sakit sih," batin Nia bergerutu, namun tak kunjung membuka mataya.
Saat sudah tidak mendengar dan tidak ada rasa gerakan di sana dia mulai membuka mataya,
dan melihat ke samping ya, ada Richo di sana yang membelakangi Nia.
Nia bernafas lega karena Richo sudah tidur, namun mata ya tak kunjung bisa tidur.
dia memainkan handphone ya, sambil menonton drama Korea kesukaan ya.
"Jam menunjukkan pukul 23:00 tepat.
mata Nia pun mulai mengantuk dan mematikan ponsel ya,
dan ternyata Richo sudah menghadap mengarah Nia.
dan bisa sangat jelas di lihat wajah tampan Richo itu.
Nia memerhatikan wajah Richo lekat-lekat dan menyentuh wajah Richo,
"Seandainya dia mencintai aku, maka aku lah wanita yang paling beruntung di dunia," batin Nia dan mulai menutup mata ya, namun tangan ya dekat dengan wajah Richo.
Nia menyusul alam mimpinya bersama Richo.
Tampa mereka sadari sekarang bentuk tidur ya tadi sudah berubah.
sekarang Nia berada di dekapan Richo,
Sinar mentari pagi, menembus kamar Richo
hingga membangunkan sang penghuni kamar.
Richo membuka mata ya, dan melihat Nia yang menenggelamkan wajah ya di dada bidang Richo karena menghindari silau matahari.
"Tadi malam seakan-akan jual mahal sekarang malah nempel di situ," batin Richo sambil tersenyum dan memeluk Nia.
Nia mulai membuka matanya perlahan dan menyadari kalau dia sedang di depan dada Richo,
saat Richo menyadari Nia sudah bangun dia pura-pura tidur kembali.
namun tangan ya tak kunjung di lepas ya. Nia melihat Richo dan sedikit melepas pelukan Richo dan melihat perut six pack Richo dan dada bidang ya membuat Nia jatuh cinta dan sangat betah tidur Disana.
Nia memerhatikan Richo dan tangan ya menyentuh perut Richo sedikit dan seketika tangan ya di tahan oleh Richo.
Nia terkejut karena Richo sudah terbangun.
"Jangan sentuh itu," ucap Richo dan menatap wajah Nia yang kelihatan sangat panik.
"sentuh lah bagian yang lain, jangan yang itu karena saya sangat penggeli di bagian perut," ucap Richo sambil tersenyum menggoda.
Seketika Nia langsung menenggelamkan wajahnya di selimut ya karena malu.
...----------------...
Terimakasih kak
yang sudah mampir
jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyak ya.
🙃🙃🙂🙃🙂🙂