NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Angkuh

Menikahi Pria Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:906.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rika Surya Fajar

"Kalau dia sudah tidak ingin hidup maka biarkan saja dia mati!"

Samar-samar aku mendengar suara bariton dari sampingku. "Brengsek, dokter macam apa yang menginginkan pasien nya mati" gumamku sambil meringis menahan sakit.


Cerita ini berkisah tentang seorang gadis muda berusia 19 tahun yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria yang sudah cukup berumur. Dia, Kirana Nindya Prasetyo memilih bunuh diri daripada menikah dengan pria yang tak dikenalnya.

Lalu, sosok seperti apakah yang akan menjadi suaminya kelak, sehingga dia begitu keras kepala menolak perjodohan ini?

Akankah pria misterius itu memaksa untuk menikahi nya atau malah bekerjasama dengan nya untuk membatalkan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Surya Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 30 Menjelang Pernikahan

Kiran mengganti kameranya dan menunjukkan dirinya yang sedang mandi. Wajahnya tersipu saat Elang menatapnya tajam.

"Apakah Puri masih disitu?"

"Tidak suamiku, dia sudah turun kebawah."

"Kau tidak berbohong padaku sayang?"

"Tidak sayang, aku sendirian disini."

"Baiklah, lanjutkan mandimu. Aku ada sedikit urusan, nanti malam aku akan pulang menemanimu."

"Iya suamiku, aku pasti menunggumu", jawab Kiran tersenyum manis.

"Heh anak baik, kalau menurut beginikan jadi manis. Persiapkan dirimu nanti malam sayang, aku punya hadiah untukmu"

"Hadiah? Benarkah suamiku, aku sangat senang mendengarnya."

"Hahaha kau sangat manis istriku, selesaikan mandimu, aku akan meneleponmu sepuluh menit sekali dan kau harus menjawab panggilanku dimanapun kau berada. Jika kau tak menjawabnya, aku akan langsung muncul dihadapanmu!"

Klik....

Kiran mencibirnya setelah Elang menutup telepon.

Dia benar-benar gila, dalam sehari dia sudah puluhan kali meneleponku. Apakah dia seorang maniak? Huh sangat mengerikan. Bisa-bisanya dia akan meneleponku sepuluh menit sekali. Apakah dia seorang manusia? Atau dia yang tidak menganggap aku manusia? Hah sungguh melelahkan.

Kiran menyandarkan kepalanya pada pinggiran bath tub, karena merasa nyaman Kiran pun tertidur. Dia tak mendengar suara telepon nya karena terlalu pulas. Dia bahkan tak menjawab panggilan Puri yang sudah beberapa kali mengetuk pintu.

"Tuan, Nyonya tidak menjawab panggilan saya, apakah saya boleh masuk? Saya khawatir Nyonya dalam bahaya." kata Puri memberi penjelasan melalui telepon.

"Kenapa kau masih bertanya! Cepat selamatkan dia! Sebentar lagi aku sampai! Awas kalau sampai terjadi sesuatu padanya!"

"Baik Tuan."

Bukankah tadi dia yang dengan tegas menyuruhku pergi dari kamar mandi? Dia bahkan melarangku melihat Nyonya mandi, dan mencurigaiku sebagai seorang lesbi?

Puri menutup telepon nya dan langsung menerobos ke dalam kamar mandi. Ia terlihat panik saat melihat Nyonya Muda nya tertunduk lemas dengan mata terpejam. Kiran berusaha mengangkat tubuh Kiran dari bath tub, pada saat bersamaan Elang muncul dan langsung merebut Kiran dari gendongannya.

Nyonya semoga kau baik-baik saja, jika sesuatu terjadi padamu, entah apa yang akan dilakukan raja iblis ini padaku.

"Puri kenapa kau masih bengong, cepat hubungi Tomi! Suruh dia kemari dalam lima menit!"

What? Lima menit? Emangnya Dokter Tomi itu jin apa, bisa menghilang hanya dengan menjentikkan jari? Tuanku benar-benar jatuh cinta pada Nyonya.

Sepuluh menit kemudian Tomi dan terburu-buru masuk ke kamar tidur Meysa, tapi ia tak menemukan siapapun disana. Ia lalu bergegas ke kamar Elang.

Ternyata benar mereka disini. Eh tunggu dulu, Elang membiarkan orang lain tidur di kasurnya? Bukankah dia mysophobia? Dia sangat tidak suka barang miliknya disentuh orang lain.

"Hei brengsek! Kalau kau datang hanya untuk melamun, maka pergilah! Biar aku yang mengobati nya sendiri!" bentak Elang kesal.

"Kau iblis kutub, tentu saja kau harus mengobati nya sendiri, kau juga seorang dokter tapi mengapa malah memanggilku kesini?"

"Aku memintamu ke sini bukan untuk mengobati istriku, tapi untuk membicarakan perubahan rencana sore ini."

"Apa yang akan kau lakukan?"

"Tunggulah diruang baca, aku akan menemuimu disana. Biarkan aku membereskan istriku dulu."

Elang mengerling nakal, ia tau kalau Kiran pura-pura tidur. Setelah Tomi pergi, Elang membuka kemejanya dan melemparkan ke wajah Kiran. Kiran gelagapan dan membuka matanya, ia menatap Elang dan menjerit.

"Auuuw! Apa yang kau lakukan suamiku? Kenapa kau melepas pakaianmu?" tanya Kiran sontak menutup kedua matanya.

"Aku akan menghukummu Nyonya Segara! Sepertinya aku terlalu memanjakanmu, maka hari ini aku suamimu akan mendisiplinkanmu!"

"Ah sayang, bukankah kita bisa bicara baik-baik? Apa salahku, kenapa aku harus dihukum suamiku?"

"Kau tidak tau apa salahmu!" bentak Elang.

Kiran menggeleng takut, dia menunduk dan menggigit bibirnya. Elang menarik tubuhnya dan mengangkat dagu Kiran.

"Suamimu ada dihadapanmu sayang. Kenapa kau begitu suka menatap ke ujung sepatumu? Apa kau menyimpan wajah pacarmu disana?"

Tubuh Kiran bergetar, dia mundur selangkah mendengar perkataan Elang, diapun memberanikan diri menatap wajah Elang yang tampan namun dingin menyeramkan.

"Tidak suamiku, aku tidak punya pacar!" Kiran berusaha membela diri.

"Hahahaha...." Elang tertawa keras dan kembali menarik Kiran dalam pelukannya.

"Aku hanya bercanda sayang, aku percaya padamu. Lagipula mana ada pria yang mau jadi pacar gadis jelek dan bodoh sepertimu."

Kiran marah mendengar pengakuan Elang, ia memukul-mukul dada Elang dan meluapkan kekesalannya.

"Kau jahat, kau membuatku ketakutan! Dasar brengsek! Aku benci kamu!"

Setelah lelah, Kiran pun berhenti memukul Elang. Elang meraih kedua tangan Kiran yang masih terkepal, ia kemudian menciumnya dengan lembut.

"Apakah tanganmu sakit?" tanyanya khawatir.

Aku baru saja memukulinya dengan sekuat tenaga, tapi dia malah mengkhawatirkan tanganku? Ada apa dengannya?

"Nyonya Segara apa kau menyesal? Kau bersalah dan sekarang kau juga menyerang suamimu dengan brutal. Menurutmu bagaimana aku akan menghukummu sayang?"

"Aku tidak menerima hukumanmu karena aku tidak bersalah."

"Sayang kau tidak menjawab panggilanku sebanyak tiga puluh kali, kau tertidur di bathtub dan membuatku khawatir, lalu kau malah berpura-pura tidur saat aku terlihat begitu panik, dan satu lagi tambahan kau menyerangku dengan kekerasan."

"Ah, kau tau kalau aku pura-pura?"

"Sangat tau sayang, itulah alasannya aku meminta Puri memanggil Tomi, biar aku bisa memakaikan baju untukmu, tapi sayang aku tak tertarik dengan tubuhmu."

"Kurang ajar! Kau mengambil kesempatan! Kalau kau tak tertarik kenapa menyentuhku?"

"Karena aku ingin sayang. Kau masih tidak meminta maaf padaku?"

"Kau sudah melihat dan menyentuh semua milikku, kita impas. Kau tak perlu menghukumku!"

Kiran marah dan bergegas keluar dari kamar, tapi dengan cepat Elang menahannya.

"Kau tukar pakaianmu dengan yang lain! Hanya aku yang boleh melihatmu memakai kemejaku!"

Huh, Kiran mendengus kesal, tapi ia menuruti permintaan Elang. Ia melihat dirinya yang terlihat sangat seksi dengan balutan kemeja Elang.

*****

Diruang baca Tomi sudah bosan menunggu.

Bocah brengsek ini sengaja mengerjaiku, dia memintaku menunggu sementara dia asyik dengan istrinya yang muda dan cantik.

"Kau memakiku kawan?" sebuah suara mengejutkan nya.

"Kau iblis tak berperasaan, teganya kau menyuruhku menunggu sementara kau..."

"Hahaha, aku sedang menghukum istriku!"

"Menghukum istrimu? Dan kau terlihat senang?"

"Kau jomblo akut, kau takkan mengerti betapa indahnya hukuman ini."

Tomi mengernyitkan dahinya. Ia melihat Elang menukar pakaiannya setelah menghukum Kiran, wajahnya ceria namun rambut nya terlihat berantakan.

Si brengsek ini, pasti dia pamer padaku soal kemesraan nya pada Kiran.

"Baiklah, aku sudah merubah rencana awal. Pada akad nikah sore nanti, aku akan datang ke rumah walikota."

"Kau mau menikahi siluman itu?"

"Tentu saja tidak kawan, tugasmu adalah...."

Elang membisikkan sesuatu ditelinga Tomi dan Tomi mengangguk setuju.

"Tapi bagaimana kita bisa membujuk pria itu?"

"Aku sudah mengatur semuanya, tugasmu hanya membawa Cyntia ke hotel."

"Baiklah bos, aku akan mengaturnya."

Tomi pamit pulang dan diluar ia melihat Kiran sedang menyeduh teh hijau. Ia terlihat manis dan anggun dengan gaun biru muda sebatas lutut. Rambutnya diikat tinggi diatas kepala dan menunjukkan leher jenjangnya yang putih mulus. Tomi pun terpana, hal itu membuat Elang jengkel.

"Kau belum puas melihatnya? Apa kau ingin aku mencongkel kedua matamu!"

Tomi pun langsung ngacir saat melihat wajah Elang dengan sorot mata membunuh.

1
•|~Naaaa_desu!!!
hai semua aku datang dari masa depan 😁😃
leahlaurance
duh.... kejam kali elang
leahlaurance
suka amat baca novelnya ..
Clueless Kitty
pantesan berbusa.. wong nenggak shampo 😅
Queen's bee👸🐝🐝
lihat komen2 nya cerita ini terbit dari tahun 2020 tapi masih sepi pembaca, padahal cerita nya bagus kok dan penulisan nya tidak acak2an. semangat terus kakak 💪💪
Cinta Lope
ceritanya seru ka kok g lanjut
Nana Innovel
lanjuuut dong
Nana Innovel
lanjut thorrrrrtt
Nur Indah Aprianti
lanjut thor buat kirana hamil
Nana Innovel
kok nggak ada lanjutannya sihhh kak
Luluk Farida
lanjut Terus donk Thor tetep semangat...
Nana Innovel
kok nggak lanjut lanjut sihhhh
Nana Innovel
lanjuuuut thorrr
Nana Innovel
kok nggak post lagi sih thor
Nana Innovel
lanjutttt
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrrr..
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrr..
Savala Rino
lanjut thor
Alvian Denis
hahaha lucu lucu lucu
Daffazeya
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!