NovelToon NovelToon
RINDU SANG PRESDIR

RINDU SANG PRESDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Heniff

Luna, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis Desa yang merantau ke kota bersama Ibunya. Gadis yang anggun, lembut, ayu, tangguh serta mandiri. Dia hamil tanpa suami dan belum pernah sekalipun melakukan hubungan dengan laki-laki. Berawal dari kejadian yang tidak terduga. Luna mengalami sakit perut lalu melakukan pemeriksaan di rumah sakit PERMATA DOA. Dari situlah awal kehamilan Luna hingga membuat malu keluarga.

Dapatkah Luna dan keluarganya menerima kehamilannya? Atau kejadian di luar dugaan malah dialami oleh keluarga Luna?
Dan bayi siapa yang Luna kandung? Apakah bayi Luna adalah keturunan pertama pewaris perusahaan terbesar di Kota J. Yuk langsung simak ceritanya.

*Mohon dukungan para Readers tersayang..*

Karya ini diterbitkan atas izin mangaToon Heniff, Isi Konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili MangaToon itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heniff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

“Tidak apa. Kamu tetap cantik.”

Bos itu pergi meninggalkan istri dan Ibu mertuanya yang masih sibuk bere-beres belanjaan, dia pergi ke kamar kemudian mengecek semua yang berkaitan dengan kantor, dia mengecek semua email yang masuk, dari melani dan Rama selaku sekretaris pribadi dan asisten kantor, satu persatu di periksanya dengan teliti, dia juga mengecek bursa saham hari ini dan perkembangan proyek berlian.

Lama dia melihat laptop dengan mengelus dagu, sepertinya dia menemukan kejanggalan dari kontrak berlian yang baru saja dia ajak kerjasama. Setelah dicermati lebih detail ternyata ada kejanggalan dari laporannya tapi bukan kendala yang serius, hanya perlu pemahaman yang lebih ekstra, ahirnya dia melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.

“Mas.., ini Luna, Mas mau makan menu apa sore ini, kata Ibu biar nanti dibuatkan.”

“Masuklah.., aku tidak dengar apa yang kamu bicarakan?”

Luna membuka pintu kamar suaminya dengan sangat pelan, dia masuk tapi tetap berdiri di belakang pitu kamar suaminya.

“Mas mau makan apa sore ini? Biar nanti dibuatkan.”

“Hem.., aku mau makan kamu sore ini,” Luna mundur dua langkah semakin nempel pintu kamar Arka setelah mendengar kata-kata suaminya, dengan sengaja suaminya berdiri dan mendekati dimana dia berdiri.

“Bagaimana? ada menu untuk ku kah sore ini biar aku bisa makan istriku yang cantik ini.”

Luna semakin mundur sampai nempel pintu, kesempatan itu dipakai Arka untuk mengungkung istrinya dengan kedua tangan yang menempel pintu, Luna yang mendapat tingakah seperti itu dari suaminya menutup wajah dengan ke dua tangannya dan memejamkan mata, kemudian melorot ke bawah untuk melepaskan diri dari kungkungan tangan kekar suaminya, kemudian menjauh dari suaminya, tapi apalah daya, dia terlanjur masuk ke kamar singa lapar, entah apa yang sudah mereka lakukan.

Di dapur Bu Imah sedang meracik bumbu untuk menu makan malam dia memilih membuat capcai dengan lauk daging sapi, karena menunggu Luna yang disuruh ke kamar suaminya untuk menanyakan suaminya mau makan menu apa hingga di tunggu sekitar 15 menit juga tidak muncul juga. Ahirnya Bu Imah memutuskan untuk memasak capcai.

“Dasar Luna, di suruh bertanya pada suaminya di kamar saja lamanya seprti pergi pulang kampung.”

Bu Imah tidak curiga dengan Luna yang tidak kembali-kembali. Dia tetap sibuk memasak untuk makan malam, karena dia hawatir kalau memasaknya akan terlambat, dia juga tidak curiga kalau anak semata wayangnya sudah disantap oleh singa lapar, yang benar-benar sudah lapar.

“Nduk.., di mana sih kamu, di suruh bertanya pada suami kok malah tidak kembali-kembali,” Bu Imah ngomel sendiri tanpa curiga, hingga masakan sudah mulai matang karena sudah hampir 40 menit dia mempersiapkan masakan dan memasaknya hingga sudah mulai matang.

Setelah semua jadi, barulah Luna muncul mendekati Ibunya sambil masih beres-beres seperti ada yang di rapikan dan salah tingkah dengan tubuhnya.

“Kamu dari mana nduk..? di suruh tanya suami tentang menu makan sore kok tidak kembali-kembali?”

“Em.., Luna..Luna tadi, ke sana Bu.”

“Ke mana? Ibu menunggu lama tidak muncul juga, ahirnya Ibu masak capcai, di suka apa tidak ya itu adanya.” Bu Imah merasa kesal dengan tingkah putrinya yang telat.

“Luna tadi sama Arka Bu.., tadi Arka ajak jalan-jalan sambil ngobrol di taman, jadi maaf samapai Lupa kabari Ibu, tapi tidak apa kok Bu, menantu Ibu ini juga suka capcai dan paling di suka adalah bebek goreng nyami, kapan-kapan tak ajak ke bebek goreng nyami ya.

Bos HJG itu mengalihkan fokus Ibu mertuanya agar tidak curiga kalau Luna telah di makan dengan sangat pelan-pelan oleh menantunya, karena memang menantunya menyadari kalau istrinya itu belum terbiasa dan masih merasakan sakit ketika mau di makan langsung oleh Arka. Hingga ahirnya belum lolos juga singa yang kelaparan dan sudah pingin makan kenyang, pada ahirnya meneyerah dulu karena hawatir istrinya tidak nyaman dan mungkin perlu waktu yang nyaman dan tenang.

“O.., kirain ke mana tadi, ditunggu sampai masakan sudah mateng semua baru muncul. Ya sudah Ibu mau bersih-bersih dan ganti baju juga, keburu nanti magrib.”

“Tu kan, Mas Arka sih pakai adegan tak se****h sama luna, Ibu jadi menunggu. Kayak gak ada waktu lain saja.”

“Tidak bisa ditahan jadi mengertilah.”

Dasar cowok, maunya selalu menang sendiri, Luna bergumam dalam hati.

“Ya sudah Mas, Luna ke kamar dulu ya, mau bersihi badan biar tidak bau mas Arka lagi.”

“Arka tersenyum menanggapi kata-kata Luna, dia merasa berhasil karena sudah memenuhi bau istrinya dengan bau badannya.”

Magrib menjelang, karena sumua sudah menjalankan ritual bersama, ahirnya mereka makan malam bersama, semua makan dengan lahap, apalagi Bos HJG itu, terlihat seperti baru makan 1 minggu, begitu lahap dengan menu yang dimakannya.

“Pelan-pelan kalau makan nak Arka, semua punya kita kok,” Bu Imah mengingatkan menantunya yang makan begitu lahap.

“Tenang Bu, Arka menaruh semua atribut menantu Ibu yang sudah terbiasa makan dengan selalu penuh etika dan aturan orang-orang yang kaya, biarkan Arka menikmati masakan Ibu yang begitu lezat, mungkin Ibu memasaknya dengan penuh kasih sayang jadi hasil masakannya sengat lezat, bukan begitu istriku?”

“Hem.” Dengan sangat pendek Luna memberi jawaban pada suaminya.

“Iy nak Arka, kapan Ibu bisa pulang ke kampung, Ibu benar-benar sudah pingin pulang dan tinggal di sana, karena Luna sudah punya nak Arka yang Ibu yakin akan menjaga anak Ibu dengan baik.”

Arka diam belum bisa mengasih jawaban dari pertanyaan Bu Imah. Pasti dia harus banyak mengkoordinasikan segala jadwal yang akan dia lakukan dengan menyesuaikan jadwal di kantor, karena sudah lama juga dia tidak bisa ke kantor karena sibuk dengan urusan pribadinya.

“Baik lah Bu, Arka akan buat jadwal dengan sekretaris kantor, biar nanti langsung bisa ke kampung tempat kelahiran Luna.”

“Berarti Ibu akan tinggal di Pandansari, terus Luna tinggal sendirian di sini? Luna tidak mau, pokoknya Ibu tetap tinggal sama Luna.”

“Kamu sudah dewasa nduk, banyak bekal yang sudah kamu dapat untuk menjalani proses berumah tangga, kamu harus belajar hidup mandiri dengan suaminu. Lagian Ibu juga kangen dan ingin bermanfaat di kampung, biar masa tua Ibu di kampung bersama ponakan dan saudara-saudara Ibu.”

Lama Luna berpikir, semua dalam diam dan masih makan berusaha untuk makan dengan lahap, yang awalnya Arka makan dengan lahap, karena melihat rona kesedihan di wajah Ibu mertuanya dan istrinya, nafsu makannya seketika menurun.

“Sudah.., tidak perlu sedih.” Bos HJG itu mencairkan suasana yang menyelimuti Luna dan Bu Imah.

“Persiapkan diri saja kalau besok mau masuk kul, tidak usah berpikir yang membuat kamu dan Ibu bersedih, semua memang butuh proses dan harus dijalani. percayalah semua akan baik dan lancar kalau kita berniat semua karena Allah.”

Semua masih dalam kediaman dan pikiran masing-masing. Sekalipun makan malam mereka sudah selesai.

***

like like vote vote, terimakasih atas semua dukungan yg telah Readers berikan pada Author..

1
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
heniff: siap kk, lagi off dulu ini
total 2 replies
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
heniff
nunggu lebaran Kak
fanny tedjo pramono
kenapa ceritanya tdk dilanjutin? sy tunggu jawaban guys
Soraya
gak slh masa CEO perusahaan ngasih mahar cuma seperangkat alat sholat
heniff: dadakan kali ya Kak, jadi mahar pada umumnya sajah...😍
total 1 replies
nuraeinieni
kalau merasa panas di tubuh mu,mending masuk kamar mu arka,lagi pula ada luna yg bisa atasi.
heniff: gercap ya kak
total 1 replies
nuraeinieni
bagus luna datang,supaya aurora nggak macam2.
heniff: Author tidak akan membiarkan Arka digoda
total 1 replies
nuraeinieni
lanjut thor
heniff: siap kk
total 1 replies
nuraeinieni
belah duren zaki sama sisi
heniff: iya kak...makasih udah mampir di RSP
total 1 replies
heniff
siap kk
heniff
makasih readers yang sudah mampir lagi ke RSP, Maaf setelah sekian purnama baru up lagi
heniff
makasih sudah baca2 RSP terus kak...
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
semangat up nya kak...
heniff: ok kk
total 1 replies
nuraeinieni
luar biasa
heniff
makasih atas give, vote serta dukungan2 yg lain Kakak...
heniff
makasih kk iyaaa semoga Arka lekas sadar
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
cepat sadar arka, banyak yang nungguin kamu sadar dan banyak yang doain kamu cepat pulih. kasihan Luna masa hpl itu sangat tegang dan butuh kamu arka😭😭
heniff
hahaha
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
si rama sempat²nya nge-charge dulu bangun tidur🙈🙈😂😂 ciiaa....
cepat sadar arka aku kangen eh salah Luna yang kangen🤭🤭
heniff: ok ok author juga ikut senang Arka sudah sadar di Bab depan ya
total 1 replies
Srilestari Asyiah Fitri Cienulingga
kagak Ade neng indah lagian mas Rama Aya Aya Bae🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!