NovelToon NovelToon
Kakak Itu Jodohku

Kakak Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pajar Wati

"Saya berharap dimasa depan nanti kita akan berjumpa lagi, tapi tidak sebagai teman. melainkan sebagai pasangan yang sudah terikat secara Agama mau pun Negara. Saya akan menjadi seorang Ayah, sedangkan kamu menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku kelak." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang siswa laki-laki kepada Yuri saat kelulusan sekolah, akankah mereka berdua bisa dipertemukan kembali dikemudian hari? Lalu siapakah siswa laki-laki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pajar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

“Allah Akbar!” aku menabrak Mbak Lia ketika

keluar dari ruang kosong, alhasil kami berdua jatuh ke lantai bersama. Bergegas

aku bangun dan bangkit.

“Loh, kok kamu masih di sini? Katanya kamu

sudah mau pulang?” ucapnya keheranan, aku yang tidak ingin bicara dengannya,

memutuskan untuk pergi.

“Yuri! Yuri!” panggilnya, aku terus berjalan

cepat, aku ingin cepat sampai rumah.

“Lia!” sapa Adi baru saja keluar dari ruang

kosong membuat Lia kaget setengah mati.

“Astagfirullah! Pak Adi! Jangan bikin kaget

saya dong!” Lia langsung berdiri ketika melihat ada Adi di sini. Selesai

berbicara dengan Lia, ia memutuskan untuk kembali ke ruang kerjanya.

“Dih, tuh orang kenapa sih? Kok aneh banget?

Yuri juga, kenapa dia belum pulang ya?” tanya terheran-heran.

Ya, Allah. Kenapa malah hujan? Padahal aku mau

cepat sampai rumah, aku takut ketemu sama pak Adi di sini. Aku mengeluarkan ponselku

untuk memesan ojek Online, sayangnya ojek yang aku pesan sudah penuh semua.

Sekali pun ada, pesananku langsung ditolak. Mungkin karena hujan cukup deras.

Saat aku menoleh ke arah lain, aku sempat

melihat Adi baru keluar dari  lift menuju

ke parkiran. Aku yang sudah muak melihat wajahnya, memutuskan untuk menerobos

hujan deras. Biar lah semua bajuku basah, dari pada aku harus bertemu dia di

kantor.

Aku terus berjalan sepanjang trotoar, banyak

sekali orang sekitar memperhatikanku. Tapi aku tidak peduli, hatiku sudah

hancur berkeping-keping dengan kejadian barusan. Semua orang yang melihatku,

tidak ada yang tahu aku sedang menangis sesenggukan.

Di saat aku menangis, tiba-tiba saja ada jas

menutup tubuhku, aku menoleh ke arah seseorang yang menaruh jas ditubuhku.

Ternyata dia adalah Kak Alex, tubuhnya basah kuyup karena menemaniku

hujan-hujan seperti ini. Aku tidak menyangka akan bertemu dia di sini.

“Ikut saya, hujannya cukup deras.” Entah

kenapa, langkah kakiku mau  mengikuti

dia. Aku sudah tidak bisa berpikir lagi, aku sudah tidak tahu lagi harus

berbuat apa dalam kondisi seperti ini.

“Ayo, masuk.” Ia membuka pintu mobil untukku.

Selama dalam perjalanan, aku sama sekali tidak

banyak bicara. Aku terus menangis tanpa henti, aku masih memikirkan kejadian yang

sudah menimpaku. Dan itu membuat aku trauma.

“Kita pulang ke tempat saya dulu ya, nanti

saya belikan baju buat kamu ganti, sekalian sama jilbab kamu,” ucapnya, aku

hanya mengangguk pelan, aku sudah tidak bisa lagi berpikir ke mana-mana.

1 jam kemudian kita berdua sampai di apartemen

miliknya, memang jauh jarak antara kantorku dengan apartemennya.

“Kamu duduk di sini dulu, saya mau ambil

handuk.” Ia berlari ke arah kamar untuk mengambil handuk, tak lupa ia

membuatkan minuman hangat untukku.

“Ini handuknya, ini minuman hangat buat kamu.

Kalau kamu mau mandi  di sana ada kamar

mandi.” Aku berjalan ke arah kamar mandi,  tubuhku juga sudah mengigil. Kusiram tubuhku dengan air hangat melalui

sower, aku terus menangis di bawah kucuran air. Aku trauma dengan kejadian itu,

rasanya inginku hancurkan Adi dari muka bumi ini agar aku tidak bisa melihat

wajahnya.

Sudah setengah jam Yuri belum juga keluar dari

kamar mandi, Alex sedikit khawatir dengan keadaan Yuri saat ini, ia masih bisa

mendengar suara kucuran air.

“Yuri? Kamu masih mandi?” Alex terus mengetuk

pintu kamar mandi, namun tidak ada jawaban sekali. Alex semakin khawatir, ia

pun bingung harus berbuat apa. Tidak mungkin ia langsung masuk begitu saja,

takut Yuri tidak berpakaian. Kalau dia hanya diam saja, dia takut Yuri kenapa-kenapa.

“Ya, Allah. Aku harus gimana?” Alex terlihat

gusar dengan keadaan seperti ini. Masalahnya Yuri sudah ada di kamar mandi

lebih dari setengah jam.

Mau tidak mau, ia harus masuk ke dalam.

Masalah Yuri pakai baju atau tidak itu urusan belakangan, yang penting keadaan

Yuri harus bisa diselesaikan. Alex pun membuka pintu kamar mandi dengan kunci

cadangan, perlahan ia membuka pintunya dan mengintip ke dalam sambil tutup

mata. Tak lupa ia memejamkan matanya, takut Yuri tidak pakai baju.

“Yuri? Yuri? Kamu masih mandi?” ucapnya, tapi

tidak ada sahutan sama sekali. Ia hanya mendengar suara kucuran air saja. Dengan

perasaan campur aduk, Alex memutuskan untuk membuka matanya secara perlahan.

Saat matanya sudah terbuka, ia terbelalak

melihat Yuri sudah duduk dalam keadaan pingsan di bawah guyuran air.

“Ya, Allah! Yuri!” ia bergegas mengendong Yuri,

wajahnya sudah pucat membiru. Ternyata benar dugaan Alex, kalau Yuri sedang

tidak baik-baik saja. Untungnya lagi Yuri masih memakai baju dan jilbabnya.

“Gimana keadaannya?” tanya Alex terhadap

dokter perempuan, sebelumnya ia sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk

mendatangi ke apartemennya.

“Alhamdulillah, keadaannya tidak terlalu

parah. Hanya saja tubuhnya mengalami demam, nanti saya resepkan obat. Tolong

belikan ya di apotek.”

“Terima kasih Dok.”Selesai memeriksa keadaan

Yuri, dokter itu kembali ke rumah sakit. Yuri juga sudah digantikan baju

dibantu oleh asisten dokter.

“Ya, Allah. Kamu kenapa bisa kaya begini.”Sudah

2 jam Yuri masih belum bangun dari pingsannya, Alex semakin khawatir dengan keadaannya,

ia memberikan kain basah untuk ditempelkan di kening Yuri, agar panasnya

menurun.

Saat Alex ingin mengganti kain yang baru, ia

melihat Yuri sedikit menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri sambil mengucapkan

sesuatu.

“Jangan, tolong. Jangan paksa saya, Pak Adi,

jangan bawa saya,” lirihnya masih dalam tak sadarkan diri, Yuri terus  merancu. Ia tidak mengerti kenapa Yuri bisa

seperti ini.

“JANGAN!” teriaknya saat sudah sadar dari

pingsan, napasnya begitu cepat. Keringat dingin sudah bercucuran ke mana-mana

sampai baju yang ia kenakan basah semua.

“Yuri, kamu kenapa?” Alex terlihat panik

melihat Yuri tiba-tiba berteriak keras.

Aku bermimpi buruk, aku melihat pak Adi terus

memaksaku untuk masuk ke dalam kamarnya, aku dipaksa tidur di atas ranjang.

Dengan kasarnya ia menindih tubuhku membuat aku susah bergerak, untungnya semua

itu hanya mimpi saja.

“Yuri?”

1
Sri Mulyani Yani
Luar biasa
Sitikhumairoh
tor ini q yg bingung ato gimana sih....tiba2 ude adegan Sandra menyandra
dewi
mkasih ceritany.
Juliai Ani
nyimak dulu
aurel
hai kak yuk mampir juga di lapak aku, siapa tau kakka tertarik, jangan lupa tinggalkan jejak
Owin Kupon
bikin hami kgi thor biar meerka bahgia jngn kecewa mlulu dari pertma smapi terkhit nggk ada kebhagian sm sekalipun thor
Owin Kupon
semngt thor berikan kesalamt pada bai merka biar bhgia thor kasian aku lihtnya
Owin Kupon
udah lma berpisah seharusnya udah melmar dn menika balik bolak trus ceritanya
Yati Maryati
lanjut lagi dong thor ceritanya biar seru
Siti Mutmainnah
good luck
sansan
Yuri yg dicium AQ yg melting...
Natasya
lanjutt thor
Endang Winarsih
akhirnya nikah juga, ceritanya seru..
Endang Winarsih
mampir kak, kelihatannya seru nih
Siti Rejeki
keren
Aqila Azka
pemeran utama cewek ya terlalu munafik..pgang g ble..cium g bole..sok suci x..ceritanya pn muter2 trus g da titik temunya..
Karyati Yati
olh PO
Bundy Tristan
tor ...tolong deh si Yuri suruh Nerima cinta si Alek..lama lama bosen ,,takut saya klw cek jual mahal nanti ujung ujungnya di kerjain laki laki..
Lena Sari
semoga kk
Rika Khoiriyah
lihat cogan, makanya gk konsen🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!