NovelToon NovelToon
Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Kuktivasi Raja Bayangan Jilid 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:457.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: secrednaomi

Ini adalah lanjutan dari Kultivasi Raja Bayangan, jadi baca dulu jilid pertama dan kedua sebelum ke novel ini...

Liu Yuwen adalah seorang kultivator jenius yang pernah lahir di dunia, ia mencapai puncak beladiri sampai dijuluki sebagai kultivator tiada tanding karena hampir tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Di puncak kekuatannya, Liu Yuwen tidak menyangka ia justru akan tewas oleh sebuah racun yang diberikan adiknya.

Racun itu membuat Liu Yuwen terbunuh, dalam kematianmya rasa marah dan dendam menguasai hatinya karena pengkhianat sang adik, Liu Yuwen berjanji akan membalas kejahatan adiknya jika diberi kesempatan.

Nyatanya kesempatan itu terwujud saat Liu Yuwen terbangun di tubuh seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.

Liu Yuwen yang mengerti dirinya hidup kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berencana membalaskan dendamnya pada sang adik, meski kekuatan kembali kesemula namun selama dirinya terus berlatih, Liu Yuwen yakin bisa mencapai puncak kekuatannya sepert

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 30 — Perkemahan

Liu Yuwen bersama seratus dua puluh anggota Asosiasi Terang Bulan bergerak ke perkemahan yang didirikan sekte aliran putih.

Saat Liu Yuwen tiba di sana, ia sempat menahan nafas ketika mengetahui begitu besarnya perkemahan tersebut sampai mencapai beberapa kilometer.

"Perkemahan sebesar ini, berapa banyak sekte yang bergabung disana.." Liu Yuwen terpana.

Jika menghitung tenda serta luas wilayah perkemahan itu, Liu Yuwen menebak ada sekitar ribuan kultivator aliran putih yang terlibat dalam perang ini.

Aruna menjelaskan bahwa sekitar lima puluh kilometer dari perkemahan ini, ada markas sekte aliran hitam yang dimaksud.

"Aku dan Aruna akan mendatangi markas musuh sementara sisanya bangun tenda seperti yang lain." Titah Liu Yuwen yang langsung diangguki gadis-gadis ras elf tersebut.

Liu Yuwen dan Aruna kemudian berangkat untuk memeriksa markas sekte aliran hitam, biarpun sudah mendengar bahwa markas mereka kali ini sangat berbeda Liu Yuwen tetap terkejut ketika mengetahui besarnya markas tersebut.

"Jangankan membawa seratus dua puluh orang, membawa seluruh anggota asosiasi sekalipun aku tidak bisa menghancurkan markas ini..." Liu Yuwen berdecak pelan.

Sebelum-sebelumnya Liu Yuwen dengan lima puluh gadis elf yang dibawanya bisa menghancurkan lima belas markas aliran hitam tanpa masalah.

Tapi markas kali ini memang sangat berbeda, markas tersebut seluas kota dengan benteng yang terbuat dari bebatuan kokoh.

"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Aruna memegang tangan Liu Yuwen, menyadari adanya perubahan ekspresi pada pemuda tersebut.

"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kesal ini jauh dari harapanku..." Liu Yuwen memaksakan tersenyum.

Tadinya Liu Yuwen akan bergerak sendiri atau setidaknya membawa kelompoknya untuk menghancurkan markas tersebut jika situasinya memang memungkinkan tetapi setelah mengetahui realitanya, Liu Yuwen akui kekuatannya sekarang tidak cukup untuk melakukannya.

Aruna kurang mengerti ucapan Liu Yuwen tetapi memahami perasaan laki-laki itu sedang buruk sehingga ia berusaha menghiburnya. "Tuan tidak perlu khawatir, dengan saling bekerjasama aku yakin kita bisa mengatasi mereka..."

"Terimakasih Aruna, kau selalu bisa menenangkanku..." Liu Yuwen tersenyum dan mengelus rambut perak gadis elf itu.

"Tuan tidak perlu berterimakasih, ini juga bagian dari tugasku."

Liu Yuwen menaikan salah satu alisnya, "Kalau dipikir lagi kau sudah banyak berubah ya, dulu kau masih gadis yang pemalu tetapi sekarang kau telah jadi wanita yang lebih dewasa."

"Tuan..." Aruna tersipu malu, kulit putihnya tampak memerah dibagian pipinya. "Tuan juga banyak berubah, lebih berwibawa dan berkharisma."

Liu Yuwen terkekeh, mengacak rambut gadis elf itu pelan. Setelah becanda untuk mencairkan susana, Liu Yuwen kemudian mengembalikan perhatiannya pada markas sekte aliran hitam itu lagi.

"Sebenarnya ada yang cukup aneh dari markas ini..." Gumam Liu Yuwen sambil memperhatikan markas itu.

"Aneh? Maksud Tuan?"

"Kau lihat lokasinya, bukankah markas ini terlalu mencolok, mereka seperti sengaja memperlihatkannya pada dunia luar."

Aruna memperhatikan sekeliling lingkungan markas itu, jika Liu Yuwen tidak membahasnya mungkin ia akan terlambat menyadarinya.

Selama ini markas sekte aliran hitam yang mereka temui cenderung dibangun ditempat tertutup dan tersembunyi sementara markas didepan keduanya justru terlihat terbuka.

Dengan dinding benteng disisinya saja, seseorang bisa melihat sejauh beberapa kilometer sementara dalam dunia persilatan sudah bukan rahasia lagi kalau markas sekte aliran hitam sangat tersembunyi.

"Apa perlu kita mencari tahu dulu Tuan, mungkin aku bisa menyusup ke sana?" Aruna menawarkan.

Liu Yuwen menggeleng, "Tidak, terlalu beresiko untukmu, sebaiknya kita kembali ke yang lain terlebih dahulu."

Liu Yuwen kesini hanya sekedar memeriksa, kalaupun dirinya harus menyusup markas maka Liu Yuwen sendirilah yang akan melakukannya.

Saat Liu Yuwen kembali ke perkemahan aliran putih, gadis-gadis elf itu sudah membangun sebagian tenda-tenda mereka.

Salah satu tenda yang berukuran paling besar diantara yang lain merupakan tenda untuk Liu Yuwen, mengingat perang akan diadakan sekitar dua hari lagi, mereka setidaknya membutuhkan tempat tidur untuk sementara waktu.

Terdapat pagar kayu serta bendera disisi perkemahan sebagai batas satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga orang-orang akan mengetahui kelompok ini berasal dari organisasi Asosiasi Terang Bulan.

Liu Yuwen memasuki tendanya, ia merasa cukup puas dengan tenda yang dibangun gadis-gadis elf itu. Liu Yuwen kemudian beristirahat di sana sebentar sekaligus mengisi qi'nya yang sempat berkurang karena perjalanannya kesini.

Liu Yuwen keluar dari tendanya saat matahari sudah tenggelam, terdapat ada beberapa api unggun di perkemahan yang sudah dibuat Asosiasi Terang Bulan.

Tidak hanya kelompok asosiasi, tetapi api unggun juga tampak menyala dimana-mana sehingga perkemahan aliran putih jadi tidak gelap meski hari telah malam.

"Tuan, ini untukmu..." Aruna menyerahkan daging rusa yang ditusuk oleh ranting kayu dan terlihat sudah matang dengan dibakar.

Liu Yuwen menerima daging bakar itu dan berterimakasih, ia lalu menemukan gadis elf lain juga sedang membakar daging di api unggun mereka masing-masing.

Liu Yuwen duduk didekat api unggun yang nyalakan Aruna dan menikmati daging rusa tersebut, rasanya lezat serta kaya akan bumbu. Liu Yuwen hampir lupa bahwa Aruna memang pintar memasak sebelumnya.

"Aku jadi ingat kembali kalau kau itu pandai memasak?" Liu Yuwen memuji masakan Aruna sekaligus memulai percakapan antar keduanya.

"Aku belajar dari ibuku Tuan."

"Begitukah? Ibumu pasti orang hebat karena bisa membesarkan wanita sepertimu."

Aruna menjawabnya dengan memaksakan senyumnya.

Liu Yuwen hampir mengumpat dalam hati saat sorot mata Aruna tersirat kesedihan ketika membahas ibunya. Liu Yuwen lupa bahwa kedua orang tua dan desa gadis itu sudah tiada sekarang karena pembantaian para perampok dan kini hanya menyisakan Aruna seorang.

Liu Yuwen segera mengalihkan pembicaraan, "Ada apa dengan mereka?"

Aruna mengikuti tatapan Liu Yuwen yang tertuju pada beberapa orang yang ingin masuk ke kawasan perkemahan asosiasi.

"Ah, itu..." Aruna sedikit menjelaskan ada beberapa laki-laki luar yang sudah beberapa kali mencoba menggoda gadis-gadis asosiasi.

Dulu ras elf mungkin dianggap sebelah mata namun sekarang mereka lebih dihormati terutama Ras Elf yang berasal dari Asosiasi Terang Bulan. Terlepas dari permasalahan antar ras, wajah Aruna dan gadis elf lain memang cukup cantik jadi tidak heran ada yang terpesona pada mereka.

Liu Yuwen tertawa setelah mendengar penjelasan Aruna. "Benar juga, tapi aku tidak keberatan kalian semua suatu saat nanti akan menikah."

"Kami tidak akan menikah selain sesama ras sendiri, kami terlalu takut kepada bangsa manusia." Aruna lalu berbisik, mungkin hanya dirinya yang bisa mendengarnya. "Kecuali satu orang yaitu Tuan..."

Sayangnya bisikan pelan itu terdengar oleh indra pendengaran Liu Yuwen yang tajam, membuat sang pemuda jadi tersenyum canggung dan bingung harus berkata apa.

Liu Yuwen menghabiskan daging rusanya sebelum bangkit dan mengeluarkan dua bilah pedang kayu. Liu Yuwen lalu melemparkan salah satunya pada Aruna.

"Tuan?"

"Sudah lama kita tidak bertemu, aku ingin lihat sejauh apa kemampuanmu sekarang..." Liu Yuwen tersenyum lembut, mengarahkan pedang kayunya pada gadis itu.

1
Asiana Tyas
cerita yg bagus....kapan lanjutannya thor
Doni Rama
cerita udh tamat
pampam
Ma Bianfu bermutasi menjadi kekeluargaan karena sering menyerap batu permata siluman, bagaimana dengan Liu Yuwen ya, dia akan menjadi apa, kan sering menyerap batu permata siluman jg
malik Kh4n
apa author nya mati ya
Tony Yulianto
kebiasaan lama author kambuh lagi
cerita yang satu demikian juga
lama tidak ada lanjutannya
entah ada apa dengan dirinya
Prajapati
authornya tidur panjang,
Prajapati
kira2 author kemana ya?
MATAHARI ☀️
Kayaknya dah pensiun
Doni Rama
lama kali update nya Thor
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
hilang lagi thor.....kapan up nya ..🤔🤔🤔
Maulana Putra
update... donggg thorrr
Rizky Adeva
mantap thor lanjutkan
Rizky Adeva
keren bgt thorr lanjutka part 4
Nazam Roni
kenapa kok tidur thor😍😍🤭
Nazam Roni
lama nungguin thor🤭🤭
Raju
1.000 bagian lah...
kalau 100 dikit kaleee....
Shi yau... kdepannya bakal jadi SHI YOU....
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 💪💪😀
Zainal Arifin
joooooooosssss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!