NovelToon NovelToon
Langit Memerah Di Pajang

Langit Memerah Di Pajang

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dendam Kesumat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zakaria Faizz

Pergolakan bathin , antara dendam dan kebenaran seorang anak manusia di masa itu.

Dengan segala kelemahan nya yg membuat diri nya terasa begitu di rendahkan oleh orang sekelilingnya.

Bahkan tanpa kemampuan apa pun , ia amat begitu menderita.

Hingga pada waktu nya , diri nya menemukan keberuntungan yg tidak terhingga,.

Apa yg selanjut nya terjadi ,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakaria Faizz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10 Pendadaran di Pajang.

Pembesar kerajaan Pajang ini pun menoleh ke arah Danurwedha, di lihat nya anak muda yg agak lain daripada anak yg sebaya usia nya dengan nya ini.

Akan tetapi ternyata pembesar kerajaan Pajang ini pun mengenal nya,

" Bukan kah kau ini adalah salah satu peserta pendadaran calon prajurit Pajang itu ,mengapa bisa ada sini ?, seharus nya kan diri mu berada di hutan perburuan itu !?" seru nya kaget, karena ia cukup mengenal sosok Danurwedha ini.

" Mohon maaf sebelum nya kanjeng Tumenggung, memang seharus nya lah diri ku berada di hutan sana, akan tetapi,...!"

Danurwedha tidak melanjutkan perkataan nya itu, serasa suara tercekat berhenti di kerongkongan , sebab ia merasa malu dengan apa yg telah terjadi di sana sehingga menyebabkan diri nya di keluarkan dari salah seorang peserta calon prajurit pajang tersebut.

" Ada apa ?, apa yg menyebabkan diri mu bisa berada disini, apakah engkau telah di keluarkan dari sana ?" tanya lelaki tinggi tegap dengan kumis tebal di atas bibir nya.

Perlahan lelaki itu pun mendekat ke arah Danurwedha yg nampak menunduk kan kepala nya.

" Bukan kah diri mu itu adalah salah seorang peserta yg amat di sayangi oleh Ki Rangga Wibisana, mustahil diri mu tidak melakukan sesuatu menyebabkan kau harus di keluarkan , apakah kau telah membuat kesalahan , coba jelaskan kepada ku !"

Lelaki tinggi besar dengan cukup bijaksana bertanya kepada Danurwedha, orang yg telah menolong putri nya ini.

Ia tentu ingin mendengar apa yg telah terjadi pada anak muda ini.

Awal nya Danurwedha agak ragu-ragu menjelaskan nya , terlebih istri dan anak perempuan nya pun turut hadir di tempat itu.

Namun begitu di desak beberapa kali oleh pembesar kerajaan pajang ini, akhir nya ia pun menceritakan semua yg telah terjadi di hutan peeburuan tempat pendadaran calon prajurit pajang itu.

Semua yg mendengar kisah nya menjadi prihatin karena nya , akan tetapi , baik lelaki yg bertubuh tinggi besar ini maupun lurah prajurit Baruna bisa memaklumi nya, sebab memang itu adalah paugeran yg harus di taati saat menginginkan untuk mengabdi sebagai seorang prajurit di kerajaan Pajang ini.

Sehingga mereka berdua pun memaklumi apa yg telah di lakukan oleh Rangga Wibisana tersebut.

Namun berbeda dengan kedua orang perempuan yg ada di situ, mereka menyalahkan sikap yg telah di ambil oleh Rangga Wibisana tersebut dengan menyebutkan bahwa seharus nya ia bisa mmeberikan kesempatan sekali lagi , tidak main usir begitu saja.

" Itu adalah paugeran yg harus di taati Nyi, tidak boleh ada yg melanggar aturan tersebut, karena ini adalah cara untuk mendapatkan calon prajurit terbaik yg akan mengabdikan diri nya untuk kebesaran kerajaan pajang ini, " ujar lelaki berkumis tebal itu menjelaskan.

Tetapi akhir nya ia pun mempersilahkan Danurwedha untuk masuk ke dalam rumah nya dan juga memerintahkan kepada Lurah Baruna untuk mengobati luka-luka nya.

Baru setelah itu ia pun mengutus dua orang prajurit guna memanggil Rangga Wibisana guna datang menghadap nya.

Danurwedha yg merasa agak kaku di tempat itu , nampak lebih banyak diam mematung, ia agak terkejut ketika anak perempuan yg di tolong nya itu meminta nya untuk segera membersihkan tubuh nya baru kemudian ia akan di jamu di rumah itu.

Dengan perasaan yg masih serba salah , Danurwedha pun menuruti permintaan gadis itu, buru-buru ia pergi ke pakiwan guna membersihkan tubuh nya yg seharian belum pun tersentuh yg nama nya air.

Amat segar rasa nya setelah Danurwedha menyirami badan nya dengan air , cukup lama ia berada di pakiwan , baru setelah nya ia pun masuk kembali ke dalam rumah dengan menggunakan pakaian pemberian dari putri pembesar kerajaan pajang ini.

Terlihat penampilan anak muda itu lain dari biasa nya, ia nampak gagah dengan pakaian tersebut.

Bahkan Danurwedha sendiri pun menjadi turut heran pula, tetapi ia tidak ambil pusing.

Anak muda itu pun melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah yg besar tersebut.

Di sekitar pekarangan rumah tersebut nampak tertata rapi beberapa tanaman seperti kembang maupun tanaman lain nya , sehingga mata nya di sajikan oleh keindahan warna-warni bunga yg lagi bermekaran.

Danurwedha berjalan menuju arah depan dan langsung naik ke atas pendopo rumah tersebut, disana telah menanti sang pemilik rumah.

Dengan senyum ramah , ia pun mempersilahkan Danurwedha untuk duduk.

Baru setelah nya ia pun meminta kepada beberapa orang pelayan rumah nya ini untuk mempersiapkan makanan yg akan mereka santap pada pagi itu.

Karena ia tahu bagaimana berat nya perjalanan yg harus mereka lalui guna menyelamatkan putri semata wayang tersebut.

" Seharus nya pajang memiliki prajurit seperti diri mu itu nak Danur !" kata lelaki itu sambil melihat ke arah Danurwedha.

Dan anak muda ini hanya diam saja mendengar kan nya, ia memang masih kikuk, apalagi harus berhadapan dengan salah seorang petinggi kerajaan pajang yg sangat di segani itu, sedangkan diri nya hanyalah rakyat jelata, yg penuh dengan kekurangan, ia merasa rendah di hadapan lelaki paruh baya ini, sehingga mengangkat kepala nya pun teramat sulit.

Keadaan itu berlangsung tidak terlalu lama, karena beberapa saat kemudian Lurah Baruna tiba di tempat itu lalu di susul kemudian oleh kehadiran dari Rangga Wibisana.

Nampak perwira pajang itu teramat tergopoh-gopoh datang menghadap, seolah ia telah membuat satu kesalahan.

Akan tetapi ketika mata nya melihat ada sosok anak muda yg bernama Danurwedha berada di tempat tersebut, baru lah Rangga Wibisana mampu menebak apa kira nya diri nya harus datang menghadap atasan nya .

" Mohon maaf sebelum nya Kanjeng Tumenggung , gerangan apakah kira nya hamba di panggil menghadap ?" tanya Rangga Wibisana.

" Duduk lah dahulu Ki Rangga , dan makan lah !"

Terdengar lelaki paruh baya yg berbadan tinggi besar ini memerintahkan nya untuk duduk dan turut makan bersama mereka.

Baru setelah selesai, lelaki paruh baya ini pun mengutarakan maksud nya memanggil Rangga Wibisana itu datang menghadap nya.

Tanpa terlalu banyak basa-basi , ia meminta kepada Rangga Wibisana untuk mengangkat Danurwedha sebagai seorang prajurit sekaligus di tugaskan untuk menjadi pengawal diri nya, arti nya Danurwedha bertugas di kediaman nya ini.

" Mohon ampun kanjeng Tumenggung, bukan kah untuk mengangkat dan memberhentikan seorang prajurit itu merupakan tugas dari kanjeng Tumenggung sendiri, sedangkan hamba hanyalah sebagai yg mengusulkan nya, " ungkap Rangga Wibisana menerangkan.

" Aku tahu itu Ki Rangga, akan tetapi seharus nya diri mu paham maksud ku, bahwa diri mu lah yg mengajukan nya kepada ku, agar ini tidak terlihat seperti sesuka hati ku untuk mengangkat seorang prajurit yg memang memiliki tugas-tugas yg sangat banyak itu dan akan mendapatkan upah dari kerajaan, jadi buat lah usulan atas hal itu, dan nanti aku lah yg akan mengangkat nya sebagai seorang prajurit, karena apa yg telah di lakukan nya melebihi dari seorang prajurit pajang lakukan !" terang lelaki itu.

" Baik kanjeng Tumenggung !" sahut Rangga Wibisana sambil menjura hormat.

Namun di dalam hati nya masih bertanya-tanya akan hal apa yg telah di lakukan oleh pemuda yg bernama Danurwedha ini sehingga ia pun di nyatakan lolos sebagai seorang prajurit dan akan di tempatkan sebagai pengawal atasan nya ini.

Saking penasaran nya, Rangga Wibisana pun bertanya kepada Lurah Baruna , ketika kedua nya turun dari atas pendopo tersebut , sebab tuan rjmah nya telah pun masuk ke dalam.

Yg tinggal di atas pendopo itu hanyalah Danurwedha seorang diri, ia masih bingung harus berbuat apa.

" Lurah Baruna, apakah kau pernah mendengar apa yg telah di lakukan oleh pemuda itu sehingga Kanjeng Tumenggung Wira Pralaya langsung mengangkat nya menjadi seorang prajurit ?" tanya Rangga Wibisana kepada Lurah Baruna.

Dan Lurah Baruna pun mengentikan langkah kaki nya sesaat mendengar pertanyaan perwira pajang ini.

" Ki Rangga!, kemarin malam kami di hadang oleh sekelompok orang yg bersenjata dan ingin merebut kereta kuda milik dari kanjeng Tumenggung dan pada saat itu di dalam kereta ada putri dari Kanjeng Tumenggung, putri Sekar Wandari, kami sedang mengawal nya, aku dan adi Karpani pun terlibat pertarungan orang-orang tersebut, adi Karpani pun harus tewas , sedangkan diri ku nyaris mati juga bila tidak ada pemùda itu, ia lah yg telah menolongku dan putri Sekar Wandari, sedangkan Adi Karpani dan juga Ki Tirtoro yg menjadi kusir kereta itu harus meregang nyawa, mayat dari adi Karpani sedang di jemput , sedangkan Ki Tirtoro tewas setiba nya di sini karena kehabisan darah " terang Lurah Baruna.

Ia pun menunjukkan beberapa tempat bekas luka yg di derita nya saat harus bertarung dengan kelima kawanan perampok itu.

Rangga Wibisana pun mengerti duduk permasalahan , mengapa Tumenggung Wira Pralaya nampak terburu-buru untuk mengangkat Danurwedha sebagai seorang prajurit.

1
Ali Gilih
up terus kang
Ali Gilih
apa kira kira senjata dari danurwendha ini
Ali Gilih
seru bagus alur ceritanya..
Ali Gilih
bagus banget alur ceritanya..
Ali Gilih
bagus banget loo bang alur ceritanya..👍
Ali Gilih
awal saya membaca sperti alur cerita ini bagus..saya kan lanjut baca semoga novel Sampek slesai..
Amit
novelnya bnyak g udte
Agus Leo
Lanjuuuuuuut thor.......
Camad Pener
tugas yang sangat berat bagi lurah prajurit baru danurwenda untuk menumpas gerombolan begal
Camad Pener
apakah pertaruhan tumenggung wira prakarya berhasil untuk menjadikan danurwenda berhasil untuk menumpas gerombolan perampok
Rafly Rafly
Raden n Pabelan... pengeran yg terkenal dgn sifat mesumnya...yg menjadi salah satu sebab pecahnya perang pajang dan Mataram
dik chimot
joss
Windy Veriyanti
kerja bagus, Danurwendha 👍👏
Cilel Cilel
akhirnya tamat juga cerita nya
Camad Pener
ternyata menjadi prajurit pajang emang susah Tampa perantara jalur langit dan akhirnya danurweda berasil akan menjadi prajurit pajang lewat anak temenggung yang di tolong nya
Night Watcher
mending jd pendekar pengembara aja, menumpas kejahatan sendir, mungkin lbh bermanfaat utk masyarakat..🤭
Agus Leo
ayo segera tolong...
jalan menuju menjadi prajurit...
Aang Aang anwari
seru nih....
pasti jadi prajurit mataram
Sekar Taji
bagus, tapi sayang jarang update.
walaupun autornya banyak karya yg lain minimal jangan terlalu lamalah updatenye.
selebihnya saya ucapkan semangat berkarya.
angin kelana
lanjjjut hidup...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!