Zahra sudah duduk di dalam mesjid menanti calon suaminya karna pagi ini mereka akan menikah, namun sampai waktunya hampir tiba calon pengantin Laki Laki belum juga datang, semua saudara yang hadir menjadi resah dan cemas mereka bingung mengapa calon pengantin belum datang juga.
"Apa maksudmu johan, apa kamu sedang mempermainkan aku mengapa sampai sekarang kamu tidak datang juga, kamu yang bilang sudah menunggu sampai delapan belas tahun untuk bersamaku mengapa kamu buat begini. " zahra tak dapat menyembunyikan perasaannya air mata yang sedari tadi di bendungnya ahirnya tumpah juga karna kini orang yang mengaku sudah mencintai sampai delapan belas tahun itu belum muncul juga.
Apakah johan akan ingkar janji..
Apakah pernikahan akan batal nanti..
Mari baca lanjutan ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kamu
like, vote, rate dan komentarnya ya
🤗🤗🤗🤗
😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evaaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Curhat zahra Fart II
20 menit berlalu setelah mereka menyelesaikan makannya, zahra masih mengaduk- ngaduk minuman yang ada di gelasnya yang baru habis setengan.
" Sekarang cerita sama kakak alasan lain nya ." maili menatap zahra dengan lembut ia ingin zahra menceritakan semua apa pun yang berkaitan zahra, baik susah atau pun senang.
" Alasan lain maksud kakak. "
" Yaa alasan lain, apa pun itu... " maili.
" Alasanya karna ara trauma kak....... " Kembali dia terdiam, mata nya menatap lurus ke depan seakan matanya menembus tembok ruangan itu, tampak matanya mulai berkaca kaca, maili terkejut bukan main dengan kata kata singkat zahra, trauma..
Sedang manusia yang berada di ruang sebelah tertegun badannya yang dari tadi nemplok di dinding bak cicak sekarang tubuh itu jatuh lunglai kelantai sambil tetap bersandar di dinding, kaki panjangnya berselonjor lurus di lantai, kaki lemah karna mendengar kata trauma dari mulut kekasih hatinya itu.
" Trauma apa sayang.. jangan buat kakak takut." maili menyentuh dan membelai kepala zahra dengan penuh kasih sayang.
" Ya kak ara trauma dengan pernikahan, dulu waktu menikah dengan ayah shafa ara di jebak kak." zahra terdiam sambil menelan salivanya dengan lidah yang terasa kaku memgingat masa lalu.
" ara di jebak oleh ayah shafa sendiri, waktu itu dia datang ke rumah dinas ara dia melamar ara tapi ara tolak kak, karna kesal dia menarik baju ara sampai baju ara lepas karna terkejut ara teriak dan tetangga datang Ayah shafa bilang pada ara kalau ara menolaknya lagi dia akan bilang pada semua orang kalau ara sudah tidur dengannya."
" Ara terpaksa terima lamarannya kak , semula ara pikir dia benar benar sayang sama ara, jadi ara pikir ga apa apa ara nerima dia dan menikah dengan nya, namun ketika kami sudah menikah satu bulan dia mulai menunjukan sipat aslinya."
" Dia mulai kasar pada ara sering memaki tidak jelas kalau ada salah ara sedikit saja, bahkan tak jarang tangan nya juga ikut bertindak, kadang ara merasa pernikahan ara adalah neraka." zahra menghentikan ceritanya sambil mengusap air matanya yang mengalir deras di pipi mulusnya.
Maili shock mendengar penuturan zahra mulutnya terkunci tak mampu bersuara.
Kemudian zahra melanjutkan ceritanya
sembari mengambil napas dalam dalam dan menghalau sesak di dadanya mengingat kisah hidupnya.
"Ara hidup di kampung jauh dari orang tua tidak ada tempat mengadu kak, ara berusaha bertahan sampai ara hamil shafa ara di telantarkan kak, ara mengurus diri sendiri sambil berusaha menghidupi diri ara sendiri.
dia ga pernah ngasih uang ke ara kak dengan ganji sendiri ara memenuhi segala kebutuhan kami." zahra tidak mampu lagi bercerita lebih jauh dia takut maili akan membenci anak anak nya nanti karna kesalahan ayahnya.
" Maaf kak... ara ga bisa cerita lagi kak, Trauma ara cukup kakak dan ara yang tau ya ara mohon kak bahkan orang tua dan keluarga ara sendiri ga tau kak , karna ara ga mau kalau kakak yang lain tau ara takut mereka akan benci shafa dan azka karna ayahnya.
Maili masih shoc air matanya mengalir sangat cepat, mata dan hidungnya memerah karna berulang kali di kucek dan di pijit oleh maili.
Sementara di balik dinding johan menampar nampar wajahnya kesal, dia bahkan membenturkan kepalanya ke dinding berulang kali, penyesalan yang lama baru bertemu zahra membuatnya membenci dirinya sendiri, belum pernah robby melihat bos mya meneteskan air mata kali ini bos arogannya itu menagis seperti anak kecil.
Dan di seberang sana jauh beberapa kilo meter yang mendengar kisah hidup adik nya melalui pangilan telecompren dari maili baik hasan, frans, hengky dan yang lainnya sibuk mengutuk diri nya. mereka juga kesal Mengapa lama menemukan zahra, andai mereka cepat bertemu zahra tidak akan menderita seperti itu.
" Kak... kakak juga jangan benci pada shafa dan azka ya, anak anak ara ga bersalah kak mungkin memang mereka terlahir bukan karna cinta tapi karna perkosaan ayahnya, meski begitu mereka merupakan sumber kekuatan dan kebahagiaan ara kak, anak anak ara juga sama seperti ara tak pernah mendapat kasih sayang dari ayahnya."
" karna trauma itu membuat ara menutup diri dari laki laki manapun yang datang ingin menikahi ara kak, entah mengapa di hati ara semua laki laki akan bersikap begitu, sebelum mendapatkan wanitanya dia akan menjadi penurut, perhatian namun setelah dapat akan di siksa.
" Miris memang kak hidup ara, sekilas ara menyesal mengapa mau menikah dengannya hanya karna ancamannya, harusnya ara tinggalkan saja kampung itu, tapi karna ara takut orang lain memandang ara hina tanpa pikir panjang ara mau menikah dengannya."
Zahra kembali terdiam, untuk kemudian bersuara kembali.
Dengan senyum yang di tariknya semanis mungkin untuk menghilangkan rasa sakit di hati kakaknya setelah mendegar ceritanya.
" Namun kalau ara menyesal, sama artinya ara menyesali anak ara sendiri, bagi ara mereka adalah sumber kehidupan dan kebahagiaan ara kak. dan kenangan pahit tentang ayahnya akan ara kubur di hati nurani ara yang paling dalam, ini cerita ara terahir ara tidak akan pernah membukanya lagi, ara juga akan mendidik mereka menjadi anak yang baik dan akan ara buat mereka hidup penuh kasih sayang meski tanpa ayah.
" Sayang..... maaf kan kami.. maaf sayang karna lama baru menemukanmu, dengan apa kami harus menebus kesalahan kami, katakan pada kakak agar kami lega. " maili.
" Kakak tidak salah.. dalam hal ini tidak ada yang harus di salahkan, takdir lah yang membuat jalan hidup ara bengini kak, ara mohon jangan merasa bersalah, ara sudah iklas dengan takdir ara, apa lagi ara sudah memiliki shafa dan azka sekarang kak ara bahagia. zahra memberikan senyum terbaik di bibir tipisnya yang indah.
" Satu permintaan ara kak, tolong jangan benci pada anak anak ara. " mohon ara sambil memeluk tubuh kakaknya yang masih sesegukan.
" Sudah ah kak... jangan nagis lagi, mata sama hidung kakak udah merah, nanti cantiknya hilang. " goda zahra berusaha tegar dan tak ingin membuat suasana makin ga nyaman.
Sementara di ruang sebelah tangan robby sudah bengkak dan merah karna menahan kepala johan yang selalu di benturkan ke dinding dia menjadikan tangannya sebagai tameng kepala johan.
" Jadi karna trauma dia akan menolakku, tidak....aku tidak akan menyerah, aku akan membuat dia bahagia robby bahagia. " johan menatap robby seakan dia sedang berusaha meyakinkan robby cinta nya yang sakat besar pada zahra.
" Benar pak bos.... bapak tidak boleh menyerah buktikan cinta bapak iklas, jangan menyerah. " robby menyemangati johan agar segera bangkit.
" Robby lanjutkan rencana, malam ini persiapkan semua, malam ini juga aku akan melamar zahra, aku ga mau tau harus sesuai keinginan ku aku ga terima kesalahan sedikit pun, kau harus turun tangan sendiri. " perintah Johan.
" Baik pak bos .. sekarang juga aku akan mempersiapkannya sesuai dengan yang bos inginkan." robby.
" Pergilah... suruh andy menemaniku, aku mau ke mall mencari sesuatu. " johan.
" Baik pak.. tadi aku sudah menyuruh andy kemari karna sudah yakin bos akan mempercepat rencana lamaran bos. " robby.
" Terima kasih robby kau memang orang yang paling mengerti aku. " johan menepuk pundak robby sembari tersenyum.
Maili dan zahra sudah pulang beberapa menit lalu karna mendapatkan telp dari bibik yang mengatakan azka menangis histeris mencari johan.
" Johan lo di mana ." maili.
" Gua.. gua kekantor sebentar jie jie . " jawab johan bohong karna ia sedang berada di toko boneka di salah satu mall terbesar di jantung ibu kota.
" Johan cepat pulang.. azka menagis terus kami udah bingung membujuk nya agar diam, tapi tetap nangis. " maili.
" Tolong berikan hp jie jie pada azka. " minta johan.
Entah apa yang johan dan azka bicarakan yang pasti sekarang azka diam dari tangisnya.
setelah membeli boneka panda pesanan shafa sekarang johan berada di toko mainan dia membeli mobil remot kontrol yang cukup besar untuk azka, setelah itu mereka pulang ke apartemen, di perjalanan johan berhenti di toko perhiasana.
" Pesanan saya sudah siap mbak. " tanya johan pada pemilik toko.
" Ohhh sudah pak johan, sebentar saya ambilkan. setelah bicara begitu pemilik toko segera mengambil cincin pesanan johan dan langsung menyerah kan pesanan itu pada johan.
kemudian dia dan andy meneruskan perjalanannya pulang.
********
***Happy Reading....
❤❤***
Lanjut...
ini j di boom
maaf baru nongol lg, sekian purnama ninggalin noveltoon.
tetap semangat dan sukses sllu.
tadi buka propilnya, ternyata ada yng baru. mampir deh