Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
030
Typo masih bertebaran di setiap sudut cerita.
Harap maklum.
____________
Adeeva bangun dari tidurnya dan yang pertama dilihatnya adalah wajah tampan Arion yang sedangan tertidur.
Tangan Adeeva terulur untuk menyentuh wajah Arion. mata, hidung dan bibir tak luput dari sentuhannya. Kejadian tadi sore masih terngiang di pikiran Adeeva.
"Maafkan aku karen masih belum bisa memberi hak mu" seru Adeeva lirih.
Ketika Adeeva akan menarik tangannya dari wajah Arion tangan Arion lebih dulu menggenggamnya erat.
"Apa kau masih bersedih?" tanya Arion.
Adeeva mencoba menghilangkan Air mata yang mulai menggenang.
"Tidak" seru Adeeva. Arion membuka matanya menatap lurus sang istri yang menurutnya sangat cantik.
"Baguslah jadi aku bisa minta sesuatu padamu" seru Arion.
Arion menatap Adeeva serius. Mata Arion terus menyusuri wajah cantik Adeeva alis mata yang rapi, bola mata yang bulat hidung mancung dan bibir mungil yang minta di cium.
"Kau ingin minta apa?" tanya Adeeva.
Arion sudah tidak tahan lagi. Arion mendorong Adeeva terlentang mencium bibir Adeeva yang sudah menjadi candunya. Mungkin Arion belum bisa mendapatkan Adeeva seutuhnya namun Arion bisa mengobati semua itu dengan mencium Adeeva.
"Manis seperti biasanya " seru Arion setelah menjauhkan wajahnya.
Wajah Adeeva sudah merah karena kelakuan Arion. " kau mesum" seru Adeeva dengan memukul dada bidang Arion.
"Aku tidak mesum" bela Arion.
"Jika tidak mesum lalu yang tadi kau lakukan apa?" tanya Adeeva.
"Hanya meminta asupan energi, kau tahu aku mudah lelah akhir-akhir ini dan sepertinya ciumanmu sangat manjur dan membuat energiku kembali seperti semula" seru Arion.
"Kau sedang menggombal?" tanya Adeeva.
"Hanya berkata jujur" lanjut Arion.
Arion menarik Adeeva masuk kedalam pelukannya. Kembali memeluk istrinya dan mencoba kembali menutup matanya.
"A, aku lapar" seru Adeeva. Arion yang merasakan Adeeva mulai menggeliat kembali memeluk Adeeva sedikit erat.
"A, lepaskan aku. Aku lapar dan aku belum makan" seru Adeeva.
"Aku lebih ingin memakanmu" bisik Arion di telinga Adeeva. Dan membuat bulu kuduk Adeeva meremang.
Sudah hampir tiga puluh menit Arion memeluk Adeeva namun tidak ada tanda-tanda jika Arion akan melepaskan.
"A" tidak ada sahutan.
Adeeva menggeser tangan Arion yang melingkar di perutnya. Setelah terlepas Adeeva segera turun ke dapur. Adeeva tidak berbohong jika dia Lapar.
Tidak ada makanan sama sekali. Hanya ada beberapa bahan makanan di kulkas dan akhirnya Adeeva lebih memilih memasak daripada harus memesan makanan.
Adeeva menggulung lengan bajunya dan menyanggul rambutnya. Memamerkan leher jenjangnya.
Tangan Adeeva sangat lihai ketika mengola makanan.
"Aku kira kau bercanda ketika mengatakan kau lapar" seru suara berat di belakang tubuh Adeeva. Adeeva pun merasakan dua tangan yang sekarang sedang melingkar indah di perutnya dan lagunya di tumpukan di pundak Adeeva yang tidak terhalang oleh apapun.
"Apa kau lapar juga"
"Iya" seru Arion, namun bibirnya tidak henti mengecupi kulit leher Adeeva.
"A, aku sedang memasak"
"Aku tahu"Seru Arion.
"Jika kau tahu sekarang lepaskan. Aku susah bergerak jika kau memelukku seperti ini" seru Adeeva.
Bukannya melepaskan Arion justru membalik tubuh Adeeva dan mendudukannya di meja makan. Arion menatap wajah Adeeva dengan pandangan lembut. Kedua tangan Arion di tumpukan di sisi kiri dan kanan tubuh Adeeva dan memenjarakan tubuh mungil istrinya itu.
"Aku sedang memasak A" protes Adeeva.
Arion segera mematikan kompornya dan setelah itu kembali menatap Adeeva.
"Ada apa?" tanya Adeeva yang terus di perhatikan Arion.
"Mengapa aku tidak bertemu denganmu sebelumnya, mengapa harus Sandra" seru Arion.
Adeeva membelai pipi Arion lembut. "Itu sudah masa lalu, dan aku adalah masa depanmu" seru Adeeva.
"Ya kau masa depanku, ibu dari anak-anakku kau adalah segalanya untukku. Aku mencintai mu" seru Arion.
P.s
Maaf sedikit ngaret karena aku belum pulih. Dan maaf jika cerita ini sedikit memaksakan.