Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29
Mita berdiri menatap lukisan peta dunia di tembok kamar arun, walaupun matanya menatap lukisan tersebut tapi pikiran mita melayang memikirkan apa yang di katakan mamahnya arun di tambah lagi parkataan yola. Tak terasa kalau pernikahan mita dan arun sudah satu bulan lamanya.
Aku kira, aku sudah jadi istri yang baik untuk arun, setiap hari aku menyiapkan apa yang arun perlukan, memastikan arun tidak telat makan, dan bersikap sebaik mungkin kepada arun tapi aku belum bisa memberikan cinta pada arun, apakah ini saatnya aku harus belajar mencintai arun? aku sudah menerima arun di dalam hidupku, mungkin kalau aku berusaha mencintainya hati ini akan tumbuh cinta pada arun. tapi aku tak bisa mencintai arun jika di hatiku masih ada cinta untuk abian. Apakah bisa satu hati mencintai dua pria sekaligus? Kalau bisa, aku ingin sekali bisa mencintai arun tanpa harus mengeluarkan nama abian di dalam hatiku.
“mita” arun menepuk pelan bahu mita, mendapati mita yang melamun sambil menatap lukisan peta dunia.
Mita mengerjapkan badannya kaget dan langsung menoleh pada arun “kebiasaan banget si suka ngagetin” ucap mita sambil cemberut
“bukan aku yang ngagetin tapi kamunya aja yang ngelamun, ada orang masuk kamar aja gak sadar kan?” jelas arun
“dih siapa juga yang ngelamun, aku terlalu serius aja liat peta dunia ini” bohong mita mencari alasan agar arun parcaya kalau dirinya tak melamun
Arun mengangukan kepalanya, antara parcaya atau tidak.
“arun apa tanda merah ini?” tanya mita menunjuk ke salah satu tanda lingkaran merah pada peta.
“oh itu, itu tanda kalau aku parnah berkunjung ke kota itu” jawab arun ikut melihat tanda lingkaran yang cukup banyak di peta.
Mita melototkan matanya tak percaya “berarti udah banyak banget kota yang sudah kamu kunjungi, dan kota-kota di indonesia ini udah hampir semuanya kamu beri tanda lingkaran merah. wow keren banget” ucap mita panuh kagum
Arun tersenyum melihat mata mita yang berbinar sambil melihat kota-kota yang sudah arun kasih tanda lingkaran merah “sebelum aku lanjut S2 aku pernah solo travel, jalan-jalan keliling indonesia, terus saat S2 di luar negri aku travelnya di luar negri” ucap arun singkat menjelaskan tanda merah di peta tersebut.
“dan satu lagi aku jalan-jalannya pakai uang hasil keringat aku sendiri bukan pakai uang papahku walaupun dulu aku belum punya perusahaan seperti sekarang ini” tambah arun
Mita menaikan halisnya tak percaya” beneran?” tanya mita memastikan
“raut wajah kamu itu seperti raut wajah teman-teman aku yang tak percaya kalau aku travel pakai uang aku sendiri”
“emang aku nggak percaya, bagi kamu yang terlahir dari keluarga kaya raya pasti mudah banget buat keliling indonasia” ucap mita santai
Arun menghambuskan napasnya perlahan “akukan pernah cerita sama kamu kalau sejak aku kuliah kedua orangtuaku memaksa aku, agar aku bisa menghasilkan uang sendiri tanpa harus bergantung sama uang mereka jadi apa yang aku mau harus pakai uang hasil aku sendiri”
Mita terkekeh mengingat kalau arun parnah carita tentang dirinya yang di didik seperti itu saat mereka makan bubur habis olahraga
“oh iya aku lupa, kalau kamu pernah cerita itu hehe” ucap mita tak enak
“Wajar si kamu lupa, cerita hidup akukan gak penting buat kamu. Jadi mudah untuk dilupakan” Ucap arun sambil tersenyum masam.
“eh bukan gitu ak_”
“aku Cuma bercanda kali, gak usah serius gitu” ucap arun memotong parkataan mita. Sedangkan mita hanya bisa tersenyum tak enak hati.
“aku dulu pernah ada rencana untuk keliling indonesia terus jalan-jalan ke luar negri tapi karena aku terlalu sibuk kuliah terus kerja di rumah sakit jadi nggak ada waktu banyak buat jalan-jalan, kalau ada waktu juga jalan-jalannya ke tempat yang nggak terlalu jauh” ucap mita setelah beberapa saat terdiam. Mita mengingat kembali rencana-rancananya waktu dulu sebelum masuk kuliah di jurusan kedokteran.
“padahal aku udah buat list kota-kota yang ingin aku kunjungi tapi ya mau gimana lagi gak ada waktu buat mewujudkan itu semua” lanjut mita diakhiri dengan menghambuskan napasnya berat.
“aku yakin nanti kamu pasti bisa mewujudkan rencana kamu itu tapi mewujudkannya bareng aku gak boleh sendiri”
Mita menolah pada arun yang berada di sampingnya, mata mereka saling menatap satu sama lain dengan pikiran yang berbeda di otak masing-masing. Mita tersenyum lebar menunujukan giginya yang berderet rapi kemudian menganggukan kepalanya. Arunpun ikut tersenyum dan mengelus kepala mita mengacak rambutnya.
“udah sore kita mau pulang kapan?” tanya mita sambil berjalan ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan di luar
“mamah tadi nyuruh kita nginep satu malam disini, tapi aku bilang aku mau tanya kamu dulu soalnya jarak tempat kamu kerja sama rumah ini jauh banget” ucap arun sambil mendudukan tubuhnya di sofa.
Mita memikirkan apa yang arun katakan, memang jarak dari rumah ini ke rumah sakit tempat mita bekerja lumayan jauh bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih itupun kalau tidak macet saat di perjalanan. Tapi kalau ia tak menginap mita takut mamah arun tambah tidak suka pada mita, pasti mamahnya arun masih ingin menghabiskan waktunya bersama putranya.
“gimana kalau kamu nginep aja disini terus aku pulang sendiri” ucap mita setelah beberapa saat terdiam
“ngaco banget sih pikiran kamu mit, kita kesini bareng pulang juga harus bareng-bareng”
“tapi mamah kamu sepertinya masih pengen menghabiskan waktu sama kamu, kamukan udah hampir satu bulan gak pulang kesini” ucap mita sambil duduk di sofa di samping arun
Arun tertawa ringan “mamah aku tadi itu Cuma berlebihan aja, aku udah sering berbulan-bulan gak pulang kerumah apalagi saat aku kuliah di luar negri Cuma pulang satu tahun sekali”
Mita menganggukan kepalanya mengerti “kalau begitu kita gak usah nginep aja ya, gak apa-apakan?” tanya mita hati-hati
“as you wish, my queen” ucap arun tersenyum manis pada mita.
Kok senyuman arun manis banget si? Pake manggil aku my queen lagi, akhir-akhir ini juga sikapnya gak seperti biasanya. Batin mita keheranan
Mita langsung mengalihkan wajahnya menatap lurus ke depan merasa canggung dengan keadaan ini. Muncul semburat merah di pipi mita ada rasa hangat meliputi hatinya.
Mita-mita baru aku panggil my queen aja pipinya udah merona merah gitu apalagi nanti kalau tubuh kamu ada di bawah aku haha. Batin arun senang.
...----------------...
masih banyak yang bingung soal cerita eps 1 paling awal yang ceritanya syahla sama ikram wkwk itu sebenarnya udah aku hapus karena aku gak srek sama nama tokohnya. tapi gak tau kenapa masih tetep ada di bab novelnya dan gak hilang-hilang juga. jadi abaikan saja yang eps 1 paling awal itu ya😊 Happy reading guys maaf ya kalau banyak typo. LIKE, KOMEN, VOTE.