NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 : Bara Semakin Murka

Edwin masih memperhatikan Rosline beberapa detik setelah ucapan Bara tadi. Gadis itu kini menunduk diam sambil menggenggam ujung bajunya pelan. Wajahnya masih pucat, namun sorot matanya terlihat sedikit berubah setelah mendengar ucapan Bara barusan.

Sedangkan di layar monitor, Bara akhirnya mengalihkan tatapannya dari Rosline kembali ke foto-foto ancaman Black Viper.

“Daniel.” suaranya rendah.

“Ya, Tuan.”

“Mulai malam ini, keamanan Rosline jadi prioritas.” ucap Bara dingin tanpa ragu. “Dua pengawal berjaga di lantai tempat kamarnya. Tidak ada yang boleh mendekat tanpa izin.”

Rosline langsung mengangkat kepala kaget. “Tu-tunggu, itu terlalu berlebihan…”

“Tidak.” potong Bara tajam.

Rosline langsung diam lagi.

Edwin perlahan menyandarkan tubuhnya ke sofa sambil menghela napas kecil. “Bara benar.” gumamnya serius. “Kalau Black Viper sudah menunjukkan fotomu, artinya mereka memang mulai memperhatikanmu.”

Rosline menggigit bibir pelan. Jujur saja… semua ini terasa terlalu berlebihan untuk dirinya. Ia hanya seorang perawat biasa. Namun sekarang namanya seperti ikut masuk ke dalam permainan berbahaya keluarga Alexander.

Dan itu menakutkan. Namun tiba-tiba…

“Rosline.”

Rosline tersentak kecil saat Edwin memanggilnya pelan.

Pria itu menatapnya lembut sebelum berkata, “Kau tidak sendirian di sini.”

Kalimat itu membuat dada Rosline terasa hangat sesaat. Namun belum sempat suasana melunak...

Brakk!

Suara keras tiba-tiba terdengar dari layar monitor ruang keamanan.

Semua orang langsung menoleh cepat.

Salah satu petugas keamanan terlihat panik di kamera. “Tuan Bara!” serunya tegang. “Kotak itu...”

Tatapan Bara langsung tajam. “Apa?”

Petugas itu menelan ludah keras sebelum menjawab, “Ada timer kecil tersembunyi di bagian bawah kotak!”

Rosline langsung membeku.

“Timer?” ulang Edwin dingin.

“Ya Tuan! Tapi bukan bom…”

Petugas keamanan terlihat gugup luar biasa sekarang.

Bara menyipitkan mata tajam. “Lalu?”

Petugas itu perlahan mengangkat benda kecil dari bawah kotak hitam tersebut. Sebuah ponsel, dan tepat saat layar ponsel menyala. Seluruh ruang tengah langsung hening membeku.

Karena di layar ponsel itu, muncul siaran kamera langsung. Kamera dari dalam mansion Alexander. Rosline langsung merasakan darahnya dingin.

“Kamera mana itu…?” gumamnya pelan.

Daniel mendadak menegang. “Itu ruang tengah…”

Tatapan Edwin langsung berubah sangat gelap. Sedangkan Bara, aura pria itu berubah benar-benar menyesakkan sekarang.

Karena artinya hanya satu. Black Viper bukan cuma mengawasi mereka dari luar. Mereka sudah berhasil masuk ke dalam sistem mansion Alexander.

Suasana ruang tengah berubah mencekam dalam sekejap.

Monitor CCTV masih menampilkan siaran langsung ruang tengah mansion. Bahkan sudut pengambilan gambarnya jelas memperlihatkan mereka semua saat ini.

Rosline refleks berdiri dari sofa dengan wajah pucat. “Me-mereka melihat kita sekarang…?” suaranya bergetar.

Tidak ada yang menjawab. Karena semua orang tahu jawabannya adalah iya.

Di layar monitor, Bara perlahan menyipitkan matanya tajam. “Matikan seluruh jaringan internal mansion.” perintahnya dingin.

Daniel langsung bergerak cepat. “Baik, Tuan!”

Edwin segera mengambil alat komunikasinya. “Semua unit keamanan dengarkan.” suaranya berubah tegas dan dingin. “Periksa seluruh kamera, sensor, dan perangkat elektronik di mansion. Jangan ada sudut yang terlewat.”

“Siap, Tuan!”

Rosline langsung memeluk dirinya sendiri makin erat. Rasanya menyeramkan mengetahui ada seseorang yang mungkin sedang memperhatikan setiap gerakan mereka dari balik layar.

Dan yang paling membuatnya takut, Black Viper seolah sedang bermain dengan mereka.

Tiba-tiba...

Bip.

Ponsel yang ditemukan dalam kotak hitam itu kembali menyala. Semua mata langsung tertuju ke layar. Lalu perlahan… muncul sebuah pesan hitam dengan tulisan merah besar.

“Rumahmu tidak seaman yang kau kira, Bara Alexander.”

Tatapan Bara langsung berubah gelap menakutkan. Namun beberapa detik kemudian, layar kembali berubah.

Kini muncul hitungan mundur digital.

09:59, 09:58, 09:57

Rosline langsung menahan napas. “Itu… apa lagi?”

Daniel yang baru kembali ke monitor langsung mengumpat pelan. “Sial…”

Edwin menyipitkan mata tajam. “Mereka sengaja membuat kita panik.”

“Tetap cari sumber aksesnya.” Bara tetap terdengar tenang. Terlalu tenang. “Aku ingin tahu bagaimana mereka masuk ke sistem mansion.”

“Sedang kami lacak, Tuan!”

Namun tepat saat itu, Lampu ruang tengah tiba-tiba berkedip.

Rosline langsung tersentak kaget. Dan detik berikutnya. Seluruh mansion mendadak gelap gulita.

“Ah!” Rosline refleks memekik kecil.

Beberapa pelayan langsung panik. Suara langkah kaki terdengar di berbagai lorong mansion.

“Generator cadangan sekarang!” Edwin langsung membentak tegas.

“Baik Tuan!”

Namun suasana gelap itu justru terasa jauh lebih menyeramkan sekarang. Rosline bahkan tidak bisa melihat jelas siapa di dekatnya. Napasnya mulai memburu karena panik.

Dan tepat saat ia mundur pelan dalam gelap, seseorang tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya erat. Rosline langsung tersentak takut.

“T-tenang…” Suara rendah Bara terdengar sangat dekat di depannya. “Aku di sini.”

Kalimat singkat itu entah kenapa langsung membuat jantung Rosline sedikit tenang meski suasana mansion sekarang benar-benar kacau.

Lalu beberapa detik kemudian, generator cadangan akhirnya menyala. Lampu ruang tengah kembali hidup perlahan. Dan saat cahaya kembali menerangi ruangan. Semua orang langsung membeku. Karena di layar utama monitor keamanan mansion, kini muncul tulisan merah besar memenuhi seluruh layar.

“Game started.”

Suasana ruang tengah langsung terasa dingin menusuk. Rosline refleks menahan napas sambil menatap layar dengan wajah pucat. Jantungnya berdetak begitu keras sampai telinganya terasa berdenging.

Sedangkan Edwin langsung mendecak kasar. “Mereka benar-benar bermain dengan kita.”

Daniel mengepalkan tangannya kuat-kuat. “Kurang ajar…”

Namun Bara masih berdiri sangat tenang di tengah ruangan. Tatapannya lurus pada tulisan merah di layar monitor tanpa berubah sedikit pun. Tapi justru itu yang membuat seluruh orang di ruangan merasa tegang sekarang.

Karena semakin diam Bara… berarti emosinya semakin berbahaya. Dan detik berikutnya...

Bip.

Tulisan di layar tiba-tiba berubah. Kini muncul sebuah video gelap dengan kualitas buram seperti rekaman CCTV tersembunyi.

Rosline langsung menegang. Karena tempat dalam video itu terlihat sangat familiar.

“Itu…” Edwin langsung menyipitkan mata tajam.

Daniel terlihat kaget. “Minimarket tadi.”

Video itu memperlihatkan Rosline yang sedang berdiri di depan rak mi instan sambil memilih cup ramen dengan ekspresi serius kecilnya.

Namun beberapa detik kemudian, kamera dalam video perlahan bergerak mendekat. Seolah seseorang sedang mengawasi Rosline dari jauh.

Rosline langsung merasakan bulu kuduknya berdiri. Lalu terdengar suara pria berat dari dalam rekaman. Suara yang sama seperti penelepon ancaman tadi.

“Cantik.”

Rosline langsung membeku.

“Sayang sekali…” lanjut suara itu pelan dan menyeramkan. “Dia berada di sisi keluarga Alexander.”

Brakk!

Edwin langsung memukul meja ruang tengah keras sampai beberapa gelas bergetar. “Brengsek!” geramnya marah.

Kakek Alberto bahkan terlihat benar-benar murka sekarang. “Mereka berani sekali…”

Namun layar belum berhenti.

Video kini menunjukkan momen saat Bara berdiri di dekat Rosline dalam minimarket tadi.

Dan suara pria itu kembali terdengar.

“Sangat menarik… Bara Alexander ternyata punya sesuatu yang ingin dia lindungi.”

Suasana ruang tengah langsung membeku.

Rosline langsung mengangkat wajah kaget. Sedangkan Edwin perlahan menoleh ke arah monitor dengan tatapan rumit.

Kini ekspresi Bara berubah. Rahang pria itu mengeras tajam. Tatapannya kini benar-benar gelap menyesakkan sampai membuat udara ruangan terasa berat.

Lalu… suara retakan kecil terdengar. Daniel langsung menoleh kaget. Karena gelas kaca di tangan Bara… pecah begitu saja akibat genggaman pria itu yang terlalu kuat.

Darah perlahan menetes dari telapak tangannya. “Tuan!” Daniel langsung maju cepat.

Namun Bara bahkan tidak melihat luka di tangannya sendiri. Tatapannya masih lurus ke layar monitor. Dingin, mematikan.

Dan beberapa detik kemudian…

Bara akhirnya berbicara pelan. “Aku akan menemukan mereka.”

Ucapan Bara membuat seluruh ruangan terasa semakin menyeramkan. Karena semua orang tahu. Saat Bara Alexander bicara setenang itu. Berarti Black Viper baru saja membuat kesalahan terbesar mereka.

1
Arditya
wiihh, jadi ini yang namanya victor. tangkap bara jangan kasih ampun😄
It's me Sky: terimakasih ka🙏
total 1 replies
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!