mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu denok vs Tika
Di saat yang sama, dari rumah sebelah terdengar suara pintu dibuka keras.
Bu Denok dan Pak Pardi keluar setelah mendengar keributan besar di rumah sebelah.
"Ada apa ini?" teriak Bu Denok.
Warga langsung menoleh.
Ketika melihat Pandu berada di tengah kerumunan, Bu Denok buru-buru menghampiri.
"ada apa pandu? , kenapa kamu bisa di sini? " tanya bu denok
"heh! bu denok anak mu ini sudah berzina dengan tari. memalukan nama kampung saja" ketus bu rina
Bu denok menatap ke arah pandu yang sudah menundukkan wajahnya.
"Memangnya cuma salah anak saya?" tanya bu denok sinis
Kalimat itu membuat warga semakin kesal.
Bu Denok lalu menunjuk Mira dengan tatapan tidak sukanya.
"Saya sudah bilang dari dulu!" ketus bu denok
"Kalau istri nggak bisa melayani suami dengan baik ya jangan salahkan kalau suami cari yang lain!" ujar bu denok
Semua orang langsung terdiam sesaat.
Lalu suasana meledak.
"Apa?!" teriak warga , mereka sangat syok mendengar penuturan bu denok
"Bu Denok keterlaluan!" maki warga
"Masih membela anak yang salah!" maki mbak nindi
Tika yang sudah emosi dan juga mendengar penuturan bu denok tambah emosi di buatnya.
"Ibu jangan asal bicara ya! jelas jelas di sini anak ibu yang ketahuan selingkuh malah nyalahin mira." ucap tika
"heh jangan salahkan anak saya aja dong , gak lihat apa penampilan mira yang dekil itu, mana mau suami sama istri yang gak pintar merawat diri" maki bu denok yang tidak mau kalah
" hello ibu lupa ingatan hah! , kalau pandu gak ngasik nafkah yang bener buat mira. boro boro buat beli Skincare , buat beli makanan aja masih kurang. jadi jangan salahkan sahabat saya, salahkan anak ibu itu " ucap tika
Sedangkan mira tetap diam mendengarkan semua hinaan itu. Sikapnya yang tenang membuat Bu Denok semakin kesal.
"Dasar mantu sialan. pasti semua warga di sini menyerbu pandu karena di suruh kamu kan. ngaku! " tuduh bu denok
"lahh kok salah saya. ibu sehat. di sini jelas jelas anak anda yang kepergok main kuda kudaan. malah nyalahin saya" ucap mira
"Saya tekankan ibu mertua, sebenernya saya sudah mengetahui perselingkuhan mas pandu, tapi walaupun saya diam bukan karena kalah." tekan mira
Semua orang terdiam, mereka menunggu kelanjutan ucapan dari Mira
"saya diam karena malas berdebat dengan orang yang tidak mau mengaku salah. jadi saya tunggu saja semuanya kebongkar sendiri" ucap santai mira
Wajah Bu Denok langsung memerah. "dasar mantu sialan" maki bu denok
Warga yang sudah terlanjur marah apalagi juga mendengar makian bu denok kepada mira, mulai berteriak dari berbagai arah.
"bu denok itu, mertua yang dzalim gak nyangka mulutnya sangat pedas"
"Arak saja mereka!"
"Biar kapok!"
"Keliling kampung!"
"Kasih pelajaran!"
Sorak-sorai warga semakin keras. Pandu dan Tari langsung pucat.
Mereka tidak pernah membayangkan semuanya akan sejauh ini.
Pak RT segera maju ke depan. "Cukup!" teriak pak RT
Suara tegasnya membuat warga perlahan diam.
"Kita semua marah, saya juga marah." ucap pak rt
"Tapi jangan sampai bertindak berlebihan." lanjut pak rt
"Kalau tidak diberi pelajaran mereka tidak akan kapok, Pak RT!" ucap warga, yang lain mengangguk setuju.
Mereka terus mendesak agar Pandu dan Tari diarak keliling kampung sebagai bentuk hukuman sosial.
Di tengah semua keributan itu, Mira hanya berdiri memandangi mereka.
apakah pandu dan tari akan di arak oleh warga?...
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca