Lika adalah seorang guru SD baru di sebuah sekolah swasta di Bandung, pengalaman sebagai guru sejak ia lulus kuliah membawanya masuk ke sekolah favorit yang cukup bergengsi.
Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Kezia dan Nando, murid luar biasa yang tak beribu yang selalu membutuhkannya setiap saat.
Melalui Kezia dan Nando, akhirnya Lika menemukan pelabuhan terakhir cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan Misterius
Lika menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu di rumahnya, rasanya letih seharian melakukan berbagai aktivitas bersama anak-anak, di tambah lagi dengan kejadian saat dirinya bertemu dengan Bayu, mantan yang menyebalkan itu.
Kezia dan Nando nampak tertidur karena kelelahan, bahkan belum sempat mereka mengganti baju seragam mereka, perlahan Lika mendekati mereka yang tertidur di karpet depan TV.
"Hei anak-anak...bangun yuk...udah sore nih, mandi dulu terus makan, Nenek udah siapin kita makanan yang enak..." Bisik Lika sambil mengguncang lembut tubuh Kezia dan Nando. Mereka nampak menggeliat kemudian kembali tertidur.
"Heeeiii...kalo gak mau bangun juga nanti Bu Lika habiskan lho jatah makanan kalian..." Ujar Lika dengan suara agak keras. Nando segera membuka matanya kemudian langsung duduk.
"Ah...jangan Bu...aku lapar..." Kata Nando sambil mengucek matanya. Lika tersenyum, kemudian mengusap rambut anak laki-laki itu.
"Ya nggak dong...ibu Lika kan cuma becanda sayang.. ayo bangun kita mandi dulu..." Ujar Lika sambil menarik perlahan tangan Nando, tak berapa lama Kezia menyusul bangun, gadis kecil itu duduk sambil menguap karena masih mengantuk.
"Bu...aku lapar..." Rajuk Kezia sambil beringsut berdiri.
"Iya Nak...mandilah dulu...nanti kita makan sama-sama." Sahut Lika.
********
Malam itu waktu menunjukkan pukul 10 malam, Anak-anak sudah tidur di tempatnya masing-masing, Lika masih duduk memeriksa tugas murid-murid di meja kerjanya.
Dia tersenyum melihat nilai Nando, sejak pertama dia mengenal Nando sampai sekarang ada kenaikan nilai yang cukup drastis, terbukti memang Nando pada dasarnya anak yang cerdas, cuma situasi dan kondisi yang membuatnya kesulitan belajar.
Drrt..... drrrt.....drrrrt...
Suara ponsel di keheningan malam itu mengejutkan Lika, kemudian gadis itu meraih ponselnya yang ada dihadapannya, ada pesan masuk dari nomor seseorang yang tidak di kenalnya. Perlahan dia mengusap ponselnya dan membacanya.
'Jangan mengambil mereka dariku.....mereka milikku! Mereka anak-anakku....! Menjauhlah kamu dari hidup mereka....mereka harus bersamaku!'
Deg....
Jantung Lika berdetak sangat cepat, tangannya gemetar setelah dia membaca isi pesan dari ponselnya, wajahnya berubah pucat, sesaat dia melirik ke arah Kezia yang sedang terlelap.
Buru-buru Lika membereskan meja kerjanya, kemudian dia menuju ke tempat tidur, lalu dengan lembut dia menyelimuti Kezia dan memeluknya. Namun sejurus kemudian pikirannya teringat akan Nando yang tidur sendiri di kamar Lia. Bergegas Lika keluar kamar dan dengan perlahan dia mengetuk kamar Nenek.
Tok....tok....tok...
Tidak ada jawaban dari dalam kamar, perlahan Lika membuka gagang pintu itu, ternyata pintu tidak terkunci, Nenek dan Lia nampak sudah tertidur, dengan perlahan dan nyaris tanpa suara Lika mengguncang lembut tubuh Lia.
"Lia....Lia...bangun dulu...Lia...kakak mau ngomong..." Lia nampak mengerjapkan matanya, agak terkejut dia segera terbangun dari tidurnya.
"Kakak? Ada apa kak....malam-malam bangunin orang..." Cetus Lia agak kesal.
"Ssssst....jangan berisik....ayo ikut aku keluar..." Bisik Lika sambil menempelkan telunjuknya ke bibir Lia. Kemudian Lia mengikuti Lika yang keluar mendahuluinya.
"Ada apa sih kak?" Tanya Lia penasaran.
"Lia...ku mohon malam ini tidurlah dikamarku bersama dengan Kezia, aku akan menemani Nando di kamarmu..." Jelas Lika. Lia mengerutkan keningnya masih bingung.
"Memangnya kenapa sih kak...kok aneh banget tiba-tiba kakak mau menanti Nando, dan aku harus tidur dengan Kezia..." Lia bertanya lagi penasaran.
"Aku takut sesuatu terjadi pada mereka Lia...coba kamu lihat ini..." Kemudian Lika membuka ponselnya dan menunjukannya kepada Lia. Wajah Lia nampak terkejut.
"Ini siapa kak? Apa maksudnya dia mengirim pesan ini ke kakak?"
"Entahlah Lia...perasaanku jadi tidak enak...aku takut terjadi apa-apa pada anak-anak, sedangkan papanya tidak bersama mereka..." Ucap Lika dengan nada kuatir.
"Tenang dulu kak...menurut perasaanku yang mengirim pesan ini adalah Mama kandung dari Kezia dan Nando...karena siapa lagi yang menginginkan mereka kalau bukan ibu kandungnya...masuk akal kan.." Lia beralibi.
"Mungkin kamu benar Lia, tapi masalahnya pak Ricky sudah wanti-wanti untuk menjaga anak-anak agar tidak jatuh ke tangan ibunya...aku takut kejadian di sekolah waktu itu terulang lagi, anak-anak di bawa pergi diam-diam...aku takut..." Ungkap Lika. Lia menggenggam tangan kakaknya itu.
"Sudahlah kak...malam ini biarlah aku tidur dengan Kezia, kakak temani saja Nando...mudah-mudahan sih pesan itu tidak berati apa-apa...oya kak...apa tidak sebaiknya kakak memberitahu pak Ricky soal pesan itu?" Tanya Lia. Dengan cepat Lika menggelengkan kepalanya.
"Jangan Lia...nanti pak Ricky akan kepikiran, malah mengganggu pekerjaannya, lagi pula hari Minggu pagi dia sudah pulang kok...Besok hari Sabtu jangan ajak anak-anak keluar rumah...kita harus menjaga mereka!" Tegas Lika. Dengan Mantap Lia Menganggukan kepalanya.
***********
Lika memandang wajah Nando yang tertidur pulas, setelah mengunci kamar, Lika berbaring di samping Nando, diusapnya dengan lembut kepala anak laki-laki itu.
'Kasihan kamu sayang...walaupun ibu bukan ibu kandungmu...tapi ibu akan menjagamu dan tak akan membiarkan dirimu dan kakakmu di bawa pergi oleh siapapun...ibu tidak sanggup kalau harus melihat kesedihan di wajah papamu lagi seperti waktu itu...' Gumam Lika dalam hatinya, tak berapa lama kemudian diapun segera menyusul Nando ke alam mimpi.
******