Augustus Mortary telah menjadi pembunuh berantai dalam kurun waktu yang cukup lama
sudah ada 10 korban yang dia bunuh, namun karena kecerobohannya dimasa lalu dia berakhir dihabisi oleh salah satu keluarga korban
di saat saat terakhirnya dia berharap bisa diberikan kesempatan kedua untuk menebus segala dosanya
dan permintaan itu dikabulkan, saat dia terlahir kembali didunia shir yang penuh dengan kekacauan dan kegilaan
Augustus atau yang sekarang dipanggil Arthur Von Michael mulai rencana untuk menata ulang dunia dengan berbagai metode
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamaaaa23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29| Pembobolan
Sesaat sebelum aku mencapai tanah, angin menyelimuti sekeliling ku memperlambat momentum jatuhnya tubuhku
*Tap
Aku mencapai tanah tanpa tergores sedikitpun
Di hadapanku ada beberapa kesatria dengan armor putih dengan kombinasi warna emas yang mencolok sedang menatapku dengan wajah terkejut
"[Dark Needle]"
Sebuah bayangan tercipta dibawah tubuhku dan mencuat menusuk para kesatria menembus tubuh mereka yang dilapisi armor itu tanpa membunuhnya
'Meski mereka cuma berpatroli aku tidak bisa membiarkan mereka menambah masalah'
Semua yang berada di distrik satu seharusnya tahu tentang apa yang atasan mereka coba lakukan namun mereka tetap diam itu pantas dihukum
"Itu dia! Tangkap orang itu!"
"Cih"
Menyadari keberadaan para kesatria yang mendekat aku segera berlari menjauh dari tempat itu
Melawan mereka itu sama saja dengan membuang buang waktu
'Mau sampai kapan mereka mengejar ku?'
Sudah cukup jauh dari tempat aku mendarat dan mereka masih mengejarku tanpa lelah, dan sekarang semakin banyak para kesatria yang mengejar
'Tak ada pilihan'
Aku berlari masuk kedalam gang gelap dan berlari memasukinya lebih dalam
Setelah beberapa saat aku berlari jalanku terhenti dihadang jalan buntu
'Sial'
Aku menatap tembok itu dengan tersenyum pahit
"Kau tak bisa kemana mana lagi penyusup!"
Sebuah suara angkuh terdengar dari belakang tubuhku membuatku membalikkan tubuhku menatap mereka
Seorang pria yang sebelumnya mencoba menangkap ku diikuti oleh segerombolan kesatria dibelakangnya dengan bangga mengacungkan pedang yang dibawanya ke arahku
"Oh? Benarkah?"
Aku mengangkat sudut mulutku dengan sedikit sinis menatapnya
"Oh? Sepertinya kau tidak tahu posisimu sekarang bukan?"
Kesatria itu menatap ku dengan seringai sombong diwajahnya seolah kemenangannya sudah didepan mata membuatku terkekeh pelan
"Hahaha"
"Apa yang kau tertawa kan?"
Kesatria itu mengerutkan alisnya bingung dengan tindakanku yang diluar dugaan
"Kau yang tidak tahu posisimu tuan kesatria"
"!!"
Setelah aku mengucapkan itu bayangan yang berada dibawah tubuhku naik keatas tubuhku dan menyelimuti tubuhku
"[Shadow Walk]"
Setelah tubuhku sepenuhnya terselimuti oleh bayangan, tubuhku dengan cepat ditarik masuk kedalam bayangan membuat para kesatria itu terkejut
"I-iblis!!!"
Mengabaikan perkataan mereka yang terdengar sebentar aku segera pergi melalui bayangan
...****************...
*Shwos!
Aku keluar dari bayanganku muncul disebuah gang yang terlihat cukup gelap
"Haaa... Syukurlah sihir itu berkerja"
Aku menghela nafas lega sambil bersandar didinding bangunan yang ada dibelakangku
'Itu sungguh pertaruhan yang menegangkan'
Sihir Shadow Walk menggunakan teori worm hole atau bisa dibilang sihir teleportasi yang sedikit beresiko. Jika salah sedikit saja tubuhmu akan merenggang dan lenyap
'Sihir ini masih memerlukan pengembangan'
Aku menatap tanganku yang sedikit gemetar dengan senyum di wajahku
"Baiklah waktunya untuk mencari para budak"
Sesaat aku hendak keluar dari gang itu, suara gemuruh terdengar cukup keras
"Ayo menyebar kesana! Dia seharusnya berada tak jauh dari tempat ini!!"
"!"
Mendengar perkataan itu aku segera kembali masuk kedalam gang itu menghindari para kesatria yang sedang mencari ku
"Cih, kemana dia pergi"
Kesatria yang sebelumnya berteriak berdiri tepat di dekat tempatku bersembunyi membuatku sedikit harus berhati hati
"[Invisible]"
Setelah mengucapkan itu tubuhku menjadi transparan, dengan membengkokkan cahaya aku bisa dengan mudah menjadi tak terlihat
"Hm? Apa kau dengar sesuatu?"
"Tidak, mungkin kau salah dengar"
Aku berjalan menghindari kesatria itu dengan hati hati dan dengan aman menerobos dari kerumunan kesatria yang berlarian
'Aku tidak boleh membuang buang waktu'
Aku segera berlari mengitari tempat ini mencoba mencari sedikit petunjuk untuk menemukan tempat mereka menyembunyikan budak
'Huh? Tempat apa ini?'
Sebuah mansion bercat abu abu megah memberikan kesan suram yang melekat ke siapapun yang melihatnya
'Seharusnya ini area pemerintah, tidak boleh ada mansion di tempat ini'
Distrik satu hanya berisi tempat tempat yang berfungsi untuk pemerintah seperti tempat kesatria, perpustakaan, penyimpanan pangan, gedung perpajakan, dan istana namun untuk sebuah mansion ini akan terlalu mencolok
'Huh? Siapa itu?'
Perhatian ku teralihkan dengan kereta kuda yang berhenti tepat berada didepan gerbang
Dari kaca jendela seorang pria dengan rambut biru terlihat, matanya sangat dingin dan tak memiliki emosi membuat siapapun yang melihatnya menggigil
'Artic?'
Rambut birunya mengingatkanku dengan Bell yang mempunyai warna yang hampir sama
Namun saat aku sedang sibuk berfikir sorot matanya tiba tiba menatapku membuatku terkejut bersembunyi dibalik tembok
'Tidak, tidak mungkin dia melihatku bukan?'
Aku sedikit merinding saat mata biru gelapnya menatapku dengan dingin
*Kraak
Saat suara gerbang terdengar aku kembali menoleh dan melihat orang itu masuk kedalamnya
'Aku harus mengeceknya'
Aku diam diam menyelinap melewati tembok sambil menyembunyikan kehadiranku dan menjaga jarak dari orang menyeramkan itu
Aku memperhatikan orang itu dari jauh berharap dia tidak bisa merasakan kehadiranku
'Dia sudah masuk kalau begitu aku juga harus mulai mendekatinya'
Secara perlahan aku mulai mendekatinya dengan sangat hati hati dan mengintip melalui jendela apakah sudah aman atau belum
"!"
Mataku tanpa sengaja bertemu dengan salah satu pelayan membuatku sedikit berkedut
'Sial apakah aku sudah ketahuan?'
Meski aku menggunakan sihir tembus pandang namun entah mengapa tatapannya terlihat seperti orang yang dapat melihatku membuatku kembali bersembunyi di balik tembok
'Hm? Kenapa tidak terjadi apapun'
Aku sekali lagi mengintip melalui jendela disana orang berambut biru itu sedang menaiki tangga menuju ke lantai dua
Dan entah mengapa mataku kembali bertemu dengan pelayanan itu
Jari pelayan itu menunjuk ke arah tanah beberapa kali sebelum memalingkan kepalanya
Melihat kejadian tak terduga ini aku merasa sedikit heran dengan kelakuannya
'Apakah dia berada di pihak ku?'
Saat mereka semua sudah pergi aku dengan mengendap endap memasuki mansion itu dan mengaktifkan kembali sihir tembus pandang ku
'Jika menurut isyaratnya sepertinya itu berada di basement'
Aku segera menelusuri area sekitar mansion melewati lorong lorong yang sedikit gelap dengan lampu nya yang redup
*Tok tok tok
Aku secara perlahan mengetok setiap tembok yang berada disekitar ku berharap menemukan jalannya
'Cih kenapa sangat sulit mencarinya'
*Tok
Suara ketukan terdengar dari bawah tangga, disana aku menemukan pelayan sebelumnya sedang mengetuk pintu itu
'Apakah itu?'
Saat aku sedang berfikir dia segera berbalik dan pergi meninggalkanku sambil mengacungkan jempolnya secara sembunyi sembunyi
'Terima Kasih...'
Aku tersenyum lembut melihat punggung pelayan itu yang semakin menjauh
'Baiklah, kalau begitu mari kita buka pintunya'
Aku meraba dinding disekitar situ berharap bisa menemukan cara untuk membukanya
*Clack
Salah satu bagian tembok itu masuk ke dalam dan setelah beberapa saat dinding itu terbuka memperlihatkan sebuah tangga yang gelap gulita
'Baiklah mari turun'
Saat aku memasuki ruangan itu, dinding itu kembali menutup menyisakan aku yang harus turun kebawah