NovelToon NovelToon
Benih Titipan Om Duda

Benih Titipan Om Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Aliansi Pernikahan / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:173k
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Kejadian di toko bunga sore itu menorehkan luka yang dalam di hati Alisa.
Erwin, duda kaya raya yang merupakan pelanggan setianya, tega merenggut mahkota kebanggaannya dengan paksa.
Dendam dan kebencian meliputi Alisa.
Berbeda dengan Erwin, dia justru menyesali perbuatannya.
Berawal dari rasa frustasi karena di vonis mandul oleh dokter. dia khilaf dan ingin membuktikan pada dunia kalau hal itu tidaklah benar.
Sayangnya.. pembuktian itu dia lakukan pada Alisa, gadis belia yang sepantasnya menjadi putrinya.Penyesalannya berubah simpati saat mengetahui Alisa bisa hamil karena perbuatannya. dia meminta Alisa mempertahankan benihnya itu.
Berbagai cara dia lakukan untuk mendapatkan maaf Alisa, ibu dari calon anaknya. Mampukah Erwin mendapatkan maaf dari Alisa? kita ikuti kisah selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Sore itu, Alisa tak sengaja mendengar percakapan Valery dengan seseorang di telepon. diam-diam dia menguping percakapan itu.

 "Dimana rekaman aslinya? aku harus membungkam gadis itu."

"Apa? sudah kau hapus? Dasar bodoh. Lalu bagaimana ini? Ponsel tempat rekaman itu juga lenyap entah kemana.." omel wanita itu.

Alisa merasa rekaman video singkat itu sangat mengancamnya. Iya kalau Erwin percaya apa yang dia katakan, sayangnya pria itu lebih percaya pada mulut manis Valery.

Karenanya dia ingin melenyapkan barang bukti itu.

Dengan langkah pelan, dia meninggalkan kamar Valery.

Tapi sial, karena terburu-buru dia menabrak tubuh seseorang.

"Tante Valery...? Bagaimana dia ada disini?gumam nya kaget.

" Begitu ya, kebiasaan buruk mu? menguping pembicaraan orang."

"Aku hanya sekedar lewat,.kok."

Valery menangkap tangannya.

"Awas kau, ya. Kalau sampai berani macam-macam, Langit akan menanggung akibatnya." Valery langsung menghempaskan tangan gadis itu dengan keras.

"Tolong jangan bawa-bawa Langit dalam masalah kita."

"Itu tergantung padamu, apa kau mau bermain cantik."

Alisa meringis menahan sakit di pergelangan tangannya.

"Gila, ya.. Tangan wanita itu sangat kuat." keluhnya sambil menuju kamar Langit.

Dia merasa khawatir karena Valery sudah membawa -bawa nama Langit.

Dia menarik napas lega saat melihat anaknya itu tengah bermain dengan sus nya.

Alisa pergi kekamarnya. Ia bermaksud akan melenyapkan rekaman itu.

Tapi Erwin datang memanggilnya.

"Alisa, buka pintunya."

"Kau sedang apa? Dari tadi aku cari."

"Ada apa, Om?"

"Sebenarnya tidak terlalu penting, sih. Ada undangan makan malam dari seorang sahabat, dan dia memintaku membawa pasanganku. Itupun kalo aku kau setuju."

Belum juga Alisa sempat menjawabnya, Valery datang menghampiri mereka.

Alisa tidak sempat lagi menyembunyikan benda di tangannya. Tampa pikir panjang, dia memasukkannya kedalam kantung blazer yang di pakai Erwin. Tidak ada pilihan lain.

"Baru pulang, Mas?" sapa Valery dengan ramah.

"Iya, aku ada acara makan malam dengan seorang teman. Aku meminta Alisa untuk menemaniku. Benar, kan Lisa?" Erwin membelai rambutnya.

"He, eee.." gumam Alisa mengangguk. padahal dirinya sangat tegang. ia takut Valery atau Erwin menyadari tentang keberadaan ponsel itu.

"Ooh.. Begitu. Selamat bersenang-senang ya..?" ucap Valery sambil berlalu.

"Baguslah.. Dengan kepergian mereka, semakin mempermudah jalanku untuk menculik Langit." ucapnya dalam hati.

***

Semula Alisa merasa ragu untuk pergi menemani Erwin. Dia ingat ancaman Valery kepada Langit.

Tapi untuk berterus terang pada Erwin juga tidak mungkin. Pria itu pasti tidak akan percaya. Apa lagi kalau dirinya sampai menolak, pasti Valery yang akan menemaninya. Dia tidak mau itu terjadi. Alisa menjadi serba salah.

Dia memutar otaknya agar rencana makan malam itu gagal.

Erwin yang sedang bersiap merasa aneh saat mendapati sebuah ponsel di sakunya.

"Kenapa benda ini ada di saku ku, punya siapa ponsel ini.?" pikirnya heran sambil hendak membukanya.

Sangat kebetulan di saat itu Valery melihatnya. Dengan wajah cemas dia menghampiri Erwin.

"Mas, kau beli ponsel baru?"

Erwin menggeleng.

"Aku juga tidak tau tiba-tiba saja ada di saku bajuku."

Valery mengambilnya dan berpura-pura mengamati benda itu.

"Kalau kau tidak keberatan, biar aku periksa."

Erwin mengangkat kedua bahunya.

Alisa yang setengah berlari sampai di kamar itu tercekat saat melihat ponsel ada di tangan Valery.

"Ada apa Alisa, kau kelihatan cemas?"

Valery cepat - cepat berlalu dari hadapan mereka.

"Ada apa?" tanya Erwin lagi.

"Aku lihat kau memberikan hadiah pada Tante Valery. Apa artinya itu. Padaku saja kau belum memberikan hadiah apapun." dia berlagak merajuk.

"Astaga Alisa... Kenapa kau cemburu hanya gara-gara itu. Kau bisa membeli barang yang kau suka, apapun itu. semua yang aku punya adalah milik mu." jawab Erwin, ia merasa sangat lucu .

"Tapi aku ingin Om yang memberikan nya padaku.."

"Baiklah istri kecilku, kau mau apa? Ayo sebutkan..!"

"Sama persis dengan apa yang sudah Om berikan pada Tante Valery barusan."

"Itu?"Erwin tertawa.

"Itu tadi hanya ponsel bekas yang aku temukan di saku baju ku. Entah punya siapa, kalau kau mau. Om bisa belikan yang paling bagus dan paling canggih saat ini."

Alisa gugup, bukan itu yang dia inginkan. Dia hanya ingin bukti itu. betapa bahaya kalau bukti berada di tangan wanita itu.

"Aku tidak mau yang bagus ataupun mewah, aku hanya ingin benda itu saja, bisakah Om mengambilnya dari Tante untuk ku? Berikan saja tawaran mahal Om padanya." ucapnya kalem.

Erwin tersenyum aneh.

"Permintaan mu sangat aneh, apa jangan-jangan kau ngidam lagi, Alisa? Masa, Langit sudah mau punya adik lagi, tapi kalau itu benar terjadi, bagus juga, sih." goda Erwin.

Mata Alisa membulat menatapnya.

"Tidak lucu sama sekali...!"

Erwin terdiam menyadari Alisa sangat serius. dia tidak habis pikir, apa bagusnya benda itu sampai-sampai Alisa ngotot ingin memilikinya.

"Baiklah, nanti Om akan memintanya dari Valery."

"Kenapa nanti, Om? Sekarang saja tidak bisa?"

Erwin semakin heran.

"Maaf, Om marah,nya?" tanyanya saat melihat kening suaminya berkerut

"Tidak. Om, hanya heran saja. Kau sangat ambisius dengan barang yang sudah di pegang Valery." nada suara Erwin terdengar kecewa.

"Om Erwin beneran marah, itu terbukti dari senyumnya yang hilang begitu saja." batin Alisa cemas.

"Maaf... !" Alisa meraih tangan Erwin sambil menatapnya.

"Kau jangan salah paham. Om bulannya marah. Om tidak akan bisa marah padamu kecuali dengan satu hal."

"Apa itu, Om?"

"Penghianatan...! Om tidak bisa menerima pengkhianatan dalam bentuk apapun. Om, lebih suka keterbukaan, kalau memang kau sudah bosan, lebih baik berterus terang kita akan berpisah baik-baik. Itu juga yang terjadi pada pernikahanku dengan Valery saat itu. Saat dia merasa aku tidak bisa memenuhi impiannya untuk mempunyai anak, dia minta berpisah. Om kabulkan. Itu adalah komitmen yang Om, pegang."

Alisa menggigit bibirnya. Pria di depannya sangat berprinsip. bagaimana jadinya kalau rekaman itu sampai padanya, dan dirinya tidak bisa memberi penjelasannya? bagaimana nasib Langit selanjutnya? dia tidak mau anaknya di asuh oleh Valery.

"Sudahlah, Om percaya, istri kecil ku ini tidak akan pernah mengecewakan ku. Iya, kan?"

Erwin membelai pipi Alisa.

"Demi, Langit..." bisiknya lagi, Alisa hanya bisa mengangguk.

"Seandainya ada suatu masalah yang menimpaku, seseorang memfitnahku, misalnya.. Apakah Om Erwin akan tetap mendukungku?" tanya Alisa penuh harap.

"Tergantung masalahnya, apakah itu bisa ku maklumi atau tidak. Jangan di bahas lagi. Om akan mengabulkan ponsel itu untuk mu.p walaupun Om tidak mengerti untuk apa."

Erwin bangkit dan hendak pergi.

"Tidak usah, aku tidak berminat lagi." jawabnya lesu.

Erwin bertambah bingung dengan sikap Alisa.

"Kalau begitu, kau pilih saja iPhone merk apa yang kau mau. Om janji, setengah jam sudah ada di hadapanmu."

"Tidak, Om. punyaku masih bagus." jawabnya bertambah lesu.

Dia meninggalkan Erwin yang masih bengong dengan seribu pertanyaan dalam benaknya.

Sementara itu, Valery sangat gembira karena ponsel itu kembali ke tangannya. Rekaman itu pun masih utuh.

Dia sendiri tak habis pikir, kenapa benda pipih itu ada di Erwin, siapa yang telah menaruhnya?

"Ini akan menjadi senjataku untuk mengusirnya dari rumah ini dan dari hidup mas Erwin." dia tersenyum sendiri membayangkan kehidupan bersama Erwin. Hari-hari yang penuh cinta dari bersama pria yang kharismatik itu, tanpa ada Alisa maupun Langit.

"Aaahh.. rasanya dunia hanya milik kami berdua."

"Tok tok..tok..,!"

Valery menghentikan aktivitas nya.

"Bik Parmi, menganggu saja. Ada apa?"

"Di depan ada seseorang yang mencari nyonya."

"Mencari ku? Kesini? Perasaan aku tidak ada janji dengan siapapun.". Gumamnya, tapi Parmi sudah berlalu dari hadapannya.

💞Tinggalkan jejak, dong

1
Shifa Burhan
untuk jalan cerita novel ini 0 besar

rating
1 sampai 10
000 besar
Shifa Burhan
novel kagak jelas, kelihatan sekali author ketidak jelaskan authornya
Harjanti
Aldo berhati malaikat
Harjanti
tak scroll langsung
Harjanti
authornya yg ga jelas
Harjanti
ga mau ah ninggalin jejak..
Harjanti
erwin tolol
Harjanti
erwin dan elisa bodoh
Room Agu
alisa terlalu bego
Astrid Nandistya Hayoto
Aaah kecewa,, kira in, bisa bahagia nya sama Erwin,, ternyata ngk, jadi ngk asyik
Astrid Nandistya Hayoto
Ribet ya,,muter3 terus alurnya,, yg aku tanya kapan sih bahagia nya
Astrid Nandistya Hayoto
Mutar2,, kapan bahagiaanya
Astrid Nandistya Hayoto
Banyak penjahat juga akirnya
Astrid Nandistya Hayoto
Ngk seruh ya jadi benar2 mereka ngk bersatu ah jadi kecewa 🥺
Astrid Nandistya Hayoto
Yg jelas yg mana sih,, jadi mutar2,, mereka menyatu apa berpisah ne,,, pusing bacanya
Astrid Nandistya Hayoto
Herang ya masalah terus masalah terus,,, kapan bahagia nya sih
Astrid Nandistya Hayoto
Banyak mutar2 ulah bulu uda tunas, masalah baru lagi
Astrid Nandistya Hayoto
Awal Mewek ne,, Gimana ne, apa mereka bisa bersatu kembali
Astrid Nandistya Hayoto
Thor satukan Erwin dan Alisa dong,, banyak drama lagi sama lampir
Astrid Nandistya Hayoto
Alisa trus menderita,,, Thor ne kayak nya sentimen sama Lisa deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!