NovelToon NovelToon
Hati Seluas Samudra

Hati Seluas Samudra

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cinta Murni / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊

cerita yang mengisahkan tentang suami yang harus bersandiwara dan berakting demi menjalankan sebuah misi. sehingga menimbulkan kesalahpahaman, antara dirinya dan sang istri.
lalu apa yang terjadi dengan mereka?mampukah mereka mempertahankan rumah tangganya ditengah belenggu masalalunya yang datang tanpa diundang, dan tanpa bisa dihindarinya?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

penasaran???
mari kita ikuti kisahnya yuk...cekidot

Tolong baca per bab ya guys,
jangan lompat bab
karena dukungan kalian sangat berarti buat author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Berdua Denganmu

*

Selamat membaca⬇️

***

Barra mengemudikan kendaraannya membelah jalanan ibukota di pagi hari yang padat. Dirinya sengaja mengajak Rissa sang istri agar bisa berbincang berdua. Sebab sudah lama sekali rasanya tidak berkomunikasi dari hati ke hati.

"Kita mau ke mana Mas?" tanya Rissa.

"Ke mana aja asal berdua denganmu," jawab Barra.

"Kok gitu?"

"Emangnya, kamu tidak kangen berduaan sama aku?"

"Kamu ini aneh deh Mas."

Rissa terkekeh melihat tingkah aneh suaminya. Meski dia tahu arah pembicaraan sang suami.

Barra lantas menepikan kendaraannya di sisi jalan. "Sayang, katakan sejujurnya padaku. Beneran kamu tidak kangen sama aku?"

Rissa langsung melongo, mendengar pertanyaan suaminya. Lalu menjawab, "Iya iya kangen."

"Hmmm, mau ya?"

"Mau apa?"

Barra tidak menjawab melainkan melajukan kembali kendaraannya. Kali ini dia mengarahkan kendaraannya tersebut, ke jalan bebas hambatan.

"Kita mau ke mana sih Mas? Jangan jauh-jauh loh, kasihan Vino nanti."

"Puncak."

"Apa? Tidak ya, Mas. Aku tidak mau!"

"Tapi ini tanggung loh, sudah setengah jalan."

"Bukannya Mas mau mencari kontrakan? Kenapa malah jadi ke puncak?"

Barra akhirnya mengalah dan menurut pada istrinya. Lalu mengarahkan kendaraannya kembali ke luar tol.

"Ya sudah, kamu cari di internet rumah yang akan di kontrakkan!"

"Aku telepon mbak Winda saja. Katanya dekat rumahnya, ada rumah di kontrakkan."

Berdering...

"Hallo, assalamu'alaikum. Kamu di mana Ris? Kok mendadak tidak masuk sih? Mbak bingung tahu. Kamu tidak apa-apa kan Ris?"

"Iya Mbak. Tadi sebenarnya aku sudah sampai di kantor. Tapi mas Barra malah mengajukan cuti sehari buat aku."

"Trus ada apa ini?"

"Begini, Mbak Wind. Pas kapan itu dirimu bilang, kalau ada rumah di kontrakkan dekat rumah Mbak. Apa masih kosong?"

"Oh itu, kebetulan masih kosong, kamu mau? Buat siapa?"

"Buat mas Barra, Mbak. Tidak enak bareng temen terus katanya."

"Yang bener, tidak enak karena tidak bisa berduaan sama kamu Ris."

"Iiih, Mbak Wind. Becanda deh. Tolong kasih alamatnya ya, Mbak."

"Oh, oke-oke."

"Wassalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Tak lama kemudian bunyi pesan masuk dari Winda. Rissa segera membukanya dan tertera alamat rumah yang di kontrakkan berikut nomor ponsel pemiliknya.

"Ini mbak Winda udah kirim alamatnya sama nomor telepon pemiliknya Mas, kita ke sana sekarang."

"Hmmmm."

"Kamu marah Mas?"

"Tidak, untuk apa marah? Memangnya aku tipe pemarah? Tapi kalau kecewa iya sih."

"Oh ya. Bagaimana? Udah di tanya si Andre sama Nay? Apa jawaban mereka?"

Rissa mengalihkan pembicaraan

"Hanya buat seru-seruan katanya."

"Haaahhh. Buat seru-seruan? Yakin itu jawabannya Mas?"

"Iya. Makanya aku kesal dan kecewa sama mereka."

"Astaghfirullah. Terus kalau Nay, apa katanya?"

"Dia bilang, cuma mau ngasih pelajaran sama aku. Dia takut kalau aku kebablasan terjerat sama ulat bulu Anita katanya."

"Duh, Nay. Sampai segitunya deh, loe perhatian sama gue."

Rissa tersenyum senyum sendiri, dia merasa beruntung punya sahabat yang sangat menyayanginya.

"Tapi kalau dipikir-pikir, ada sisi positifnya juga sih Mas. Dengan mereka mengerjai kita. Soalnya kita kan jadi tahu perasaan kita masing masing. Dan ternyata, cinta kita memang sangat kuat. Harusnya kita berterimakasih sama mereka."

Rissa mencoba mengambil sisi positifnya dari kejadian ini.

"Gitu ya?"

"He'em."

Barra diam tak mau berkomentar apapun. Hatinya masih belum bisa di ajak kompromi. Karena di sini dia yang menjadi pesakitan. Gara-gara ulah sahabat yang tak berakhlaq, dia yang menanggung akibatnya.

"Aaah. Sudahlah makin dipikirkan makin nyesek rasanya. Mending mencoba berdamai dengan keadaan," batin Barra dalam hati.

Untuk selanjutnya dia akan berhati-hati, dan akan menolak tegas jika itu merugikan dirinya. Selama ini dia terlalu lembek pada teman-temannya, sehingga mereka jadi ngelunjak padanya.

Setelah itu tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Hingga akhirnya sampai pada alamat yang dituju.

"Ini sepertinya rumahnya deh Mas. Lumayan sih."

"Ya sudah, kamu telepon pemiliknya!"

"Maaf, mau cari siapa ya Mbak? Mas?" tanya seorang ibu dari arah samping rumah yang di kontrakkan tersebut.

"Maaf Bu, numpang tanya. Apakah benar rumah ini di kontrakkan?" tanya Rissa balik

"Oh, iya Mbak. Kebetulan saya pemiliknya. Keluarga yang mengontrak kemaren sudah pindah. Mereka menempati rumah sendiri, karena telah selesai di renovasi." Pemilik rumah itu memberitahu.

"Apa boleh kami lihat Bu? Barangkali kami cocok?" tanya Rissa.

"Oh, boleh-boleh. Silahkan masuk." Ibu pemilik rumah itu pun mempersilahkan Rissa dan Barra, masuk ke dalam rumah untuk melihat lihat.

"Bagaimana Mas, cocok tidak?" tanya Rissa

"Oke, lumayan kok," jawab Barra

"Baiklah Bu, kami memutuskan untuk mengontrak rumah ini. Tapi kami bayar perbulan saja." ucap Rissa.

"Oh, boleh. Tidak apa-apa. Tapi maaf sebelumnya, apakah Mbak dan Masnya ini pasangan suami istri?" tanya Ibu pemilik rumah.

Barra dan Rissa lantas tersenyum, kemudian menunjukkan Kartu Keluarga yang sudah dia print dan di cetak seukuran KTP.

"Jadi nama Mbaknya Rissa dan Masnya Barra? Kalau namanya saya Ibu Wahyuni."

"Iya Bu."

Akhirnya Rissa dan Barra mengontrak rumah tersebut dengan harga yang telah di sepakati oleh kedua belah pihak.

"Oh iya maaf Mbak, Mas. Apa boleh saya minta foto copy KK-nya?"

"Boleh Bu. Tapi kalau sekarang kami tidak punya. Mungkin nanti kami akan keluar, untuk membeli keperluan kami sekalian foto copy."

"Oh iya, tidak apa-apa. Besok-besok juga boleh," sahut Bu Wahyuni

"Kalau begitu saya pulang dulu yo Mbak, Mas. Semoga betah tinggal di sini," imbuhnya.

"Mari-mari, silahkan Bu," sahut Barra dan Rissa.

Setelah Ibu Wahyuni pergi, Rissa menutup pintu teralis dan menguncinya.

Barra langsung memeluknya dari belakang dan menciumnya.

"Aku kangen sayang." Barra berkata dengan suara Deep nya, dan membawa sang istri masuk ke dalam kamar.

 Rissa merasakan bulu kuduknya meremang. Dia pun bergidik geli juga ngeri. Takut diterkam oleh suaminya yang nampak sudah mupeng.

Perlahan dia melepaskan pelukan, dan berbalik badan. Lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher sang suami. Terlihat olehnya pandangan mata suaminya yang sayu berkabut gairah.

Rissa tersenyum menggoda. Bahkan kini senyumnya menjadi tawa.

"Kita memang mau melakukannya di mana? Di sini, di lantai?"

"Ke hotel yuk."

Lagi-lagi suara deep itu mampu menggoyahkan pertahanannya.

Barra berbisik tepat di telinga Rissa

"Sakit Ris..."

Tanpa kata, Rissa melepaskan rangkulan tangannya, lalu menarik tangan sang Barra api keluar.

"Aku yang bawa mobilnya Mas, kamu duduk manis aja, oke!"

Barra hanya diam dan menurut saja perkataan istrinya

Rissa lantas mengunci pintu rumah kontrakannya. Kemudian masuk ke dalam mobil. Sesaat kemudian dia siap melajukan kendaraannya, menuju tempat yang di inginkan suaminya.

Sementara Barra diam dan memejamkan matanya. Saat ini gairahnya sudah di ubun-ubun.

"Emang kamu minum obat Mas?"

"Obat? Obat apaan?"

"Obat kuat mungkin?"

"Ngapain juga minum begituan? Dia itu ketemu pawangnya sayang, ketemu rumahnya. Makanya dia berontak. Kamu sih di kode tidak peka banget."

Rissa terkekeh geli melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat lucu.

Setelah lima belas menit berkendara, Rissa sampai di sebuah hotel yang letaknya berdampingan dengan mall. Lalu masuk dan memarkirkan mobilnya di area basement.

Keduanya masuk ke dalam hotel, tak lupa Rissa membawa pakaian ganti untuknya dan sang suami. Lantas menghampiri resepsionis. Setelah mendapatkan kamar, mereka segera menuju kamar yang di maksud.

Di luar Barra tampak tenang. Namun begitu masuk ke dalam kamar, dia langsung menyerang sang istri dengan ciuman.

"Periksa dulu Mas, ada kamera pengintai apa tidak!"

Rissa lantas mengeluarkan ponselnya, Barra melakukan hal yang sama. Keduanya menggunakan kamera ponselnya untuk memeriksa apakah ada kamera pengintai atau tidak di dalam yang mereka tempati.

Setelah memastikan kamarnya aman, keduanya memutuskan untuk berwudhu terlebih dahulu. Barulah memulai aktivitas yang tertunda.

Keduanya saling melempar senyuman, wajah mereka bersentuhan. Barra mendominasi dan Rissa berusaha mengimbangi.

Maka terjadilah...selamat berbuka puasa Barra dan Rissa

Maaf jika tidak sesuai ekspektasi.

Ikuti terus kisah mereka...stay tune

...----------------...

Mohon di baca per bab ya guys, jangan lompat bab, jangan pula boom like.

Dukungan kalian sangat berarti buat author

Jika suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejaknya

Like

Komentar

Vote

Terimakasih dan salam sehat selalu

🙏🙏🙏😍😍😍

1
Patrick Khan
aku suka😍🤩
Enda büë čáh gûâñtëñg
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
zian .
knpa gk aprt ajh kn brkas d tmpti nit"aprt sndri bara api yng beli kn..trus tntng aprt ny gmna
zian .
sx x pngin komen pdhl gk mo komen soalny dh tamat bru bca 🤗🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: gpp, silakan komen gak dilarang kok
total 1 replies
zian .
shabat lucknut emng si jen"🤣🤣🤣🤣 yp ak skaa..brhasil mgerjain si bara api🤣🤣
zian .
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih bintang nya beb
😍😍😍
total 1 replies
Amelia
oooo.... padahal dia egk gerti 🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙 𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚝𝚒
total 1 replies
Amelia
wkwkwk.....🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Amelia
ikut aja risa kasian tuh muka... entar nangis dia
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: /Grin//Grin//Grin//CoolGuy/
total 1 replies
Amelia
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅 betul itu..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚑𝚕𝚊𝚚 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊
total 1 replies
Amelia
hadeh....... siapa suami, siapa istri nya..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚕𝚘 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚕𝚎𝚖 𝚍𝚛 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 /Facepalm/
total 1 replies
Amelia
hahahaha.... waduh bara kebalik tuh ...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝
total 1 replies
Amelia
kasih kesempatan dong kasian.....😭😭😭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝙹𝚎𝚗𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚓𝚊𝚒𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐
total 1 replies
Amelia
waduh 🤭🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚗𝚊𝚛𝚜𝚒𝚜 𝚅𝚒𝚗𝚘
total 1 replies
Amelia
selama masi gugatan msh bs di patahkan kok....ayo semangat go go....
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚒𝚢𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚔𝚞𝚝𝚊𝚗
total 1 replies
Amelia
aduh bikin ngiri...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗...𝚝𝚒𝚏𝚊𝚔 𝚒𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐, 𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊 /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Amelia
cie cie bucin nya...tp egk apa" lah malah senang aku
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚔𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚎𝚗𝚐 😍
total 1 replies
Amelia
betul itu...
Amelia
Kamu terlalu baik... apa nanti tidak di manfaat kan..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚔
total 1 replies
Atha Diyuta
5🐠🐠🐠🐠🐠1🌹
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚋 😍😘😘😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!